
Seminggu kemudian acara pernikahan Daniel dan Alya pun di gelar dengan sangat megah dan mewah.
" Sayang kamu nggak capek kan , Daddy takut nanti kamu malah kelelahan" cemas Daniel saat mereka baru selesai mengganti baju pengantin dan masih di dalam kamar.
" Enggak Lo Daddy, masa belum apa-apa udah capek aja " senyum manis Alya merasa sangat senang memakai gaun pengantin bahkan dia berputar putar di depan kaca .
Daniel berlutut di depan Alya yang berdiri lalu mengelus perut Alya yang baru terlihat sedikit membuncit .
" Baby sehat-sehat ya dan jagain Mommy kamu jangan sampai di sakit " bisik penuh kasih sayang Daniel mengecup perut Alya.
Kehamilan simpatik yang Daniel alami hanya di fase awal sehingga sekarang dia sudah kembali hidup normal seperti biasa.
Dan sekarang sangat menyayangi Alya melebihi diri nya sendiri .
" Ayok Nak acara nya sudah akan mulai " ucap ibu menjemput anak dan menantunya itu agar segera hadir di acara puncak malam ini dimana ratusan tamu sudah menunggu.
" Iya Bu , Alya ingin pipis sebentar" sungkan Alya baru setelah selesai berpakaian dia ingin pipis .
" Daniel panggil pelayan untuk membantu Alya pasti dia kesusahan karna gaun nya nanti." pesan Ibu sebelum keluar karna walaupun dia ingin membantu menantunya itu sungkan dan Ibu tak ingin Alya malah jadi tak nyaman .
" Biar Daddy yang bantu aja ya" kata Daniel tapi Alya malah menolak dan memilih pelayan saja tak ingin merepotkan suaminya yang sudah siap itu .
" Yaudah Daddy tunggu disini " Daniel duduk di tepi ranjang menunggu Alya setelah pelayan datang.
" Daniel " Daniel segera keluar kamar hotel saat Papa memanggil nya , menghampiri mertua nya yang berdiri tak jauh dari kamar mereka .
............
Kabar mengenai pesta pernikahan Alya benar-benar membuat Jack berada di titik ujung ambang kewarasan.
Luka yang terus berlarut-larut selama beberapa tahun ini telah menghancurkan nya dan baru saat bertemu Alya Jack mendapatkan penawar dari luka nya .
Tapi apa yang terjadi saat Jack sudah memantapkan hati untuk memiliki Alya yang sudah dia jaga sejak kecil ternyata malah sudah dinikahi oleh pria lain .
Bahkan Alya sendiri yang memberikan undangan pernikahan nya pada Jack .
" Tidak Alya, Kau akan tetap jadi milik ku walau bagaimanapun itu " teguh Jack yang tengah duduk sendiri dalam markas mafia nya.
__ADS_1
tok
Tok
"
Jack melirik ajudan nya yang masuk ke ruangan nya .
" Semua sudah siap bos sesuai rencana dan perhitungan kita, untuk penerbangan akan siap dalam 15 menit lagi " laporan ajudan Jack yang mengundang senyum smkir Jack.
" Lakukan dengan cepat. Bawa Alya untuk ku malam ini juga " perintah Jack yang sudah menyusun strategi sangat matang bahkan melibatkan beberapa big mouse untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
" Aku akan membawa mu pergi jauh dan kita akan hidup bahagia Alya , kau adalah milikku" senyum misterius Jack membayangkan Alya kecil yang dulu sering mengecup pipinya.
Jack keluar dari ruangan nya berjalan cepat menuju tempat tunggu jelang penerbangan.
Rencana Jack benar-benar di susun sangat rapi bahkan tak ada yang menyadari aksi penculikan di malam puncak pesta pernikahan megah itu , Jack mengawali rencana nya dengan mengalihkan fokus semua orang .
Keluarga Albara benar-benar di buat terkecoh dengan penghianatan beberapa orang kepercayaan mereka saat ini .
" Daddy " Alya yang sudah selesai pipis itu segera berjalan cepat tak sabar menghampiri suami dan Papa nya yang tengah berbincang tak jauh dari kamar mereka .
" mmmmmht" Alya tengah berjalan tapi tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dengan sapu tangan sampai Alya merasa sesak kemudian kehilangan kesadaran nya saat obat bius di kain itu mulai bekerja.
Dengan sigap para ajudan Jack melakukan tugas mereka masing-masing melumpuhkan setiap pengamanan gedung yang sangat ketat .
Penghianatan beberapa orang kepercayaan keluarga Albara membuat rencana itu bisa berjalan mulus hanya dalam rentang waktu kurang dari 3 menit .
Beberapa pelayan yang sudah ditugaskan itu mengangkat Alya lalu membuka pintu rahasia di dalam kamar yang memang sebelumnya sudah di rancang .
Lalu bekerja sama untuk dengan cepat memberikan Alya yang sudah tak sadarkan diri pada bodyguard yang sudah menunggu di balik pintu rahasia itu .
...........
2 menit kemudian .
" Kenapa Alya lama sekali " ucap Daniel masuk kekamar bersama Papa karna tak mendengarkan suara Alya lagi .
__ADS_1
Tapi belum juga mereka masuk ke kamar laporan seorang bodyguard benar-benar membuat Papa dan Daniel murka .
" Penghianat" Geram Daniel dengan tangan gemetar meninju dinding dan emosi yang sudah membara .
Daniel masuk ke dalam kamar dan langsung menodongkan pistol di pelipis kedua pelayan yang tadi membantu Alya membuat mereka menggigil ketakutan.
" katakan atau aku pecahkan kepala kalian" Akal sehat Daniel benar-benar seperti hilang sampai nyawa tak lagi berarti bagi nya sekarang.
Hanya sedikit Hal yang membuat Daniel dan keluarga nya tenang setidaknya Alya pasti baik baik saja .
Keluarga mencoba berfikir jernih dan tenang karena tak mungkin langsung menyerang Jack yang sangat licik serta yang akan jadi sasaran Jack adalah bayi dalam kandungan Alya.
Itulah mengapa mereka mencoba mengendalikan emosi dan rasa marah agar tidak melakukan sesuatu yang justru akan membuat Jack berfikir untuk melenyapkan bayi di dalam kandungan Alya .
" Jack" rasa nya Papa tak percaya mengetahui kenyataan bahwa Jack yang selama ini sangat menyayangi Alya seperti adik nya sekarang justru malah mencintai dan berbuat senekat ini .
" Daniel nggak bisa berdiam diri Pah , Yah " Daniel benar-benar tak bisa bersabar dan bisa membayangkan apa yang akan dilakukan Jack pada istrinya nanti .
Daniel menyalakan laptop nya ikut bergabung dengan para hacker yang terus mencoba melacak keberadaan Alya dan Jack.
Dalam hitungan detik keberadaan Jack langsung hilang seperti di telan bumi , rencananya sangat matang sampai tak ada sedikitpun akses yang menjelaskan dimana keberadaan nya sekarang.
............
" Alya " senyum lebar Jack menatap wajah gadis manis yang kini berada dalam pangkuan nya .
" Kita akan ke luar negri dan hidup bahagia di sana Sayang" bisik Jack jelang penerbangan di mulai .
" Aku mencintai mu Alya dan aku akan merebut mu dari siapapun itu termasuk suami mu sekalipun" begitu egois nya Jack jika sudah mencintai seseorang.
Jack memeluk Alya yang masih belum sadarkan diri itu dengan hangat bahkan menempelkan wajah Alya ke dada nya .
Tapi saat tatapan Jack berhenti di perut Alya yang sedikit membuncit niat buruk Jack langsung berdatangan untuk menindak lanjuti.
Next .
Eeee jangan emosi dulu ini adalah part paling the best dalam cerita kemaafiaan yang menguras perasaan jadi tetap tunggu Author up .
__ADS_1
...Benci tapi hati mencintai itulah saat tersulit yang banyak orang gagal di dalam nya ...