
" Nanti deh tunggu Dedek lahir siapa tau dia laki-laki" pendapat Daniel yang diangguki Alya .
" Tapi perut Alya masih kecil banget Daddy " ucap Alya mengelus perutnya yang hanya besar sedikit bahkan terlihat seperti orang tidak hamil .
" Ya sabar Sayang dia kan sedang tumbuh dan berkembang" ucap Daniel yang lebih tidak sabar lagi melihat anak nya .
Sore hari Alya masuk keruang kerja Suaminya sambil membawa segelas kopi, karena walaupun Daniel tidak pergi ke kantor dia sangat sibuk diruang kerjanya sejak pulang pagi tadi.
" Daddyh" panggil Alya manja berdiri di belakang kursi Daniel menunduk memeluk leher Daniel yang masih fokus pada laptop di hadapan nya .
" Kenapa Sayang?" tanya Daniel matanya masih sangat fokus pada laptop di hadapan nya.
Much
Daniel tersenyum saat Alya mengecup pipi nya, Daniel tau Istrinya itu ingin bermanja hanya saja sekarang Daniel sangat sibuk .
" Sini " Daniel mengalihkan perhatiannya dari laptop meminta agar Alya duduk miring di pangkuan nya.
" Sayang Daddy sangat sibuk untuk beberapa jam kedepan jadi kamu duduk diam ya temani Daddy bekerja" ucapan Daniel mengecup kening Alya.
" Nggak papa Daddy Alya tidur di kamar aja " jawab Alya sambil tersenyum.
" tidur di pangkuan Daddy saja sambil menemani Daddy bekerja " senyum lebar Daniel dia tau istri kecilnya hanya ingin terus berada di dekatnya walau pun Alya tak mengatakan itu .
" Tapi kan Daddy kerja nanti malah tambah capek" ucap Alya yang mengerti keadaan suami nya .
" Tidak malah Daddy makin semangat karena ada kamu dan bayi kita " Daniel mengelus-elus perut Alya.
" Yaudah tidur lah , Daddy harus menyelesaikan pekerjaan Daddy karena nanti malam kita akan datang ke acara bisnis" ucap Daniel yang diangguki Alya .
Daniel melanjutkan pekerjaan nya sambil sesekali mengelus kepala Alya yang sudah tidur bersandar pada nya .
Malam hari nya Daniel datang bersama Alya ke acara pesta bisnis salah satu rekan bisnis Daniel.
Daniel berjabat tangan dengan rekan bisnis nya lalu pergi berkumpul dengan para sahabat nya seperti kebiasaan mereka .
" Hai Bocil makin cantik aja " puji Rey menatap Alya yang wajahnya semakin berseri-seri.
" Terimakasih kakak ganteng" kata Alya balik memuji dengan genit.
" Jangan bilang nanti anak mu segenit itu Nil'' tawa meledak Boy mengelus pundak Daniel yang duduk di samping nya .
__ADS_1
" sah-sah aja kalau cantik" pendapat Jho terkekeh geli membayangkan Bocil gemoy .
" Tapi anak ku harus tau batasan" tegas Daniel meminta istri nya duduk di samping nya tak lagi dekat Rey .
Daniel dan para sahabat nya tau Alya bersikap begitu hanya bawaan hamil nya saja karena biasa nya Alya tak pernah begitu .
" Daddy Alya mau makan puding" ucap Alya menatap penuh minat puding di meja saji disudut kanan ruangan pesta .
" Sebentar Daddy ambilkan" Saat Daniel akan berdiri Alya melarangnya karena ingin mengambil sendiri dan juga tak mau Daniel temani.
Daniel menatap Alya dari kejauhan bahkan sedetik pun pandangan Daniel tak teralih dari istri kecilnya yang sibuk memilih puding yang jarak nya memang tak terlalu jauh dari mereka .
rekan bisnis Daniel dan sahabat nya menghampiri mereka yang tengah duduk bersama.
" silahkan duduk Jessica , Fanny" kata Boy mempersilahkan kedua wanita pebisnis itu duduk bersama mereka .
Sebenarnya selain menghadiri undangan mereka juga sekalian ketemu rekan berbisnis.
Saat Alya kembali dia melihat Daniel dan teman-temannya sedang berbincang akrab dengan kedua wanita yang ikut duduk bergabung bersama mereka .
Alya duduk disebelah Daniel lalu dia sibuk mencicipi puding tanpa menganggu Suaminya yang tengah bekerja.
Alya tau kalau suaminya tengah membahas persoalan bisnis bersama teman temannya.
Alya menatap rok yang sedang dia pakai yaitu sebatas lutut , tanpa dosa Alya menarik rok nya sedikit keatas agar paha nya juga terlihat .
Daniel yang sedari tadi memperhatikan istri kecilnya terus menarik rok nya keatas menjadi naik pitam sampai hilang fokus , apa yang dilakukan Bocil itu di tengah keramaian acara pesta belum lagi ini pesta bisnis .
Daniel memegang tiba-tiba tangan Alya sampai Bocil itu kaget .
" Hehehe" kikik Alya menatap mata suaminya yang menyipit menatap nya walaupun Daniel masih terlihat tenang.
Alya tanpa dosa tersenyum lebar lalu menggerak-gerakkan kakinya santai tanpa menurunkan kembali rok nya .
Daniel melepas jas nya lalu menutupi lutut sampai kaki Alya agar tak terlihat lagi .
" Alya " tegur Daniel saat istrinya semakin menjadi-jadi dia duduk dengan pose hot yang terlihat menantang di mata pria .
Daniel menatap istrinya itu tajam pertanda dia tidak suka dengan apa yang Alya coba tiru .
Alya mendekati Daniel lalu memeluk lengan Daniel sambil bersandar manja dan duduk seperti biasa dengan kaki yang di tutupi jas .
__ADS_1
Tapi Alya terus menatap kedua wanita rekan bisnis Suaminya itu mereka terlihat sangat cantik dengan pakaian terbuka Dimata Alya sampai Alya ingin meniru nya juga.
Alya hanya diam sebentar lalu sekarang mulai menggangu konsentrasi Daniel dengan gerakan gerakan kecil nya.
Para sahabat Daniel hanya tersenyum menatap Alya yang sedari tadi sangat jahil begitu menguji kesabaran Daniel .
............
Alya berlari kencang setelah menutup pintu kamar dan mendarat di atas ranjang dimana suaminya tengah duduk menikmati secangkir kopi di malam hari .
" Sayang berapa kali harus Daddy bilang jangan lari " ucap Daniel lembut mengelus kepala Alya yang kini berbaring di atas pangkuan nya.
" Maaf Daddy" ucap Alya lari adalah kebiasaan nya yang sangat sulit hilang .
Alya berbaring sambil menikmati elusan suaminya yang terasa sangat lembut Dan enak .
" Daddy Alya takut" ucap Alya tiba-tiba memeluk sebelah kaki Daniel yang ditiduri nya
" Takut kenapa Sayang" tanya Daniel setelah meminum beberapa teguk kopi nya.
" Alya takut melahirkan Daddy, sakit" suara sayu Alya menatap Daniel mengatakan sesuatu yang selalu terfikir oleh nya sejak beberapa hari yang lalu.
Ekspresi tenang wajah Daniel langsung berubah seketika mendengar penuturan istri kecilnya.
Daniel ikut berbaring bersama Alya memeluk dan mengelus punggung istri yang terlihat takut itu .
Muahc
" Jangan takut kan ada Daddy" lembut Daniel mengelus pipi Alya sambil tersenyum.
" Daddy janji akan selalu temenin dan ada untuk kamu disetiap proses nya " Janji Daniel yang malah membuat air mata Alya menetes .
" Nanti saat Alya udah jelek Daddy malah pergi cari yang lebih cantik dari Alya" tangis Alya semakin kencang membayangkan nya saja Alya sudah takut.
" Astaga Sayang kok pikiran nya makin kemana-mana sih" tegur Daniel menghapus air mata Istri nya yang berfikir terlalu jauh itu.
" Nanti iyaa" takut Alya memeluk leher Daniel dengan segala kesedihan yang tiba-tiba datang menghampiri nya.
Next.
..."Tidak adil rasanya tuhan jika dia tetap ada didalam hatiku, sedangkan dihatinya sudah ada orang lain "...
__ADS_1
Kasih hadiah dong🤭