Jebakan Cinta Si Gadis Bandel

Jebakan Cinta Si Gadis Bandel
Bab 45 kemarahan dalam diam


__ADS_3

" Daddy " panggil Alya Karna walaupun Daniel memeluk nya pria dewasa itu hanya diam sibuk dengan pekerjaan nya .


" Alya mau bica,,," belum selesai Alya bicara Daniel sudah berbisik dekat telinga Alya.


" Nanti ya Daddy lagi kerja sekarang harus fokus " bisikan pelan Daniel yang sama sekali belum mengalihkan tatapannya dari komputer walaupun sempat mengecup Alya .


" yaudah " Alya duduk lurus di atas pangkuan Daniel memilih ikut menatap komputer Daniel yang menyala serta cukup takjub dengan kecepatan tangan pria dewasa itu memainkan keyboard.


" Jangan ikut menatap komputer Sayang nanti kamu pusing " Daniel mengalihkan tatapannya dari komputer lalu memiringkan duduk Alya di pangkuan nya agar Alya bisa bersandar nyaman .


" Mmm, Alya mau bicara kalau duduk nya begini nanti Alya ketiduran" rengek manja Alya melipat lipat kecil baju yang Daniel pakai .


" Ya kalau ngantuk tidur lah dulu pekerjaan Daddy benar-benar tak bisa di tinggal kan sekarang Sayang" kata Daniel menyandarkan kepalanya Alya ke dada nya lalu menyelimuti Alya dengan selimut kecil.


" Huftt " Alya menarik nafas kasar kenapa seperti sulit sekali untuk sekedar bicara saja pada suami nya sekarang.


Alya memeluk Daniel memilih menikmati aroma tubuh Daniel yang sangat khas .


" Sayang jangan diraba raba tubuh Daddy dong kan suami mu sedang bekerja " formal Daniel memohon karna dia memang harus menyiapkan menyalin data sekarang.


Alya memilih Diam dan memejamkan mata tak ingin menambah masalah walaupun Daniel marah setidak nya dia tidak cuek kepada Alya .


1jam kemudian Daniel baru menghentikan jari-jari nya yang bergerak lincah di keyboard lalu mematikan komputer nya.


Much .


" nyenyak benget tidur nya" senyum gemas Daniel mengecup pipi chubby Alya yang sudah tertidur pulas di atas pangkuan nya .


Daniel segera membawa Alya ke kamar lalu menidurkan nya di atas ranjang .


" Kasian kalau di bangunin" ucap Daniel menyelimuti Alya dan berjalan keluar untuk makan malam lebih dulu.


Setelah duduk di meja makan pelayan mengisi piring Daniel dengan beberapa makanan yang disukai nya .


" siapkan makanan untuk Alya tapi jangan terlalu pedas " pesan Daniel pada pelayan agar mengantarkan makanan ke kamar.


" Baik Tuan " jawab pelayan itu sopan segera menyiapkan.

__ADS_1


" Daddyh" baru juga Daniel makan beberapa suap tapi Alya sudah datang berdiri di belakang kursi yang Daniel duduki lalu memeluk leher pria dewasa itu dengan manja dari belakang.


" Udah bangun aja , sini makan nanti sakit lagi " perhatian Daniel meraih Alya agar duduk di pangkuan nya lalu menyuapi Alya .


" Alya mau makan Daddy suapi pake tangan bukan pake sendok " ucap Alya yang tiba-tiba berkeinginan.


Daniel langsung mencuci tangan nya di wadah yang sudah disiapkan pelayan lalu menyuapi Alya nasi dengan tangan .


" Pake Lauk Daddy " semangat Alya makan saat Daniel mau menyuapi nya dengan tangan .


" Lahap benget makan nya " gemas Daniel mengecup pipi Alya yang sudah menggembung seperti ikan buntal karna makan nya lahap .


"Kalau makan pake tangan itu nikmat nya kayak nambah gitu Daddy " jawab Alya Malu-malu entah kenapa selera makan nya semakin hari semakin meningkat.


" Udah mau nambah lagi ?" tanya Daniel senang saja dia menyuapi Alya yang makan nya banyak .


" enggak udah kenyang " tolak Alya mengambil segelas air putih di meja lalu meneguknya dengan nikmat .


" Daddy udah bisa kita bicara " tanya Alya menatap wajah Daniel yang berada begitu dekat dengan nya ingin menjelaskan semua nya .


Alya turun lalu berjalan mengikuti Daniel yang berjalan dengan langkah santai .


" Daddy tunggu, Alya kasih makan ikan dulu " saat mereka lewat di lantai dua Alya memegang tangan Daniel meminta agar di tunggu tapi bersyukur nya Daniel mau menemani Alya memberi makan ikan .


" Udah, yuk Daddy" ajak Alya ingin cepat berbicara pada Daniel agar bisa menjelaskan semuanya.


sesampai dikamar Daniel naik ke atas ranjang lalu berbaring telentang.


" Daddy kan Alya mau bicara " suara kecil Alya menatap Daniel yang sudah memejamkan mata.


" ganti dulu baju dengan piyama Sayang nanti tidurnya nggak nyaman lagi" kata Daniel kembali membuka mata menatap Alya yang masih berdiri .


Alya langsung memutar langkah berlari keruang ganti agar bisa mengganti piyama dengan cepat agar segera bisa bicara dengan Daniel .


Tapi begitu Alya kembali Daniel yang berbaring telentang itu sudah menutup mata .


" Daddyh Alya kan mau bicara " rengek Alya naik keatas ranjang meletakkan kepala nya di atas dada Daniel yang berbaring telentang .

__ADS_1


Daniel menarik Alya, membawa nya masuk kedalam pelukan hangat Daniel .


" besok aja ya Daddy lagi capek pengen istirahat" keluh Daniel yang kembali memejamkan mata setelah memeluk Alya .


" Mmm, Daddy kenapa sih nggak mau dengerin dulu penjelasan Alya, padahal kan Alya pengen jelasin agar nggak terjadi kesalahpahaman" kata Alya di dekat telinga Daniel .


" Daddy capek Al kerja seharian , Daddy ingin istirahat " Daniel malah memohon meminta toleransi pada Alya .


" yaudah kalau Daddy capek tidur aja tapi besok dengerin penjelasan Alya ya " pinta Alya .


" iya " kata Daniel mengangguk saja lalu memeluk Alya semakin erat .


Alya hanya diam merasa pelukan Daniel tapi saat merasakan elusan lembut Daniel di kepala nya Alya yakin kalau dia belum tidur .


" hikss" Isak tangis Alya yang tiba-tiba diselimuti rasa sedih saat Daniel ternyata sudah tak mendengarkan penjelasan nya.


" Sayang kok nangis , jangan dong nanti Dedek bayi nya sedih " kata Daniel dengan reflek membuka mata lalu mengelus perut dan kepala Alya.


Tapi tangisan Alya menjadi semakin keras mendengar ucapan Daniel .


" Hiks , jadi Daddy nggak marah karna dia takut anak nya kenapa-kenapa bukan khawatir sama Alya sepenuh nya" batin Alya dalam tangisnya menatap Daniel sendu dengan air mata yang terus menetes.


" Sayang, Ehh kok nangis " Daniel segera duduk berubah cemas saat Alya menangis terisak takut Istri kecil sedang merasakan sakit .


" Sayang, hei jawab Daddy " cemas Daniel tiba-tiba saat Alya yang berbaring itu terus menangis tanpa menjawab belum lagi tatapan sendu nya .


" Ada apa , ada yang sakit bilang sama Daddy Al " Daniel begitu cemas melihat Alya yang terus menangis tak bersuara dan ditanya pun tak menjawab .


melihat wajah panik Daniel Alya semakin diselimuti rasa sedih ternyata Daniel mengira Alya hamil sehingga dia tidak memarahi Alya Karna takut bayi nya kenapa-kenapa.


Sehingga dia memilih bersikap baik bukan karna dia terlalu Sayang sehingga nggak mau marah sama Alya .


Next


Jangan lupa like , komen, vote terus kasih hadiah Ya😍.


...Telah Aku tundukkan pandangan mata ku , tapi hatiku terus menoleh kepada nya;)...

__ADS_1


__ADS_2