Jebakan Cinta Si Gadis Bandel

Jebakan Cinta Si Gadis Bandel
bab 42 Temani Aku


__ADS_3

Demi Tuhan rasa nya Alya benar-benar ingin tertawa melihat tingkah Daniel yang seperti Bocil ngambek .


Alya melonggarkan pelukannya lalu memegang pipi Daniel dengan kedua tangan nya menatap lekat wajah pria dewasa itu .


" Mmm, Tuh kan kamu ketawain Daddy . kamu beneran udah nggak sayang Daddy lagi " rengek Daniel dengan suara serak nya .


bhahahaa🤣


Alya yang awal nya sangat iba melihat kondisi Daniel akhirnya tertawa keras sambil memegang perut nya melihat tingkah aneh Daniel yang tak biasa .


" Nggak Malas liat Daddy, Bosan " ketus Alya tiba-tiba dengan serius nya membuat mental Daniel ciut seketika.


" Al jangan tinggalkan Daddy lagi " Suara lirih Daniel mengejar Alya yang akan melangkah pergi , memeluk Alya dengan posesif dari belakang .


" Jangan pergi Al , Daddy kesepian " jujur Daniel begitu sendu sampai Alya yang awal nya berfikir Daniel bercanda langsung berbalik .


Alya langsung memeluk Daniel saat sadar perasaan suami nya benar-benar sensitif bukan becanda .


Daniel membalas pelukan Alya tapi Tubuh nya terasa sangat panas.


" Daddy demam ?" Alya meletakkan tangan nya di kening Daniel yang terasa panas .


" kepala Daddy sangat pusing Al " keluh Daniel merasa begitu lemas.


Alya kembali memapah Daniel keatas ranjang tapi Daniel tak mau berbaring jika Alya tidak ikut .


" Yaudah berbaring disini " lembut Alya duduk bersandar di ranjang meluruskan kaki nya.


Daniel berbaring memeluk sebelah kaki Alya .


" Daddy kenapa tidak makan ?" tanya Alya menyelimuti Daniel .


" Daddy nggak selera makan sendiri " jawab Daniel apa ada nya dan langsung menutup seluruh wajah nya saat pelayan datang membawa makanan ke kamar mereka.


" Yaudah Alya suapi Ya " lembut Alya mengelus-elus kepala Daniel yang entah kenapa berubah jadi begitu sensitif.


" Enggak . Daddy nggak lapar " jawab Daniel merasa nyaman saat Alya mengelus kepala nya, bahkan menghirup aroma tubuh Alya saja sudah mengembalikan mood nya yang hilang beberapa hari ini .


" Ayo makan kalau nggak Daddy makin pusing nanti " hangat Alya semakin menyayangi Daniel jika manja begini .


" Udah nggak pusing lagi " senyum lebar Daniel mengangkat kepala nya menatap Alya malu-malu.


Demi Tuhan bersama Alya beberapa menit saja sudah mengembalikan mood serta menghilangkan semua sakit yang Daniel rasakan .

__ADS_1


Bahkan Daniel merasa dia sudah baik-baik saja.


much.


" Daddy " gemas Alya melihat ekspresi malu-malu Daniel, pria dewasa itu benar-benar bertingkah layaknya anak kecil manja yang sering ngambek lalu manja kembali.


" Ayo makan " Alya membantu Daniel duduk lalu menyuapi Daniel yang terlihat sudah pucat itu .


" Kamu dulu " kata Daniel yang duduk di sebelah Alya itu .


Sesekali dalam keseriusan nya Alya masih tertawa nakal menggoda Daniel yang tiba-tiba bertingkah aneh dan lucu itu .


" Alyaaa " cemberut Daniel saat istri kecilnya itu terus menggoda nya , sebenarnya Daniel juga heran kenapa dia begini .


" kenapa nggak jawab telpon Alya dari kemarin?" tanya Alya penasaran.


" Kamu kan udah nggak sayang Daddy" pernyataan Daniel menunduk .


" buktinya" tanya Alya balik


" Daddy chat kamu kalau pergi ke Club' dan kamu cuma jawab ya Daddy besok nya " sewot Daniel menatap Alya dengan tatapan bimbang.


" harusnya jawab apa?" tanya Alya lagi menatap Daniel sambil terus tersenyum.


" larang Daddy, kasih peringatan , marah atau curigai kek" jawab Daniel tanpa sadar .


" itu nama nya bukan percaya tapi nggak peduli " sewot Daniel menatap Alya sebelah mata .


" Alya peduli , percaya dan sangat mencintai Daddy bahkan Alya selalu merindukan Daddy disana setiap saat " jujur Alya .


" Daddy aja yang nggak merindukan Alya " sambung lesu Alya .


" Daddy juga rindu sama kamu sampai Daddy nggak ngelakuin apapun karna terus kepikiran kamu " jujur Daniel memeluk lagi Alya dengan erat .


" terus kenapa Alya telfon nggak Daddy angkat?" heran Alya dengan Daniel yang tak mau mengangkat telfon dari nya .


" Mmm, Daddy sedih aja kamu tinggalin" sendu Daniel benar-benar tak bisa menutupi seberapa tersiksanya dia sejak Alya pergi .


Alya memilih tak menanyai Daniel lebih banyak , selain heran Alya sangat kasihan melihat kondisi Daniel sekarang.


" Yaudah Daddy bobok ya " kata Alya meminta Daniel berbaring .


" iya Daddy udah nggak pernah tidur nyenyak sejak kamu pergi " Daniel berbaring lalu merentangkan tangan nya meminta Alya masuk ke pelukan nya.

__ADS_1


" temani Daddy tidur Al " pinta Daniel pada Alya yang masih duduk itu .


" Alya nggak ngantuk masih siang dan Alya selama di pesawat juga udah tidur " jelas Alya mengelus kepala Daniel yang sudah berbaring.


" Kalau gitu Daddy juga nggak mau tidur kalau nggak kamu temenin " cemberut Daniel duduk memangku tangan nya.


" Astaga Daddy " gemas Alya melihat tingkah Daniel.


" Sayang ayok bobok " rengek Daniel baru setelah ada Alya dia merasakan mata nya mengantuk.


" iya '' Alya ikutan berbaring di sebelah Daniel lalu menyusup ke pelukan Daniel .


" Daddy mandi berapa kali sehari?" tanya Alya saat menghirup aroma tubuh Daniel yang begitu semerbak .


" dari tadi udah 2 kali " jujur Daniel memeluk Alya erat dengan perasaan nyaman.


" baru jam 11 kok Daddy udah mandi 2 kali? emang nya Daddy ngapain?" tanya Alya heran .


" nggak ngapa-ngapain cuma gerah aja jadi Daddy mandi deh " jawab Daniel apa ada nya .


Daniel menarik selimut lalu memejamkan mata dan baru beberapa saat nafasnya sudah terdengar teratur pertanda dia sudah tertidur pulas.


" Daddy kenapa Ya?" heran Alya merasakan sikap Daniel yang sangat jauh berubah bahkan serasa seperti sikap anak kecil manja.


much.


jujur saja Alya merasa sangat kasihan melihat Daniel yang sudah tak makan dan tidur sejak Alya pergi .


Alya juga tak menyangka akan jadi seperti ini.


Alya bergerak pelan untuk mengambil ponsel nya di atas nakas lalu mencari Artikel tentang penyebab perubahan sikap seorang pria yang berubah manja serta aneh .


" Apa?, jadi pria juga bisa terkena pengaruh kehamilan juga " melotot Alya membatin setelah membaca beberapa artikel.


" tapi Alya kan belum hamil " batin Alya bertanya tanya karna dia memang belum merasakan perubahan apa apa dalam dirinya semua masih saja sama .


Alya memeluk Daniel erat kembali menyusup ke pelukan hangat pria dewasa yang sangat dia rindukan selama beberapa hari terakhir.


" Tapi bagus juga kalau Daddy begini , dia kan jadi nggak suka marah-marah apalagi omelin Alya lagi" kekeh Alya merasa Daniel sensitif ada untung nya .


" sakit " rintih Daniel dalam tidur memegang perutnya yang terasa mual .


next .

__ADS_1


...Mencintai tapi tak bisa memiliki sesakit inikah rasanya mencintai mu:)...


woi komen gih, kenapa Readers semua kayak makhluk gaib ada tapi tak pernah terlihat🤣


__ADS_2