Jebakan Cinta Si Gadis Bandel

Jebakan Cinta Si Gadis Bandel
bab 76 pesta Bisnis


__ADS_3

" Tapi masa Aliora punya suami seumuran Daddy nya" kekeh nakal Alya mencolek pipi anaknya yang sudah tidur .


" Hust, Jho tidak seumuran Daddy Sayang dia jauh lebih muda Dari Daddy " pernyataan valid Daniel.


" Hah masa" tak percaya Alya yang dia tau Jho ya seumuran dengan teman circle nya ya walaupun wajah Jho memang sangat baby fresh di bandingkan teman circle nya .


" Iya Jho itu 7 tahun lebih muda dari kami" pernyataan Daniel yang membuat Alya cukup terkejut .


" what? berarti sekarang umurnya baru 26 " kaget Alya yang memang sama sekali tidak tau .


" Iya, sebenarnya dulu saat kami baru berteman dengan Jho dia memanggil kami kakak , hanya saja kami tak suka karena terkesan formal dalam persahabatan untuk itu kami minta dia memanggil nama saja " Daniel sedikit bercerita tentang hal yang mungkin tidak di ketahui oleh istrinya.


" OOO, tapi emang wajah kak Jho itu baby fresh sekali kayak masih umur 23an Daddy " pendapat Alya yang diangguki Daniel.


" Iya kalau dilihat dari keluarga nya emang kayak pengaruh genetik soalnya kedua orang tua Jho masih terlihat sangat muda untuk orang seusia mereka" pendapat Daniel membayangkan wajah kedua orang tua Jho apalagi wajah Mama nya .


" Ihhh, ngeri juga anak gadisku suka nya Om Om" tawa meledak Alya di tengah keheningan malam sampai Suaminya menjitak kepalanya.


" Aaaa, Daddy sakit" keluh Alya manja tapi masih tetap saja tertawa pikiran nya benar-benar tak bisa dikondisikan malam-malam begini membayangkan hubungan beda usia sangat jauh itu .


" satu nya Bocil yang satu matang banget" tawa Alya semakin menjadi-jadi sampai tubuh nya bergetar membayangkan betapa tersiksanya Jho nanti .


" Astaga Alya " Daniel bernafas kasar geleng-geleng kepala dengan istrinya yang sangat transparan.


Bagi Alya memang tak ada batasan antara dia dan suaminya, dia selalu mengatakan pada suaminya apapun itu sekalipun hal nyeleneh yang dia pikirkan.


" Mmmm, " Aliora bergumam manja lalu berbalik memeluk Mommy nya seperti memeluk boneka yang biasa di pelukannya setiap tidur .


" Alya udah " senyuman lebar Daniel tetap kalem walaupun sebenarnya pikiran nya juga sama dengan istrinya.


" Ahhh, udah lah Daddy nggak usah sok kalem kalau mau ketawa-ketawa aja" hujat Alya memukul lengan Suaminya mengajak berantem.


" Al" Daniel mencoba bersabar agar tak membalas istrinya itu karena anak mereka sedang tidur di antara mereka.


" Ihhh, Aliora emang cantik banget nggak bakalan tahan kak Jho " lagi-lagi Alya tertawa dalam keseriusan nya mengelusi pipi tembem Aliora yang tidur menghadapinya.

__ADS_1


" Sayang udah, anak kamu baru 5 tahun Lo lah udah kamu pikirin jodoh nya " ucap Daniel menatap istrinya serius .


" Hehehe kan bercanda Daddy , Lagian di masa depan Aliora berhak memilih apa yang dia mau bukan seperti keinginan kita dan sampai kapan pun Alya nggak akan pernah setuju kalau Daddy jodoh-jodohin Aliora" tegas Alya penuh keseriusan yang diangguki Daniel.


" Tapi kalau Aliora beneran suka kak Jho sampai ke masa depan gimana?" entah kenapa Pendapat Alya begitu .


" Apapun yang terjadi dimasa depan Daddy akan tetap mengutamakan kebahagiaan anak satu-satunya Daddy ini Sayang " senyum hangat Daniel mengecup kening putri kecilnya yang akan menjadi penerus nya kelak .


" iya " Angguk Alya menarik selimut lalu memeluk anak nya yang gemoy sangat nyaman jika di peluk .


" Udah tidur yaa" lembut Daniel memeluk anak nya sambil mengelus punggung istrinya lembut .


Keesokan harinya.


" Daddy punggung Ara gatal " Aliora yang duduk di samping Daddy nya dalam perjalanan itu mengeluh .


" coba liat " Daniel menarik keluar beberapa helai rambut Aliora yang masuk ke dalam baju nya yang menjadi penyebab Aliora merasa gatal.


Daniel tersenyum lebar menatap anak gadisnya yang terlihat sangat cantik memakai gaun pesta selutut berwarna hitam Aura pemimpin nya seperti keluar walaupun dia masih kecil .


" Ara ingat kan apa yang Daddy bilang harus cuek dan cool " ucap Daniel merapikan jepitan rambut anaknya.


Daniel menggenggam tangan Aliora dan berjalan santai bersama anak gadisnya memasuki lokasi pesta dengan di kawal oleh para bodyguard , sejujurnya Daniel sangat menikmati hari-hari nya selama menjadi ayah begitu penuh warna walaupun anak nya nakal .


Daniel menghadiri acara pesta peresmian sebuah hotel pusat kota yang juga berpotensi bisnis cukup besar .


sedari dulu Daniel selalu membawa putri nya ke acara bisnis hingga baru umur 5 tahun Aliora sudah cukup mengerti tentang dunia bisnis dan ruang lingkup nya walaupun hanya sebatas yang Umum.


Setelah menyapa pihak penyelenggara pesta dan beberapa rekan penting nya Daniel mengajak Aliora duduk di salah satu sofa untuk menikmati hidangan pesta yang di sediakan.


Daniel senang akhirnya Aliora bisa kalem bahkan dia hanya diam dengan wajah datar tapi ada yang aneh ekspresi itu benar-benar tak biasa di tunjukan Aliora.


" Dek kenapa ?" tanya Daniel selain diam saja Aliora juga terlihat murung padahal tadi baik-baik saja.


Ditengah kebingungan Daniel dengan sikap anak nya teman-teman nya datang lalu ikut bergabung dengan mereka.

__ADS_1


" ihh, Ara makin cantik " puji Rey menatap Aliora yang duduk dekat Daddy nya .


" Mmm, maaci Om " senyum Aliora merasa senang saat keempat Om ganteng itu menatap nya selain memuji mereka juga senang menggoda Aliora sejak kecil .


" Istri Om mana?" tanya Aliora pada keempat teman Daddy nya , Aliora sangat senang bermain dengan keempat istri Om nya yang sangat cantik-cantik.


" Kemana Mommy mu?" tanya Ricard balik dengan seulas senyum.


" kata nya ada urusan" jawab Aliora.


" Nah itu , mereka kompak" tawa spontan Marc yang tau kalau istri mereka pada arisan .


" Mmm, jadi " Aliora semakin cemberut saat tau kalau Mommy nya sedang berkumpul.


" Sabar dek, kan kamu jagain Daddy mu" tawa spontan Rey yang dibalas pelototan mata oleh Daniel .


" Iya. Ara nggak mau Daddy Ara punya istri lagi " posesif anak itu memeluk lengan Ayah nya .


" Ihh, nggak ada Ara kan udah sering Daddy bilang " bantah Daniel tak ingin anak nya terus berfikiran begitu .


" Mmm, pokok nya nggak boleh " tegas Ara memeluk sebelah lengan Daddy nya erat sambil bersandar ke sofa .


Tak lama setelah Jho pun datang ikut duduk bergabung bersama mereka .


" Dari Mana Jho ?" tanya Daniel pada Jho yang baru duduk di sebelah Aliora dalam sofa yang sama dengan nya .


" Aku barusan bertemu dengan teman SMA ku jadi mengobrol sebentar" jawab Jho yang diangguki teman-teman Itu adalah hal biasa yang lumrah terjadi.


Lalu tatapan Jho berlabuh pada Aliora yang duduk tepat di sebelah nya , tapi gadis kecil itu hanya duduk diam memeluk lengan Daddy nya bahkan duduk menjaga jarak dari Jho lebih memilih duduk mepet ke Daddy nya .


" Kamu tidak merindukan Om cantik ?" tanya Jho tersenyum menatap wajah datar Aliora yang tak seperti biasanya.


Biasanya jangankan Jho duduk di samping nya baru melihat Jho datang saja Aliora sudah kesenangan sampai berlari ingin memeluk Jho tapi kenapa sekarang tidak .


" Hei " Saat Jho akan menyentuh nya Aliora langsung menepis nya yang membuat Jho terdiam heran termasuk semua yang duduk disana karena itu sungguh yang tak biasa terjadi .

__ADS_1


Next .


..." Cemburuku memang berlebihan tapi cinta ku tak ada kembalian"...


__ADS_2