Jodoh Dokter Cantik

Jodoh Dokter Cantik
Eps 44.


__ADS_3

"Ha... aku cukup tau diri, ko! mana ada pria tampan dan kaya, yang mau pada gadis miskin dan kumel sepertiku!" Keluh Sandra dalam hatinya seraya menghela kasar nafasnya.


Tanpa sadar Sandra menabrak seseorang saat hendak kembali ke tempatnya berjaga. Tubuhnya hampir saja mencium lantai jika pria yang dia tabrak tidak gesit menangkap tubuhnya.


Saat tubuhnya dalam kuasa pria itu, kedua netra nya beradu tatap dengan pria penolong sekaligus korban kecerobohannya itu. Sesaat Sandra terhipnotis dengan ketampanan pria yang tengah menopang tubuhnya itu.


"Ya Tuhan, kenapa pria ini lagi yang aku tabrak?! tapi... ke apa dia terlihat lebih tampan sekarang?! astaga! sadar San, kau itu sedang bekerja sekarang!" Rutuk Sandra dalam hatinya.


"Hei! sampai kapan kau akan bengong begitu?! tanganku sudah sangat berat menahan tubuh gemuk mu!" Tegur Daniel yang tak lain pria yang di tabrak Sandra.


Seketika Sandra pun tersadar dari lamunannya. Dia segera membenarkan pakaiannya yang sedikit berantakan dan menunduk untuk meminta maaf pada Daniel.


"Maafkan saya, Tuan! saya benar-benar tidak sengaja!"Ucap Sandra sungguh-sungguh.


"Kau... Kau pelayan di Restoran waktu itu, kan?!" Tebak Daniel.


"Be...benar, Tuan! maaf, saya harus segera kembali ke dapur, permisi!" Sahut Sandra seraya meninggalkan Daniel yang masih menatapnya.


"Hm... dasar wanita aneh, kenapa dia suka sekali menabrak orang sih?!" Gumam Daniel seraya mendudukkan pantat nya di salah satu kursi pelanggan Restoran yang kosong.


Kedua bola matanya tak sengaja mengangkat dua sejoli yang begitu dia kenal. Ada perasaan sesak saat melihat keduanya mesra seperti saat ini. Namun tekadnya sudah mantap, Daniel tidak ingin lagi mengusik kebahagiaan Lusi, mantan tunangannya.


"Semoga kau selalu bahagia, An! maafkan aku karena pernah menorehkan luka di hatimu!" Lirih Daniel seraya menatap ke arah ruangan berdinding kaca, khusus tamu VVIP Restoran mewah tersebut.


Sejurus kemudian, Sandra kembali dengan buku menu yang dia bawa untuk Daniel. Ternyata misinya untuk menghindari Daniel sia-sia. Karena pekerjaannya sebagai pelayan di Restoran tersebut, sudah kasti dia harus melayani Daniel saat ini.


"Tu...Tuan! silahkan pilih menunya!" Ucap Sandra terbata.


"Hm... aku ingin steak, whiskey, dan..." Tutur Daniel menggantungkan pesanan terakhirnya.


Matanya sedikit membulat saat melihat dua kancing kemeja Sandra yang tak sengaja terlepas di bagian buah dadanya yang cukup menyembul. Tak lupa jakun khas pria dewasanya terlihat naik turun akibat menelan saliva susah payah.


"Ya Tuhan! apa wanita ini sedang menggodaku, ya?!" Batin Daniel.

__ADS_1


"Tuan! apa ada lagi yang akan anda pesan?!" Tanya Sandra seraya membungkukkan badannya karena Daniel masih terdiam. Otomatis kedua buah dadanya semakin terekspos sempurna di depan mata Daniel.


"A...a...aku, aku! apa kau sengaja menggodaku ya?! cepat benarkan pakaianmu itu!" Ucap Daniel.


"Astaga! jadi sejak tadi Tuan melihat payu... ihhh, dasar pria mesum, kurang ajar! bisa-bisanya kau memanfaatkan ketidaktahuan ku!" Gerutu Sandra seraya memukul bahu Daniel bertubi-tubi.


"Aw...aw...! hei, hentikan! sudah, aw... kau menyakitiku, tau!" Pekik Daniel yang mengundang perhatian pengunjung Restoran yang ada di sana saat itu.


"Kau harus di hukum! aku tidak terima di lecehkan seperti ini! jangan mentang-mentang kau orang kaya, ya! kau pikir aku tidak bisa melawan apa!" Ucap Sandra yang masih mengamuk.


"Sayang, sepertinya itu mantan tunangan mu, kan?!" Tanya Viky yang ternyata sama-sama terusik oleh kegaduhan yang di buat Sandra dan Daniel.


"Benar! tapi kenapa wanita itu memukulinya?!" Sahut Lusi.


"Entahlah, apa kau ingin kita menghampirinya?" Tawar Viky.


"Hm... biarlah, dia pasti tidak sendirian datang ke sini! sebaiknya kita selesaikan saja makan malamnya, aku sudah sangat ngantuk!" Tutur Lusi.


"Baiklah! kalau begitu, ayo kita pulang sekarang! aku juga sudah sangat lelah dan ingin segera memeluk mu di atas ranjang kita!" Goda Viky seraya menarik turunkan sebelah alisnya.


"Sesuatu?! kira-kira apa ya?! aku rasa, aku sama sekali tidak membuat kesalahan deh!" Gumam Viky seraya mengekor sang istri menuju mobil mereka.


Tepat saat keduanya melewati Daniel yang masih bersitegang dengan Sandra. Lusi di buat mematung karena Sandra dengan spontan memeluk lengan suaminya di hadapannya langsung.


"Tuan Viky! tolong saya Tuan! Tuan mesum ini baru saja melakukan pelecehan terhadap saya!" Adu Sandra seraya melingkarkan erat tangannya di sebelah lengan Viky.


"Hei! apa-apaan ini, cepat lepaskan! aku tidak mengenalmu, kau urus saja sendiri masalahmu!" Tolak Viky seraya berusaha melepas pegangan tangan Sandra di lengannya.


"Astaga! ternyata wanita ini benar-benar mengenal Viky, ya! bahkan dia tidak sungkan meminta tolong padanya meski pun ada aku di sini!" Batin Lusi seraya melipat kedua tangannya di depan dada dengan kedua sorot matanya yang menusuk tajam pada netra sang suami.


"Sa...sayang! aku bisa jelaskan, aku benar-benar tidak mengenalnya!" Seru Viky mengiba.


"Ana!" Panggil Daniel saat Lusi berdiri tepat di hadapannya.

__ADS_1


"Apa?! kau masih ingin memamerkan kemesraan kalian itu, ya?! maaf, aku sudah mati rasa padamu!" Ketus Lusi.


"Tidak, An! aku hanya ingin minta maaf dengan tulus padamu! aku sadar, selama ini aku sudah banyak menyakiti hatimu! jadi, ku mohon maafkan aku, An! aku benar-benar menyesal!" Ucap Daniel tulus.


"Jangan mau percaya pada pria ini, Nona! dia itu pria mesum yang punya segudang modus!" Sahut Sandra dengan tangannya yang masih berusaha di lepas oleh Viky.


"Hei! kalian ini apa-apaan sih! kalau kalian punya masalah, selesaikan saja sendiri! Jangan libatkan aku dan istriku, enak saja!" Tegur Viky yang baru saja berhasil melepas belenggu di lengannya.


"Sayang! ayo kita pulang! sepertinya mereka ini sama-sama gila!" Seru Viky seraya menarik Lusi menjauh dari kedua orang yang masih mematung menatap kepergian mereka.


"A...apa?! ja...jadi, yang tadi itu istrinya ya! Ya Tuhan, bagaimana ini, aku benar-benar malu sudah lancang memeluk lengan Tuan Viky tadi!" Gumam Sandra yang masih bisa di dengar oleh Daniel.


"Hei, kau menyukai Tuan Viky, ya?! jangan coba-coba merebutnya dari Ana, ya! aku akan menghukum mu jika kau berani mengganggu kebahagiaan mereka!" Tegur Daniel.


"Haist! aku cukup tau diri, Tuan! sudahlah, aku juga sudah lelah berdebat denganmu! anggap saja kau tidak pernah melihat dada montok ku tadi!" Cicit Sandra seraya hendak melenggang pergi, namun secepat kilat Danil mencekal pergelangan tangannya.


"Tunggu! kau belum menuliskan pesanan ku! aku sudah sangat lapar sekarang, sebaiknya kau bawakan pesanan ku tadi sekarang! dan untuk makanan penutupnya, aku ingin kau buatkan langsung sendiri di apartemenku!" Ucap Daniel.


"Hah! apartemen?! tidak-tidak! aku tidak mau mengambil resiko bahaya, Tuan! sebaiknya kau menyuruh jasa delivery saja untuk memesan makana penutupnya!" Sahut Sandra.


"Ck! kau pikir aku akan macam-macam ya! sudahlah, cepat bawakan dulu saja pesanan ku, sekarang!" Ucap Daniel.


"Hm... tunggulah sebentar!" Ketus Sandra seraya melenggang meninggalkan Daniel di mejanya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Wahh... kira-kira cocok gak ya kalo Daniel sama Sandra?? 🤔 yang setuju kasih jawabannya di kolom komentar ya guys, see you next episode... ❤️❤️❤️


__ADS_2