Jebakan Cinta Si Gadis Bandel

Jebakan Cinta Si Gadis Bandel
Bab 70 Nakal


__ADS_3

" Alya berapa kali harus Daddy bilang kalau ada yang salah dengan Daddy bilang langsung" ucap Daniel.


" Ini kamu enggak diam aja kayak kemarin, Daddy dekati tidak mau kalau di sentuh menangis. Kamu nyiksa Daddy Sayang dengan bersikap begitu " keluh Daniel menatap istrinya.


" sebenarnya Alya juga nggak tau Daddy kenapa begini, entah kenapa sejak Alya liat Daddy di mall Minggu lalu Alya benci liat Daddy dan nggak mau Deket-deket sama Daddy lagi. Alya malas " cerita Alya dengan jujur bersandar pada punggung Daniel yang tengah di pelukannya.


" Ya makanya dengerin penjelasan Daddy dulu" ucap Daniel yang ingin menjelaskan kejadian sebenarnya.


" Nggak mau denger, Malas " suara keras Alya yang bernada merajuk .


" Sayang" tegur Daniel pada istri nya yang tak hanya berbicara keras tapi sedikit membentak nya.


Daniel menarik pelan Alya yang duduk di belakang nya agar duduk di pangkuan nya lalu menatap wajah Alya yang sudah menunduk itu.


" Maaf Daddy" suara kecil Alya tak bermaksud membentak Suaminya.


" udah hebat ya sekarang istri Daddy " senyum lebar Daniel yang bermakna sindiran halus .


Much


" Bukan gitu Daddy" ucap Alya manja melingkarkan tangannya di leher Daniel lalu mengecupi pipi pria dewasa itu bergantian hingga perlahan ekspresi wajah pria dewasa itu kembali normal bahkan salting.


" Lalu apa?" tanya Daniel memalingkan wajahnya dia selalu tidak bisa marah jika istri kecilnya sudah manja seperti itu .


" Daddy " rengek Alya terus mengecupi wajah Suaminya yang tak mau menatap nya.


much.


" Sayang nakal ya kamu sekarang" gemas Daniel menidurkan istri kecilnya di ranjang tak kuat saat Alya mengecup lehernya.


" Alya nggak suka Daddy Jalan sama wanita manapun dan apapun alasan nya" ucap Alya yang tengah melepas kancing piyama Daniel yang berbaring menghadap nya.


" Iya maaf Daddy janji nggak akan ngulang lagi" ucap Daniel mengelus ngelus kepala Alya dalam pelukan nya.


" Aaaaa,,Anak Daddy nendang" ucap Alya menyentuh perutnya saat merasakan pergerakan bayi nya .


" mana" Daniel dengan sigap mendekatkan telinga nya ke perut Alya .


Daniel tersenyum lebar saat mendengar dan ikut merasakan pergerakan bayi.


" Alya dengarkan Daddy. Jangan takut lagi ya Daddy berjanji akan selalu menemani kamu disetiap proses nya , kamu nggak sendiri ada Daddy" senyum lebar Daniel mengecup kening istrinya yang sangat takut melahirkan.


Alya mengangguk dia selalu ingat semua perkataan dan pesan Daniel setiap hari padanya bahkan Daniel memperhatikan Alya dari setiap hal agar bisa menjaga bayi mereka .

__ADS_1


Dan Alya sangat tak ingin membuat Suaminya kecewa hanya karena kelalaiannya.


keesokan paginya.


" Daddy tidak berangkat ke kantor?" tanya Alya yang berjalan pelan itu menghampiri suami nya yang duduk di sofa berkutik dengan laptop nya .


" tidak Sayang, Daddy akan bekerja dari rumah saja " jawab Daniel singkat sejak mengalihkan tatapannya pada Alya yang sudah duduk di samping nya .


Mengecup Alya serta perut Alya yang sudah membuncit sekitar 1 bulan lagi akan lahiran .


Daniel selalu tidak tenang meninggalkan Alya walaupun ada banyak sekali orang yang menjaganya karena Daniel khawatir jika suatu ketika istrinya yang masih belum cukup dewasa itu melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dia dan bayinya.


Daniel tidak menyalahkan Alya karena kadang Alya memang tidak tau kalau hal yang dia lakukan itu berbahaya belum lagi sifat bandel nya yang belum sepenuhnya hilang.


Tapi kalau di bandingkan ibu hamil kebanyakan Alya cukup kuat bahkan dia seperti tak terganggu dengan kehamilan, seperti selera makan yang tak berubah bahkan kekuatan nya tetap sama dia tak pernah sakit .


Hanya sikap nya saja yang sering berubah-ubah lantaran bawaan hamil nya .


" Daddy Alya ingin mandi sekarang" kata Alya yang sudah merasa tak nyaman karena belum mandi .


" Sebentar ya Sayang Daddy nyimpan data dulu" senyum tipis Daniel menatap istrinya itu .


sudah sejak beberapa bulan lalu Daniel tak lagi membiarkan Alya mandi sendiri apalagi sejak perut Alya mulai besar dia sudah sedikit kesusahan melakukan aktifitas.


" Ayuk " ajak Daniel membawa istrinya naik lift menuju kamar mereka .


" Sayang diam berendam disini ya jangan keluar Daddy ambil handuk kamu dulu , okey" senyum lebar Daniel menatap Alya yang sangat senang memainkan busa sabun di dalam bathtub.


Alya mengangguk lalu kembali sibuk menikmati air hangat yang menggenangi tubuhnya dengan taburan sabun yang harum .


Tiba-tiba Alya merasa ingin pipis tapi suami nya baru saja pergi tapi dan rasanya sudah tak tahan .


Akhirnya Alya berdiri pelan lalu dengan sedikit ragu melangkahkan sebelah kaki nya keluar bathtub.


Alya takut Daniel marah karena Daniel sudah melarang nya tapi Alya benar-benar tak tahan lagi ingin pipis .


akhirnya karena tak tahan Alya keluar dari bathtub dengan pelan dan juga sedikit susah karena perut nya .


" aaakkkhhhh" rintih Alya sangat pelan saat dia terjatuh karena sebelah kakinya tak kuat menahan sebelum sebelah kakinya lagi keluar dari bathtub.


Alya yang jatuh terduduk di lantai itu dengan cepat bangkit takut suaminya melihat .


Alya tak peduli dengan rasa sakit nya , Alya segera berdiri cepat dia lebih takut lagi suaminya kecewa atau marah karena Alya melakukan hal yang sudah dia larang .

__ADS_1


Dengan cepat Alya berdiri takut Daniel keburu datang dengan berpegangan pada tepi bathtub tapi .


Tatapan Alya seakan membeku saat melihat darah yang terus mengalir sangat deras di lantai lalu beriringan dengan itu Alya merasakan sakit yang luar biasa sampai serasa merenggut nyawa nya .


" Aaakkkh" teriak Alya merasakan sangat sakit sampai dia tak sanggup menahan nya .


" Alya " teriak Daniel dengan begitu panik melihat kondisi Alya belum lagi darah yang sudah mengalir deras di lantai .


Alya yang histeris kesakitan itu langsung terdiam mendengar suara Daniel bahkan disamping rasa sakit yang dirasakan nya Alya lebih merasa takut lagi Daniel marah dan akan menceraikan nya .


" Sayang " cemas Daniel segera menyelimuti Alya dengan handuk yang di bawanya lalu mengangkat dan langsung membawanya nya ke rumah sakit .


Daniel benar-benar tak bisa berkata-kata lagi melihat kondisi istrinya sekarang.


" Daddy ,,,Sakit" tangis Alya histeris tak sanggup menahan rasa sakit sampai tulangnya merasa ngilu di buatnya.


" Sayang bertahanlah" ucap Daniel memeluk Alya dengan perasaan yang sudah tak bisa di jelaskan sampai air mata Daniel jatuh dengan sendirinya.


Alya memang merasakan sakit tapi dalam pikiran nya juga takut Suaminya marah dan sangat kecewa .


pikiran Alya semakin kacau saat pikiran buruk terus berdatangan dalam kondisinya yang semakin memburuk .


" Daddy maafin ,,, Alya " ucap Alya disela rasa sakitnya menatap suaminya yang sudah sangat kacau itu .


" Jangan ,,, Marah " tangis Alya merasa takut .


Dalam kencang nya kecepatan mobil Daniel yang memeluk istrinya itu semakin bergetar mendengar ucapan istrinya.


" Daddy tidak marah Sayang,,, bagilah rasa sakit mu pada Daddy " ucap Daniel dengan suara bergetar ternyata dalam sakit yang luar biasa seperti ini istrinya masih memikirkan dia marah .


" Sayang" Daniel terus mengajak istri nya bicara memastikan Alya masih sadar saat dia hanya diam .


" jangan marah ya Daddy " ucap Alya yang wajahnya perlahan sudah mulai memucat tapi dalam fikiran nya adalah Daniel yang tengah marah karena Alya telah membahayakan bayi mereka .


" Alya cukup " Air mata Daniel menetes menatap Alya yang masih di peluknya , Daniel tau Alya sedang merasakan sakit luar biasa sekarang tapi Alya masih memikirkan Daniel yang akan marah pada nya .


" Kamu sakit ,,, bilang sama Daddy , bukan ditahan " Daniel tak mengerti dengan apa yang difikirkan istri kecilnya.


" aaakkkhhh" Saat rasa sakitnya semakin memuncak Alya meremas tangan Daniel dan perlahan nafasnya mulai sesak saat rasa sakit itu seolah akan mematahkan tulang nya .


" cepat" teriak Daniel semakin frustasi melihat kondisi Alya .


Next .

__ADS_1


minimal like lah


Baby Aliora.


__ADS_2