Jebakan Cinta Si Gadis Bandel

Jebakan Cinta Si Gadis Bandel
Bab 55 Hamil


__ADS_3

" tunggu sebentar" Alya kembali bangun dan keluar mengambilkan Daniel segelas air putih .


" Nih " Alya memberikan pada Daniel .


" enggak mau " cemberut Daniel memunggungi Alya .


" Astaga Daddy kenapa lagi" suara sayu Alya melihat tingkah Daniel yang semakin aneh saja .


" Kamu jahat tinggalin Daddy sendiri" jawab Daniel kembali berbaring dan menutup wajahnya dengan selimut .


" kan Alya ambilkan air buat Daddy " Alya kembali duduk di ranjang mengelus punggung Daniel yang berbaring memunggungi nya itu.


" Ya tapi kamu bisa suruh pelayan nggak harus tinggalkan Daddy" jawaban ketus Daniel merasa Istrinya sangat tak peduli pada nya sekarang.


" Huftt " Alya menarik nafas panjang mencoba bersabar dan mengatur emosi , Alya sangat sadar bahwa perubahan sikap Daniel memang ada sebab .


" Yaudah maafin Alya ya , emang nggak seharusnya Alya ninggalin Daddy " lembut Alya membuka selimut yang menutupi wajah Daniel lalu mengelus kepala suaminya yang sudah terlihat sedih itu .


" Kamu kenapa sih Sayang nggak bisa mengerti sedikit perasaan Daddy " lirih Daniel meletakkan kepala nya di paha Alya yang masih duduk itu .


" Alya ngerti Sayang" lembut Alya mengecup pipi Daniel.


" Yaudah minum katanya haus " senyum Alya merapikan rambut Daniel yang sudah berantakan.


Daniel duduk lalu meminum air yang di berikan Alya , tapi entah kenapa hati Daniel bawaan nya sedih saja.


" jalan keluar yuk Daddy " ajak Alya yang masih merapikan rambut Daniel yang terlihat murung itu .


" tapi kan udah jam 9 malam " suara kecil Daniel menatap jam dinding.


" Lah apa salah nya kita kan suami istri nggak ada yang bakal marah juga " ucap Alya segera mengajak Daniel ke ruang ganti .


" Huftt Daddy udah kayak Ayah kamu Al " Daniel semakin tak mood saat melihat tampilan istri kecilnya yang begitu modis seperti anak remaja .


Alya tersenyum lalu segera memperbaiki tampilan suaminya bahkan mengambilkan Hoodie sweater senada dengan milik nya .


" Ihhh ganteng nya suami kuh😍" klepek-klepek Alya membuat Daniel tersenyum seketika saat menatap dirinya dan Alya yang memakai sweater senada.


Dia terlihat tampan dan serasi dengan Alya .


" Ayok Sayang" Bahkan sekarang Daniel jauh lebih semangat di bandingkan Alya .

__ADS_1


" Biar Alya yang bawa mobil " ucap Alya saat mereka sampai di halaman rumah.


" Iya" jawab Daniel masuk mobil dan duduk di sebelah kemudi .


" Kita mau kemana Sayang?" tanya Daniel pada Alya yang fokus menyetir itu .


" Ke pusat kota " jawaban singkat Alya yang fokus menyetir .


" Jangan terlalu laju bawa mobil nya Sayang nanti Daddy pusing " pinta Daniel yang merasa sering pusing sekarang jika sering naik mobil .


Alya langsung memperlambat laju mobil nya saat ingat kemarin Daniel muntah .


Sesampai di pusat kota Alya memarkirkan mobilnya.


" Ayok " Senyuman lebar Alya menggenggam tangan Daniel lalu mengajak nya berjalan menikmati suasana kota di malam hari .


" Beli es krim yuk Sayang" ajak Daniel yang merasa ngiler melihat deretan penjual es krim.


Seolah lupa dengan kebiasaan hidup sehat dan gaya elite nya selama ini.


" kan udah malam nanti Daddy flu " ucap Alya yang malah dibalas tatapan memohon Daniel .


" Satu aja Sayang" Daniel tau makan es krim di malam hari itu tidak baik untuk kesehatan tapi jujur saja dia tak bisa menahan keinginan nya.


Mereka duduk di bangku tepi jalan raya menikmati suasa malam di kota yang sangat indah dengan sejuta pesona .


Secara spontanitas Alya menyandarkan kepalanya ke lengan Daniel hanyut dalam diam nya menikmati suasana malam yang begitu tenang .


Daniel mengangkat Alya agar duduk di atas pangkuan nya .


" Jangan Daddy ini di tengah keramaian" sungkan Alya .


" Nggak papa Sayang kamu kan istri Daddy " suara berat Daniel tepat di dekat telinga Alya memeluk Alya erat agar tidak merasa kedinginan.


Tak lupa lirikan mata Daniel pada bodyguard yang berada di sekitar mereka untuk waspada .


" Ayuk jalan lagi Daddy " ajak Alya turun dari pangkuan Daniel lalu mengajak Daniel kembali berjalan di trotoar berbaur dengan masyarakat publik.


Daniel memasukkan tangan Alya yang di genggamannya kedalam saku Hoodie nya sambil tersenyum hangat.


ternyata bahagia sesederhana ini , jalan dengan orang yang kita cintai sekaligus mencintai kita rasa nya sebahagia ini .

__ADS_1


Kebahagiaan yang tak pernah Daniel rasakan selama ini .


" Sayang berjanji lah kamu tak akan pernah meninggalkan Daddy apapun alasan nya " ucap Daniel pada istri kecilnya yang berjalan di samping nya .


Entah akan sehancur apa Daniel jika Alya pergi meninggalkan nya .


" Janji Daddy " jawab Alya mengangkat kelingking nya yang ditakutkan Daniel dengan cepat .


Malam itu seolah menjadi saksi bisu sejarah cinta sederhana yang awal nya saling tak kenal bahkan asing yang kini saling mencintai seiring berjalan nya waktu .


Tapi sepertinya mereka lupa akan tetap ada perpisahan dalam sebuah pertemuan entah itu maut atau lain sebagainya.


Keesokan paginya.


Betapa bahagianya Daniel yang tengah berdiri di depan monitor USG menatap titik kecil yang menandakan sudah ada kehidupan di rahim istri kecilnya.


" Astaga berarti hatiku sering gundah memang bawaan kehamilan Alya bukan orang lain yang sudah tak peduli padaku " senyum haru Daniel yang memang juga menyadari perubahan sikap nya.


Setelah selesai pemeriksaan Dokter meminta Daniel untuk datang ke ruang nya menjelaskan keadaan bayi sekaligus agar Daniel bisa berkonsultasi.


Setelah beberapa saat Daniel kembali masuk ke ruangan pemeriksaan menemui Alya yang malah sibuk bermain ponsel sambil terus berbaring.


" Gimana kondisi bayi Daddy ?" tanya Alya meletakkan ponsel nya lalu langsung duduk .


" Bayi Kita " ralat Daniel .


" Iya " ucap Alya menatap wajah Daniel yang sangat senang dan ceria .


" Sehat kok dia kuat " jawab Daniel mengecup kening Alya bahkan mengecupi pipi istri kecil nya yang kini mengandung anak nya .


" Maafin Daddy ya terlalu sensitif sama kamu beberapa hari ini " sadar Daniel pasti istri kecilnya jadi kepikiran dengan perubahan sikap nya .


" Iya nggak papa Daddy " jawab Alya tersenyum mengelus perutnya yang kini sudah ada bayi di dalam nya .


Tak lama kemudian orang tua mereka datang dengan segala kebahagiaan dan senyuman penuh cinta mereka karna akan segera mendapatkan cucu.


" Alya kamu mau nya resepsi pernikahan kalian setelah lahiran atau sebelum?" tanya Ibu mengelus kepala menantunya lembut .


" Sebelum Bu" pinta Alya malu-malu.


" baiklah akan kami proses , apa lagi keinginan mu nak?" tanya Ayah yang senang akan mendapatkan cucu .

__ADS_1


Keempat orang tua mereka hanya sibuk menanyai Alya tanpa peduli lagi dengan Daniel yang sudah berdiri di pojokan .


Demi apapun walau rasanya begitu sedih Daniel mencoba berperang dengan perasaan sensitif nya yang merasa begitu cemburu saat diabaikan.


__ADS_2