Jodoh Dokter Cantik

Jodoh Dokter Cantik
Eps 56.


__ADS_3

"Astaga! kenapa kau selalu menggemaskan begini?! aku jadi tidak sabar ingin segera menikahi mu!" Ucap Daniel seraya melepas bungkaman tangan di mulut Sandra.


...****************...


Di dalam sel, Siren kini baru saja selesai memberi servisnya pada Polisi penjaga yang biasa meminta jatah goa miliknya. Polisi yang bernama Rendi itu kini, tengah terkulai lemas di samping tubuhnya yang masih polos. Dengan gerakan cepat, Siren memungut dan memakai pakaian tahanannya dan merangkak keluar melalui kunci yang tersimpan di saku celana Rendi.


"Dapat! semoga saja pria brengsek ini tidak cepat sadar dari tidurnya!" Batin Siren seraya bergegas mengganti pakaiannya yang dia sembunyikan di bawah tempat tidurnya.


Tanpa ada yang curiga, Siren berhasil lolos keluar dari tempat yang sudah mengurungnya. Dia segera bergegas mencari keberadaan orang yang ingin dia temui saat ini juga. Dengan bantuan sang adik juga sisa anak buahnya, Siren mengatur strategi agar target sasarannya masuk ke dalam perangkap buatannya.


Sayangnya, saat baru beberapa menit Siren pergi, Rendi terbangun dan langsung terkejut mendapati tahanannya kabur. dia segera memakai kembali pakaian dinasnya dan segera mencari Siren bersama beberapa anak buahnya.


"Bagaimana? apa mobilnya sudah siap?!" Tanya Siren di balik sambungan telepon.


"Sudah Kak, tapi apa Kakak yakin, akan melakukannya sendiri?!" Sahut Sunny balik bertanya.


"Aku harus membunuhnya sendiri kali ini, aku tidak ingin gagal lagi seperti sebelumnya!" Ucap Siren yang membuat Sunny bergidik ngeri.


"Y...ya sudah, kalau begitu aku akan tunggu kabar baiknya saja Kak! aku harus menemani manajerku sekarang, bye.".


"Hm!" Tut. Sambungan telepon pun terputus.


Sunny memilih menghabiskan malamnya dengan memenuhi keinginan biologis managernya. Manager yang tak lain Ayah kandung dari bayi yang dia kandung saat ini. Sedangkan Siren sendiri, sudah sangat mantap dan bersemangat untuk menghabisi targetnya.


Tepat pukul 20.30. Lusi dan Viky baru saja selesai menyantap makan malamnya di sebuah Restoran mewah. Keduanya segera pulang menuju rumah untuk beristirahat. Namun, saat di perjalanan. Viky merasa mobilnya ada yang mengikuti. Namun dia memilih mengabaikannya, karena mungkin saja mobil di belakangnya memang satu arah dengannya, pikir Viky.


Tepat di perempatan jalan. tepatnya saat lampu merah menyala. Otomatis mobil yang Viky kemudikan pun berhenti untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Lusi, memilih memejamkan kedua matanya seraya menunggu lampu merah berganti warna. Sedang Viky, masih fokus dan sabar menunggu.


Saat lampu berubah hijau, Viky bersiap melajukan kendaraannya. Namun, tiba-tiba saja mobil yang berada di belakangnya tadi, kini menabrak bagian belakang mobilnya dengan begitu kencang, membuat mobil yang Viky kendarai terhempas lumayan jauh ke depan.


"Aaaaaaa!" Jerit Viky saat mobilnya terhempas cukup jauh dan membentur pembatas jalan.


Beruntungnya mobil Viky tidak sampai terguling atau pun meledak. Lain halnya dengan mobil si penabrak yang harus mengalami hal naas. Ketika Siren menabrakkan mobilnya pada mobil Viky, dari arah berlawanan jalan yang curam, terlihat sebuah mobil box besar yang ternyata sedang mengalami rem blong sehingga sang supir tak bisa mengendalikan laju mobil besarnya itu dan menabrak beberapa kendaraan di depannya hingga ringsek.

__ADS_1


Brakkk....


Kecelakaan beruntun pun tak dapat di hindari. Di saat yang kebetulan, beberapa aparat kepolisian yang tengah menyisir keberadaan Siren tiba di lokasi kecelakaan. Mereka segera bertindak dan menghubungi beberapa tenaga medis dan ambulan untuk membantu mengevakuasi para korban.


"Sayang, apa kau baik-baik saja?!" Tanya Viky seraya melihat kening Lusi yang sedikit berdarah akibat terbentur dasboard mobil.


"Aku baik-baik saja, Ky! kau sendiri bagaimana? apa ada yang terluka?!" Tanya balik Lusi seraya menelisik wajah dan tubuh suaminya.


"Aku baik-baik saja sayang, kening mu terluka! sebaiknya sekarang kita hubungi Papih dan memintanya menjemput kita di sini!" Tutur Viky seraya menghubungi Papih nya.


Lusi tak membantah, dia menuruti semua perkataan suaminya dan turun dari mobil setelah Viky membukakan pintu mobil untuknya.


Di saat menunggu kedatangan Papih Kevin, Viky di hampiri satu anggota Kepolisian untuk bertanya perihal kejadian yang menimpanya. Viky Oun segera memberikan laporan yang di inginkan sang Polisi tanpa ada yang di lewatkan sedikit pun. Setelah di rasa cukup. Viky dan Lusi di perbolehkan pulang. Kebetulan Papih Kevin pun sudah sampai di sana bersama istrinya.


"Sayang, apa yang terjadi?! kalian tidak apa-apa, kan?!" Tanya Mommy Regina cemas.


"Kami baik-baik saja Mom, sebaiknya kita segera obati kening Lusi saja sekarang, sepertinya lukanya bisa infeksi jika di biarkan terlalu lama!" Seru Viky.


"Baiklah, ayo sayang!" Sahut Mommy Regina mengalir sebelah lengan menantunya dan memasuki mobil sang suami.


Kondisi kendaraannya benar-benar hancur tak berbentuk. Di saat mobil alat berat membantu mengurai kendaraan yang sudah hancur. Terlihatlah jasad seorang wanita yang begitu di kenali oleh salah satu anggota kepolisian yang saat itu tengah membantu. Tubuh seksinya benar-benar sudah tak berwujud lagi, hancur bersamaan mobilnya yang ringsek dihimpit oleh beberapa kendaraan dari depan maupun belakangnya.


"Astaga! sungguh tragis nasib mu, Nona! padahal aku masih ingin mencicipi tubuhmu, tapi kau malah kabur dan berakhir naas begini!" Batin Rendi.


Di tempat lain, tepatnya di sebuah apartemen milik Sunny. Kedua insan terkutuk yang sedang melakukan hal laknat itu terus menggemakan desa*han dan era*ngan dari masing-masing mulut mereka. Sama-sama memacu untuk mencari titik puncak pelepasan.


Di saat keduanya sedang saling memburu peluh, tiba-tiba saja satu tim kepolisan menggerebek mereka dengan senjata api yang di arahkan siap menembak jika mereka berniat kabur. Sang manajer yang terkejut segera menghempas tubuh Sunny yang ada di atas tubuhnya hingga terpental membentur dinding.


Sunny yang tak kalah terkejut, tak memiliki persiapan apa pun untuk menghindar, hingga akhirnya dia pun harus mengalami pendarahan hebat akibat benturan itu.


"Aaaaaakh!" Pekik Sunny yang di barengi rembesan darah yang keluar dari kema*luannya. Seketika pandanganya mulai kabur dan tak sadarkan diri.


Dengan sigap, Polisi segera meringkus manajer Sunny dan membawanya ke kantor Polisi untuk di periksa lanjut. Sedangkan Sunny sendiri dinyatakan keguguran dan mengalami koma setelah tiba di Rumah Sakit dan mendapatkan pertolongan medis.

__ADS_1


"Ya Tuhan, kasihan sekali Nona Sunny!" Gumam Sandra yang baru saja melihat berita di televisi yang menayangkan keadaan terkini model seksi tersebut.


"Kenapa kau kasihan padanya, itu adalah karma atas perbuatannya sendiri yang sudah memfitnah ku! aku rasa itu sudah cukup untuk wanita jala*ng sepertinya!" Tutur Daniel seraya mendaratkan bokongnya di sofa samping Sandra.


"Tapi tetap saja kasihan, anak yang dia kandung itu tidak punya salah apa-apa! sayangnya dia harus gugur sebelum lehir ke dunia ini!" Lirih Sandra.


"Sayang, kau percaya padaku kan sekarang?!" Tiba-tiba Daniel meraup wajah Sandra dan membawanya ke arahnya. Sandra tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.


"Dari awal, aku sudah sangat percaya padamu Tuan pemaksa!" Sahut Sandra yang membuat Daniel mengerutkan keningnya.


"Tuan pemaksa?!" Ulang Daniel.


"Iya, Tuan pemaksa! dari awal kau memang sangat suka memaksaku, kan?!" Tutur Sandra seraya melipat kedua dadanya di depan dada dalam keadaan masih duduk di atas sofa yang sama dengan Daniel.


"Haist! tapi kau suka, kan?!" Goda Daniel.


Sandra tak menjawab. Dalam hatinya tersenyum penuh syukur. Akhirnya dia menemukan kebahagiaannya sendiri dan Daniel bisa membersihkan ke.baku namanya yang sempat tercoreng oleh gosip yang di buat oleh Sunny.


Satu bulan kemudian, Daniel dan Sandra resmi menikah. Rona bahagian sangat terlihat jelas dri wajah keduanya.


"Sayang, aku benar-benar tak sabar menunggu pesta ini selesai, aku akan menerkam mu setelah sampai di kamar nanti!" Bisik Daniel.


"Coba saja kalau berani!" Sahut Sandra yang malah menantang. Benar-benar di luar dugaan Daniel. Biasanya wanita yang dia goda begitu akan memasang sikap jaim terlebih dahulu. Tapi nyatanya hal itu tak berlaku untuk istrinya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you in the last episode... 😘


__ADS_2