Jebakan Cinta Si Gadis Bandel

Jebakan Cinta Si Gadis Bandel
bab 62 Kekecewaan Alya


__ADS_3

Daniel menarik Alya cepat kedalam pelukan nya dan akan langsung melenyapkan Jack saat itu juga .


" Enggak " teriak Alya tak membiarkan Daniel dan teman-temannya menembak Jack .


Jack yang hanya duduk pasrah itu tersenyum kecut Saat Alya melarang Daniel ataupun teman-teman menembak nya saat ini .


Daniel terdiam mendengar ucapan Alya belum lagi saat Daniel memeluk nya dia sama sekali tak membalas pelukan Daniel .


Alya tak memang marah dan kecewa pada Jack yang telah melakukan semua itu padanya tapi hati nurani Alya sama sekali tak bisa melihat Jack mati di depan matanya.


Karena bagaimanapun Jack adalah orang yang sejak kecil berada di dekat Alya bahkan Alya tumbuh disertai kasih sayang dari Jack .


" Kalian boleh mengurung nya tapi jangan pernah membunuh nya , perlakuan dia seperti manusia normal " ucap Alya walaupun hatinya melembut tapi tetap pikiran nya mengatakan Jack orang yang berbahaya.


Apalagi jika ingat ucapan Jack yang akan melenyapkan bayi nya .


Daniel dan teman-temannya diam membisu masih mencerna apa yang terjadi yang membuat Alya menjadi begitu belum lagi tatapan datar nya pada Daniel .


Daniel mengambil selembar kertas di atas ranjang dekat Alya dan Jack duduk lalu tersenyum kecut melihat kertas yang di bubuhi tanda tangan itu.


" kalian urus dia " ucap Daniel menekan setiap ucapan nya lalu menarik tangan Alya agar segera keluar dari kamar itu.


" Lepasin " teriak Alya menepis tangan Daniel yang terus menyeretnya dengan langkah lebar , itu dapat membahayakan bayi nya jika dia berjalan terlalu cepat .


Daniel berhenti berjalan lalu menatap istri kecilnya dengan seulas senyum selain rindu Daniel juga gemas dengan ekspresi istrinya sekarang.


Seperti nya Jack melihatkan beberapa hal tentang masa lalu Daniel pada Alya sehingga Istri kecil nya jadi begini .


Daniel mengangkat Alya keluar melewati para bodyguard yang sudah pada tergeletak disepanjang apartemen usai pertempuran sengit tadi .


Sesampai di mobil Alya tak mau duduk di peluk Daniel bahkan langsung turun dari pangkuan Daniel begitu mobil nya jalan .


Daniel hanya tersenyum menatap Alya yang duduk bersandar memeluk perutnya dengan jarak cukup jauh dari Daniel , tak seperti biasanya selalu lengket .


Daniel hanya terdiam sedang merangkai kata dan memikirkan kata bagaimana cara bicara dengan istri kecilnya yang sudah tak lagi merajuk tapi sudah murka sepertinya.

__ADS_1


Dan Daniel juga tidak marah perihal Alya yang menandatangani surat pengajuan cerai karena Daniel tau Alya melakukan itu untuk melindungi bayi mereka .


Hanya saja disini Daniel tak tau hal apa yang membuat istri kecilnya menjadi semarah ini bahkan di sentuh pun sudah tak mau .


Dalam diam nya Alya terus memikirkan banyak kemungkinan, dia sangat menyayangi bayi dalam kandungan nya tapi Alya tidak mau jika nanti bayi nya malah punya kakak tiri yang jahat belum lagi wanita-wanita yang pernah tidur bersama Daniel .


Melihat cara Daniel bermain dengan setiap wanita nya bukan tidak mungkin Daniel memiliki anak dari mereka dan Alya sangat takut jika nanti anak nya yang malah menjadi sasaran mereka .


Alya tak mau dimasa depan anak yang sangat di sayangi nya harus hidup dalam tekanan mental dan batin karena orang-orang yang ingin melenyapkan nya.


Dan selama ini Alya benar-benar tak kepikiran sampai kesana belum lagi Alya tidak tau sebelumnya hal yang dilakukan Daniel dengan wanita masa lalunya.


Pikiran Alya terlalu singkat bahkan dengan begitu mudah percaya bahwa Daniel mencintai nya .


" Bahkan Daddy rela berbohong pada Alya hanya demi wanita itu " batin Alya segera menghapus air mata yang menetes.


Daniel yang sedari tadi menatap Alya yang menangis dalam diamnya menjadi tak tega .


" enggak " Bahkan Alya tak mau saat Daniel merangkul nya tapi Daniel tak hanya merangkul melainkan mengangkat Alya keatas pangkuan nya lalu memeluk Alya tanpa membiarkan nya menolak .


" Kenapa tidak rindu dengan Daddy , sampai Daddy peluk tidak mau ?" suara berat Daniel di dekat cuping telinga Alya saat perlahan Alya tenang tak lagi meronta .


" Enggak " suara Alya yang bernada tinggi mencoba melepaskan belitan tangan Daniel di perut nya .


Cup


Daniel memiringkan duduk Alya lalu mengecupi wajah istri kecilnya tanpa melewatkan apapun sampai kelopak mata Alya pun kecup nya .


Rasa nya Alya ingin menangis sekeras-kerasnya saat Daniel memperlakukan nya seperti itu , logika Alya ingin menolak lantaran kecewa tapi tubuh Alya sama sekali tak bisa menolaknya.


Setelah mengucup Daniel memegang pipi Alya dengan kedua tangannya lalu tersenyum hangat melihat Alya yang menatapnya dengan air mata terus berjatuhan .


" Ada apa ? Bilang sama Daddy " lembut Daniel menghapus air mata istri kecilnya yang terus jatuh dalam diam nya .


Tubuh Alya seperti terkunci dia hanya diam menatap Daniel dengan air mata yang terus jatuh di pipinya .

__ADS_1


Alya sangat mencintai Daniel tapi rasanya Alya sangat kecewa dan sakit saat tau Daniel membohongi nya hanya demi wanita masa lalu nya .


Pikiran Alya memang kacau usai melihat Vidio suaminya di masa lalu tapi yang paling membuat Alya terluka adalah Daniel telah berbohong hanya untuk Bella .


Apakah di hati Daniel masih ada cinta untuk wanita masa lalu nya?


Memikirkan itu saja Alya sudah tak bisa membayangkan belum lagi memikirkan tentang bayi dalam kandungan nya .


" Sayang heii" lembut Daniel masih terus tersenyum menatap kegundahan wajah istri kecilnya, Daniel tak ingin mencari tau tapi dia ingin mendengar langsung dari istri nya tentang apa yang dia lihat serta apa yang dia rasakan.


Alya memalingkan wajahnya kearah lain tak ingin lagi menatap Daniel, semakin menatapnya hati Alya malah semakin kecewa .


" Yaudah kalau belum mau bicara sama Daddy " lembut Daniel menyandarkan kepala Alya ke dadanya.


Daniel adalah pria dewasa yang tau cara berhadapan dengan wanita labil seperti Alya tapi inti disini Daniel tau kalau dia salah .


Daniel menggendong Alya masuk ke hotel tak membiarkan Alya yang sepertinya lelah itu berjalan lagi .


Daniel duduk di sofa masih memeluk Alya yang terus diam tak mau bicara .


" Makan dulu ya, belum makan kan? " Daniel menyuapi Alya tapi Alya tak mau dan terus membuang pandangan nya .


Alya sama sekali tak mau bicara dengan Daniel dia masih kecewa belum lagi dia sedang berperang dengan logika serta hatinya memikirkan bayi nya.


" Alya boleh marah sama Daddy tapi harus makan kasihan bayi kita" ucap Daniel mengelus perut Alya yang bahkan dari wajahnya saja Daniel sudah tau kalau dia marah .


" Ini bayi Alya " pernyataan kepemilikan Alya yang membuat Daniel tersenyum lebar sekarang Daniel paham apa yang dilihat kan Jack pada Alya .


Next.


...Tidak akan ada orang yang benar-benar sembuh dari rasa kecewa , luka itu akan tetap ada dan abadi sekalipun kata memaafkan telah ada....


Ribuan terimakasih untuk kalian yang terus dukung Author sehingga Author bisa sampai di titik ini.😍


__ADS_1



__ADS_2