Jodoh Dokter Cantik

Jodoh Dokter Cantik
Eps 41.


__ADS_3

"Baiklah, Tuan! sampai berjumpa lagi!" Ucap Sandra seraya beranjak turun dari mobil Viky.


Setelah menurunkan Sandra di pinggir jalan, Viky segera bergegas kembali ke tujuan awalnya untuk menemui sang istri tercinta. Untungnya jalanan berangsur lengang, sehingga Viky bisa sedikit cepat untuk tiba di rumah Mamih Alina.


"Sayang, maaf aku terlambat! jalanan nya macet!" Tutur Viky seraya menghampiri sang istri yang tengah menunggunya di ruang makan.


Di kecupannya pucuk kepala sang kekasih hati. Menyalurkan rasa sayang dan sesal yang telah membuat wanitanya menunggu di meja makan.


"Duduklah! aku akan tuangkan nasinya untukmu!" Seru Lusi yang entah mengapa sikapnya sedikit datar pada Viky.


"Sayang, apa kau marah padaku?!" Tanya Viky yang peka dengan perubahan sikap istrinya.


"Untuk apa aku marah padamu? cepatlah makan dan kembalilah bekerja! kau harus menyelesaikan pekerjaanmu hari ini, kan?!" Sahut Lusi seraya memberikan piring yang sudah di isi makanan untuk suaminya.


Meski suasana hatinya sedang tidak baik, Lusi berusaha tetap melayani Viky seperti biasanya. Sebenarnya sesaat sebelum Viky tiba tadi, Lusi mendapat foto suaminya yang tengah mengendarai mobil bersama wanita bergaun putih. Di foto itu terlihat sang wanita begitu bahagia tersenyum menatap Viky, mungkin saat itu Sandra yang tak lain wanita di foto itu tengah tersenyum senang karena Viky mau menolongnya. Lusi kembali mengingat foto tadi saat suaminya sedang melahap makan siangnya. Dia sendiri masih penasaran dengan orang yang mengirim foto suaminya itu.


"Apa Viky selingkuh di belakang ku? kenapa dia juga tidak jujur telah bersama wanita itu tadi?!" Batin Lusi.


"Sayang, apa Mamih sudah membaik?!" Tanya Viky setelah menghabiskan makan siangnya.


"Hm... Mamih sedang istirahat sekarang!" Jawab Lusi singkat seraya beranjak menyimpan piring kotor.


"Ha... dia kenapa dingin begini lagi sih?!" Gumam Viky menatap nanar kepergian sang istri ke arah dapur.


Malam kian menyapa, Lusi memutuskan menginap di rumah Mamih Alina. Awalnya Viky tak memberi ijin, namun setelah melihat kondisi mertuanya, Viky pun menjadi tidak tega dan berniat ikut menginap juga di rumah mertuanya itu.


"Kau pulanglah, Ky! biar aku saja yang menjaga Mamih, kau harus bekerja besok!" Ucap Lusi.


"Kenapa kau seperti sedang mengusirku?! sayang! jika kau marah padaku, jangan seperti ini! bicaralah, biar aku bisa memperbaiki sikap!" Tutur Viky yang sudah geram dengan sikap datar istrinya.


"Aku tidak marah padamu! aku hanya ingin kau pulang malam ini! aku akan mengurus Mamih sendirian!" Sahut Lusi bersiap melenggang meninggalkan suaminya yang masih berdiri di ruang Keluarga.


Secepat kilat, Viky mencekal pergelangan tangan Lusi dan menariknya hingga membentur dadanya.


"Lepas, Ky! aku harus memeriksa Mamih!" Berontak Lusi.


"Tidak, kau harus bicara dulu denganku, kenapa sikapmu berubah dingin seperti ini? sayang! aku benar-benar tidak suka sikapmu begini!" Tutur Viky yang masih memeluk Lusi dengan erat.


"Kalau tidak suka, ya sudah! kau cari saja pengganti ku, atau kau memang sudah punya pengganti ku, ya?!" Ketus Lusi.

__ADS_1


"Kau bicara apa sih?! siapa bilang aku punya penggantimu! di hatiku cuman ada namamu sayang, percayalah! aku tidak mungkin mengkhianati orang aku cintai!" Jelas Viky.


Lusi hanya diam tanpa ingin menyahut lagi, perasaannya masih tak karuan. Apa lagi foto kiriman orang misterius itu masih berputar jelas di ingatannya.


"Lepas! aku akan memberi obat untuk Mamih!" Seru Lusi seraya melepas tangan Viky secara kasar.


"Astaga! apa yang terjadi sih?! kenapa sikapnya jadi seperti ini?!" Gerutu Viky bermonolog setelah Lusi berlaku dari hadapannya.


Viky terus membujuk Lusi untuk ikut menginap di rumah mertuanya, namun Lusi tetap mengusirnya dengan berbagai alasan. Apa lagi, disaat yang bersamaan, Rei menghubungi Viky untuk memberitahunya jadwalnya besok pagi yang harus dia hadiri sendiri.


"Pergilah! aku bisa menjaga diri dan Mamih sendiri! aku akan menghubungimu jika memerlukan bantuan!" Ucap Lusi.


"Ha... baiklah! aku akan pulang sekarang! tapi kau harus segera menelepon ku jika terjadi sesuatu ya! aku juga akan menyuruh beberapa anak buah ku berjaga di sini!" Sahut Viky mengalah.


Setelah memastikan penjagaan Istri dan mertuanya aman di bawah pengawasan anak buahnya. Viky segera kembali ke rumahnya sesuai permintaan Lusi.


Keesokan harinya. Pagi sekali, Viky sudah berangkat ke perusahaan untuk menyiapkan berkas pentingnya sebelum melangsungkan meeting dengan beberapa kolega bisnisnya.


"Rei, tolong kau suruh bagian pantry untuk buatkan aku late ya!" Pinta Viky.


"Baik Tuan! akan saya buatkan!" Sahut Rei.


"Maaf Tuan, petugas pantry kita baru saja cuti melahirkan, jadi untuk sementara saya yang akan buatkan minuman Tuan!" Tutur Rei.


"Hm... kalau begitu kau segera buka lowongan lagi saja untuk sementara ini, biarlah petugas pantry sebelumnya menikmati cutinya dulu!" Perintah Viky.


"Baik Tuan!" Jawab Rei seraya melenggang pergi dari ruangan Viky.


Siang menjelang, Viky yang baru saja selesai menuntaskan meeting memilih makan siang di sebuah restoran tak jauh dari perusahaannya.


"Rei, jika Daniel sudah datang kau hubungi aku saja, aku akan makan di Restoran sebelah, sebentar!" Tutur Viky.


"Baik Tuan!" Jawab Rei patuh.


Di Restoran, Viky tak memesan makanan yang terlalu berat seperti biasanya dia makan siang. Entah mengapa nafsu makannya sangat jelek siang itu. m


Mungkin karena Lusi masih mendiamkannya setelah hari kemari orang misterius mengirimnya foto sang suami.


"Hm... makan pun jadi terasa hambar!" Keluh Viky bergumam.

__ADS_1


Tiba-tiba, dari arah belakang Viky duduk. Segelas minuman tumpah begitu saja mengenai pakaian mahalnya.


Byurr....


"Maaf, maaf Tuan! Aku benar-benar tidak sengaja! maaf ya!" Ucap sang pelayan Restoran yang tak sengaja menumpahkan minuman pada pakaian Viky.


"Astaga! kau tidak bisa beker.... kau!!!" Umpat Viky tercekat seraya menunjuk wajah sang pelayan Restoran yang ternyata, Sandra.


"Tuan Viky!! akhirnya kita bertemu lagi!" Sahut Sandra.


"Hah, dasar sial, kenapa aku bertemu wanita aneh ini lagi?!" Batin Viky.


Manager Restoran yang sempat melihat kejadian pun menghampiri dan segera menegur Sandra untuk memberinya sangsi.


"Maaf Tuan, ini semua kesalahan pelayan kami, sebagai bentuk permintaan maaf kami! kami akan menghidangkan menu terbaik Restoran kami pada anda secara percuma!" Tutur Manager Restoran.


"Tidak perlu! nafsu makan ku sudah hilang karena wanita ini!" Ucap Viky seraya beranjak dan melenggang pergi.


"Tu...Tuan! maafkan atas pelayanan kami! kami harap anda tidak membawa hal ini ke publik!" Kejar Manager Restoran membujuk.


"Tenanglah, aku tidak akan membuatmu gulung tikar!" Ucap Viky seraya memasuki mobilnya.


Tanpa berkata lagi, Viky segera melajukan mobilnya kembali ke perusahaan. Moodnya sudah sangat berantakan siang itu. Setelah sampai di ruangannya, Viky segera mengganti pakaiannya yang basah. Beruntung, Viky selalu menyediakan pakaian ganti di ruangannya itu.


"Tuan, kenapa pakaian anda basah?!" Tanya Rei saat melihat Viky baru saja turun dari mobilnya.


"Aku sedang sial, Rei! tolong parkir kan mobilku ya!" Sahut Viky seraya menyerahkan kunci mobilnya pada sang asisten.


Di salah satu rumah cukup mewah, terdengar perdebatan cukup sengit antara sepasang orangtua dan juga seorang pemuda.


"Itu bukan anak Daniel, Mam! Sunny dan aku selalu melakukannya menggunakan pengaman!" Tutur Daniel yang tak lain pemuda yang sedang berdebat dengan kedua orangtuanya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2