
" Tidak Sayang Daddy berjanji akan selalu ada dan menemani kamu " ucap Daniel menatap Alya dalam dari hati ke hati.
" Mmmh, nanti Iya kalau Alya jelek Daddy nggak suka " kesal Alya menangis lalu tidur memunggungi suaminya.
" Sayangh,,, mikir apa sih " tegur Daniel memeluk Alya dari belakang lalu dengan gerakan lembut kembali membalikkan tubuh Alya ke arahnya.
Menatap mata hangat Daniel semakin membuat Alya sedih.
Daniel memegang pipi istri kecilnya agar terus menatap nya mencoba mencari jawaban di mata istri kecilnya yang tiba-tiba sedih itu .
" dengerin Daddy baik-baik, Daddy nggak akan pernah berpaling dari kamu apapun yang terjadi dan bagaimana pun kamu adalah istri satu-satunya Daddy " pernyataan valid Daniel.
" Terus apa kamu bilang jelek tadi, kamu takut jelek karena hamil?" tanya Daniel lebih mendetail.
" Iya" jujur Alya yang membuat Daniel tersenyum bukan marah .
" Sayang, Kamu cantik Dimata Daddy" ucap Daniel penuh cinta di depan mata Alya yang membuat Alya berbunga bunga jadinya.
Much.
Daniel tertawa melihat Alya yang tadinya menangis tiba-tiba tersipu malu karena di kecup nya.
" Al" Daniel menahan nafas saat tangan nakal Alya masuk melewati celah-celah kancing piyama nya.
" Daddy buka " manja Alya ingin mengekspos lebih jauh .
Daniel menuruti saja keinginan istri kecilnya tanpa menolak , membiarkan Alya melakukan apapun sesukanya.
5 bulan kemudian.
Hari demi hari Daniel lalui bersama istri kecilnya yang sedang mengandung buah hati mereka semakin hari semakin tak sabar Daniel menunggu anak nya lahir yang dari hasil USG memang adalah perempuan.
Tapi sejak beberapa bulan terakhir Alya menjadi berubah kepribadian begitu sensitif dan pemarah.
Bahkan sudah seminggu ini dia tak menyapa Daniel dan sama sekali tidak mau diajak bicara ataupun berdekatan, Jika Daniel memaksa menyentuh atau bicara padanya Alya akan menangis .
Daniel hanya bisa sabar dan menerima perlakuan istri karena selain tak ingin memaksa dia juga tak ingin Istri merasa tersakiti oleh nya .
Daniel tak marah karena dia menanggap itu sikap wajar seorang ibu hamil karena sebelum nya Alya sangat manja sampai terus menempel padanya setiap hari .
Jadi dapat di pastikan Alya begitu memang bawaan hamil nya bukan karena hal lain.
" Huftt" Daniel yang tengah duduk sendirian di ruang kerja nya menarik nafas panjang , Dia memang bisa sabar dan mengerti kondisi bawaan hamil Alya tapi tak bisa Daniel pungkiri kalau sikap Alya yang tak ingin bersama membuat nya tersiksa.
__ADS_1
Sejak menikah dengan Alya Daniel selalu menjalani hari-hari dengan kehadiran Bocil bandel itu segala tingkah nakal dan manja, tapi sekarang tiba-tiba seperti asing bagiamana Daniel tak merasa tersiksa.
Jangankan di peluk bahkan bicara saja Alya tak mau pada Daniel dia sibuk dengan kegiatan nya sendiri di rumah .
tok
tok
" Masuk " suara lelah Daniel saat seseorang mengetuk pintu ruangan nya .
Jho yang datang untuk mengantarkan berkas hanya tersenyum menatap Daniel yang sudah seminggu ini terlihat begitu suram dan frustasi karena perubahan istri kecilnya.
" Jho aku benar-benar tak bisa seperti ini" keluh Daniel yang sudah bingung harus berbuat apa .
" Kau sudah melakukan hal yang aku suruh semalam?" tanya Jho duduk di hadapan Daniel .
" Sudah " jawab Daniel lesu .
Semalam saat Alya tertidur pulas Daniel berbisik pada bayinya untuk berhenti marah dan berbicara cukup banyak bahkan Daniel seperti orang bodoh yang menceritakan perasaan nya pada bayinya yang belum lahir .
Sebenarnya Alya berubah begini karena Minggu lalu dia melihat Daniel yang tengah jalan berdua bersama rekan bisnis nya di sebuah mall semenjak itulah Alya berubah padanya.
Padahal Daniel kebetulan ketemu dengan rekan bisnisnya yang akan sama menghadiri meeting tapi karena di mall dan mereka hanya jalan berdua itulah yang membuat Alya salah paham.
Semenjak itu jangankan di beri kesempatan menjelaskan berbicara saja Alya sudah tak mau dan terus menjauh .
" Yasudah tunggu lah reaksi bayimu yang akan membuat ibunya kembali merindukan mu" senyum Jho yang sedikit tau kalau bayi juga dapat mempengaruhi perasaan ibunya.
..........
Belum juga jam 3 Daniel sudah sampai dirumahnya dia benar-benar malas bekerja serta tak bisa fokus dalam pikiran nya Alya dan Alya terus .
Daniel membuka pintu kamar dan ternyata Alya baru selesai mandi karena dia masih memakai kimono dengan air yang masih terus menetes di rambut panjang nya.
Alya masuk keruang ganti tak peduli dengan kehadiran Daniel .
Daniel yang benar-benar sudah tak tahan mengejar Alya kedalam ruang ganti memeluk Alya dari belakang yang tengah berdiri di depan cermin.
Alya hanya diam menatap Daniel yang tengah memeluk nya melalui cermin lalu beberapa saat kemudian dia menangis terisak.
" Sayang Coba dengarkan penjelasan Daddy sebentar saja" pinta Daniel tepat dekat telinga Alya.
" Enggak Daddy jahat " ketus Alya menghapus air mata nya dan berbalik lalu mendorong Daniel agar menjauh dari nya.
__ADS_1
Daniel segera menjauh juga tak ingin memaksa Alya karena itu dapat membahayakan bayi nya jika Alya terus mendorong nya.
Walaupun Alya tetap begitu tapi Daniel cukup lega setidaknya memeluk Alya sebentar dapat memperbaiki mood nya sehingga dia punya banyak kesabaran untuk menghadapi Alya.
" Baiklah anak ku sepertinya kau benar-benar ingin menguji Kesabaran Daddy mu ini, sampai wanita yang sangat mencintai Daddy mu kau buat tak suka pada Daddy" senyum lebar Daniel bersandar ke dinding menatap perut buncit Alya yang tengah menyisir rambut itu.
.....
Setelah kejadian tadi Daniel seperti hilang bahkan Alya tak melihatnya lagi sampai sekarang sudah hampir jam 10 malam.
Daniel masuk ke kamar dan menatap istrinya yang masih duduk bersandar ke ranjang, belum tidur ternyata walaupun sudah malam .
" Kenapa?, cariin Daddy" tanya Daniel dengan seulas senyum yang tau kalau Alya memang sedang mencarinya.
Alya tak menjawab dia meluruskan kakinya lalu berbaring dan menarik selimut .
Much
Daniel mengecup kening Alya lalu mematikan lampu utama kamar dan ikut berbaring di samping Alya tapi juga memunggungi Alya balik .
Hiks.
Daniel langsung berbalik begitu mendengar isakan tangis Alya yang ternyata sekarang berbaring menghadap nya .
" Sini " Daniel merentangkan kedua tangannya agar Alya masuk kedalam pelukan hangat tapi Alya tetap tidak mau , matanya menatap Daniel lurus dengan air mata yang terus berjatuhan .
Daniel tersenyum sekarang sudah di pastikan masalah akan selesai karena Alya terlihat sangat rindu itu terlihat jelas dari matanya.
" Sudah tidak Sayang lagi pada Daddy, tak ingin lagi Daddy disini, kamu ingin Daddy pergi?" tanya Daniel mengecup kening Alya yang berbaring menghadap nya itu .
Alya tak menjawab sehingga Daniel duduk dan akan pergi saja tapi Alya dengan reflek ikutan duduk dan memeluk Daniel agar tak pergi .
" Daddy disini kamu anggurin , pergi juga nggak boleh" ucap Daniel dengan perasaan senang menatap kedua tangan Alya yang melingkar di perutnya.
" Siapa juga yang anggurin Daddy" jawab Alya dengan suara manja rada merengek nya yang membuat Daniel tertawa spontan.
" lah terus seminggu ini Daddy diapain kalau bukan di anggurin?" tanya Daniel balik menahan senyum merasakan perut Alya di punggung nya saat istrinya memeluk semakin erat.
" Kamu cuekin Daddy sampai nggak mau bicara itu kenapa?" tanya Daniel.
" pengen aja" jawab Alya tanpa dosa mengatakan yang sebenarnya.
" Agak Laenš¤£"
__ADS_1
Next.
..."Terkadang kita perlu merasakan dingin atar tau nikmatnya hangat"...