Jodoh Dokter Cantik

Jodoh Dokter Cantik
Eps 49.


__ADS_3

"Astaga! ternya Tuan Daniel benar-benar Ayah dari bayi Nona Sunny!" Ucap salah satu Wartawan.


"Sialan! dasar wanita licik! lihat saja! aku akan membongkar semua kebusukan mu sekarang juga!" Racau Daniel di ruang kerjanya. Kebetulan dia baru saja membaca berita terkini mengenai jumpa pers yang di lakukan Sunny melalui laptopnya.


"Tuan, apa kau baik-baik saja?!" Tanya Sandra di balik pintu, khawatir.


Sejak semalam, Daniel tak terlihat keluar dari kamarnya. Pria itu sepertinya sedang malas beraktivitas apa pun. Namun saat dia mendapat notifikasi chat yang berisikan artikel berita heboh mengenai dirinya. Daniel segera beranjak dari pembaringannya dan menyambar laptop yang tersimpan di atas meja kerjanya di kamar itu.


Mencoba memeriksa sendiri kebenaran berita mengenainya itu yang sedang heboh saat ini. Kedua netra nya membulat sempurna. Kedua tangannya pun mengepal kuat disertai rahang yang mengeras. Menandakan jika pria itu tengah berada di puncak amarahnya yang tersulut.


"Tuan, apa kau baik-baik saja?!" Teriak Sandra dari balik pintu seraya mengetuknya berkali-kali karena cemas.


Ceklek...


Daniel membuka pintu kamarnya dan menatap Sandra dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Seringai tiba-tiba saja muncul di bibirnya. Entah apa yang sedang di pikirkan pria itu saat ini.


"Kau cepatlah bersiap! aku membutuhkan dirimu saat ini!" Ucap Daniel memerintah.


"Tapi kita mau kemana Tuan?! saya masih harus mencuci piring dan memasak makan siang!" Sahut Sandra berusaha menolak.


"Jangan membantah dan beralasan! cepatlah bersiap! aku tidak punya waktu yang banyak saat ini!" Seru Daniel seraya menutup kembali pintu kamarnya dengan begitu kencang.


Brug...


"Astaga?! sebenarnya apa yang terjadi padanya? dia benar-benar menyeramkan jika sudah seperti itu!" Gumam Sandra yang mau tak mau melangkahkan kakinya ke arah kamar untuk bersiap sesuai perintah Daniel.


Di kediaman Viky. Ternyata pria tampan blasteran itu tak kalah kesal dan geram atas berita heboh hari itu. Betapa tidak. Perusahaan Viky yang baru saja mempercayakan amanahnya pada perusahaan Daniel ikut terseret dalam berita heboh itu. Sehingga beberapa rekan bisnisnya mulai meragukan kinerjanya dan membuat usaha Viky sedikit goyah.


"Aku harus menemui Daniel sekarang juga, aku harus segera meminta penjelasan padanya terkait masalah ini!" Gumam Viky yang ternyata di dengar istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi kamar mereka.


"Ada apa? kenapa kau menyebutkan nama Daniel barusan?!" Tanya Lusi penasaran.

__ADS_1


"Ini masalah pekerjaan, sayang! aku harus menemuinya untuk meminta pertanggungjawaban! ternyata mantan tunangan mu itu telah merusak kepercayaan ku! dia benar-benar menghamili model yang waktu itu mengaku sebagai kekasihnya! dan hal ini membuat nama perusahaan ku ikut terseret!"


"Sebagian besar produk kecantikan ku di iklan kan oleh model itu, juga hal kerjasama yang baru aku lakukan dengan perusahaan Daniel! membuat usaha ku sedikit goyah karena beberapa rekan bisnis dan investor meragukan ku yang sudah mempercayakan kerjasama dengan perusahaan Daniel yang hampir bangkrut!" Tutur Viky panjang lebar.


"Astaga! tapi aku rasa, Daniel tidak akan sebodoh itu! dia pasti memiliki alasan, Ky! sebaiknya kau selesaikan masalah ini dengan kepala dingin ya!" Ucap Lusi seraya mengusap sebelah bahu suaminya.


"Tentu sayang! kalau begitu, beri aku nutrisi dulu ya sebelum pergi!" Sahut Viky seraya meraup wajah sang istri dan mendaratkan ciumannya di bibir Lusi.


"Emm... dasar mesum! apa kau tak pernah merasa puas ya mengerjai ku?! bahkan sisa ulah semalam saja masih terasa menyiksa di tubuh ku!" Protes Lusi setelah melepas pagutan bibir mereka.


Viky malah terkekeh, yang ada dia semakin gemas jika melihat istrinya yang tengah merajuk seperti saat ini.


"Sudahlah sayang! aku juga melakukannya kan demi junior kita! semoga saja benih yang selalu aku semburkan itu segera berbuah manis ya!" Ucap Viky seraya mendaratkan satu kecupan lagi di kening Lusi.


Dokter cantik itu tak menjawab lagi. Wajahnya sudah berubah bak kepiting rebus karena tersipu. Membuat Viky kembali mendaratkan kecupan di keningnya dengan durasi yang lebih lama.


"Jangan pulang terlalu malam ya! hati-hati!" Seru Lusi setelah keduanya berhasil berdiri di depan teras rumah mereka.


"Ya Tuhan! aku tak yakin jika bayi itu adalah bayi Daniel! setau ku, dia selalu menjaga kehormatan wanita! meski semenjak berselingkuh dengan Sunny, dia memang berubah menjadi penikmat tubuh kekasihnya sebelum mereka menikah!" Gumam Lusi bermonolog.


...****************...


"Tuan! aku tidak mau masuk ke dalam! aku punya trauma terhadap Salon! biar aku berhias sendiri saja ya! ku mohon!" Bujuk Sandra memelas yang saat ini tengah berdiri di depan sebuah Salon ternama yang Daniel pilih untuk me make over gadis itu.


"Kau mana bisa berhias sendiri! nanti yang ada, kau malah semakin mempermalukan ku!" Sahut Daniel berusaha menyeret masuk langkah Sandra ke Salon tersebut.


Tanpa Daniel duga, ternyata segerombol paparazi tengah mengintainya sejak Daniel turun dari mobil. Berniat memburu pria itu demi klarifikasi berita yang tengah di hebohkan jagat maya.


"Tuan Daniel! bisa minta waktunya sebentar Tuan?! kamu ingin mendengar konfirmasi anda terhadap bayi Nona Sunny! apa benar anda ayah biologisnya?!" Cecar salah satu wartawan yang berdesak-desakan.


"Astaga! aku tak memikirkan hal ini sebelumnya, sebaiknya aku bawa Sandra masuk dulu dan meminta pihak Salon untuk bekerja sama menyelamatkan ku!" Batin Daniel.

__ADS_1


"Tu...Tuan, kenapa mereka berkumpul menggulung kita?! astaga! aku benar-benar tidak nyaman!" Cicit Sandra berbisik tepat di samping telinga Daniel. Membuat pria itu sedikit terkejut karena geli.


"Haist! kenapa kau berbisik disaat seperti ini, benar-benar tak membantu!" Gerutu Daniel seraya menarik tangan Sandra agar melangkah bersamanya memasuki pintu Salon.


Entah keberuntungan dari mana, Daniel rasanya sangat tertolong dengan pegawai Salon yang sigap membukakan pintu untuk mereka berdua. Setelah di cari tahu alasannya, ternyata di dalam Salon sudah ada seseorang yang Daniel kenali, yang menyuruh pegawai tersebut untuk membiarkan Daniel dan Sandra masuk.


"Huu... untunglah kita selamat! terimakasih! kau benar-benar sangat menolong kami barusan!" Ucap Daniel dengan nafas yang tersengal.


"Saya hanya menjalankan perintah dari Nona yang sedang melakukan perawatan itu, Tuan! kalau begitu saya permisi! saya harus melayaninya kembali!" Tutur pegawai Salon seraya menunjuk keberadaan Lusi. Dokter cantik yang pernah mengisi hatinya.


"Lusi!" Gumam Daniel seraya menatap perempuan yang sebenarnya masih bertahta namanya di hatinya.


"Itu kan istrinya Tuan Viky, ya?! sebenarnya mereka ini ada hubungan apa sih? kenapa Tuan Daniel seperti memujanya juga?! bukannya waktu itu dia pernah memperingatkan aku ya supaya tak mengganggu hubungan mereka! hm... asmara orang-orang kaya ternyata begitu merumitkan!" Batin Sandra bermonolog.


Tanpa sadar, Daniel melangkah menghampiri Lusi yang sedang terpejam menikmati perawatan rambutnya oleh pegawai Salon tersebut. Perlahan, Daniel menarik kursi pelanggan yang kosong dan menaruhnya di samping kursi Lusi. Di tatapnya wajah yang masih selalu hadir di mimpi itu.


Ada segudang penyesalan di hati Daniel. Karena dirinya telah mengkhianati cinta mereka dengan memilih mempercayai Sunny yang jelas-jelas hanya memanfaatkannya saja. Tak terasa, bulir kristal pun luruh dari kedua pelupuk matanya. Menangisi setiap kenangan manis yang pernah dia lalu bersama sang Dokter cantik, namun tak kan pernah bisa dia ulang kembali.


.


.


.


.


.


🎤🎤🎤 Kalau sudah tiada, baru terasa...


bahwa kehadirannya, sungguh berharga...

__ADS_1


Asikkkk... kayanya lagu bang H.Roma cocok banget ya buat Daniel 😁😁😁


__ADS_2