
Baru 2 menit Alya sudah balik lagi keruang santai.
" Kak Rey nggak ada pelayan ya di apartemen ini , lapar " rengek Alya mengelus perutnya yang lapar kembali padahal belum lama mereka selesai makan.
" Enggak , masak sendiri" cuek Rey menatap televisi.
" Kan nggak pande" kekeh Alya duduk di samping Daniel bersandar manja di lengan suaminya.
" Tuhh, masih malas-malasan lagi kamu belajar masak " tegur Daniel dengan seulas senyum mengelus kepala Alya .
Mereka berlima malah bergantian menghujat Alya yang membuat Alya kesal tapi Alya punya ide .
" Huftt , kek kalian bisa aja" hujat Alya balik memangku kedua tangan nya bersandar ke sofa .
" Bisa lah, Apa yang tidak kami bisa " sombong Rey .
" Nggak percaya , paling juga nggak enak " ucapan pedas Alya menatap satu persatu pria dewasa yang tampan-tampan menyejukkan mata itu.
" Hummm, masakan kami kelas internasional rasa nya bukan nasional lagi Bocil " tambah Jho karna mereka berlima memang sangat mahir memasak .
" Enggak percaya" ketus Alya terus menaikkan emosi pria itu .
" Ooo kamu bukti " tertantang Boy .
" Nah ,, Iya " senyum manis gadis Bandel makan enak dia kalau kelima pria itu memasak .
__ADS_1
Jlepp
" Dia menjebak kita " sadar Rey .
" Ehh, udah bilang tadi yaa ucapan laki-laki harus paten " peringat Alya yang membuat mereka menarik nafas panjang .
" baiklah " ucap Boy yang sudah terlanjur berucap juga .
Daniel hanya tersenyum lebar lalu saat teman-teman sudah pergi kedapur .
Much .
Daniel mengecup pipi Alya dari samping .
" Limited edition kamu Sayang" gemas Daniel lalu ikut menyusul teman teman yang sedang memasak di dapur.
Betapa takjub nya Alya melihat barisan kelima pria yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
" Hus jangan kacau, duduk disana" ucap Rey pada Alya yang akan memasuki ruang dapur tempat mereka lagi sibuk-sibuknya.
" Ishh, galak amat " cemberut Alya berbalik lalu duduk di kursi dekat meja dapur menopang pipi nya dengan kedua tangannya menatap pria-pria itu memasak .
" Mau makan atau enggak" jawaban ketus Zico menatap Bocil bandel yang sudah menjebak mereka dalam permainan kata-kata doang.
" Iyaa" patuh Alya yang penting makan .
__ADS_1
Mereka sibuk dengan kegiatan memasak sedangkan Alya hanya menjadi penonton.
" Awww " rintih Jho saat tangan nya terluka karna terlalu cepat mengiris bawang tangan nya jadi luka .
Alya dengan sigap mengambil kotak p3k lalu berlari kearah Jho karna khawatir melihat darah nya cukup banyak.
" Kak kenapa nggak hati-hati" tegur Alya memegang tangan Jho lalu segera mengambil kapas dan membersihkan darahnya dengan teliti bahkan meniup dengan penuh perhatian.
Circle mereka hanya tersenyum lebar melihat Alya yang mengobati Jho layak nya seorang adik yang mengobati kakak nya .
" Udah duduk aja disana biar kami yang masak " kata Daniel tanpa ada rasa cemburu sedikitpun membuat teman nya sedikit heran.
" Coba Nil ini udah pas garam nya atau belum?" tanya Zico yang sudah menambah semua bumbu semua .
Bertanya pada Daniel yang merupakan ahli rasa.
" Sebentar aku coba" Daniel meneteskan beberapa tetes kuah sup ke tangan nya dan mencoba .
Woekkk
Woekk
Woekk.
Next.
__ADS_1
...Masih di cangkir yang sama dan isi yang sama hanya saja rasa nya sudah berbeda karna dingin :)...