Jebakan Cinta Si Gadis Bandel

Jebakan Cinta Si Gadis Bandel
bab 44 amarah Jack .


__ADS_3

" Alya turun dari mobil itu sekarang" tegas Daniel yang sangat tak suka dengan pria yang sedang bersama istrinya saat ini.


" Tapi Daddy ," jujur saja Alya merasa takut jika harus turun di tengah jalan.


" Turun Daddy bilang " ucapan keras Daniel yang bercampur marah, membuat mental Alya yang mendengar nya langsung ciut.


Dan perubahan ekspresi ceria sampai takut Alya tak luput dari pandangan Jack


" Kak Alya turun disini aja ya" kata Alya dengan suara bergetar .


" nggak Al, Aku udah bawa kamu jadi aku bertanggung jawab penuh atas kamu sampai ke depan rumah " jawab Jack yang membuat Daniel yang mendengar kehabisan nafas segar .


" tapi Kak ," Alya benar-benar takut seperti nya membuat Jack yang mengira Alya becanda jadi sadar kalau itu serius .


" Alya kamu dimana biar Daddy jemput , sekarang turun dari mobil itu " tegas Daniel segera mencari kunci mobil dan bergegas mengendarai mobil nya dengan kencang .


" Aaa,Alya masih di jalan dekat kampus " jawab Alya menatap Jack yang terlihat juga marah sepertinya.


" Suami kamu ?" tanya Jack penuh keseriusan tapi masih mengendarai mobil nya.


Alya mengangguk .


" Dia kasar Lo Al , ngomong aja nggak bisa lembut sama kamu " komplen Jack yang melihat bagaimana cara suami Alya memperlakukan istrinya.


Sangat tak berperasaan bahkan tanpa memikirkan konsekuensi, Dia meminta Istri nya turun di jalan padahal dengan begitu bahaya bisa saja mengancam keselamatan istrinya .


Belum lagi cara bicara suami Alya , Jack benar-benar tak menyukai cara dia memperlakukan Alya .


" Kak kita berhenti aja" mohon Alya sambil menunduk sedih merasa bersalah pada suaminya .


Setelah Alya pikir wajar jika suaminya marah , karena Alya udah langsung jalan aja sama kak Jack tanpa menunggu dulu persetujuan dari suaminya.


Jack meminggirkan mobil nya di tepi jalan raya yang cukup luas setelah melewati jalan Tol , lalu menatap Alya dengan perasaan yang remuk redam.


Jack menatap Alya dengan tatapan dalam , belum lagi tatapan sendu mata nya membuat Alya merasa tak nyaman .


" Al bilang sama Kakak kamu sering di kasari sama Dia?" sungguh Jack tak tau kalau Alya telah nikah tapi hati nya sakit saat melihat bagaimana wanita kesayangan nya di perlakukan seperti ini oleh laki-laki lain.


Dengan cepat Alya menggeleng sebagai jawaban karna walaupun Daniel itu pemarah dan cuek tapi Daniel tak pernah memperlakukan Alya dengan kasar .

__ADS_1


Saat Alya menggeleng sambil menghapus air mata nya yang menetes Jack tersenyum kecut dengan tatapan penuh dendam pada pria yang baru saja memberhentikan mobilnya di depan mobil mereka .


Dengan langkah cepat Daniel yang masih memakai stelan jas kantor itu keluar mobil dan membuka pintu di mana Alya duduk.


" Keluar Sayang" Daniel yang sudah membuka pintu itu melepas sabuk pengaman lalu menggenggam tangan Alya menarik Nya keluar dari mobil Lamborghini Aventador itu .


Jack juga keluar dengan langkah tegap nya lalu memegang sebelah tangan Alya yang sudah ditarik Daniel menuju mobil nya .


" Lepaskan tangan Istriku" ucapan singkat Daniel tak ingin memperpanjang masalah .


" Bagaimana mungkin Aku membiarkan wanita kesayangan ku sejak dia kecil disakiti oleh laki-laki tak bertanggung jawab seperti mu" hardik Jack menantang mata Daniel yang sudah terlihat emosi .


demi apapun Jack sangat tak rela melihat Alya bahkan tak bisa membiarkan Alya berada di tangan laki-laki yang salah .


Brukkk.


Dugem mentah dari Daniel mendarat tanpa perlawanan di wajah tampan Jack .


" Daddy jangan " lirih Alya memeluk Daniel agar berhenti meninju wajah Jack yang sama sekali tak membalas .


Tapi relung hati Jack sakit melihat Alya yang jelas-jelas sudah tidak diperlakukan sebagai mana mestinya tapi masih tetap membela bajingan itu.


" Kak biar Alya obati luka nya dulu " Alya merasa bimbang harus memihak antara Daniel atau Jack .


Tapi disatu sisi disini Jack lah yang terluka sehingga Alya memilih mengobati nya karna bagaimana pun ini hanya lah sebuah kesalah pahaman .


" tidak, Aku tidak mengizinkan istriku menyentuh pria lain " ucap Daniel dengan posesif memeluk Alya erat dari belakang .


" Daddy Dia kakak Alya " ucap Alya menatap Jack yang masih terluka sudah masuk mobil dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan kencang , membuat Alya cemas kalau dia nanti sampai kecelakaan.


" Kakak apa? Udah jelas-jelas dia bilang suka bahkan akan nikahin kamu dan itu masih kamu bilang Kakak " marah Daniel memutar istri kecilnya itu agar menatap nya.


" Ya Daddy jangan menanggapi serius sedari kecil Alya biasa becanda sama Kak Jack" jelas Alya memegang kedua lengan suami nya dan Alya seperti nya benar-benar tidak menyadari perubahan perasaan Jack sekarang pada nya .


setelah Bodyguard nya datang Daniel langsung mengangkat Alya masuk kedalam mobil.


" Daddy "


Daniel mendudukkan Alya di pangkuan nya Lalu memiringkan duduk serta menaikan kedua kaki Alya ke atas kursi mobil agar duduk dengan nyaman .

__ADS_1


Alya hanya duduk diam menikmati hangatnya pelukan Daniel sambil terus menatap wajah pria dewasa yang berekspresi antara marah , cemburu dan emosi gitu .


Daniel tau bahkan peka sepertinya istrinya tengah hamil dan Dia yang kena kehamilan simpatik, untuk itu lah Daniel mencoba menahan emosi nya agar tetap bersikap lembut pada Alya yang tengah mengandung anak nya .


Daniel tak ingin lagi kebablasan sampai emosi seperti tadi melukai Pria yang bersama Alya membuat dia sedih .


" Daddy marah ya sama Alya ?" tanya Alya dengan mata sayu menatap Daniel takut-takut.


Daniel melepas Jas nya lalu menyelimuti Alya .


" tidurlah" jawaban singkat Daniel menempelkan wajah Alya ke dada nya saking erat pelukan nya .


" ini semua cuma sa,," belum selesai Alya yang ingin menjelaskan itu bicara Daniel sudah menyahut .


" cukup Daddy nggak ingin bahas itu sekarang, Paham " tegas Daniel mengecup kening Alya dengan Sayang, meminta Alya untuk tidur walaupun masih siang .


" Tidur kata Daddy" Daniel menunduk menatap Alya dengan intens .


Sehingga Alya yang tak ingin Daniel semakin marah memilih memejamkan mata dari pada Daniel semakin marah .


Nanti saja lah Alya jelaskan kalau sudah dirumah dan Daniel sudah lebih tenang .


Tapi walaupun begitu Alya bisa merasakan Daniel seperti sangat menyayangi nya sekarang melebihi biasanya.


" bobok Sayang kata Daddy " lembut Daniel bicara dengan nada berbeda dari biasanya tapi justru membuat Alya tunduk .


Malam harinya Alya datang keruang kerja menemui Daniel yang tengah bekerja dengan perasaan sedikit takut cenderung nggak karuan untuk menjelaskan semua nya .


" Daddyh" sapa Alya tanpa permisi duduk di salah satu paha Daniel yang sibuk berkutik dengan komputer nya.


" jatuh kamu Sayang" lembut Daniel meraih Alya agar menduduki saja kedua paha nya dengan aman .


Tapi walaupun begitu tatapan nya sama sekali tak beralih dari komputer nya.


Much


Next .


Maaf ya readers sekarang Author jarang update, karena Author udah mulai kuliah rada sibuk pbak tapi jangan bosan nunggu ya kalau ada waktu Author selalu menulis kok .

__ADS_1


Jangan lupa like🙏


__ADS_2