
setelah nya Daniel pulang mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang .
" Huftt, belum dimana-mana saja Aku sudah merindukan gadis bandel itu " lirih Daniel menyetir sambil memijat pelipisnya sebelah tangan .
.........
Daniel memasuki rumah nya dengan perasaan remuk redam , sangat banyak sekali orang di sekitar nya tapi entah mengapa Daniel merasa sunyi bahkan hampa .
Daniel menuju kamar nya tapi saat sampai di tangga lantai 2, dia menghentikan langkahnya begitu melihat Akuarium raksasa kesayangan Alya.
" Lapar ?" ucap Daniel menatap ikan ikan yang berkumpul ke tengah itu lalu dia segera memencet tombol makanan ikan .
Tiga kali sehari Alya selalu memberi makan ikan-ikan di dalam Akuarium raksasa biasa nya tapi kini dia telah pergi .
" Ternyata kehadiran Alya selama dua bulan ini telah mengisi setiap ruang yang kosong di dalam rumah serta hidup ku" kata Daniel duduk bersandar ke kepala ranjang memandangi foto Alya di ponsel nya .
Ada rasa bersalah di hati Daniel telah berbohong pada istri nya , naluriah telah mendului logika sehingga dia memilih berbohong padahal kalau di jujur sekalipun belum tentu juga Alya akan marah atau salah paham.
Daniel begitu gelisah dan merasa tak nyaman berada dirumah nya sendirian seolah separuh dari kebahagiaan nya telah hilang sejak Alya pergi .
******Sayang Daddy ke Club' ya******.
izin Daniel pada Alya lewat chat walaupun chat itu masih centang satu.
" Huft" Daniel menarik nafas panjang bahkan hanya untuk sekedar memilih baju di lemari saja dia sudah pusing .
Rasa manja seperti bertabur di perasaan Daniel sampai memilih baju pun di merasa tak ada yang cocok .
" pakai baju ini aja lagi lah" pasrah Daniel memilih memakai saja baju yang sudah melekat di tubuh nya dari pada harus mengganti .
setelah memakai jaket nya Daniel segera menuju Club' tempat biasa dia dan teman-temannya Datang .
............
" Tumben ngajak ke Club' " kekeh Zico menepuk pundak Daniel yang sudah duduk sendiri meneguk wine nya di bawah kerlap kerlip lampu disko .
" Sedih amat muka Lo Nil" tawa meledak Jho melihat tampang Daniel sekarang.
" Berantem sama Bocil Lo?" tanya Rey serius tak biasa nya muka Daniel seperti itu .
__ADS_1
" Dia pergi ke luar negri " jawab Daniel yang membuat keempat teman nya terperanjat.
" Lo berantem pukul dia Nil sampai Bocil itu memilih pergi ?" tanya Rey kaget mendengar Alya pergi ke luar negri.
plaaak
Daniel langsung menampar lengan Rey yang malah berfikir berlebihan .
" Alya ikut orang tua nya ke Amsterdam untuk hadir dalam sebuah acara bisnis " jelas Daniel supaya teman nya tak jadi salah paham .
" Ooo,terus kenapa muka Lo gitu amat? mengerti lah sedikit posisi istri mu " kata Marc .
" Aku mengerti tapi aku tak bisa memungkiri bahwa aku kesepian tanpa kehadiran nya " jujur Daniel dengan lirih .
" anggap saja ini ujian Nil, kadang untuk paham bagaimana berarti nya seseorang itu dalam hidup kita maka saat dia pergilah kita akan menemukan jawaban nya " kata Jho dengan seulas senyum.
keesokan paginya.
Daniel memasuki ruang kerjanya dengan kepala sedikit pusing karna mata nya tak bisa tidur sepejampun sejak semalam .
" Al , Kau sangat menyiksa ku " lirih Daniel tak bisa membendung rasa rindunya pada Alya bahkan tak satupun aktivitas yang Daniel lakukan terasa menyenangkan.
kemungkinan dia akan sampai siang nanti .
setelah mengetuk pintu Jho pun masuk keruangan Daniel .
" Bos ini berkas untuk meeting 15 menit lagi , silahkan dibaca jika ada beberapa poin yang kurang paham Aku akan menjelaskan nya " ucap Jho profesional.
menatap Daniel yang duduk di kursi meletakkan kepala nya dimeja seperti anak SD menangis.
" Bos" Jho menepuk pundak Daniel pelan sama sekali tak pernah melihat Daniel begini.
" Apa " kata Daniel dengan suara kecil yang rada manja, membuat Jho tergelak seketika .
" Hei, Ada apa dengan mu" Jho tak bisa menahan tawa begitu Daniel mengangkat wajah nya .
" Aku rindu Alya " lirih Daniel lagi entah apa yang terjadi pada dirinya Daniel merasa begitu tersiksa sampai tak ingin melakukan apa-apa dia hanya ingin bertemu Alya .
" Nil" Jho merasa ngeri melihat Daniel yang sekarang melebihi kategori Bucin sampai di tak bersemangat sama sekali padahal baru di tinggalkan Alya semalam .
__ADS_1
" Apa Aku ke Amsterdam aja ya susul Alya " demi apapun Daniel sama sekali tak bisa jauh dari Alya .
" astaga Nil, nggak malu Lo sama mertua nanti mereka sangka Lo curigaan nanti nya" pendapat Jho yang membuat Daniel semakin memelas .
Daniel tau apa yang dibilang Jho itu benar hanya saja entah kenapa Daniel tak bisa menahan diri untuk bertemu dengan Alya .
" huft , Aku mau pulang saja nunggu Alya telfon " mood Daniel benar-benar tak baik sampai bekerja yang biasa nya sangat dia senangi terasa memuak kan .
Jho hanya menatap Daniel yang berjalan keluar itu dengan sejuta pertanyaan.
" Apa istrinya hamil ya , sampai dia segitunya?" batin Jho bertanya tanya .
seumur hidup dia tak pernah melihat Daniel seperti ini sampai uring uringan bahkan terlihat manja .
3 hari kemudian.
terakhir kali Daniel kekantor adalah kemarin sejak saat itu dia tak lagi kekantor bahkan tidak keluar kamar .
Pria itu hanya mengurung diri nya didalam kamar bahkan tak mau makan tapi juga tak mau menjawab telfon Alya lagi .
Alya bergegas pulang bahkan pulang lebih dulu dari orang tuanya, dia sama sekali tak bisa tenang mendapat laporan dari pelayan tentang perubahan sikap Daniel sekarang.
belum lagi kedua orang tua Daniel juga tengah di Australia sehingga tak ada yang akan berani bertanya Daniel kenapa .
Saat Alya membuka pintu kamar yang dia lihat adalah Daniel yang duduk bersandar ke kepala ranjang dengan bibir pucat, sepertinya pria itu benar-benar tak makan sama sekali .
" Daddy " Alya menghampiri lalu akan memeluk tapi Daniel langsung menghindar bahkan duduk sedikit menjauh dari Alya.
" Daddy kenapa ?" tanya Alya memeluk paksa Daniel sampai pria itu diam dalam pelukan nya .
" Kamu jahat, udah nggak sayang lagi sama Daddy " lirih Daniel dengan perasaan yang sangat sensitif seperti anak kecil merajuk yang telah lama di tinggal .
" Loh kok bilang gitu, kan Alya pergi ke Amsterdam sama Papa Mama , izin juga sama Daddy " kata Alya bingung melihat Daniel yang tiba-tiba begini belum lagi perasaan sensitif nya .
entah mengapa Daniel sama sekali tak bisa menahan rasa sedih yang menyelimuti hatinya, lama di tinggal Alya membuat dia merasa Alya sudah tidak menyayangi nya lagi .
next.
...Dia menyalakan ku atas sikapku, tapi dia tak menyadari perbuatannya terhadap ku....
__ADS_1