
Daniel masuk ke dalam mobil lalu segera menjalankan mobil dengan perasaan tak karuan , perasaan nya remuk redam hanya karna kelakuan istri kecilnya.
dret
Dret
Fokus Daniel langsung teralihkan saat mendengar ponsel Alya berdering.
Alya menatap Daniel sambil tersenyum nakal lalu mengangkat telfon itu sambil senyum senyum membuat Daniel naik pitam .
" Sudah aku bilang , jangan menganggu istri ku apa tidak ada wanita lain di dunia ini kecuali istriku yang bisa kau telpon" bentak Daniel mengambil ponsel Alya lalu berbicara cukup keras pada Jack yang menelfon istrinya semalam ini sebelum Alya sempat menjawab.
" Astaga Nak, Ayah menelpon istrimu hanya karena ingin bertanya kenapa kamu tidak menjawab telpon Ayah itu saja." suara serius Ayah diseberang sana yang membuat wajah Daniel memerah menahan malu belum lagi hawa panas yang tiba-tiba menyelimuti tubuh nya .
" Ayah, ma,,, Maaf yah" malu Daniel segera menatap ponsel Alya untuk melihat siapa yang menelfon.
Daniel berbicara dengan Ayahnya beberapa saat lalu setelah telpon nya mati dia menatap istri kecilnya yang malah senyum-senyum mengejek Daniel .
" Awh , sakit Yank" manja Alya mengelus pipi nya di cubit Daniel.
" kamu tau Ayah yang nelpon kenapa nggak bilang"Daniel malah mengomeli Alya.
" Kan Daddy yang langsung ambil ponsel Alya, kenapa sekarang malah marah-marah juga sama Alya ." jawab Alya yang membuat Daniel terdiam .
" Tapi kamu kenapa angkatnya senyum-senyum kayak angkat telpon dari pacar kamu aja seneng nya" omel Daniel seperti wanita yang menganggap pria selalu salah .
" Ya terus Alya harus sinis gitu saat mertua telfon " Geleng kepala Alya menatap Daniel sambil memangku tangan nya .
" gak tau ah" cemberut Daniel menancap gas mobil nya semakin kencang.
Alya hanya geleng-geleng sambil tertawa menutup mulut, gitu ternyata orang kalau sudah cemburu semua nya salah.
Alya dan Daniel saling diam tak ada satupun yang bicara Alya hanya terus menikmati setiap ekspresi dari wajah suami nya itu bahkan Alya tak berniat untuk membujuk nya.
Woekkk.
Secara tiba-tiba Daniel meminggirkan mobil nya lalu langsung keluar memuntahkan isi perutnya.
" Astaga Daddy " Cemas Alya ikut keluar lalu mengelus punggung Daniel yang muntah di tepi jalan raya.
Woekkk
woekkk.
__ADS_1
Mual itu sangat menyiksa sampai mata Daniel berair di buatnya.
Alya mengambil sebotol Air putih di mobil lalu memberikan nya pada Daniel.
" Tunggu Alya lap dulu mulutnya" tanpa rasa jijik pun Alya membersihkan sisa muntahan di bibir dan baju Daniel.
Setelah meminum beberapa teguk air Daniel yang berdiri itu sudah lemas .
" Sayang kepala Daddy pusing " rengek Daniel memeluk Alya lalu bersandar di pundak nya masih merasa mual .
" sini " Alya mengajak Daniel duduk di tepi jalan lalu memijat kepala suaminya yang sudah lemas itu .
Alya menelpon Jho menggunakan ponsel Daniel dan baru 3 menit Jho sudah datang lengkap dengan circle nya karna jarak mereka cukup dekat.
" Astaga Daniel , kenapa ?" cemas keempat sahabatnya segera berlari melihat Daniel yang sudah bersandar lemas pada istrinya duduk di tepi jalan , belum lagi sudah malam .
Tapi setidaknya mereka di kelilingi bodyguard sebagai penjamin keamanan mereka.
" Dia kenapa Al?" tanya Zico pada Alya yang duduk mengelus kepala Daniel.
" Daddy muntah kak terus lemas gini, tapi di bawa bodyguard dia nggak mau harus sama kalian " kata Alya mengatakan kebenaran.
Keempat sahabat Daniel saling tatap dengan jutaan pertanyaan di kepala mereka.
" Nil yuk pulang" Ajak Jho berjongkok dekat Daniel yang bersandar kepada Alya berbicara lembut tau kalau beberapa hari ini perasaan Daniel memang sangat sensitif.
" Aku mau disini saja " Daniel berubah pikiran setelah menghirup aroma tubuh Alya mual nya sedikit hilang yang tinggal hanya lemas.
Tapi Daniel jadi sangat menyukai suasana malam yang penuhi kerlap kerlip lampu serta orang-orang yang masih berkegiatan.
" Kasihan istrimu Nil ini sudah malam dingin " ucap Boy secara spontanitas melepas jaket nya merasa kasihan melihat Alya yang duduk menyandar Daniel bajunya pendek pasti dingin.
" Enggak boleh " tegas Daniel duduk lalu menepis jaket Boy yang belum sempat Alya pakai dengan sempurna.
Daniel dengan cepat melepas kemeja yang di pakainya lalu memakainya pada Alya.
" Tapi Daddy, " Alya hendak membantah karna Daniel hanya memakai singlet padahal malam.
"kamu Nggak boleh pokok nya pake barang pria selain Daddy " Cemburuan Daniel matanya seperti sudah tertutup sehingga tak menyadari niat tulus Boy dan hanya berfikiran negatif.
" Astaga Nil " Rey mengambil jaket Boy yang tadi di tepis Daniel sampai jatuh ke aspal lalu memberikan pada Daniel agar di pakai .
" Bau aku tidak suka" ucapan Daniel tanpa filter tapi tetap memakai jaket Boy .
__ADS_1
" Jika dia tidak sedang hamil aku gampar kepalanya" geram Boy mengahadapi Daniel yang sekarang.
Keempat sahabat Daniel pun merasakan perubahan sikap Daniel yang tak biasa, sepertinya dia terkena kehamilan simpatik dan mereka memaklumi semua itu .
" Ayo Al kita pulang " senyum lebar Daniel yang tiba-tiba sudah baikan lagi kondisinya membantu istri nya yang masih duduk di tepi jalan agar berdiri .
" kotor Lo " Daniel merapikan rok Alya yang kotor .
Saat Daniel pergi menjemput tisu ke mobil disitulah keempat pria dewasa itu berbicara pada istri kecil Daniel.
" Al yang sabar yaa, dia sedang terkena kehamilan simpatik jadi kepribadian nya sedikit berubah " jelas Jho dengan seulas senyum.
Alya hanya melotot mendengar penjelasan Jho .
" Rey kita tidur di apartemen mu yuk " ajak Daniel seolah tak terjadi apa-apa barusan sambil membersihkan kaki Alya.
" Apartemen mana?" tanya Rey menarik nafas panjang ada-ada saja keinginan pria hamil itu.
" Yang dekat sini Lo" Daniel terbayang apartemen milik Rey yang berada di lantai paling atas gedung yang tak jauh dari mereka berada sekarang karna sedang di pusat kota.
" Apartemen itu hanya ada 1 kamar kita kan banyak dan juga ada istrimu " jelas Rey menatap Alya yang terlihat tak setuju.
" kalian tidur diluar saja biar aku dan istriku yang tidur di dalam kamar " kata Daniel berbicara seenak jidatnya.
" Ya sudah kalian berdua saja yang menginap disana jika kau menginginkan nya, biar kami pulang" Boy memberikan pernyataan yang jauh lebih logis .
" Kita pulang aja Daddy kenapa harus ke apartemen kak Rey ?" tanya Alya balik merasa keinginan Daniel aneh.
" Daddy ingin tidur serumah bersama mereka berempat juga Sayang" jawab Daniel yang merasa begitu ingin.
" ngidam aneh Dia?" hujat Zico dengan suara pelan menatap Daniel yang wajahnya terlihat sangat berharap sepertinya.
" Yasudah kita ke apartemen ku saja disana ada empat kamar" ucap Rey segera melangkah diikuti yang lain menuju mobil .
" Tapi aku mau di apartemen itu " ucapan Daniel yang kembali menghentikan langkah mereka semua .
" Astaga "
Next .
...Selayaknya kau tau bertapa sakitnya air , Saat dingin di panaskan lalu setelah panas ditiup lagi agar dingin ;)...
Tapi ini bukan tentang air.
__ADS_1