Jebakan Cinta Si Gadis Bandel

Jebakan Cinta Si Gadis Bandel
Bab 50 Jelas Ganteng


__ADS_3

Akhirnya mereka semua pulang ke apartemen milik Rey yang sangat diinginkan oleh Daniel .


Sesampai di apartemen milik Rey mereka berenam duduk di ruang santai lalu menyalakan televisi serta berbincang bincang.


" Al boleh minta bikinin kami minum " pinta Zico dengan bahasa yang baik yang diangguki Alya .


" Ehh kalian pikir Istriku babu kalian suruh suruh" kesal Daniel menatap setiap teman nya tak membiarkan Alya pergi .


" Astaga Nil , nggak denger gue minta tolong bukan nyuruh " lama-lama Zico kesal juga dengan Daniel yang terlalu over thinking.


" Nggak papa Daddy " senyum Alya lalu segera menuju dapur membuat minum untuk mereka semua nya .


" Gue aja nggak pernah minta Istri gue masak , lah kalian ringan banget mulut kalian nyuruh Istri gue" omel Daniel yang membuat teman-teman nya cukup terkejut.


" Istri Lo nggak bisa masak Nil?"tanya Boy dengan spontan.


" Nggak tau, Aku hanya tak ingin menuntut banyak hal pada istri kecilku kasihan dia " jawab Daniel tulus.


tak lama kemudian Alya datang membawa nampan berisi minuman untuk mereka semua.


" Al kamu bisa masak " tanya Jho penasaran.


" enggak" jawab Alya jujur .


" Kalau nggak bisa kenapa udah mau jadi istri orang Dek" suara lesu Rey memijit pelipisnya.


" Lah apa salah nya?, jadi istri orang kan yang kita bangun rumah tangga bukan rumah makan jadi nggak harus pintar masak" jawab Bocil polos itu .


Byur


Uhuk


" Astaga" Jho tersedak sampai menyemburkan kopi yang baru beberapa teguk di minum nya.


" Jadi kalian lama jadi bujangan cuma karna masih cari istri yang pintar masak?" tanya Alya balik memakan Snack di dalam toples kaca.

__ADS_1


" Salah satunya" jawaban gelagapan Boy .


" Kalau gitu kenapa nggak bayar chef aja ngapain nikah kalau cuma buat makan enak " jawaban bodo amat Bocil itu yang membuat mereka semua terperanjat termasuk Daniel mendengar jawaban Alya .


" Ya kan masakan istri itu beda dari yang lain " Jho memberikan isyarat agar setidaknya Bocil itu paham.


" Iya lah beda apalagi kalo nggak pande masak kayak Alya" tawa meledak Alya ditengah keheningan kelima pria itu.


" Jadi karna itu kamu nggak pernah masakin Daddy Sayang?" tanya Daniel menatap istrinya, dia tidak menuntut bukan berarti tidak ingin dibuatkan makanan oleh istrinya.


" Iya lah , ngapain capek-capek masak nanti Daddy juga nggak suka " pendapat Alya mengatakan alasan nya .


" Astaga Sayang Daddy belum coba Lo kamu udah bilang nggak suka" suara lesu Daniel padahal dia selalu menghargai apapun yang diberikan Istrinya.


" Alya kasihan liat Daddy masa nggak enak masih dimakan demi menghargai, kayak kopi bikinin Alya nggak enak Daddy selalu minum" jawab Alya dengan seulas senyum.


Dia sadar kalau Daniel selalu menghargai apapun yang Alya lakukan tapi dengan begitu Alya juga merasa kasihan pada suaminya.


" Ya kan dari situ kamu bisa terus belajar Al buat koreksi rasa" ucap Rey menatap Alya yang duduk di sebelah Daniel.


" harus belajar Alya, kita kan nggak tau depan nya iya kalau Daniel punya uang terus buat bayar pelayan kalau enggak ?" Jho memberikan isyarat pendek pada Alya yang sudah dia anggap seperti adik nya sendiri.


" Apa yang dibilang Jho benar Sayang" kata Daniel mengelus lengan istrinya yang sibuk makan kripik itu .


" Ya makanya Daddy jangan miskin " jawab Alya lagi terus mengunyah kripik nya .


" Jadi kalau Daddy miskin kamu bakal tinggalin Daddy ?" pertanyaan spontan Daniel menatap Alya sekaligus keempat teman nya .


Ya mumpung ada Bocil polos seenggaknya mereka bisa tau beberapa sisi lain dari pikiran wanita, serta Alya kan jawab nya selalu to the points.


" Tergantung, kalau Daddy miskin karna bangkrut Alya nggak bakal tinggalin kan kita bisa mulai semua dari awal lagi. Tapi kalau miskin karna malas kerja ya di tinggal lah" jawaban realistis Alya yang membuat kelima pria itu melotot.


" tapi garis bawahi ya kerja keras bisa di toleransi tapi tidak dengan Malas makanya di tinggal " jawab Alya meminum segelas air dalam sekali tegukan .


" Tapi intinya dalam hidup itu perempuan cuma Mandang duit kan " sewot Boy tiba-tiba saat ingat kenyataan bahwa wanita yang dia temui hanya mencintai uang nya saja selama ini.

__ADS_1


Itulah kenapa dia jadi Cassanova.


" Ooo Jelas Ganteng, Tanpa uang nggak bisa apa-apa kita " senyum manis Alya dengan tampang tengil yang memandang kelima pria dewasa yang sedang berfikir keras itu.


" Jadi kamu juga cuma mencintai uang Daddy " ucapan kecewa Daniel belum lagi perasaan sensitif nya.


" Humm, Matre " ucapan spontan Zico karna lagi dan lagi wanita seperti ini yang mereka temui dan mereka juga merasakan bahwa Alya mengatakan yang sebenarnya.


" Matre " tawa meledak Alya menertawai pemikiran kelima pria dewasa itu.


sejenak mereka saling dia dengan pemikiran mereka masing-masing sampai Alya kembali ke mode serius nya .


" Sebenarnya konsep nya gini kak bukan wanita itu Matre tapi memang kalian sebagai seorang laki-laki itu di anggap sebagai tulang punggung tempat kami bergantung. Jadi salah nya dimana jika meminta" ucapan Awal Alya saja sudah kedalam logika kelima pria itu .


" Kalau hanya karena wanita minta uang kakak bilang dia matre ya salah kan itu memang kewajiban kalian sebagai pasangan. Terus satu lagi apa kalian se kere itu sampai di singgung soal uang kalian merasa wanita matre" jelas Alya secara transparan yang membuat kelima pria itu tertampan sendiri dengan pemikiran mereka.


" Iya juga ya buat apa kita kerja keras kalau nggak ada yang habisin ?" tanya balik Rey.


" Bukan menghabiskan kak tapi lebih pada menikmati " jawab Alya yang mengundang senyum lebar diwajah Daniel Karna memang baru dengan Alya lah dia bisa menikmati apa yang dia punya.


" Jadi sekarang ubah pemikiran kalian bukan dia Matre tapi memang itu adalah kewajiban kalian " sambung Alya dengan seulas senyum.


" Tapi kalian kan juga bisa merasakan nya dengan hati mana yang tulus dan mana yang cuma mengharapkan uang " inti dari ucapan Alya .


" Okey Al " senyuman penuh Arti Zico Akhirnya dapat juga dia penerang ditengah gelap nya pemikiran nya.


" Tapi jangan sekali-kali kalian meremehkan Wanita karna saat dia punya banyak uang satu laki-laki pun tak perlu " ucapan gadis Bandel itu berjalan mengibas rambut panjang nya.


" Laki-laki kalau punya banyak uang satu wanita pun tak cukup " ucapan keras Zico merasa emosi serta kesal saat dalam pembicaraan serius mereka Bocil itu malah kembali ke mode Bandel nya .


" Terserah Kalian orang tak berkecukupan" tawa menggelegar Alya menimpali ucapan Zico sambil terus berjalan menuju dapur karna merasa Lapar.


" Bocil sialan " umpat Zico merasa kalah telak melawan Argumen Bocil bandel itu.


Next .

__ADS_1


...Ternyata capek juga ya berusaha nggak marah padahal aslinya sakit hati :)...


__ADS_2