
Sebelum nya Author minta maaf yaa pada pembaca semua karna jarang update sekarang, Author sangat banyak kegiatan kampus jadi jarang punya waktu luang sekarang.
Tapi Apapun itu Author selalu berusaha kok biar bisa terus update jadi semangat nungguin nya😊
..........
Saat Alya terbangun dari tidur nya dia sudah berada di sebuah kamar yang sangat mewah dan begitu menakjubkan saking indah desain interior nya .
Alya bangun lalu duduk bersandar ke kepala ranjang memperhatikan kesekitar nya dengan perasaan gundah, Walaupun Jack sudah tak mengikat tangan dan kakinya lagi tapi dari ketatnya pengawalan di kamar itu Alya juga tak akan bisa kabur .
" Hikss,,,Daddy " Isak Alya sangat merindukan suami nya serta juga merasa takut berada di dekat Jack yang dalam sekejap bisa saja melenyapkan bayi nya.
Sehingga sekarang pilihan Alya hanya satu yaitu patuh pada Jack sampai Daniel datang menyelamatkan nya .
Melihat Jet pribadi serta tempat nya berada sekarang membuat Alya sekarang mengerti siapa sosok Jack yang sebenarnya.
Alya bersyukur atas satu hal setidaknya walaupun Jack menculiknya sekarang tapi Jack menyayangi nya dengan begitu dia dan bayi nya tak akan mati kelaparan. jelang suaminya bisa menembus tameng pengawasan Jack yang seperti nya sangat ketat .
Alya langsung menghapus air matanya saat ingat pesan suaminya bahwa dia tidak boleh bersedih nanti bayi nya ikutan sedih .
Sedetail itu lah Daniel mengajari serta memperhatikan istri kecilnya yang tengah hamil muda bahkan Daniel menanamkan beberapa hal intens agar naluriah seorang ibu dalam diri istri kecilnya cepat terbentuk .
Karena memang dari segi umur Alya masih terlalu labil untuk menjadi seorang ibu.
Alya turun dari ranjang lalu berjalan menghampiri bodyguard yang berbaris di sekitar pintu masuk kamar.
" Kak Jack" kaget Alya baru juga dia berjalan beberapa langkah Jack sudah berjalan masuk .
Jack menatap Alya yang berdiri tak jauh darinya dengan tatapan mendetail sampai Alya menunduk takut di buatnya.
" Kenapa bangun ini sudah tengah malam " suara berat Jack yang sedang melepas jas nya itu .
" Aa,,Alya lapar kak " suara kecil Alya , sebenarnya Alya bisa saja menahan rasa lapar nya tapi kasihan bayi nya nanti kalau dia tidak makan.
Jack tersenyum lebar lalu merangkul Alya yang membuat nya gemetar ketakutan.
" Ayo ke bawah, mau makan apa Sayang" suara hangat Jack berjalan menggandeng Alya dengan langkah santai .
Mau tak mau Alya hanya bisa menurut demi bisa makan agar bayi nya tidak kekurangan nutrisi.
__ADS_1
Biasanya Alya biasa saja dengan panggilan Sayang dari Jack selama ini karna itu telah berlaku sejak Alya kecil tapi sekarang justru terdengar sangat menyakitkan.
" Cepat makan Al , Aku sangat lelah ingin tidur " ucap Jack datar duduk memangku tangan nya di sebelah Alya .
Melihat Alya yang sudah sampai meja makan malah melamun menatap makanan yang telah dihidangkan.
" Hiks ,, Iya " Alya sudah menahan air matanya tapi jatuh juga akhirnya.
" Huftt" Jack menarik nafas panjang merasa sakit melihat Alya yang menangis sambil makan .
Jack mengeluarkan ponsel nya dari saku lalu menghubungi seseorang.
" Bicara lah dengan Papa dan katakan bahwa kamu baik baik saja " ucap Jack yang mengerti kenapa Alya menangis karena memikirkan keluarga nya .
" Jack tolong jangan celakai Alya dan cucu kami Jack " mohon Papa begitu mengangkat dengan nada sangat cemas .
" Aku menyayangi nya Om tenang lah , tapi jangan buat aku marah hingga hal itu dapat terjadi nantinya" ucap Jack dengan seulas senyum menatap wajah gundah Papa Alya dari panggilan vidio belum lagi deretan orang-orang yang bersama nya apalagi Daniel yang menatap nya dengan tatapan penuh kebencian.
" Cepat katakan sebelum aku berubah pikiran " Jack mengalihkan kamera nya pada Alya .
" Aa,,, Alya baik-baik saja kok " ucap Alya terbata menahan air mata setidaknya dengan berkabar akan menenangkan perasaan keluarga nya .
Jack langsung menutup telfon itu saat Alya akan bicara pada Daniel .
Alya pun mengerti keadaan keluarga nya sekarang yang berada di posisi serba salah , mereka bisa saja menyerang Jack sekarang bahkan mungkin keluarga Daniel saja pengaruhnya jauh lebih kuat dari Jack tapi mereka harus diam karena ini menyangkut Alya serta calon pewaris yang belum lahir.
" Udah sekarang makan " ucap Jack yang langsung disegerakan .
Dalam diam nya Alya tersenyum saat ingat Sayang nya Jack pada nya dulu sangat hangat serta pengertian sehingga Alya dengan mudah juga menyayangi nya .
Alya tidak tau entah apa tujuan pasti Jack menculiknya dengan mengatur rencana sematang ini entah itu benar karna dia menginginkan Alya atau ingin melenyapkan bayi di dalam kandungan nya karna persaingan bisnis Alya pun tak mengerti .
Tapi apapun itu Alya sebagai orang yang pernah merasakan kasih Jack secara tulus yakin bahwa sejahat apapun Jack dia masih punya hati nurani .
Sehingga selain patuh Alya juga akan seperti biasa pada Jack agar tau apa yang sebenarnya Jack inginkan.
" Kak Jack sudah makan " tanya Alya tiba-tiba yang membuat Jack yang tengah melamun itu menatapnya.
" Aku makan atau tidak apa peduli mu , bukan kah kau membenciku sekarang" tanya Jack balik .
__ADS_1
" Alya tidak membenci Kakak , Alya hanya kecewa dengan apa yang kakak lakukan " pernyataan Alya menatap Jack yang duduk di samping nya .
" Humm jangan katakan kecewa pada ku Alya , bahkan didalam hidup semuanya adalah kekecewaan" senyum kecut Jack saat ingat betapa tragis nya hidup nya dari semenjak kecil sampai dewasa .
" Kak " saat Jack akan berdiri dari duduk nya Alya memegang ujung baju Jack .
" Apa " tanya Jack yang sudah berdiri tanpa menatap Alya yang masih duduk .
" Alya belum kenyang " suara kecil Alya yang masih ingin makan .
Seketika Jack tergelak saat ingat kebiasaan Alya sejak kecil yang takut kalau makan di tinggal sendiri ternyata itu masih berlaku sampai sekarang.
" Yasudah cepat lah " Jack kembali duduk dengan wajah cool nya tak ingin Alya melihat senyuman nya .
" Alya selama Kamu bisa patuh dan menuruti semua aturan ku maka Aku tidak akan berlaku kasar ,,,, jadi jangan melakukan hal-hal yang bisa mengundang kemarahan ku . Paham " ucap Jack pada Alya yang tengah makan itu dengan nada suara mafia yang mengerikan.
" Iya kak " patuh Alya, Apapun akan dia lakukan untuk menjaga bayi nya .
" sekarang balik kekamar " perintah Jack pada Alya yang sudah selesai makan .
" iya " patuh Alya langsung berjalan menuju kamar tadi meninggal kan sendiri di meja makan .
Alya naik keatas ranjang lalu berbaring.
" Alya harus istirahat yang cukup agar Dedek bayi nggak kenapa-kenapa" senyum manis Alya lagi- lagi ingat akan pesan suaminya.
" Loh kak " terkejut Alya baru juga memejamkan mata sebentar, Alya sudah mendengar suara orang masuk ke kamar dan ternyata Jack .
Jack tak menjawab dia menyingkap selimut lalu ikut berbaring di samping Alya .
tentu saja Alya dengan reflek menjauhi Jack yang sudah berbaring di ranjang yang sama dengan nya .
" Jangan selangkah pun turun dari ranjang ini , jika masih ingin bayi mu itu selamat " ancam Jack dengan suara dingin menatap Alya yang sudah duduk ingin turun dari ranjang .
Next .
...Doa yang dulu selalu ku pinta pada tuhan agar menjaga hatimu untukku kini telah aku ganti menjadi Doa agar aku bisa menghapus perasaan ku terhadapmu....
...Kau terlalu menyepelekan ku karena tau aku mencintai:)...
__ADS_1