
" Ayuk Daddy kita keluar" ajak Alya manja memeluk sebelah kaki Daniel yang dia jadikan bantal.
" sebentar lagi tunggu senja usai " ucap Daniel mengelus kepala Alya yang berbaring di pangkuan nya .
" Ini pertama dan untuk terakhir kali Daddy dengar kamu bilang cerai sama Daddy " tegas Daniel.
" Kalau bilang lagi?" tanya Alya iseng .
" Daddy beneran akan marah sama kamu " ucap Daniel yang membuat Alya terkekeh , Suaminya yang hangat itu kalau marah seram juga liat tatapan nya aja takut.
" Dengar baik-baik Sayang, sejujurnya Daddy beneran marah karena keputusan sesaat kamu " Daniel menatap lurus Alya yang masih berbaring di pangkuan nya.
" Terus kenapa nggak marah " tanya Alya manja berbaring telungkup lalu memeluk pinggang Daniel terus bermanja pada suaminya yang sangat dia rindukan.
" Bagaimana bisa Daddy marah kalau kamu manja-manja kayak gini percuma " omel Daniel mengelus punggung Alya yang semakin hari semakin manja sejak hamil.
" Daddy tau nggak kalau Alya tu tiap hari pengennya dekat Daddy terus , mau manja terus dan Alya nggak bisa nahan diri Daddy . Mau Daddy marah pun Alya tetap pengen manja " jujur Alya yang membuat Daniel tersenyum lebar.
" Oooo, jadi anak Daddy ini perempuan manja" ucap Daniel mengelus perut Alya yang dipikiran nya sudah terbayang anak perempuan lucu .
" Jadi anak kita perempuan Daddy ?" Alya langsung duduk dengan mata berbinar mendengar ucapan Daniel.
'' kayak nya sih, tapi apapun itu Daddy seneng pokok nya punya anak " senyum lebar Daniel yang membayangkan punya anak lucu .
" emang boleh pewaris Daddy perempuan?" tanya Alya balik .
" Ya boleh lah kenapa tidak" pernyataan valid Daniel bagi nya anak itu sama saja .
" Alya pikir Daddy beda-beda in anak nanti" tuduh Alya .
Daniel mencubit pipi Alya
" Aaaaa sakit Daddy " rengek Alya yang masih sibuk memainkan kartu di tangan nya .
__ADS_1
" Bagi Daddy anak itu perempuan atau laki-laki sama aja , Daddy tetap Sayang" pernyataan valid Daniel.
" Yaudah Daddy siap-siap sebentar " Daniel bangun begitu mendengar bodyguard nya mengetuk pintu.
10 menit kemudian Daniel sudah siap dengan pakaian casual nya " Loh Al Daddy udah siap Lo" ucap Daniel yang tengah merapikan lengan kemejanya pada Alya yang masih berbaring di atas ranjang.
" Daddy ini ada isi nya kan ?" tanya Alya duduk di tengah ranjang menatap kartu ditangan nya dan Daniel bergantian.
Brukk .
Daniel melempar Alya dengan bantal sofa membuat Bocil itu tertawa keras.
" Kau pikir aku semiskin itu sampai memberi istriku kartu yang uang nya sedikit" jawab Daniel yang duduk di sofa memakai sepatunya.
" Berapa isinya?" tanya Alya mengangkat alisnya.
" Tanpa limit Sayangku" jawab Daniel dengan lembut mencoba sabar .
" Sayang jatuh" tegur Daniel segera menopang tubuh Alya .
" Ayo pergi " bisik manja Alya dekat telinga Daniel.
sesampai di pusat kota Alya dan Daniel berjalan bergandengan di tengah keramaian.
" Daddy " senang Alya kegirangan menikmati suasana malam yang sangat indah di pusat kota.
" Kamu senang Sayang" senyum hangat Daniel memeluk istri kecilnya yang berjalan di samping nya bahkan mengecup berulang kali.
" belum " jawab Alya dengan senyum yang tiba-tiba hilang .
" Loh kenapa?" tanya Daniel balik berhenti berjalan .
" Mana senang di ajak jalan doang Alya kan mau belanja" cemberut Alya yang membuat Daniel tertawa spontan.
__ADS_1
" Astaga, Bocil ini " gemas Daniel mengacak rambut Alya lalu segera mengajak nya ke pusat perbelanjaan.
" Mau beli apa?" tanya Daniel begitu mereka sampai di pintu masuk Mall.
" Tas " ucapan singkat Alya tapi detik berikutnya Alya sudah berlari menuju branded bag shop melihat dan mencari tas incaran nya.
Daniel menemani istri kecilnya menelusuri setiap tas yang di pajang sampai Alya berhenti berjalan dan meminta pelayan toko mengambilkan tas yang di sukai nya.
" Daddyh ini boleh?" tanya Alya memegang tas itu dan saat Daniel mengangguk Alya malah mendekati nya dan melihatkan label harga .
Daniel tersenyum lebar melihat Alya yang di tunjukan istri kecilnya atas barang keinginan nya .
" Boleh Sayang pilihlah, mau yang mana lagi ?" ucap Daniel mengelus kepala Alya.
Alya menepuk jidatnya, dia seolah lupa siapa suaminya kalau cuma tas 1/2M tak akan ada apa-apa nya .
Alya berbelanja sepuasnya sampai dia lelah dan berakhir tertidur di pangkuan Suaminya.
" uhhh, udah lelah sekali kamu Sayang" senyum gemas Daniel menidurkan Alya di ranjang begitu sampai di hotel .
Daniel menyingkap baju Alya lalu mengelus perut istrinya.
" Selain manja anak Daddy juga senang belanja " kekeh Daniel melihat Alya yang sibuk berbelanja sampai kelelahan .
" Harus kuat ya nak sampai lahir, biar kita bisa main bareng " ucap Daniel yang sekarang mulai waspada mengingat istri kecilnya masih sangat labil .
Alya benar-benar tak mengerti seputar kehamilan sehingga Daniel harus mengajarkan Alya dari hal kecil sekalipun dan itu juga lah yang membuat Daniel takut jika suatu saat istri kecilnya melakukan kesalahan yang bisa berakibat fatal untuk bayi mereka .
Sehingga Daniel memutuskan akan menjaga istrinya secara full time dan peristiwa semalam cukup menjadi pelajaran berharga bagi Daniel .
Ternyata sebegitu menyiksa tanpa kehadiran Alya dihidup nya sampai tidur pun dia tak bisa, sejauh itu lah Alya masuk kedalam kehidupan nya .
" Apa kau tau Sayang Daddy nggak bisa tidur tanpa kamu" ucap Daniel segera berbaring dan membawa Alya masuk ke pulukan nya
__ADS_1