
" kenapa Daddy?" tanya Alya berulang kali tapi ternyata Daniel hanya mengigau dalam tidur nya.
2 jam kemudian .
Saat Daniel membuka mata dia merasa begitu lapar sekali , sampai perutnya berbunyi berulang kali .
much.
" Sayang bangun " Daniel mengguncang pelan tubuh Alya sampai dia terbangun .
" Apa Daddy " kata Alya dengan suara serak .
" Makan yuk Al Daddy sangat lapar " ajak Daniel dengan semangat segera menggenggam tangan Alya agar bangun dan setelah bangun membawa istri kecilnya ke meja makan .
" Wahhh" semangat Daniel melihat makanan di atas meja langsung duduk .
" Daddy mau makan pake apa?" tanya Alya sambil mengisi piring Daniel dengan nasi .
" semuanya Sayang" rasanya Daniel ingin menelan semua makanan yang ada di atas meja makan saat ini .
" baiklah" kata Alya dengan seulas senyum menyendok setiap hidangan ke dalam piring Daniel .
Alya tak berhenti tersenyum melihat selera makan Daniel yang sekarang sangat bersemangat untuk makan .
selesai makan Daniel mengajak Alya untuk kembali tidur .
keesokan paginya.
Begitu Daniel membuka mata dia langsung tersenyum melihat wajah Alya yang masih bergelung manja dalam pelukan nya .
Daniel bangun lebih dulu lalu menyelimuti Alya yang masih tidur, setelah tidur bersama Alya semalam Daniel merasakan tubuh serta mood nya kembali normal .
" Huftt" Daniel menarik nafas panjang merasa geli saat teringat betapa aneh nya sikap serta mood nya selama beberapa hari yang lalu.
" Sayang bangun Daddy ada meeting pagi nih " kata Daniel duduk di tepi ranjang masih memakai kimono setelah mandi .
" Sayang " lembut Daniel .
" Daddyh" senyum manis Alya langsung memindahkan kepala nya ke atas paha Daniel yang duduk di dekat nya .
" Bangun udah pagi " lembut Daniel mengelus-elus kepala Alya yang begitu manja .
" Iya Daddy, tapi masih males " mager Alya malah menikmati elusan Daniel di kepala nya.
" Ayok Al bantuin Daddy berpakaian" pinta Daniel menatap jam dinding yang sudah menunjukkan hampir pukul setengah delapan pagi.
" ayok " Alya bangun lalu mengajak Daniel ke ruang ganti membantu pria dewasa itu berpakaian .
" Al Daddy ganteng kan?" tanya Daniel sambil merapikan rambut nya di depan cermin ruang ganti .
__ADS_1
" Ganteng. tapi kok tumben nanya?" heran Alya.
" Daddy, hari ini akan rapat Mega proyek hotel pusat kota Alya doain Daddy menang tender ya " kata Daniel semangat .
" Iya Daddy " senyum manis Alya menatap Daniel yang sudah rapi itu.
" kamu ke kampus Sayang ?" tanya Daniel saat mereka berjalan menuruni tangga menuju teras rumah .
" Iya jam 10 kelas pertama " jawab Alya .
" Yaudah Daddy berangkat ya " Daniel mengecup kening Alya saat istri kecilnya bersalam .
setelah kepergian Daniel Alya kembali masuk kedalam rumah untuk segera bersiap pergi ke kampus .
" Duhh" keluh Alya yang berjalan tergesa-gesa itu saat dia menabrak seseorang.
" haa maaf , maaf " sungkan Alya segera mengumpulkan buku-buku pria yang di tabrak nya sampai buku nya jatuh .
" Tidak, biar aku sa,.. Alya " sapa pria itu di akhir kalimat nya saat dia berhasil mengenali siapa wanita yang menabrak nya .
" siapa ya?" tanya Alya balik saat pria yang berpenampilan seperti dosen itu mengenali nya .
" kau sudah lupa siapa aku ?" tanya pria itu menoyor kepala Alya yang seperti melek sambil menatap nya .
" aaa kak Jack, kok udah jadi dosen Babi aja masih semester 7" kaget Alya melihat teman Valentino yang sudah jadi Dosen .
" kuliah dimana dulu?" heran Alya ,iya sih dia sudah cukup lama nggak ketemu Jack.
" Duhhh, Kak kita ngobrol kapan-kapan aja ya Alya harus masuk kelas " pamit Alya tersenyum sungkan lalu segera bergegas masuk kelas .
" Huftt, untung belum masuk " lega Alya segera duduk karna dia sudah telat 3 menit .
" Lah kok " Alya malah terheran-heran saat justru Jack yang masuk ke kelas nya.
Tapi pria itu sepertinya sangat profesional bahkan Aura nya benar-benar seperti Dosen killer saat masuk kelas.
Jack sangat di kagumi mahasiswa selain tampan dan pintar dia juga kaya serta berpenampilan monis .
" Alya " Jack memanggil Alya seusai kelas .
" iya kak , ada apa?" tanya Alya balik pada Jack yang dulu selalu jadi tameng pelindung nya dari kejahilan Valentino dan teman-temannya.
" makan yuk Al " ajak Jack kembali ke mode hangat seperti dulu yang tak pernah berubah .
" Tapi,,,," Alya hendak menolak tapi Jack sudah langsung memegang tangan nya dan membawanya berjalan .
" Udah lama banget kakak nggak ketemu kamu , ayok kakak beliin es krim" senyum hangat Jack mengingat masa-masa kecil Alya dulu mereka sering bersama dan Alya sangat menyukai es krim.
" Tapi,"
__ADS_1
" nggak ada tapi tapian Adikku , ayok " Jack membuka pintu mobil nya meminta Alya masuk tanpa mau di bantah .
" Kak Jenny mana kak?" tanya Alya teringat pacar Jack yang dulu selalu lengket.
" Kakak udah nggak sama dia lagi Al sejak 2 tahun yang lalu " cerita Jack sambil terus fokus menyetir .
" kenapa?" tanya Alya balik sambil sibuk mencari ponsel di dalam tas nya .
" dia berkhianat Al" lirih Jack .
" Lah bukannya kalian lengket banget ya sedari dulu ?" kaget Alya saat tau alasan Jack putus adalah karna pengkhianatan .
" ya lengket pun tak menjamin sebuah kelanggengan Al, lagian kita juga nggak tau apa tujuan serta isi hati seseorang." jelas Jack secara singkat .
" Yang sabar ya kak " iba Alya , bukan dia tidak tau seberapa tulus nya Jack menyayangi pacarnya.
" tapi kakak udah ada gantinya kok" senyum tipis Jack menatap Alya hangat .
" siapa ?" tanya Alya lagi yang sedang mengetik di ponsel nya.
Alya menelfon suaminya tapi ponsel nya mati seperti nya Daniel belum keluar dari ruang meeting .
*Daddy Alya jalan sama Kak Jack ya* Alya menulis pesan yang to the points tak ingin suami nya salah paham .
" ka,,, "
dret
dret
" bentar kak " Alya mengangkat telfon dari Daniel yang tiba-tiba menelpon setelah beberapa detik pesan itu terkirim .
" Jalan sama siapa?" tanya Daniel begitu tegas membuat Alya kaget mendengar suara tegas nya.
" kak Jack" jawab Alya .
" siapa Al ?" tanya Jack yang terdengar begitu hangat membuat Daniel naik pitam bahkan merasa kebakaran jenggot.
" Suamiku " jawab Alya mengatakan dengan jujur status nya orang yang menelfon nya .
" Hahahaha, Bocil-Bocil Suamiku. hapus dulu ingus yang bener nanti deh aku jadiin istri " kata Jack tak percaya tertawa mengacak rambut Alya .
" Ini beneran Suami Alya " kata Alya bersikeras meyakinkan Jack.
" Iya Aku Suami kamu nanti " kata Jack begitu blak-blakan padahal Jack tau telpon itu belum mati .
" Daddy jangan dengerin dia" takut Alya saat mendengar Daniel yang bernafas kasar seperti nya dia marah .
next.
__ADS_1
...Harus berhasil tidak boleh tidak , karena aku bersaing dengan umur orang tua ku bukan dengan seberapa pintar dia yang menjadi saingan ku....