
" Daddy pembohong" teriak Alya berbicara cukup keras pada Daniel .
" Daddy nggak cinta , Daddy nggak Sayang Alya, Daddy masih cinta sama wanita masa lalu Daddy " Ucap Alya lalu setelah itu dia menangis terisak-isak.
" Dengarkan penjelasan Daddy dulu " lembut Daniel menyandarkan kepala Alya ke dada nya agar tenang .
" Enggak mau ,,,,,Daddy jahat " Alya tak ingin lagi melihat Daniel rasanya kecewa saja dibohongi orang yang dicintai.
" Dengarkan Daddy dulu " Daniel memeluk Alya erat dalam posisi begitu dekat tak membiarkan Alya menolak lalu langsung menjelaskan kronologi sebenarnya tanpa menutupi apapun.
Tapi sepertinya Alya terlanjur kecewa bahkan jangankan merespon gadis kecil itu hanya diam sibuk dengan pikiran nya sendiri .
" Alya kamu denger nggak apa yang Daddy bilang ?" tanya Daniel menatap Alya yang sudah tidak menangis itu setelah bercerita panjang lebar .
Alya mengangguk tapi tatapan nya begitu datar pada Daniel tak seperti biasanya.
" Sayang percaya sama Daddy " ucap Daniel merasa tak nyaman saat Alya bersikap begini.
" Alya ngantuk " alasan Alya .
" enggak , kamu baru bangun bagaimana mungkin mengantuk kembali " bantah Daniel tak membiarkan Alya menjauh dari nya .
" Sayang" panggil Daniel memeluk dan terus mengecup kening Alya yang sudah tak mau menatap nya .
Daniel mencium istri kecilnya sampai Alya meremas baju yang dikenakan nya .
" Kamu mau marah atau pukul Daddy silahkan Sayang tapi jangan diemin Daddy kayak gini " rengek Daniel ternyata di diami orang cerewet sangat menyiksa.
Alya menatap Daniel tapi sama sekali tak bicara .
" Sayang" Rengek Daniel memeluk Alya yang duduk di pangkuan nya dalam posisi dekat bahkan Daniel tak hanya mengelus punggung Alya tapi tangan nya sudah masuk ke dalam baju Alya .
Mengelus punggung Bocil itu secara langsung tanpa penghalang dan Daniel semakin tak tenang saat Alya yang biasa nya suka bermanja padanya kini tak lagi bahkan pelukan Daniel tak lagi di balasannya .
Entahlah bayangan Daniel bercinta dengan wanita lain membuat Alya tak rela saja sebagai istri nya .
Daniel berfikir sejenak bagaimana cara membuat Alya bicara lagi pada nya .
__ADS_1
" Sayang Daddy mandi sebentar yaa" ucap Daniel akan meletakkan Alya ke atas ranjang.
" Tubuh Daddy kan luka , kalau disiram pake air perih " ucap Alya menatap tubuh Daniel yang sangat banyak goresan .
Ada senyum tipis di bibir Daniel walaupun Alya marah tapi setidaknya dia masih peduli.
" Sekarang aja rasanya perih Sayang apalagi kalau pake kemeja " kata Daniel segera melepas kemejanya yang memang sudah tak di kancingkan sedari tadi.
Alya menatap Daniel dengan perasaan gundah nya , Alya marah dan kecewa tapi juga kasihan melihat kondisi suami nya sekarang usai melawan bodyguard Jack untuk menyelamatkan nya.
Secara tiba-tiba Alya memeluk leher Daniel dalam posisi mereka yang begitu dekat lalu menceritakan apa yang dia rasakan sambil menangis .
" Sebenarnya Daddy Sayang Alya nggak sih " pertanyaan Alya diakhir ceritanya menatap Daniel yang hanya tersenyum menatap nya .
Much.
" Apa belum cukup semua nya untuk menjelaskan seberapa Daddy mencintai dan menyayangi mu ?" pertanyaan Daniel menguncir rambut panjang Alya dengan gelang karet nya .
" Mmm, Apa Daddy harus menggigit pipi ini dulu agar kamu percaya " gemas Daniel menghapus air mata di pipi Alya tanpa menyisakan sedikit pun .
" Ya karena saat itu situasi sedang tidak memungkinkan dan Daddy juga sudah berniat akan jujur hanya saja beberapa hal terjadi di luar kendali Daddy hingga Daddy tak sempat lagi berbicara dengan mu " jawab Daniel secara transparan.
" Dan Apa kamu tau betapa tersiksa dan sedih nya Daddy merasakan kehamilan simpatik yang menyiksa itu sendirian?" tanya Daniel balik yang membuat Alya tertawa spontan.
" Dan perihal Bella kan semua sudah selesai, bahkan Daddy menyelesaikan semua itu di depan mata kamu Sayang jadi apa lagi yang kamu ragukan " jelas Daniel menatap istri kecilnya.
" Sayang kalau punya masalah itu tanyakan pada Daddy langsung bukan di pendam dan kamu itu istri Daddy jadi harus bilang dan cerita apapun yang kamu rasa pada Daddy " ucap Daniel.
" Aaakkkhhhh" Teriak histeris Daniel saat tiba-tiba Alya menggigit lengan nya tanpa perasaan.
" Sayang,,, lepas ,,, nyeri " lembut Daniel mengelus punggung Alya yang masih belum melepas gigitan nya.
" Mmm, Alya sakit hati liat Daddy sama wanita dulu" jujur Alya menatap Daniel dengan mata menyipit membuat Daniel tertawa spontan.
" Ya tapi itukan itu dulu Sayang" gemas Daniel mengecupi pipi istri kecilnya.
" Ya tapi sama Alya Daddy nggak gitu " komplen Alya tanpa sadar .
__ADS_1
" Ya karena kamu berbeda Sayang maka nya Daddy nggak kasar " ucap Daniel yang memang selalu memperlakukan Alya dengan lembut dalam percintaan mereka.
" Kamu adalah istri sekaligus wanita terakhir yang Daddy cintai dan Daddy akan memberikan semua yang terbaik untuk kamu . Paham" ucap Daniel berbicara begitu mendetail agar Istri kecil bisa mengerti .
" Dan perihal wanita-wanita itu mereka hanya masa lalu dan ingat hal itu sudah terjadi jauh sebelum Daddy kenal kamu jadi Daddy sama sekali tidak mengkhianati kamu serta dari awal kamu juga udah maafin Daddy atas perbuatan di masa lalu " jelas Daniel mengingatkan Alya akan ucapan nya .
" jadi mulai sekarang berhenti berfikir negatif kasihan bayi kita kalau kamu sedih terus " lembut Daniel mengelus-elus perut Alya.
" Mmm, tapi Daddy" bantah Alya .
" Sayang" lembut Daniel mengecup kening Alya membuat Alya tak jadi membantah .
Sekarang Daniel mengerti ternyata hal yang lebih di tekan kan disini Bocil itu cemburu makanya dia berfikir berlebihan .
" Jack nggak apa-apa in kamu kan ?" tanya Daniel walaupun dia tau Jack tak akan sampai hati kasar pada Alya .
" Maaf ya Daddy demi melindungi bayi kita Alya harus biarin kak Jack peluk Alya dan saat jam penerbangan Alya juga nggak sadar kalau tidur di pangkuan kak Jack " cerita Alya dengan jujur walaupun dia menatap Daniel takut-takut.
" Jack mengancam?" tanya Daniel yang diangguki istri kecilnya.
" terus Alya juga tidur seranjang sama kak Jack dan dia juga kecup kepala bagian atas Alya Daddy " Alya tetap menceritakan dengan jujur semua nya pada suaminya.
" Daddy jangan marah Alya biarin itu terjadi demi bayi kita Daddy " sendu Alya menatap Daniel yang terdiam itu .
Much
" Istri Daddy sudah dewasa sekarang" senyum lebar Daniel mengelus kepala Alya , Artinya Alya tak lagi memikirkan tentang dirinya sendiri lagi tapi juga anak mereka .
" Jadi Daddy nggak marah?" tanya Alya balik .
" tidak Sayang kamu kan melakukan itu demi bayi kita " Daniel kembali mengambil secarik kertas tadi .
" Apakah tadi kamu menandatangani surat ini tak hanya sebatas untuk melindungi bayi kita tapi memang ingin bercarai?" tanya Daniel menatap istrinya karena Daniel bisa memahami dengan jelas bahwa tadi sempat ada keinginan untuk bercerai di hati istri kecilnya ini.
Next.
...Dikala langit cerah yang sudah berubah mendung disitulah kau akan sadar bahwa tak selamanya yang cerah itu akan abadi....
__ADS_1