
"Masih tidak aktif, Si! mungkin suami mu masih meeting, sebaiknya kita hubungi nanti saja, kau istirahat saja ya! aku akan membeli beberapa makanan dulu di kantin!" Tutur Ariana sebelum meninggalkan Lusi dari ruangan tindakan.
Sepeninggalan Ariana, ponsel Lusi berdering dan menampilkan nama sang suami yang menghubungi. Di gesernya gambar hijau di layar benda pipih tersebut. Lusi memberitahu apa yang terjadi padanya saat itu pada, Viky. Pria tampan blasteran tersebut sampai memutuskan untuk menghentikan proyek pekerjaannya sejenak agar dia bisa secepatnya melihat keadaan sang istri.
"Rei, kau atur ulang jadwalnya ya! aku harus pulang saat ini juga! istriku membutuhkan ku! kita bahas ini setelah aku kembali saja!" Tutur Viky memberi sang asisten perintah.
"Baik Tuan!" Jawab Rei patuh.
Viky segera kembali ke Kota istrinya. Beruntung dia menggunakan helikopter sebagai alat transportasi nya, sehingga tak memakan banyak waktu untuknya bisa tiba mengunjungi sang istri.
"Sayang, apa yang sebenarnya terjadi?!" Tanya Viky setelah tiba di ruangan Lusi.
Lusi pun menceritakan semua kejadian yang menimpanya hari itu tanpa terlewatkan sedikit pun. Viky berpikir sejenak, di rasanya sang istri tidak pernah memiliki musuh. Tapi siapa orang yang menerornya? apa mungkin, rival bisnisnya ya? jika itu benar, tentu Viky tak akan segan-segan memberantas orang tersebut hingga tak bisa lagi mengganggu istrinya.
"Aku akan mencari tahu sampai dapat pelakunya, sayang! sebaiknya kau istirahat saja sekarang! aku akan menemanimu, di sini!" Seru Viky seraya mengecup kening Lusi.
"Ky, aku takut! aku takut orang itu akan datang lagi jika kau tidak ada!" Keluh Lusi terlihat masih ketakutan.
"Tenanglah, sayang! aku tidak akan meninggalkanmu sedetik pun mulai sekarang!" Sahut Viky menenangkan sang istri.
Perlahan kedua mata Lusi memejam. Mungkin masih efek dari obat yang di berikan rekan Dokternya setelah memeriksanya tadi. Viky segera menghubungi salah satu orang kepercayaannya di bidang IT, saat itu juga Viky segera mencari tau siapa pelaku yang berani mengganggu istrinya.
"Segera dapatkan informasinya, secepatnya! aku tidak mau orang itu kembali meneror istriku lebih bahaya dari ini!" Tutur Viky memerintah di balik sambungan telepon yang dia lakukan.
"Baik, Tuan! segera saya laksanakan!" Jawab orang kepercayaan Viky di bidang IT itu.
Di lain tempat, tepatnya di Kota yang baru saj Viky tinggalkan demi menemui sang istri. Seorang wanita yang tak lain Siren, sedang mengamuk tak karuan saat tau jika anak buahnya telah gagal menjalankan misinya. Ya! dalang di balik kejadian yang menimpa Lusi hari itu tidak lain adalah, Siren. Wanita gendut dan kucel yang bertransformasi menjadi cantik dan langsing setelah melakukan serangkaian treatment ketat.
"Bo*doh! kenapa kalian bisa gagal! kalian benar-benar tidak becus melenyapkan satu nyawa saja! argghh!!" Amuk Siren di sebuah hotel tempatnya singgah di Kita tersebut.
"Maaf Nyonya! suasananya begitu ramai saat itu, sehingga dengan mudah, perempuan itu di tolong orang-orang di sana!" Jawab salah satu orang suruhan Siren.
"Alasan! kalian memang tidak berguna! percuma aku membayar kalian mahal! pergi sekarang juga dari hadapanku!" Teriak Siren penuh amarah.
__ADS_1
"Nona, sebaiknya Nona tenang dulu! jika tidak, otot-otot Anda akan kembali melonggar!" Tegur asisten Siren yang bernama Grey.
"Astaga! kau benar Grey! aku harus bisa menahan emosiku!" Ucap Siren seraya mengatur nafasnya agar teratur kembali.
"Ini semua gara-gara wanita sia*lan itu! aku benar-benar harus melenyapkannya, secepatnya!" Batin Siren.
Dua hari kemudian, kondisi Lusi berangsur membaik. Bahkan dia sudah mulai membuatkan kembali sarapan untuk suaminya setelah hari kemarin pulang dari Rumah Sakit.
"Emm... baunya enak sekali! coba ku cicipi!" Seru Viky menghampiri sang istri yang sedang mengaduk masakannya di atas wajan.
"Haist! kau belum cuci muka, Ky! sana bersihkan diri dulu!" Usir Lusi seraya menuang masakannya yang baru matang.
"Baiklah-baiklah! tapi morning kiss dulu ya!" Pinta Viky seraya memanyunkan bibirnya.
Pluk...
Tepat di wajah tampan suaminya, Lusi mendaratkan sebuah lap yang masih bersih.
"Kenapa istriku berubah jadi penjahat sih?! tidak asik!" Rutuk Viky mengalah seraya melenggang kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Makanan untuk sarapan sudah tertata rapi di atas meja makan. Pagi itu Lusi membuat beberapa makanan simpel untuk sarapan dia dan suaminya. Sedangkan kedua ART nya sudah terbiasa memasak sendiri dengan bahan makanan yang sama yang ada di dalam lemari pendingin majikannya.
15 menit kemudian, Viky menghampiri kembali meja makan dengan pakaian yang sudah rapih. Rencananya hari ini, dia akan meninjau perkembangan proyek yang sempat tertunda dua hari lalu.
"Nah... kalau seperti ini kan tampan!" Puji Lusi seraya membenarkan dasi suaminya yang sedikit miring sebelum mereka berdua duduk di kursi makan.
"Aku memang sudah tampan dari sejak lahir, sayang!" Ucap Viky percaya diri.
"Haist! dasar narsis! ayo kita sarapan!" Sahut Lusi seraya menuangkan beberapa masakan ke dalam piring suaminya.
"Sayang! hari ini... aku keluar Kota lagi ya?!" Cicit Viky sedikit pelan. Dia masih takut jika sang istri tak mengijinkannya pergi seperti hari kemarin. Padahal proyek yang sedang Viky tangani kali ini merupakan proyek yang cukup besar.
"Hm... apa memang harus pergi hari ini ya?!" Ucap Lusi tak bersemangat.
__ADS_1
"Aku janji akan menyelesaikannya secepat mungkin, sayang! setelah selesai, aku akan segera pulang untuk menemui mu!" Sahut Viky seraya menggenggam tangan sang istri di atas meja makan.
Lusi nampak diam saja, entah apa yang Dokter cantik itu pikirkan. Hingga akhirnya Viky memanggilnya lagi.
"Sayang! aku tidak akan pergi lama! aku janji!" Ucap Viky seraya mengeratkan pegangan tangannya di kedua tangan sang istri.
"Tapi kau harus selalu menghubungiku! dan ingat! jangan melirik wanita mana pun selain aku!" Tutur Lusi penuh peringatan.
"Siap laksanakan Ratu ku!" Sahut Viky seraya memberi hormat layaknya sedang upacara bendera pada sang istri.
"Lebai! ya sudah, cepat habiskan sarapannya!" Seru Lusi seraya menyendok makanannya.
Setelah drama pagi di meja makan tersebut, Viky akhirnya terbang kembali ke Kota yang kemarin sempat dia tinggalkan. Namun ternyata, proyek tersebut sudah berhasil Rei tuntaskan. Kali ini Viky hanya perlu memantau langsung bahan baku untuk produk terbaru kosmetiknya.
Semenjak tau jika di Desa Joni, pekerja buruhnya yang sempat dia tolong waktu itu, banyak di tanami berbagai tumbuhan yang dia cari. Viky akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan Kepala Desa tersebut untuk memasok sebanyak mungkin tanaman yang dia butuhkan. Setelah di sepakati, akhirnya Viky kembali ke Desa tersebut.
"Rei, kau sudah memastikan putri Pak Manuel itu aman kan kali ini?!" Tutur Viky saat mereka masih dalam perjalanan menuju Desa perbatasan.
"Tenang saja Tuan, sepertinya kali ini gadis itu tidak akan berani macam-macam lagi! saya sudah memberinya peringatan dengan foto yang saya temukan di ponselnya setelah meretasnya waktu itu!" Sahut Rei seraya mengembangkan senyum di bibirnya.
"Baguslah! pokoknya kau harus selalu waspada pada gadis itu, aku tidak mau istriku berpikiran macam-macam jika tau dia mengganggu kita lagi!" Ucap Viky kembali fokus pada Ipad-nya yang sedari tadi dia gunakan untuk mengecek saham miliknya.
.
.
.
.
.
See you next episode guys 😘😘😘
__ADS_1