
Seminggu telah berlalu sejak kejadian itu bahkan kini kondisi Alya sudah membaik.
sore ini adalah pesta megah dikediaman keluarga Albara untuk merayakan serta menyambut pewaris keluarga.
" Baby Aliora" gemas Jho yang tengah menimang bayi gemoy di atas almamater itu .
" Daddy pipi Ara tembem banget yaa" gemas Alya mengecupi pipi bayi nya setalah Jho kembali memberikan bayinya.
" Gemoy kan bikinan Daddy" bisik nakal Daniel tersenyum bangga.
" Ihhh, Yang penting muka nya mirip Alya" kekeh Alya lebih bangga lagi saat hal yang tak biasa terjadi yaitu wajah baby Aliora sangat mirip dengan ibunya bukan ayahnya seperti yang lumrah terjadi .
" Iya lah kan yang hamil Daddy" lesu Daniel , kata orang kalau yang menderita saat hamil itu ibu nya wajah bayi nya akan mirip Ayah.
Bayi bermata bulat itu hanya menatap Ayah dan ibu nya bergantian lalu menangis yang membuat Daniel gemas .
" dasar manja, tidak suka diabaikan" gemas Daniel menimang bayinya agar kembali tenang .
Dalam acara itu Baby Aliora ditampilkan langsung ke publik sebagai pewaris tahta keluarga Albara group sekaligus keluarga Farhanrani group yang memegang tahta sebagai pewaris tunggal.
Membuat kedua keluarga itu semakin populer karena telah memiliki pewaris .
Malam harinya seusai pesta Alya dan Daniel duduk diruang keluarga bersama keempat orang tua mereka yang berebut menimang cucu .
" Maaf tuan ada tamu " ucap seorang pelayan dengan sopan .
Daniel menatap jam di pergelangan tangan nya lalu menatap pelayan itu .
" siapa?" tanya Daniel tapi walaupun begitu Daniel merasa itu adalah tamu penting karena datang cukup malam .
serta juga bukan orang sembarangan atau berbahaya karena mana mungkin dia bisa melewati barisan bodyguard yang berjaga diluar jika gelagatnya mencurigakan.
__ADS_1
" Seorang notaris" jawab pelayan itu.
" suruh masuk saja dulu nak " ucap Ibu yang diangguki Daniel .
" Sebelum nya selamat malam Tuan, Nyonya" ucap pria berjas hitam itu sopan menatap Daniel serta orang tuanya bergantian setelah di persilahkan duduk .
" Selamat malam , ada tujuan apa sehingga datang semalam ini?" tanya Daniel sopan yang cukup formal menatap pria yang rasanya familiar tapi Daniel lupa siapa pria ini .
" Saya pengacara pribadi almarhum Tuan Jack " dia memperkenalkan diri secara to the points yang diangguki Daniel dan keluarga nya .
" Ada apa dengan Jack?" tanya Papa spontan.
" Sebelum Tuan Jack meninggal dia sempat menulis sebuah surat wasiat yang didalamnya terdapat beberapa keputusan " jelas pengacara itu .
" Apa keputusan nya ada sangkutan nya dengan kami?" tanya Alya balik .
" Iya Nyonya, tapi lebih tepatnya dengan Baby Aliora " ucap pengacara itu dengan seulas senyum menatap bayi gemoy di pangkuan Papa.
" sebelum meninggal tuan Jack menulis sebuah surat pernyataan bahwa dia mewariskan semua harta yang dia punya dalam bentuk perusahaan, pabrik, saham , fasilitas, mansion serta Uang tunai kepada Baby Aliora dan ini bersifat mutlak untuk Baby Aliora" ucapan pengacara itu membuat Daniel dan keluarga nya terkejut mendengar isi surat yang di jelaskan pengacara itu.
" Dimana Baby Aliora telah memiliki hak penuh atas semua harta itu sejak tanggal surat ini di buat dan Baby Aliora sudah dinyatakan sebagai pemilik semuanya sejak sekarang sampai di masa depan. Serta keputusan ini tidak bisa di ganggu gugat karena ini pernyataan resmi dari sang pemilik harta " sambung pengacara itu .
" izinkan saya meminta sidik jari Baby Aliora yang akan diatur sebagai pembuka setiap akses informasi nantinya " ucap pengacara itu segera mengambil sampel sidik jari Baby Aliora agar bisa cepat mengurus pemindahan semuanya.
" izinkan saya tuan agar amanah terakhir yang saya terima dapat saya laksanakan" pinta pengacara itu pada Daniel merujuk pada amanah yang dia pikul dari orang yang telah tiada.
Karena Daniel masih tidak membiarkan pengacara itu mengambil sidik jari bayinya.
" Kami tidak bisa menerima ini " pernyataan Daniel dan keluarga nya karena harta yang di wariskan Jack bukan main-main nilai nya serta Aliora juga tak punya hubungan apa-apa dengan Jack.
" tolong berikan saya alasan kenapa kalian tidak bisa menerima nya" ucap pengacara itu .
__ADS_1
" Harta yang Jack wariskan untuk putriku nilai nya sangat besar dan putriku juga tidak ada ikatan sedikitpun dengan nya" pernyataan Daniel sebagai seorang Ayah yang tidak bisa memutuskan sesuatu dengan mudah perihal putrinya karena ini akan terbawa sampai ke masa depan .
" Dalam pewarisan harta itu hak nya mutlak ditangan pemilik jadi disaat Tuan Jack mewariskan hartanya untuk baby Aliora apapun yang terjadi Baby Aliora adalah yang paling berhak atas itu serta kita tidak bisa menggangu gugat keputusan itu " jelas pengacara itu secara transparan .
" Jika anda sebagai Ayah menghalangi proses ini sama saja dengan Anda menghalangi putri anda mendapatkan apa yang telah menjadi hak nya " jelas pengacara itu yang membuat Daniel terdiam karena itu memang benar .
" Saya tau Tuan Daniel , Anda dan keluarga Anda adalah orang yang punya segala nya bahkan putri kalian sudah memiliki semua nya sebelum dia di lahirkan tapi ini memang adalah keputusan terakhir tuan Jack dan saya mohon dengan sangat tolong terima ini karena ini adalah sebuah wasiat " ucap pengacara itu yang membuat Daniel dan keluarga mau tak mau menerima .
...........
Jelang tidur Daniel tengah bermain berdua dengan bayinya di atas ranjang, menganggu bayi nya dengan segala tingkah nakal nya .
" Daddy " Alya menampar lengan Daniel yang berbaring di sebelah Aliora dengan kesal , Saat Daniel terus saja mengganggu Aliora yang tengah minum susu .
menoel pipi nya, mengecup terus-menerus bahkan mengambil dot Aliora yang tengah minum susu membuat bayi itu menangis.
" Sakit Sayang" kata Daniel manja mengelus lengan nya .
" Daddy apasih anak lagi minum juga di gangguin terus " lama-lama Alya jengkel juga dengan Daniel yang terlihat sangat senang menjahili bayi nya .
'' hehehe ,,, Daddy seneng banget tau semenjak ada dia" senyum gemas Daniel lagi dan lagi mengecupi pipi tembem Aliora.
" Kalau Aliora udah bisa merangkak bakalan dia Jambak kepala Daddy saking kesal nya" ucap Alya dia aja sebagai ibu geram melihat Daniel yang terus menjahili anaknya apalagi Aliora yang terus di jahili ayahnya .
" Sayang nya belum bisa kan Dek" senang Daniel berbaring telentang dan mengangkat bayi gemoy nya ke atas .
" Dia itu jarang sekali menangis Sayang seperti bayi pada umum nya makanya Daddy suka jahilin biar dia menangis juga" gemas Daniel.
" Agak Laen Ayah satu ini " geleng kepala Alya menatap suaminya sebelah mata yang membuat Daniel tertawa spontan.
Next .
__ADS_1
..."sedang tidak berharap banyak tuhan cukup permudah apa yang sedang aku jalani "...