Jebakan Cinta Si Gadis Bandel

Jebakan Cinta Si Gadis Bandel
bab 67 catur


__ADS_3

" Daddy " Alya terbangun saat merasakan sesak lantaran pelukan Daniel yang begitu erat .


" Apa Sayang" jawab Daniel hangat melonggarkan pelukannya lalu menatap Alya yang sudah bangun .


" Sesak Daddy" komplen Alya.


" Duhh maaf ya Sayang" Daniel terlalu rindu sampai memeluk istri nya terlalu erat .


" Daddy kenapa?" tanya Alya mendongak menatap Daniel yang mata nya terlihat sendu di tengah malam .


" Daddy takut kamu tinggalkan lagi Al, bahkan sedetik pun tak ada ketenangan dalam diri Daddy selama kamu bersama Jack " jujur Daniel yang merasa serba salah dalam kondisi kemarin.


" Udah jangan difikirkan lagi ayok bobok udah malam " ucap Alya mengelus kepala Daniel seperti anak kecil .


" Al Daddy serius " rengek Daniel saat istrinya malah tidak menanggapi dan menyuruh Daniel tidur .


Mata hangat Alya menatap suaminya berulang kali lalu Bocil itu terkekeh sendiri sampai suaminya merajuk karena terus dia tertawai .


" Humn nggak mau Daddy bicara sama kamu lagi " sebal Daniel tidur memunggungi Alya .


Alya memeluk Daniel dari belakang dan tangan nakal nya mulai bergerilya kesana kemari mengekspos tubuh Daniel yang hanya tertutup kaos putih .


" Nggak " Daniel menepis tangan Alya yang akan masuk ke dalam bajunya.


Alya yang mendapat perlakuan seperti itu terdiam lalu tak lagi menganggu Daniel dia memeluk Daniel saja dari belakang lalu kembali memejamkan mata.


Beberapa menit sudah berlalu Daniel sama sekali tidak memejamkan mata selain tidak nyaman Daniel juga merasa berdosa telah menolak sentuhan istri kecilnya.


Padahal tadi Daniel menolak sentuhan Alya itu hanya spontanitas dari rasa sebal bukan bermaksud tidak membiarkan Alya menyentuh nya .


Daniel semakin merasa berdosa dan salah saat tak lagi merasakan pergerakan Alya di punggung nya, apakah Alya tersinggung dengan penolakan nya .


Sementara Alya yang berada di balik punggung Daniel senyum senyum walaupun matanya terpejam , dia sedang membayangkan bayi kecil nya .


" Al " panggil Daniel yang membuat Alya terkejut dan dengan cepat melepaskan pelukannya.


Daniel berbalik dengan cepat menghadap istri kecilnya lalu memeluk Alya .


" Sayang maafin Daddy, bukan Daddy nolak sentuhan kamu tapi tadi itu hanya" ucapan Daniel belum selesai Alya sudah menyambung.


" Hanya apa?" tanya Alya dengan galak menatap Daniel datar.


Menyadari suami nya yang tengah merasa bersalah tentu Alya memanfaatkan kesempatan.


" Apa Alya udah nggak boleh sentuh Daddy lagi?" tanya Alya dengan lirih seolah dia merasa sakit dengan penolakan Daniel barusan.


" Sayang nggak ada gitu , kamu boleh sentuh Daddy itu hak kamu " jawab Daniel yang memang benar-benar merasa bersalah karena tak seharusnya dia menepis tangan Alya yang ingin menyentuh tubuh nya .


" boleh Sayang sentuh lah " ucap Daniel sambil melepas baju nya lalu memeluk Alya kembali.

__ADS_1


Alya menarik selimut agar Daniel tidak dingin lalu memulai aktivitas nya .


" Daddy cuma kesal ngomong tapi nggak kamu dengerin" ucap Daniel dengan suara tertahan saat tangan nakal Alya semakin menggerayangi tubuh nya.


" Alya denger" jawab Alya yang masih sibuk menempelkan pipi nya di otot kenyal Daniel .


" terus kenapa kamu suruh Daddy tidur" jawab Daniel dengan suara rada manja .


" Ya kan udah malam " jawab Alya santai tapi,,,


" Akkkk,,, Sayang kenapa di gigit ?" nyeri Daniel memegang kepala Alya.


" Hehehe, gemes Daddyh " ucap Alya tanpa rasa bersalah.


Daniel memegang pipi Alya menatap mata Alya yang semakin hari semakin manja dan Nakal.


" Daddy Ayuk main '' ajak Alya yang sangat menikmati posisi itu .


Daniel tertawa spontan mendengar istri kecilnya.


" Udah berani minta sekarang?" senyum menggoda Daniel dengan pikiran berbahaya nya.


" Ayuk Daddy mumpung di hotel sekali-kali menikmati suasana" ajak Alya langsung duduk dengan semangat .


Daniel kembali menarik Alya yang sudah duduk itu sampai berbaring dan menindihnya.


" Katanya mau main terus mau kemana lagi , mau main sambil berdiri?" tanya Daniel mengelus kepala Alya dengan Sayang, tapi hasrat nya benar-benar sudah tak bisa di kondisikan .


" Astaga istriku " senyum penuh damba Daniel saat istri nya mengajak bermain dengan cara yang berbeda.


Tapi tunggu,,,,,


" Papan maksudnya?" tanya Daniel saat dia terfikir ucapan terakhir Alya.


" Ya kan papan catur besar masa main sambil pegang papan nya, lagian Daddy aneh masa ngajak main sambil berdiri" geleng kepala Alya menatap suaminya aneh sambil menunjuk papan catur di atas meja .


" Astaga " lesu Daniel langsung melahap bibir Bocil polos itu saking tak tahan nya.


" Ayok Daddy" Ajak Alya setelah Daniel mengakhiri ciuman nya.


" Tidak sayang Daddy ingin main di atas ranjang" bisik Daniel dengan suara berat nya dekat telinga Alya.


" Yaudah Alya jemput catur nya dulu " Alya tak mempermasalahkan nya jika Daniel memang ingin main di atas ranjang tak mau disofa .


" Enggak " Daniel tak membiarkan Alya bangun lalu segera memulai aktivitas nya .


" Aaaaaa Daddy "


...........

__ADS_1


keesokan pagi sekitar jam 8 pagi pesawat Alya dan Daniel sudah berangkat .


" Segitunya cemberut nya " senyum menggoda Daniel pada istri nya yang duduk di samping nya.


" Mmm. " Alya memilih menatap jendela pesawat ketimbang Suaminya.


" hei,,, masa habis memenuhi kewajiban sama suami ekspresi nya segitunya" kekeh Daniel.


" Yaa Daddy minta hak nya berlebihan,,, sampe Alya kelelahan kan nggak jadi main catur jadinya " lesu Alya yang sangat ingin adu skill dengan suami nya itu.


" kebablasan Sayang, kamu sih udah lama nggak kasih" senyum nakal Daniel.


" Salah sendiri kenapa nggak minta" jawab Alya tak mau di salahkan.


" harus minta dulu?" kata Daniel.


" Suamiku, orang udah minta aja kadang nggak dikasih apalagi nggak minta" ketus Alya dalam bahasa yang halus yang mengundang senyum lebar Daniel.


" Aku pikir Istriku akan peka" jawaban menyebalkan Daniel.


" jangan berharap lebih " tatapan sebelah mata Alya yang membuat suaminya tertawa spontan.


" Ngeri juga Bocil ini kalau sudah hilang mood, apa anak manja ku nanti juga akan seperti ini?" batin Daniel menatap Alya yang memasang wajah datar itu.


" Yaudah deh nanti kita main catur deh sampai rumah" ajak Daniel menghibur Istri nya.


" Nggak, mau nya semalam" cemberut Alya yang tak lagi ingin.


" Sayang " suara tegas Daniel saat Alya terus mengomel.


" Apa" jawab Alya akhirnya diam menatap suaminya yang sudah menatap dengan mata menyipit.


" Maaf Daddy" ucap Alya spontan menunduk.


" Astaga anak ku manis sekali" batin Daniel tersenyum sendiri membayangkan betapa patuh anak nya nanti walaupun manja.


" Sayang kalau anak kita perempuan mau kamu kasih nama siapa?" tanya Daniel mengalih topik .


Tapi entah mengapa Daniel merasa anak nya benar perempuan.


" Si Gemoy" jawab Alya tersenyum spontan mengelus perutnya.


" Itu panggilan kesayangan bukan nama?" tanya Daniel balik.


" Ya terserah Daddy, kan Daddy yang Ayah nya" jawab Alya menatap suaminya yang terlihat berfikir keras tapi wajahnya tetap tersenyum.


Next.


..."Lautan memang indah dan luas tapi ketahui lah bahwa ikan air tawar tak mungkin bisa hidup disana....

__ADS_1


...Jadi Jangan memaksakan diri di tempat yang tak seharusnya walaupun tempat itu indah"...


__ADS_2