
Viky tak menyahut lagi, dia seakan lupa jika maksud Jenny berkunjung ke perusahaannya hari itu untuk membicarakan tentang proposal bisnis terbaru Jenny. Selesai menyantap makan siangnya, Viky akhirnya kembali fokus pada sang tamu yang tak lain istri dari sepupunya sendiri. Setelah menemukan kesepakatan, Jenny akhirnya pamit undur diri, apa lagi baby sister nya telah menghubungi, jika baby Kea sedang menangis tak bisa di bujuk.
"Ya sudah, kalau begitu terimakasih banyak ya, Vik! aku pulang dulu! Kea sudah rewel di rumah!" Pamit Jenny seraya meraih tas selempang yang dia pakai sebelumnya.
Sesaat Jenny memutar handel pintu, dirinya di buat sedikit terkejut karena sosok yang tadi sempat dia lihat sudah berdiri sempurna di hadapannya.
"Astaga! Nona Siren, aku pikir siapa! ha..." Ucap Jenny seraya mengelus dadanya sendiri.
"Maaf, kau pasti terkejut ya! apa kabar Nona Jenn?!" Sahut Siren menyapa.
"Aku baik, maaf Nona! bukan saya tak ingin berlama-lama bersua, tapi putriku sedang menangis di rumah! aku harus segera pulang saat ini, lain kali kita berbincang lagi, ya!" Tutur Jenny.
"It's ok, pergilah Nona, aku mengerti! menjadi Ibu muda pasti tidaklah mudah!" Sahut Siren seraya memberi Jenny jalan dengan menggeser posisi berdirinya.
Kedua wanita tersebut pun akhirnya berpisah di depan ruangan Viky. Siren yang memang sudah bersiap masuk ke ruangan Viky kembali merapihkan pakaian ketat nan seksinya sebelum masuk menemui Viky.
Ceklek...
"Siren! kenapa kau datang sekarang?" Tanya Viky saat Siren masuk begitu saja ke ruangannya.
"Tidak apa-apa! aku hanya kebetulan lewat saja, tadi! jadi aku pikir sekalian mampir saja!" Sahut Siren dengan santainya duduk di kursi depan meja Viky.
"Oh, ya sudah! kalau begitu kita sekalian bahas pekerjaan saja, kebetulan sore ini aku masih ada pekerjaan di luar!" Seru Viky seraya mencari file kerjasamanya bersama Siren yang akan di bahas kedua anak Adam tersebut.
Keduanya akhirnya sepakat membahas pekerjaan mereka. Sesekali Siren menunjukkan dua buah dadanya yang sedikit terekspos karena kemeja yang dia kenakan. Berharap Viky akan terpincut dengan bodynya yang seksi.
Namun ternyata, Viky sama sekali tak merasakan apa pun, bahkan responnya terbilang biasa saja. Pria tampan blasteran itu tetap fokus membahas pekerjaannya hingga tuntas.
"Sepertinya aku masih harus mempertimbangkannya, Ren! jadi aku harap kau bisa mengerti dengan keputusanku ini!" Tutur Viky yang sedikit ragu dengan kerjasamanya kali ini.
"Baiklah! aku harap kau segera menghubungiku lagi, nanti!" Sahut Shiren.
Setelah mengambil keputusan, Viky segera beranjak dan ikut bersiap pergi dari ruangannya. Rencananya, Viky akan menyambangi sebuah Kantor Detektif terkenal untuk mengusut kasus teror istrinya. Viky ingi secepatnya menangkap pelaku teror tersebut, dia benar-benar sudah tidak sabar ingin segera berkumpul kembali dengan sang istri tercinta.
...****************...
Kita beralih pada keluarga kecil Jenny. Sore itu seperti biasa, Jenny mengajak baby Keanza dan juga Kenji berjalan-jalan di sekitaran taman Kota dengan sang suami tercinta, juga beberapa pengawal khusus yang selalu siap siaga menjaga keluarga bahagia tersebut.
"Sayang! kita duduk di sana saja ya!" Seru Kenny seraya menggandeng sebelah tangan Kenji.
__ADS_1
"Boleh!" Sahut Jenny seraya mendorong stroller baby Keanza.
Tiba di tempat yang di tuju, mereka mendudukkan diri di kursi taman yang tersedia. Mereka menikmati sore hari yang begitu cerah di temani kedua buah hati mereka yang semakin tampan dan juga cantik.
"Kenn, aku titip anak-anak ya, aku ingin ke toilet dulu sebentar!" Ucap Jenny seraya beranjak.
"Jangan lama-lama, sayang!" Seru Kenny.
"Baiklah!" Sahut Jenny seraya melenggang menuju toilet umum di taman tersebut.
Selesai membuang hajat, Jenny berniat hendak kembali menghampiri suami dan anak-anaknya. Namun saat dia baru saja membuka pintu toilet, Jenny tak sengaja melihat kembali sosok yang dia lihat di perusahaan Viky tadi siang.
Karena penasaran dengan sosok pria bertubuh kekar yang kembali menghampiri Siren, akhirnya Jenny memutuskan untuk menguping sebentar sebelum kembali pada keluarga kecilnya.
"Bos, barang buktinya ternyata tertukar, untung masih aman! ini!" Tutur Sang pria bertubuh kekar.
"Dasar ceroboh! bagaimana jika Viky mengetahuinya?! kalian bisa tamat di penjara! bahkan mungkin, aku juga akan terkena imbasnya karena kecerobohan kau ini!" Rutuk Siren seraya merebut sebuah flashdisk dari pria bertubuh kekar tadi.
"Maaf bos, tapi saya sudah berhasil menukarnya, ko! ini benar-benar flashdisk rekaman CCTV rumah Tuan Viky yang asli!" Tutur si pria kekar.
"Hm... ya sudah! sana pergi! aku akan mentransfer sisa upahmu, nanti!" Ketus Siren seraya mengibaskan sebelah tangannya ke hadapan pria kekar itu.
"Astaga! jadi sebenarnya dalang teror yang menimpa Lusi... Nona Siren! aku harus membantu Viky untuk menangkapnya! tapi apa yang harus aku lakukan sekarang?! Ya Tuhan, beri aku petunjuk mu!" Batin Jenny bermonolog.
Sejurus kemudian...
"Ah, benar! aku harus mengambil flashdisk nya sekarang! aku akan memancingnya agar mau bertemu dan mengambil kesempatan untuk mencuri flashdisk itu! hanya itulah satu-satunya bukti yang kuat untuk menangkap wanita gila itu!" Batin Jenny menggebu-gebu.
Tanpa membuang-buang kesempatan, Jenny segera menghubungi sang suami dan memberitahukan rencananya yang ingin mengambil bukti dari Siren. Setelah Jenny menjelaskan maksud dan tujuannya, akhirnya Kenny pun menuruti rencana istrinya itu.
Siren yang baru saja menemui anak buahnya, hendak pergi meninggalkan taman. Namun di saat yang bersamaan bahunya tertabrak seseorang hingga membuatnya hampir tersungkur.
Bruk...
"Maaf, maaf Nona! apa anda baik-baik saja?!" Ucap sang pria penabrak.
"Maaf-maaf! kau tidak punya mata ya?! tubuh secantik ini masa tidak terlihat?! dasar buta!" Rutuk Siren.
Disaat Siren lengah, Jenny mendekat sambil mengendap-endap. Dia berusaha meraih benda kecil yang terlihat hampir jatuh dari tas kecil milik Siren.
__ADS_1
"Maaf, Nona! saya benar-benar tidak sengaja! kalau begitu, saya akan bertanggung jawab! ini kartu nama saya! anda bisa menghubungi saya untuk ganti ruginya, sekarang saya benar-benar sedang buru-buru, jadi saya harus segera pergi, permisi!" Tutur pria penabrak segera melenggang pergi setelah menyerahkan kartu namanya.
"Haist! dasar pria buta! sudah salah malah kabur lagi!" Gerutu Siren, seraya melangkahkan kembali kakinya menuju area parkir.
Tanpa Siren sadari, flashdisk yang dia dapatkan tadi dari anak buahnya, kini sudah berpindah tangan pada Jenny. Lebih tepatnya sih, di curi. Namun meski begitu, semua itu Jenny lakukan untuk kebaikan Viky dan juga Lusi.
"Huuuu... hampir saja! sebaiknya aku segera bergegas sekarang!" Gumam Jenny kembali menghampiri suami dan anak-anaknya.
"Sayang! bagaimana?! apa kau baik-baik saja?! flashdisk nya sudah dapat, kan?!" Cecar Kenny setelah sang istri tiba di hadapannya.
"Daddy, biarkan Mommy bernafas dulu! Daddy tidak lihat apa?! Mommy begitu pucat!" Tegur Kenji seraya membuka tutu sebuah botol air mineral.
"Mommy, ini minum dulu!" Seru Kenji.
"Aih... jagoan Mommy perhatian sekali, sih! terimakasih sayang!" Ucap Jenny yang segera meneguk air mineral yang di berikan putranya.
"He... maafkan Daddy ya, Mom! tapi Mommy benar tidak apa-apa, kan?! Mommy tidak ada yang terluka juga, kan?!" Kenny kembali mencecar istrinya dengan pertanyaan-pertanyaannya.
"Tenang saja, Dad! Mommy kan wonder women!" Kekeh Jenny dengan gurauannya.
"Wahh... berarti aku punya Mommy super hero, dong! yeay!!! asik!!!" Teriak Kenji penuh semangat.
Jenny dan Kenny nampak ikut tertawa melihat tingkah polos putranya. Setelah puas melepas lelah, Jenny akhirnya mengajak suami dan anak-anaknya pulang ke rumah mereka. Rencananya, Jenny akan memberitahu Viky saat makan malam nanti. Jenny berniat mengundang Viky untuk makan malam kembali di rumahnya.
.
.
.
.
.
Mohon maaf buat para reader tersayang...
Untuk dua hari ke depan, mungkin Mom tidak akan up dulu. Di karenakan kesibukan di real life yang tidak bisa di tinggalkan. Jadi Mom harap kalian bisa memaklumi ya 🙏🏻
Tetap dukung terus karya-karya Mom yang masih receh ini ya guys, dengan cara like, komen, gift dan juga vote...
__ADS_1
See you next episode... 😘😘😘