
"Udah berani ngomong ya" Ucap Ibu Asih yang ingin memukul tetapi berhasil di pegang Sasa.
"Hey jangan main keras, mau apa teriak teriak ngomong jangan main tangan?" Tanya Sasa sambil menepis tangan Ibu Asih yang terlihat kesal.
"Sekarang masak dan cari pekerjaan sana" suruh Ibu asih dengan nada tinggi.
"Mana bisa masak aku ih, ibu aja masak aku yang nyari kerja" ucap Sasa meninggalkan Ibu Asih dan pergi keluar rumah.
"Sasaaaaa!!!!!!!" Teriak Ibu Asih yang membuat Dea keluar dari kamar.
"Ada apa buk teriak teriak?"Tanya Dea yang keheranan dengan tingkah Ibunya.
"Kakak kamu gila sekarang "Ucap Ibu Asih lalu meninggalkan Dea yang masih mencerna kata kata ibunya.
Sedangkan setelah Sasa keluar rumah Sasa berinisiatif bekerja tetapi Sasa sendiri bingung karena jati dirinya belum pernah bekerja. Sasa menyadari di rumahnya tak ada Ayah Sasa berfikir Ayahnya telah tiada Sasa sendiri juga bingung dengan keluarganya.
"idih mana mungkin ibu gw kaya gitu sih bingung gw ah"Ucap Sasa dengan dirinya sendiri.
Tak lama dia berjalan Sasa merasa ada yang memanggilnya.
"Sa..Sasa..."Panggil seseorang yang Sasa tak kenal sama sekali.
"Sa kamu udah sembuh ngapain keluyuran kalo belum sembuh"Ucap seseorang itu.
"Siapa elu gak usah sok akrap deh"Tanya Sasa keheranan.
"Owh ya gw lupa kalo kamu rupa ingatan gw Al Sa" Ucap Al sambil menepuk dahinya.
"Al?? kenapa manggil manggil gw siapa gw lo??"Tanya Sasa penasaran.
"Aku temen kamu Sa," jawab Al jujur
"Kenapa Sasa sekarang pakek kata lu gw gini apa gara gara lupa ingatan jadi berubah sikapnya?" Batin Al bertanya tanya.
__ADS_1
"owh ya gw gak kenapa kenapa" Jawab Sasa.
Setelah pembicaraan mereka sikap asli Sasa (Alfin) terlihat seperti lelaki pada umumnya tetapi Sasa tak melakukan seperti lelaki yang kurang kendali. Sasa memang menghindari rokok,minuman beralkohol karna memang Sasa tak menyukainya. Mereka berbicara yang tak penting, Al sendiri juga bingung dengan sikap Sasa karena dia tak pernah melihat Sasa bercerita apa lagi gaya duduk dan sikapnya seperti lelaki.
Tak sadar mereka berbicara berjam jam hingga jam menunjukan jam 12.00 siang dan waktu ibadah pun tiba mereka langsung ke masjid terdekat. Tentu bagi Sasa dia bingung rasanya dia bukan perempuan tapi memakai mukhena. Setelah sholat tentu dia akan berdoa dengan sekhusyuk khusyuknya.
"Ya Allah jika aku lelaki ya intinya minta ampunan ya allah aku merasa ini bukan tubuhku,Aku akan menjaga tubuh ini semampu ku Ya Allah aku tak akan melecehkan wanita ini dan tolong Ya Allah jaga tubuh ku di sana"Batin Sasa dan tak terasa air mata lolos keluar dari pelupuk matanya.
Setelah Sasa sholat dia meninggalkan masjid dan Al di dalam dia langsung keluar untuk mencari pekerjaan yang ada di luar tentu dia lapar karena dia belum makan dari tadi.
"Gw laper lagi mana gw gak punya duit lagi" ucap Sasa dia langsung pergi mencari pekerjaan.
Tak lama Sasa mendapatkan pekerjaan sebagai pengangkat barang di sebuah toko Sasa membujuk dan merengek agar dia bisa bekerja di toko tersebut.
"Pak ada pekerjaan gak ??? apa aja lah penting halal" Tanya Sasa kepada pemilik toko.
"Ada tapi ini pekerjaan lelaki nak kamu perempuan apa yakin bisa???" Tanya Pak Dodo tak yakin dengan Sasa.
"Boleh kalo kamu mau tapi jika tak mampu jangan ya nak" ucap Pak Dodo.
"Iya pak siap siap" jawab Sasa dan mengikuti pak Dodo untuk makan siang.
"susah ya jadi cewe masa banyak di kasihanni"Batin Sasa.
Setelah menghabiskan makanannya Sasa langsung bekerja. Tentu mudah baginya walau belum terbiasa tapi dia sering gym dan tentu kekuatannya tak main main apa lagi Sasa(Alfin) tak kalah jago bela diri. Pak Dodo yang melihat Sasa tercengang dengan kekuatan Sasa gadis kecil yang berumur masih belasan itu bisa melakukan pekerjaan berat yang seharusnya di kerjakan orang dewasa dan lelaki. Setelah jam 15.15 Sore pekerjaannya selesai dan tentu suara azab sudah berkumandang di masjid Sasa langsung beranjak pergi untuk menunaikan ibadahnya. Sasa langsung pulang setelah bekerja di toko tersebut,sesampainya di rumah Sasa langsung mandi dan merebahkan dirinya di kamar karna dia merasa badanya pegal pegal.
"Aduhhh... kalo gw angkat beban kaya tadi tial hari, mana yang cowo laen enak banget gw semangat sendiri badan gw kaya semplak semua" Gumam Sasa di dalam kamar.
"Saa....Sasaaa... keluar!!!" Teriak Ibu Asih dari luar kamar.
"ihhhhh.... bisa mati kaku gw denger mak gw teriak teriak mulu" Sasa langsung beranjak bangun dan membuka pintu.
"Ngapa lagi sih Sasa capek kerjaa" ucap Sasa jujur.
__ADS_1
"Mana uangnya !!!" ucap Ibu Asih dengan nada tinggi.
"Ehh.. duit gilak apa mak kerja baru tadi dah minta gaji " jawab Hana kesal dengan sikap Ibunya.
Dea melihat hal tersebut berinisiatif untuk menenangkan ibunya "Buk bener kata kak Sasa" ucap Dea menenangkan ibunya.
Setelah perdebatan mereka Sasa langsung makan malam dan melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim, hingga jam menunjukan pukul 08.05 malam dia berbaring dan memandang atap kamarnya dia masih berfikir tentang besok yang akan sekolah.
"Apa gw besok bakal inget siapa gw?? hmmm... ya allah tambahkan diriku" Gumam Sasa.
Setelah itu Sasa tidur walaupun badanya pegal pegal Sasa memilih tidur dari banyak mengeluh. Sasa pagi ini bangun pukul 05.30 pagi, hari ini seperti biasa dia mendengar ocehan ibunya yang entahlah setiap dia ingin memukul Sasa tetapi selalu bisa di tepis Sasa.
Pagi ini Dea mengantar kakaknya di depan sekolahan nya memang sekolah Sasa dan Dea memang tak jauh. Sasa sudah di sambut Al yang kemarin dia tinggal di masjid.
"Pagi sa..."ucap Al sambil tersenyum lebar yang menurut Sasa ngeri tapi jika bagi cewe lain itu ada lah senyuman yang membuat meleleh.
"hmmm..pagi bisa gak lu gak usah senyum kaya gitu gw jadi ngeri anying" Ucap Sasa yang membuat Al terkekeh.
"iya maaf mbak jago hehe" Ucap Al yang membuat Sasa tertawa kecil.
Siswa siswi yang melihat Sasa dan Al tertawa membuat mereka memandang kearah mereka. Berbeda dengan Sindi dan Yesi mereka mendorong Sasa hingga membuat Sasa terjatuh.
"oppsss gak sengaja hehe" Ucap Sindi sambil tertawa bersama dengan Yesi.
"Heyy...lu punya sopan santun gk hahh!!" ucap Sasa yang merasa di rendahkan.
"Sin,yes bisa gak lu gak ganggu Sasa terus sehari aja " Saut Al yang muak dengan sikap Sindi dan Yesi yang keterlaluan.
"Ok gw gak bakal ganggu Sasa asal lu penuhi syaratnya"Ucap Sindi santay.
"Apa???"Tanya Al
BERSAMBUNG.....
__ADS_1