Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar
Bab 5


__ADS_3

"Apa lupa ingatan bisa merubah sikap pa?" Tanya Ibu Nita yang membuat Pak Anjaya bingung.


"Knapa ma? Alfin kenapa?" Ucap Pak Anjaya panik.


"Pa, tenang mama cuma merasa aneh dengan anak kita pa, masa dari tadi menurut mama gak kaya Alfin biasanya"Jelas Ibu Nita.


"Aneh gimana sih ma? yang jelas ngomongnya " ucap Pak Anjaya bingung.


"Lupakan pa, owh ya...katanya Alfin ingin sekolah lagi pa" ucap Ibu Nita mengalihkan topik pembicaraan.


"Papa sudah daftar in Alfin ke Sekolah gak jauh dari sini ma"


"ya udah pa kalo gitu papa langsung mandi sana" ucap Ibu Nita menyuruh Pak Anjaya.


^^


Pagi ini Alfin berpakaian rapi dengan seragam sekolahnya , yang membuat otot badanya agak menonjol karena Alfin yang dulu sering berolahraga dan sering mengasah kekuatan serta daya tahan. Alfin memang anak tunggal tetapi dia selalu di latih disiplin dan tanggung jawab.Papa Alfin ingin Alfin kelak bisa memimpin keluarganya dengan baik.


"pagi sayank"ucap Ibu Nita yang melihat Alfin menuruni tangga.


"pagi ma pa.." Balas Alfin dengan senyum tipis.


"Sarapan dulu sayang" ucap Ibu Nita.


"Fin,Nanti kamu pulang papa jemput ,jadi nanti pokoknya jangan pulang sebelum papa jemput" ucap Pak Anjaya sambil melahap suapan nasi .


"iya pah" jawab Alfin singkat.


Setelah selesai sarapan Alfin langsung berpamitan kepada Ibu Nita. Perjalanan menuju sekolah kurang lebih 10 menit jika arus lalu lintas lancar. Sesampainya di sekolah Alfin langsung masuk, tentu banyak yang melihatnya dan tiba tiba ada seseorang yang sengaja menabrak Alfin.


"aa..duhh sakit" seseorang itu meringis kesakitan pada hal akting,mungkin cita citanya jadi artis.


"Kamu gak papa" tanya Alfin dingin sambil mengulurkan tangan.


"Maaf ya aku faham kamu hanya akting aku sering melihat hal menjijikkan ini" Batin Alfin.


"Aa makasih dan maaf ya aku gak sengaja" ucap seseorang itu sambil tersenyum sedangkan Alfin hanya menunjukan sikap dinginnya.


Alfin hanya mengangguk dan langsung pergi, tetapi pergelangan tangannya di pegang oleh seseorang yang tak ia kenal.


"Ehg..tunggu, hmm..kamu siswa baru ya?"Ucap seseorang tersebut.


"Iya"jawab Alfin dingin.

__ADS_1


"Kenalin nama aku Winda" ucap Winda yang memperkenalkan diri.


"Oke" Jawab Alfin singkat.


Tanpa lama lama Alfin meninggalkan Winda yang ingin terus terus bertanya. Setelah sampai di ruang kepala sekolah dan berbicara kepada kepala sekolah,bel sekolah pun berbunyi yang menandakan jam pembelajaran akan di mulai. Alfin mengikuti Ibu Wulan selaku wali kelas Alfin. Setelah sampai di depan kelas Alfin berhenti dan menunggu panggilan Ibu Wulan.


"Pagi anak anak..." Sapa Ibu Wulan kepada para siswa dan siswi di kelas.


"Pagi bu.."jawab siswa siswi bersamaan.


"baiklah sebelum kita melanjutkan pelajaran, ibu akan memperkenalkan teman baru kalian ya" ucap Ibu Wulan.


"cewe apa cowo bu?"Tanya salah satu siswi.


"kalo cowo pasti ganteng ya bu" tambah salah satu siswi yang penasaran.


"idih soal cowo aja semangat 45" saut salah satu siswa.


"udah stop! dengerin ibu dulu. Baiklah Alfin kamu silahkan masuk ke kelas" ucap Ibu Wulan seraya mempersilahkan Alfin masuk.


Setelah masuk kelas semua mata melihat Alfin. Sikapnya dingin dan tak ada senyum di bibirnya,karena Alfin (Sasa) sudah lama tak tersenyum dan lupa bagaimana tersenyum. Alfin akan tersenyum hanya untuk keluarganya dan tidak untuk orang lain.


"Baiklah perkenalkan dirimu kepada teman barumu Alfin" ucap Ibu Wulan.


Alfin hanya mengangguk faham dan kemudian memperkenalkan diri.


Ibu Winda merasa aneh dengan Alfin karna Alfin mengucapkan kata kata singkat padat dan jelas. Sedangkan siswi belakang termasuk Winda merasa aneh dengan sikap dingin Alfin.


"Sumpah tu cowo ngomongnya aja SPJ dan gak ada senyum senyumnya lagi, tapi ganteng" ucap teman sebangku Winda yang bernama Chika.


"iya sih tapi baik banget tadi gw jatuh di bantuin walau cuma uluran tangan " saut Winda.


"Itu kan lu cuma modus win" saut Chika yang faham sikap Winda.


"Suka suka dong" ucap Winda sambil memalingkan wajahnya dan kembali menatap Alfin.


Setelah perkenalan Alfin langsung duduk di bangku kosong di pojok bagian belakang dengan seorang laki laki. Pembelajaaran di mulai dengan baik tetapi tidak dengan Alfin, Alfin kesulitan membaca apa yang ada di papan tulis.


Sampai akhirnya Alfin memutuskan untuk bertanya kepada teman sampingnya yang bernama Robby. Robby sudah tau Alfin karna dulu sebelum Alfin pindah, Robby telah mengenal banyak tentang Alfin. Jam pembelajaran usai dengan di tandakan dengan bel sekolah yang berbunyi.


"Maaf, aku bisa pinjam buku catatan mu" ucap Alfin sambil memandang ke arah Robby.


"Gw gak nyatet bro hehee gw gak faham tadi " jawab Robby sambil cengingisan.

__ADS_1


" tidak mencatat tapi ketawa santay" Batin Alfin


"Ayok ke kantin bro, lu pasti dah kenal gw kan? " ajak Robby.


Alfin hanya menggeleng tak mengerti maksud Robby.


"Lah jangan bo'ong, kita dah kenal lama walau beda sekolah dulu. gw gak nyangka lo sekolah sini bro " ucap Robby sambil beranjak berdiri.


Alfin hanya menggeleng tak faham yang fi maksud barunya itu.


"mana mungkin lo gak tau apa apa boong ae lo" jawab Robby keheranan.


Alfin tak menanggapi ucapan Robby. Robby sendiri juga bingung dengan sikap Alfin yang sekarang.Alfin memang tak mengenal satu pun orang di sekolah yang Alfin tau hanya Robby.


Alfin dan Robby langsung ke kantin untuk makan. Mereka langsung memesan makanan untuk mengisi perut mereka. Tak lama setelah mereka memesan makanan Winda dan Chika langsung menghampiri tempat Alfin dan Robby.


"Aduhh... dah biji ketumbar dateng sama si toge lagi" ucap Robby yang terganggu dengan kedatangan Winda dan Chika.


"Boleh duduk di sini gak?"Tanya Winda sambil mendekati bangku kosong di samping Alfin.


"Kagak, heh biji ketumbar pergi lo ganggu aja" ucap Robby sambil memandang kearah Winda dan Chika.


"Heh demit pinggir gang, gak usah ngusir lo aja yang pergi" ucap Chika yang tak mau di kata katain Robby.


"Lo ngapain sewot. Alfin aja diem lo sewot" saut Winda yang ikut tak terima.


"Gw gak suka pasti lo berdua deket deket pasti ada maunya" ucap Robby.


Alfin langsung pergi meninggalkan mereka tanpa seucap kata sedikit pun. Alfin memang cuek dan cenderung tak suka dengan omongan yang menurutnya kurang penting.


"Eeh..fin " panggil Robby sambil beranjak pergi.


"Gara gara lo Alfin pergi" ucap Chika yang tak suka dengan Robby.


"Elo toge... bukan gw" ucap Robby seraya meninggalkan Winda dan Chika yang terlihat kesal.


Robby langsung mengejar Alfin yang telah pergi meninggalkannya tadi. Alfin langsung pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku bacaan. Robby merasa aneh dengan sikap Alfin yang sekarang hanya mengikuti Alfin dari belakang.


"Kenapa mengikuti saya?" Tanya Alfin yang merasa tidak nyaman dengan Robby yang terus mengikuti Alfin terus.


"Gak papa bro gw cuma aneh aja " ucap Robby terang terangan.


"Aneh apanya?" Tanya Alfin yang masih fokus mencari buku.

__ADS_1


...BERSAMBUNG……...


Gak suka skip...


__ADS_2