
" Sayang kamu harus bertahan yaa demi Daddy dan anak kita " ucap Daniel dengan suara gemetaran pada istrinya yang tengah didorong dalam hospital bed menuju ruangan operasi.
Alya hanya mengangguk pelan tapi detik berikutnya matanya sudah tertutup saat Darah semakin deras mengalir keluar dari tubuhnya.
Daniel dengan cepat menandatangani surat perjanjian pihak rumah sakit agar Operasi bisa segera dilakukan.
" Alyaaa" saat operasi sudah dimulai Daniel terduduk di lantai dengan perasaan yang sudah tak bisa di jelaskan menatap darah yang mengenai bajunya membuat air mata Daniel jatuh dengan spontan tanpa tertahan lagi .
" Nak " keempat orang tua nya membantu Daniel duduk di kursi dengan perasaan yang sudah tak bisa di katakan lagi .
Teman-teman Daniel pun juga sudah berdatangan mendengar kabar itu dan tepat Saat Valentino datang bersama teman-teman dokter keluar .
" bayi nya sudah lahir dengan selamat tapi pasien pendarahan" ucapan dokter itu seakan membuat semua orang yang mendengarnya membeku .
" Astaga , Alya memiliki golongan darah yang sangat langka " ucapan Valentino dengan spontan yang tau akan hal itu .
" Apa golongan darah nya?" tanya Daniel .
" AB- , yang hanya dimiliki oleh 0,36% orang di seluruh dunia" jelas dokter itu yang membuat Daniel membenturkan kepalanya ke dinding saat ketakutan nya benar-benar menjadi kenyataan.
" Ambil darahku Dokter , berikan semuanya pada putriku" ucapan tulus seorang Ayah yang tak ingin terjadi hal apa-apa pada anaknya.
Alya hanya memiliki golongan darah yang sama dengan Papa saja dari keluarga nya .
" Pasien kekurangan darah cukup banyak sehingga jika diambil dari satu orang itu tak akan mencukupi dan transfusi harus dilakukan dengan cepat karena itu menyangkut nyawa pasien " ucapan Dokter itu membuat semua orang semakin ketakutan.
" cepat cari stok darah nya dimana pun itu " perintah Daniel pada bara bodyguard nya.
" itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama " panik Ayah , karena walaupun mereka dan teman-teman Daniel memiliki jaringan yang sangat banyak cabang untuk akses informasi tapi memang orang yang memiliki golongan darah itu begitu langka .
" Jack " ucapan Valentino yang teringat.
" Jack memiliki golongan darah yang sama dengan Alya?" tanya Mama yang memang tidak tau akan hal itu.
" Iya mereka memiliki golongan darah yang sama" pernyataan valid Valentino
__ADS_1
Daniel segera meminta bodyguard nya untuk membawa Jack kerumah sakit walaupun dia sudah tak tau lagi apa yang harus dia katakan pada Jack nantinya.
Sembari proses transfusi darah Papa berlangsung, semua keluarga duduk dalam satu ruangan khusus bersama Jack yang hanya memasang wajah datar nya.
" Jack tolong selamat kan Alya Jack" mohon Mama berurai air mata saat ternyata Jack tidak mau mendonorkan darah nya untuk Alya .
" Jack dimana hati nurani mu Jack, Dimana Jack yang dulu" tak habis pikir Valentino, padahal Valentino tau bahwa Jack adalah orang yang sangat menyayangi Alya .
Tapi mengapa sekarang Alya sudah berada diambang antara hidup dan mati Jack tidak mau menyelamatkan nya.
" bukankah kalian semua sudah membenci ku , Aku tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini lebih baik aku membawa Alya ikut mati bersama ku. Agar rasa cinta ku abadi di pusara pemakaman nanti" ucapan Jack dengan pikiran yang begitu kosong bahkan jika keluarga Daniel membunuh saat ini juga dia sudah tak peduli.
Karena dia sudah tak punya lagi alasan untuk hidup .
Semua orang tak bisa memaksakan Jack untuk mendonorkan darah nya serta juga tak mungkin ada sebuah penawaran bagi orang seperti Jack.
Bodyguard masuk kedalam ruangan khusus itu dengan tergesa-gesa saat dokter mengatakan Alya tiba-tiba kritis .
Didepan pintu ruangan operasi Daniel yang sedari tadi hanya diam berlutut di kaki Jack .
Semua orang terpaku melihat Daniel yang berlutut di kaki Jack meminta pertolongan .
Daniel meminta suster membawa bayi nya .
" Jack kau bisa membunuhku ataupun membuatku kehilangan orang yang aku cintai tapi tolong jangan biarkan bayi ku ini kehilangan ibu nya" ucapan lirih Daniel meneteskan air mata sambil menggendong bayi nya .
Jack menatap bayi yang sedang digendong oleh Daniel dengan mata terpaut lalu dia mengambil bayi itu dari Daniel dan menggendong nya .
Begitu Jack menggendong nya bayi itu tersenyum lalu membuka matanya yang masih belum terbuka sempurna.
Jack yang sudah tak punya ekspresi itu tersenyum lalu mengecup pipi bayi itu.
" Siapa nama nya?" tanya Jack menatap bayi itu dengan seulas senyum.
" Aliora" jawaban singkat Daniel.
__ADS_1
" Jadilah gadis yang nakal Aliora seperti ibu mu " bisik Jack tersenyum lebar kedekat telinga bayi mungil itu
tiba-tiba terdengar bunyi alat elektrokardigraf yang begitu kencang pertanda Alya sudah kritis .
Tanpa pikir panjang Jack masuk keruangan untuk mendonorkan darah nya untuk Alya .
Sembari proses transfusi berjalan Jack menulis sebuah surat dan setelah proses transfusi selesai beberapa menit kemudian kondisi Alya akhirnya stabil.
Jack menatap Alya yang masih terbaring lemah di ranjang samping dengan senyuman penuh Arti.
" Aku mencintai mu dan sampai kapanpun rasa cinta serta Sayang ku akan tetap sama , mungkin takdir memang tidak memperkenankan kita untuk bersama tapi setidaknya dengan mencintai mu aku punya alasan untuk bertahan hidup lebih lama" batin Jack yang memang sudah sedari dulu ingin mengakhiri hidup nya.
" Sekarang aku sudah sampai di titik puncak mencintai yang sesungguhnya, Aku donorkan darahku agar kamu bisa tetap hidup dan berbahagia lah selalu " senyuman terakhir Jack lalu dia menelan pil beracun yang membuat dia meregang nyawa dalam hitungan menit.
Semua benar-benar diluar kendali dokter baru meninggal Jack beberapa menit tapi saat masuk kembali dia sudah tidak bernyawa dan setelah di periksa ternyata dia menelan pil beracun.
Daniel mengusap wajah jenazah Jack sebagai penghormatan terakhir nya untuk seorang pria hebat yang sudah mampu bertahan hidup dalam segala kepedihan serta cinta nya yang sungguh luar biasa untuk Alya .
...........
Seusai pemakaman Jack , Alya yang masih sangat lemah itu datang dengan sebuket bunga di tangan nya ke pemakaman Jack yang tanahnya masih basah .
Alya meletakkan buket bunga itu di pusara Jack lalu meneteskan air mata .
" Terimakasih kak Jack telah memberikan Alya kasih sayang yang tulus bahkan memberikan Alya kesempatan untuk bertahan hidup " ucap Alya tersenyum.
Mungkin Jack memang pernah melakukan kesalahan-kesalahan dalam hidupnya tapi Jack tetap adalah orang yang paling baik yang pernah Alya temui.
" Kak Jack yang tenang yaa di alam sana " ucap Alya menghapus air matanya yang menetes sambil mengelus pusara pemakaman Jack.
Next.
...Seperti apapun alurnya, pada akhirnya ikhlas selalu menjadi ending yang paling indah dari sebuah cerita :)...
Like dulu nggak sih
__ADS_1