
"Astaga! ya sudah, ayo kita bawa sekarang!" Seru Nenek Wenda tak kalah panik setelah tau penyebab kepanikan cucunya.
Di tempat kejadian, Sunny semakin kesal dan geram pada Sandra. Dia tidak menyangka, jika Daniel akan sepanik itu ketika mengetahui pelayan murahan itu terluka. Sedangkan Daniel dan Nenek Wenda, kini sedang di perjalanan menuju rumah sakit.
Jika kalian bertanya kenapa mereka bisa bebas belanja di Mall dan melarikan diri ke Rumah Sakit. Jawabannya, tentu atas kuasa Nenek Wenda yang menggunakan beberapa anak buahnya untuk melindungi mereka kemana pun mereka pergi. Jika tidak, sudah dapat di pastikan, para paparazi pemburu berita viral pun akan mengerumuni cucunya yang saat ini tengah membawa kekasihnya menuju Rumah Sakit.
"Dokter, tolong periksa dan obati kaki pacar saya! cepat!" Seru Daniel setelah mendudukkan Sandra di atas tempat tidur pasien.
"Baik, Tuan! mohon tunggu di luar dulu! biar kami tangani pasien dengan leluasa!" Sahut salah satu Suster yang mendampingi seorang Dokter yang kini sudah mulai memeriksa kaki Sandra.
Setelah di cari penyebab darah yang mengalir dari kaki Sandra, Dokter pun segera menindaknya saat itu juga. Tak butuh waktu yang lama, akhirnya sebutir paku yang lumayan panjang dan tajam berhasil di cabut dari Kaki Sandra.
"Syukurlah pakunya masih baru, jadi tidak akan terlalu mengkhawatirkan karat yang masuk, tapi tetap akan kami bersihkan sekarang!" Tutur Dokter seraya membersihkan dan membalut kaki Sandra menggunakan kasa steril.
"Ya Tuhan, kenapa bisa ada paku di toko tadi ya? rasanya tidak akan mungkin jika tidak sengaja, sebab toko yang kita datangi tadi adalah toko terkenal. Mereka mungkin mengabaikan hal berbahaya seperti ini, kecuali ada orang yang sengaja menaruh pakunya!" Ucap Nenek Wenda dengan taksirannya.
"Nenek, benar! aku rasa memang ada yang sengaja menaruh pakunya! aku akan menyuruh Bram untuk mengecek CCTV di toko itu sekarang juga!" Sahut Daniel bergerak cepat menguak semua teka teki peristiwa yang tak masuk akal itu.
Tak butuh waktu yang lama, Daniel kembali di hubungi asistennya yang mengirimkan apa yang dia minta beberapa saat lalu. Setelah di periksa, Daniel menggeram kesal. Rahangnya terlihat mengeras dengan kilat merah di kedua matanya.
"Kurang ajar! lihat saja nanti! aku pasti akan membalasnya!" Gumam Daniel penuh amarah.
"Bagaimana, Dan? apa kau sudah tau penyebabnya?" Tanya Nenek Wenda.
"Pakunya memang sengaja di simpan seseorang, Nek! dan yang membuatku geram. Ternyata yang melakukannya model murahan itu!" Tutur Daniel.
"Astaga! apa maksudmu, Sunny?!" Tanya Nenek Wenda memastikan. Daniel hanya menganggukkan kepalanya.
"Aku akan buat perhitungan padanya, aku tidak terima dengan perlakuan tak bermoral ya ini!" Ucap Daniel.
"Tuan! eh, maksudku... sayang! aku benar-benar tidak apa-apa! kau tidak perlu cemas!" Seru Sandra setelah Dokter selesai membungkus kakinya dengan kasa steril.
__ADS_1
"Tidak apa-apa bagaimana? jelas-jelas kakimu berdarah banyak, tadi! pokoknya aku akan meminta perhitungan padanya! enak saja dia mencelakai mu sesuka hatinya!" Rutuk Daniel yang membuat Sandra terbawa perasaan.
"Tuan Daniel terlihat begitu cemas padaku! apa mungkin, dia benar-benar dengan perasaannya itu, atau hanya bagian dari sandiwara?!" Lirih Sandra dalam hati.
"Untuk sementara kakinya jangan dulu terkena air ya! saya akan resep kan dulu obatnya, permisi!" Ucap Dokter.
"Baik Dokter, terimakasih!" Ucap Sandra.
"Sebaiknya, sekarang kalian pulang ke mansion Nenek, ya! Nenek jadi khawatir jika Sandra pulang ke apartemennya! bisa-bisa, wanita licik itu mencelakainya lagi!" Seru Nenek Wenda yang segera di sanggah oleh Daniel.
"Tidak perlu, Nek! biar, Sandra istirahat di apartemen Daniel saja. Daniel akan merawat dan menjaganya dengan sungguh-sungguh!" Sahut Daniel.
"Tapi kan kalian belum menikah, Nenek tidak ingin kalian melakukan hal macam-macam sebelum kalian resmi menikah!" Tutur Nenek Wenda.
"Ka...kami tidak mungkin berbuat macam-macam, Nek! lagi pula, di apartemen Daniel kan ada dua kamar! Sandra bisa tinggal di kamar satunya lagi selain kamar Daniel!" Sahut Daniel.
"Tuan, eh, maksudku Daniel benar, Nek! aku bisa istirahat di kamar satunya lagi di apartemen Daniel, jadi Nenek tidak perlu khawatir!" Ucap Sandra membantu meyakinkan.
"Tidak mungkin!".
"Boleh!" Seru Sandra dan Daniel bersamaan, tentunya dengan jawaban mereka yang berbeda, yang membuat Nenek Wenda mengerutkan keningnya.
"Kenapa tidak mungkin? apa kau tidak mencintai cucu ku?!" Tanya Nenek Wenda skeptis.
"Bu...bukan begitu maksud ku, Nek! ta... tapi, kaki ku kan masih sakit! jadi tidak mungkin kita menikah dalam waktu dekat, kan?!" Tutur Sandra tersendat seraya mencari ide untuk menjelaskan alasan yang masuk akal.
"Ha... kau benar juga! ya sudah, sebaiknya kita sekarang pulang saja, Nenek akan ikut menginap di apartemen Daniel selama kaki mu belum sembuh!" Seru Nenek yang membuat Daniel membulatkan matanya.
"Hah?! Nenek kenapa ikut menginap juga? aku kan sudah bilang, kalau aku akan menjaga dan merawatnya dengan sungguh-sungguh, jadi Nenek tidak perlu repot-repot menginap lagi!" Sahut Daniel.
"Kalian kenapa terlihat tak ingin aku temani, sih? kalian sedang menyembunyikan sesuatu ya dariku?!" Sarkas Nenek Wenda.
__ADS_1
"Ti...tidak mungkin, Nek! aku tidak mungkin menyembunyikan sesuatu dari, Nenek! lagi pula apa yang aku sembunyikan, sih?!" Ucap Daniel bersikap sesantai mungkin agar Nenek Wenda tak semakin curiga.
Jika Neneknya sampai menginap di apartemen, sudah pasti rahasia mereka akan terbongkar. Karena nyatanya, Sandra memang sudah tinggal bersama Daniel di apartemennya sejak beberapa hari lalu.
"Bagaimana ini?! pakaian-pakaian ku kan sudah ada di sana semua! jika Nenek sampai menginap, dia pasti akan tau, jika aku sudah tinggal di sana sebelumnya! apa aku jujur saja ya? kalau aku hanya bersandiwara menjadi pacarnya Tuan Daniel?!" Gusar Sandra dalam hati.
"Tapi sikap kalian berdua membuat Nenek curiga! ya sudah lah! aku akan mengantar kalian saja sekarang!" Sahut Nenek Wenda.
Padahal, jauh dari perkiraan Daniel mau pun Sandra. Ternyata Nenek Wenda sudah tau semua rencana mereka. Jangan tanya lagi bagaimana Nenek Wenda mengetahuinya, Jawabannya, tentu berkat kuasanya lagi. Dengan mudah dia selalu mendapatkan informasi apa pun tentang cucu satu-satunya itu. Bukan tanpa alasan, Nenek Wenda melakukannya. Khawatir akan keterpurukan lah yang menjadi dasar niatnya melakukan pengintaian gerak gerik sang cucu.
Setelah tau gosip yang beredar tentang cucunya, Nenek Wenda sigap bertindak. Rasa sayangnya pada Daniel memang tiada tara. Sehingga melebihi rasa sayangnya pada putranya sendiri, yaitu Papah Daniel.
"Aku tau kalian sedang mengarang cerita, Dan! ha... andai kalian jujur, Nenek pasti akan tetap mendukung kalian! karena Nenek rasa, Sandra memang wanita yang cocok untuk bersanding dengan mu! dia bisa membawa keceriaan mu kembali!" Batin Nenek Wenda.
Tak lama berselang, Dokter kembali memberikan resep obat yang harus di tebus untuk Sandra. Akhirnya setelah selesai, mereka pulang ke Apartemen Daniel.
Di perjalanan, Daniel tak melepaskan tautan tangannya sekejap pun dari tangan Sandra. Pria itu seakan takut kehilangan benda berharganya. Sehingga Daniel tak mau melepasnya barang sebentar pun.
"Kalian yakin, tak ingin menyegerakan pernikahan?!" Tanya Nenek saat mereka masih di perjalanan.
"Aku sih, mau-mau saja, Nek! tapi aku tidak ingin memaksa Sandra! biar bagaimana pun, dia juga berhak menentukan hidupnya!".
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode 😘😘😘