Jebakan Cinta Si Gadis Bandel

Jebakan Cinta Si Gadis Bandel
bab 63 posisi begitu dekat


__ADS_3

Daniel mengeluarkan selembar kertas tadi dari saku jas nya .


" Jadi tanda tangan ini beneran ?" tanya Daniel menatap istrinya yang masih duduk di pangkuan nya .


Setelah beberapa saat Alya yang menunduk itu mengangguk , karena sepertinya itulah cara agar Alya tetap bisa melindungi anak nya yaitu dengan membesarkan nya sendiri .


Sekarang Alya berfikir tak lagi soal dirinya tapi tentang bayi dan apa yang terbaik untuk anak nya di masa depan .


" udah sekarang makan nanti kita bicara " Daniel menarik nafas panjang sambil memijat pelipisnya berfikir keras kesalahan apa yang telah dia lakukan sampai istri kecilnya punya keputusan begini .


Dan rasanya tak mungkin jika hanya sebatas vidio masa lalu .


Daniel memandang Alya yang tengah makan dengan wajah sedih itu tapi terlihat sekali betapa dia menyayangi bayi nya sampai menangis pun dia tetap makan demi bayi nya .


Seketika terlintas di pikiran Daniel tentang Bella , Dia belum mengatakan serta menjelaskan hal itu pada istrinya.


" Al " Saat Daniel ingin bicara Alya sudah berdiri dari duduk nya dan masuk ke kamar mandi .


Sekarang Daniel mengerti kenapa tatapan Alya sekecewa itu padanya , pasti Alya pikir Daniel masih punya perasaan pada Bella karena lebih memilih berbohong pada nya .


" Al " Daniel terus menggedor pintu kamar mandi sekarang dia benar-benar sadar kalau dia yang salah sehingga istri kecilnya berpikir sejauh itu .


" Sayang dengerin Daddy dulu " begitu Alya keluar Daniel langsung memeluk nya dengan erat , sangat tak ingin Alya salah paham .


Awalnya tadi Daniel pikir Alya hanya marah setelah melihat Vidio masa lalunya tapi ternyata memang ada kesalahan nya pada Alya .


Daniel benar-benar lupa menjelaskan hal itu pada istrinya.


" Sayang" Rintih Daniel saat Alya tak lagi mau membalas pelukan nya tapi hanya diam tak merespon.


Jika Alya sudah diam begini maka tak ada cara lain Daniel harus meluluhkan hati nya dulu , Agar Bocil itu mau bicara dan mendengarkan nya lagi .


" Yaudah kalau kamu capek ayo istirahat" ajak Daniel yang bahkan tanpa diajak nya Alya sudah jalan duluan dan berbaring di atas ranjang.


Begitu Daniel naik keatas ranjang Alya langsung berbalik memunggungi nya .


" Sayang tubuh Daddy rasa nya remuk , sakit semua bodyguard Jack kuat-kuat sekali " manja Daniel berbisik dekat telinga Alya yang di peluk nya dari belakang walaupun Alya hanya dia .


" Liat nih dada Daddy luka mereka berantem main pisau juga " cerita Daniel memutar Alya menghadap nya lalu melepas kancing kemeja nya memperlihatkan luka-luka goresan di tubuhnya yang belum di obati.

__ADS_1


Alya yang menatap itu tentu merasa cemas dia sama sekali tak memperhatikan kondisi suami nya sedari tadi tapi rasa kecewa membuat kepedulian Alya terhenti sehingga dia memilih diam .


Tanpa berkomentar apapun Alya tidur telentang lalu memejamkan mata dia harus istirahat yang cukup agar bayinya sehat dan nanti baru bicara panjang lebar dengan Daniel setelah kondisinya fit .


Beberapa menit kemudian terdengar deruan nafas Alya yang sudah mulai teratur pertanda dia beneran sudah tidur ..


Much ...


" sekecewa apa kamu sama Daddy Sayang sampai berhenti peduli seperti ini" lirih Daniel mengecup kening Alya.


Daniel jadi takut jika sikap Alya seperti ini padanya berjalan dalam waktu yang lama Daniel tak bisa dan disini Daniel juga salah .


" Sayang pokok nya nanti malam masalah kita udah harus selesai . Daddy nggak bisa begini " bahkan baru di diami Alya saja Daniel sudah gelisah saat sadar dia salah .


Daniel fikir istri kecilnya hanya marah perihal masa lalu jadi Daniel hanya tinggal menjelaskan dan meluruskan beberapa Hal agar istri nya tak berfikir kejauhan .


Tapi ternyata istrinya diam begini memang karena ada kesalahan nya .


Daniel memilih pulang besok saja ingin benar-benar menyelesaikan masalah dulu dan juga tak baik jika masalah ini berlarut-larut kasihan Alya itu akan sangat mengganggu pikiran nya .


Daniel tau pikiran Alya sekarang sudah kemana-mana jadinya bahkan dia sampai berfikir untuk bercerai dari Daniel .


Saat Alya membuka mata Daniel masih tidur memeluk nya dengan baju yang tidak di kancing kan .


" Astaga " nyeri Alya menyentuh luka di tubuh suaminya yang sangat banyak luka goresan dan belum diobati .


Alya menatap wajah Daniel dengan perasaan remuk redam , Alya sadar memang tak mudah perjuangan suaminya untuk menembus pengawalan Jack agar dapat menyelamatkan nya .


Tapi Alya tak bisa memungkiri hatinya sangat kecewa di bohongi oleh Daniel demi wanita lain , ternyata Alya salah cinta Daniel tak hanya untuk nya seorang .


Alya mengambil kotak obat di laci lalu membersihkan luka di tubuh suaminya dengan teliti bahkan meniup dengan pelan.


Mengobatinya dengan air mata yang berjatuhan, Ada rasa sedih dan kasihan melihat Daniel Terluka .


Sampai Alya pun tak sadar kalau Daniel sudah bangun dan terus menatap nya sambil tersenyum.


Secara tiba-tiba Daniel meraih lalu menindih Alya dan memulai ciuman hangat nya mereka , Daniel begitu mendominasi sampai Alya hanya bisa pasrah di bawahnya.


" hwaaaa" ditengah ciuman hangat mereka Alya tak hanya menangis tapi sudah terisak membuat Daniel berhenti .

__ADS_1


" kenapa Sayang?" Daniel mengelus kepala Alya yang masih di tindihnya.


" Alya ,,Bu ,,bukan pelayan,,, na* su Daddy " tangis Alya semakin hancur perasaan nya saat sadar Daniel hanya menjadikan nya pemuas .


" Astaga ,,, eh kok mikir gitu " secara spontanitas Daniel membawa istri kecilnya masuk kedalam pelukan nya menenangkan Alya yang sudah terisak itu .


Daniel sama sekali tak melarang Alya menangis sampai tangisan nya reda dengan sendirinya.


" Udah yaa,,, cukup nangis nya nanti bayi kita ikutan sedih " lembut Daniel menghapus air mata Alya yang sudah sesegukan karena menangis cukup lama .


Setelah suasa cukup tenang Daniel duduk lalu meraih istri kecilnya agar duduk di atas pangkuan nya tapi dengan posisi berhadapan membuat posisi mereka sangat dekat bahkan Daniel melingkarkan kedua kaki Alya ke pinggang nya sampai mereka benar-benar begitu dekat tanpa jarak .


Much.


Daniel mengecup kening Alya yang sekarang hanya menunduk diam di atas pangkuan nya dalam posisi berhadapan.


" Udah nggak sayang lagi sama Daddy?" tanya Daniel menyelipkan rambut Alya yang menutupi wajah ke telinga.


" Udah nggak cinta lagi sama Daddy sampai mau cerai ?" tanya Daniel secara transparan, Daniel sangat paham cara mengetahui perasaan istri kecilnya ini.


" Jawab " tanya Daniel memegang dagu Alya agar menatap nya .


" Daddy salah , Kamu kecewa sama Daddy , Marah ?" tanya Daniel lagi .


" Kenapa nggak lampiaskan langsung keorang nya, kenapa harus di pendam kalau kamu punya keraguan katakan langsung pada Daddy . Bukan mengambil jalan pintas bercerai " sebenarnya walaupun Daniel salah tapi dia juga marah dengan istrinya yang tanpa berfikir panjang dan pertimbangan mengambil jalan pintas.


Padahal Alya tau dia tengah hamil dan seolah pernikahan mereka adalah sesuatu yang bisa diakhiri begitu saja.


Daniel paham istrinya kecewa tapi tak seharusnya Alya memutuskan sesuatu semudah itu .


" Daddy nggak cuma Sayang sama Alya " suara keras Alya tiba-tiba menantang mata Daniel penuh dendam .


Detik itu juga Daniel tersenyum lebar saat dia sudah mendapatkan jawaban dari semuanya.


Ternyata naluriah seorang istri sudah tumbuh dalam diri istri kecilnya tak lagi seperti dulu yang hanya menganggap suami sebatas mainan untuk di jahili


Next .


...Semakin mengenal nya semakin hilang kagum ku lantaran tau sifat aslinya....

__ADS_1


__ADS_2