Jebakan Cinta Si Gadis Bandel

Jebakan Cinta Si Gadis Bandel
Bab 40 Berangkat ke Amsterdam


__ADS_3

" Daddy mandi gih, Alya siapin baju Daddy dulu tapi habis itu Alya langsung kebawah ya sekalian tolongin bibi karna sebentar lagi Mama dan Papa datang " kata Alya pada Daniel yang duduk di ranjang melepas sepatunya.


" I,,, Iya Al " jawab Daniel dengan segala pikiran kalut nya belum lagi rasa bersalah yang terus menghantui nya karna telah berbohong pada istrinya .


Selesai mandi Daniel masuk keruang ganti dan betapa kaget nya Daniel saat ada satu koper di samping lemari .


Daniel tak menyentuh koper itu tapi perasaan serta pikiran buruk sudah bergentayangan di kepala nya .


Daniel bergegas keluar ingin menemui Alya di meja makan ingin jujur perihal tadi sekaligus bertanya pada istri kecilnya.


" Al,, Ehh Mama , Papa " suara kecil Daniel memperlambat langkah lebar nya saat ternyata Mama dan Papa sudah duduk di ruang makan .


" Papa sudah datang dari tadi ?" tanya Daniel sungkan bersalam pada Mama dan Papa nya .


" lumayan Nak " jawab Papa dengan seulas senyum.


" Ayo kita makan dulu Pa, Ma " sopan Daniel mempersilahkan saat semua sudah siap .


Alya mengisi piring Daniel yang terlihat begitu tegang itu dengan sedikit heran .


Alya menyenggol kaki Daniel yang duduk di sebelahnya agar menatap .


saat Daniel menatap nya Alya seolah bertanya Daniel kenapa ?


Daniel menggeleng menyatakan bahwa dia baik-baik saja .


" Jadi begini nak , Papa izin ya Bawa Alya ke Amsterdam untuk hadir dalam acara bisnis keluarga sebagai pewaris " kata Papa karna walau bagaimanapun Alya sekarang adalah istri Daniel.


Daniel langsung berhenti mengunyah mendengar penuturan mertua nya .


" Kapan Pah?" tanya Daniel dengan suara pelan serta ekspresi wajah yang begitu tak menentu .


" Malam ini Nak sekitar jam 10 pesawat sudah berangkat " jelas Papa .


" sebenarnya kami ingin memberitahu kamu dari sore tapi kamu kan sibuk kerja " sindir Mama halus merasa sedikit tak terima saat anak nya di bohongi mentah-mentah oleh Daniel .


Daniel meneguk Saliva nya merasa sindiran Mama benar-benar sampai ke hati nya .

__ADS_1


Papa menyikut Mama yang dengan sengaja menyindir Daniel , tak seharusnya mereka ikut campur urusan rumah tangga anak mereka.


" Alya bolehkan Daddy pergi?, cuma sekitar 3 hari kok " Alya pun juga langsung meminta izin pada suaminya.


sejujurnya Daniel keberatan jika istrinya akan pergi keluar negri tapi walau bagaimanapun Daniel tak bisa melarang Alya Karna dia pergi bersama keluarga nya bukan orang lain .


Daniel juga tak punya alasan logis untuk melarang Alya pergi , walaupun hati Daniel sangat tak ingin di tinggal apalagi berpisah dengan Alya walaupun cuma beberapa hari .


" Iyaa" kata Daniel setuju karna tak mungkin juga Daniel ikut yang ada malah nanti dia di bilang tak percaya .


" Kalau gitu Alya siapin baju dulu " pamit Alya yang sudah selesai makan bergegas ke kamar untuk mengisi koper nya dengan berbagai keperluan.


setelah kepergian Alya, Daniel mengajak Mama dan Papa untuk duduk diruang keluarga.


" Apakah karena tadi aku berbohong ,jadi Kalian membawa Alya pergi jauh dariku " lirih Daniel duduk berlutut di depan kedua orang tua Alya begitu mereka duduk di sofa .


Sebagai seorang yang telah dewasa tentu batin dan perasaan Daniel mengatakan itu alasan nya .


" Maafkan Aku Pah, Mah telah membohongi Alya tapi Aku punya beberapa alasan atas hal itu dan aku juga akan berkata jujur " mohon Daniel dengan kerendahan hatinya meminta maaf pada kedua orang tua istri nya .


" pikiran mu berlebihan Nak. tak ada sangkutan nya dengan hal tadi, kami membawa Alya ke Amsterdam karna memang sudah waktu nya dia di perkenalkan kepada publik sebagai pewaris perusahaan keluarga dan acara pertemuan itu memang diadakan di Amsterdam" jelas Papa secara singkat .


" kejadian tadi sore ada atau enggak yang tanggal sekarang memang kami akan tetap meminta izin padamu untuk membawa Alya ke Amsterdam menghadiri acara bisnis besok " jelas Papa lagi .


" Tapi Pa, Ma Aku berbohong pada Alya Karna beberapa alasan salah satu nya karna tak ingin dia salah paham dan Aku akan menjelaskan nya saat sampai dirumah " Daniel berkata sejujurnya terus berusaha menyakini Papa dan Mama .


" Iya. Papa tau Nak " kata Papa memegang pundak Daniel agar kembali duduk di sofa di tengah mereka .


" percaya pada ku Pa Ma " pinta Daniel yang kini duduk di tengah Antara Papa dan Mama merasa bahwa kedua orang tua itu masih tak percaya pada nya .


" Iya Daniel kami percaya " kata Mama mengelus lengan menantu mereka yang sudah memohon itu .


" Daddy mau ikut" Kekeh Alya yang datang sambil menyeret koper nya melihat suaminya yang duduk di tengah orang tua nya seperti tengah memohon.


" Enggak " Daniel memperbaiki ekspresi wajah nya saat Alya datang.


" terus kenapa mohon gitu ?" tanya Alya balik baru kali ini Alya melihat wajah tegas itu dalam mode memohon .

__ADS_1


" Biasa Al minta hadiah pada Papa " kekeh Papa menepuk pelan pundak Daniel.


" Iya nanti kami belikan " kata Alya lagi tersenyum menggoda Daniel .


" Ihhh, nggak ada " Malu Daniel .


" kenapa nggak berangkat besok pagi aja sih , kan sudah malam " kata Daniel dengan ekspresi wajah tak menentu menatap Alya, Papa dan Mama .


" penerbangan Indonesia ke Amsterdam itu memakan waktu seluruhnya 15 jam lebih Nak , kalau kami pergi besok pagi kapan kami akan istirahat acaranya kan sore jelang Malam" jelas Mama tersenyum.


kedua orang tua Alya sadar seperti nya Daniel keberatan tapi dia sepertinya dia terlalu sungkan dan tak punya alasan untuk melarang Alya pergi .


Tapi mereka juga tak bisa apa-apa karna memang dalam acara nanti Alya adalah bintang nya .


...........


" Alya berangkat ya Daddyh " kata Alya bersalam begitu mereka sampai di bandara .


much.


" Hati-hati perginya ya jaga diri baik-baik, kabari Daddy jika sudah sampai disana " ucap Daniel menahan sesak nya .


entah mengapa Daniel merasa begitu berat Alya pergi meninggalkan nya bahkan semangat nya seperti hilang .


Belum lagi rasa bersalah karna telah berbohong dan Daniel juga tak bisa jujur sekarang


entah menyapa perasaan was-was terus menghantui Daniel semenjak dia berbohong pada istrinya.


" Iya Daddy juga diri Ya " pesan Alya mengecup pipi Daniel.


setelah Daniel bersalam Alya bersama kedua orang tua nya mulai melangkah memasuki bandara untuk melakukan berbagai pemeriksaan.


Saat Alya mulai hilang di tengah keramaiannya orang-orang disitulah rasa sunyi dan hampa menghampiri Daniel secara tiba-tiba.


Seolah ada yang hilang dalam dirinya sehingga rasa kesepian itu datang.


next .

__ADS_1


...Kadang saat di tinggalkan lah seseorang baru akan sadar betapa berharganya sesuatu yang selama ini dia sepelekan....


__ADS_2