
"Hm... tunggulah sebentar!" Ketus Sandra seraya melenggang meninggalkan Daniel di mejanya.
Setelah menyajikan hidangan pesanan Daniel, Sandra kembali ke tempatnya berjaga. Sejurus kemudian, ponselnya berdering dan menampilkan notifikasi jika dia memiliki pesan masuk di aplikasi chat nya.
"Kak! Ibu drop lagi! Dokter bilang, Ibu harus segera di operasi!" Isi chat yang dikirim ke ponsel Sandra.
"Ya Tuhan! aku harus bagaimana sekarang?!" Gumam Sandra sendu.
"San, kau kenapa?!" Tegur Miki menghampiri.
"Ibu ku, Mil! dia harus segera di operasi secepatnya! tapi aku masih kekurangan biaya untuk administrasinya!" Tutur Sandra menunduk lesu dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.
"Maafkan aku, San! aku tidak bisa membantu banyak, aku hanya memiliki uang ini, semoga bisa sedikit membantu mu, ya!" Sahut Mili seraya memberikan amplop yang berisi uang yang dia sisihkan untuk teman kerjanya itu.
"Terimakasih, Mil! tapi kau juga sedang membutuhkan banyak uang untuk biaya adikmu kuliah kan?! Kau simpan saja uangmu ini! aku akan coba berbicara pada bos untuk meminta pinjaman!" Tutur Sandra seraya menyapu sisa air matanya dengan kedua punggung tangannya secara bergantian.
Tanpa mereka tau, ternyata Daniel telah mendengar percakapan mereka berdua. Entah mengapa, setelah mendengar keluhan Sandra, Daniel seakan ikut bersedih dengan ke pilu an yang gadis itu rasakan.
"Ternyata beban hidupnya lebih berat di bandingkan aku! ha... kenapa aku jadi ikut sedih ya saat tau dia sedang kesulitan seperti ini?!" Batin Daniel.
Sandra yang berencana menghampiri sang bos akhirnya beranjak meninggalkan Mili. Namun saat dia baru saja keluar dari ruangan khusus pelayan, dirinya di buat terkejut oleh kehadiran Daniel yang sudah berdiri tegap di hadapannya.
"Tu...Tuan! apa kau membutuhkan sesuatu?!" Tanya Sandra.
"Ya, aku butuh kau untuk membuatkan ku makanan di apartemen! kebetulan sudah seminggu ini, ART ku mengundurkan diri karena ikut bersama putranya pindah ke luar Negeri!" Tutur Daniel to the points.
"A...aku tidak bisa, Tuan! aku harus bekerja di klub malam setelah pulang bekerja dari sini!" Sahut Sandra.
"Aku akan membayar mu dua kali lipat, jika kau mau berkerja denganku!" Tawar Daniel mengimingi.
"Du...dua kali lipat?! lumayan sih, tapi aku kan baru saja bekerja di sana! pasti aku akan kena denda kontrak kerja jika berhenti sekarang!" Batin Sandra.
"Bagaimana?! apa kau setuju?!" Tanya Daniel lagi.
__ADS_1
"Aku baru saja bekerja di klub, Tuan! jadi aku rasa, aku tidak bisa bekerja padamu! aku pasti kena denda kontrak kerja jika mengundurkan diri saat ini!" Ucap Sandra apa adanya.
"Aku akan membayarkan denda kontrak kerjamu itu! Aku juga ingin, kau berhenti bekerja dari Restoran ini! kau harus bekerja padaku, 24 jam penuh!" Tutur Daniel yang membuat Sandra tercengang.
"Hah! 24 jam?! kau gila ya, Tuan! tidak, tidak.. aku tidak mau bekerja dengan mu!" Tolak Sandra.
"Hei! dengarkan dulu! aku tidak sekejam yang kau pikirkan! kau masih bebas ke luar untuk menemui Ibu mu jika pekerjaan mu sedang senggang! kau juga bisa tinggal di kamar kosong apartemenku jika kau mau, itu bisa menghemat pengeluaran untuk transportasi mu, bukan?!" Seru Daniel.
"Tinggal di apartemen? sepertinya itu memang lumayan! aku bisa menghemat biaya transpor ku jika harus bolak balik dari rumah ke apartemennya!" Batin Sandra.
"Bagaimana? apa kau setuju? atau kau ingin aku membayar denda kontrak kerja di Restoran ini juga?!" Ucap Daniel memecah lamunan Sandra.
"Ah, kau benar! aku juga baru bekerja di Restoran ini, tapi... " Sahut Sandra yang tak ingin terlalu membuat Daniel mengeluarkan banyak uang untuknya.
"Sudahlah! sekarang sebaiknya antar aku menemui bos nu saja! kau harus bekerja padaku malam ini juga! kebetulan aku ingin pulang ke apartemen malam ini, jadi kau harus membersihkannya agar aku nyaman beristirahat di sana!" Seru Daniel seraya menarik pergelangan tangan Sandra.
"Tapi, Tuan..." Sanggah Sandra.
Kita tinggalkan dulu pasangan baru ini. Kita beralih pada pasangan suami istri yang masih bersitegang, setelah kesalahpahaman yang menerima mereka.
Tiba di pekarangan rumahnya, Viky segera turun dan membukakan pintu mobil untuk istrinya. Selama di perjalanan tadi, Lusi ternyata tertidur karena terlalu lelah. Akhirnya, Viky memutuskan menggendong dan membaringkannya di atas tempat tidur mereka.
"Emm... apa kita sudah sampai?" Gumam Lusi yang ternyata terusik dan terbangun saat Viky membaringkannya di atas tempat tidur mereka.
"Kita baru saj tiba, sayang! kau tidurlah lagi! aku akan membersihkan diri dulu, sekarang!" Tutur Viky.
"Hm... jangan terlalu lama, aku juga ingin membersihkan diri!" Sahut Lusi yang malah mendudukkan diri dan bersandar di kepala tempat tidur.
15 menit kemudian, Viky sudah segar dengan pakaian tidurnya. Kini, tinggal giliran Lusi untuk membersihkan diri, namun sebelum Lusi melenggang masuk ke kamar mandi, dia menyempatkan bertanya pada Viky tentang wanita di Restoran tadi. Sepertinya rasa penasarannya masih sangat besar.
"Kau jangan tidur dulu, ya! aku akan menanyakan siapa wanita tadi, nanti!" Titah Lusi.
"Wanita? aku kan sudah bilang, sayang! wanita itu hanya pelayan Restoran biasa yang tak sengaja bertemu dengan ku lagi!" Jawab Viky.
__ADS_1
"Sudahlah! aku akan mendengarkan penjelasan mu, nanti!" Ucap Lusi seraya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Kenapa dia masih curiga, sih?! padahal kan, aku memang tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita pelayan tadi!" Gumam Viky seraya meraih ponselnya dan mengecek beberapa email yang masuk.
Selesai mengganti pakaian, Lusi segera menghampiri suaminya di atas tempat tidur mereka. Tanpa Lusi duga, Viky langsung menindihnya dan menyerangnya dengan ciuman yang menghanyutkan. Membuat dia terbuai dan ikut menikmati sentuhan yang memang dua rindukan dari suaminya.
"Sayang... boleh ya!" Bujuk Viky mengiba setelah pagutan bibir mereka terlepas. Lusi tak menjawab, hanya anggukan kepala yang dia tunjukkan sebagai bentuk persetujuannya.
Lampu hijau sudah menyala. Akhirnya malam itu, Viky habiskan dengan mencurahkan kerinduannya pada sang istri.
Cup...
"Terimakasih, sayang! semoga junior kita segera hadir lagi di dalam sini!" Ucap Viky setelah mengecup kening Lusi di akhir pergulatan panasnya seraya mengelus perut sang istri dengan penuh kelembutan.
Lusi yang diperlakukan demikian merasa berdesir. Hatinya, kini benar-benar sudah melunak kembali pada Viky. Bahkan dia sampai lupa dengan tujuannya yang ingin mengungkap kedekatan wanita pelayan Restoran tadi dengan suaminya itu.
"Aku mencintaimu sayang!" Ucap Viky yang kembali meraup bibir ranum istrinya.
Sepertinya malam itu, Viky benar-benar tak akan memberi Lusi waktu untuk beristirahat.
.
.
.
.
.
Masih aman ya guys, Mom minimalisir sebisa mungkin biar otak kalian gak terlalu jauh travelingnya 😁😁✌🏻 kuy kasih dukungannya ya...
Like, komen, gift, vote dan rate-nya di tunggu ya, see you next episode 😘😘😘
__ADS_1