
"Hei! matikan lampunya sebelum kau keluar!" Ucap Daniel menyeru.
"Haist! baiklah!" Sahut Sandra seraya mematikan saklar lampu dan menutup pintu kamar Daniel rapat-rapat.
...****************...
Keesokan harinya, pasangan pasutri yang baru saja melepas dahaga rindunya, terlihat terbangun bersamaan dengan lengkungan senyum di tiap bibir mereka.
"Selamat pagi sayang! apa tidur mu nyenyak?!" Sapa Viky seraya mencuri kecup di bibir istrinya.
"Haist! mana bisa nyenyak, semalam kan kau terus menyerang ku!" Protes Lusi seraya bersiap bangun dari pembaringannya.
"Tapi kau menikmatinya, kan! aku benar-benar merindukan mu sayang! jangan diamkan dan menjauhi aku tanpa sebab lagi, ya!" Lirih Viky seraya menyusupkan wajahnya di ceruk leher Lusi yang sedang terduduk mengumpulkan tenaga.
"Ah, iya! aku hampir lupa! sebetulnya, semalam aku ingin bertanya padamu! siapa wanita di Restoran semalam? kenapa sikapnya begitu manja padamu? dia bukan selingkuhan mu, kan?!" Cecar Lusi yang merasa di ingatkan dengan pertanyaan nya yang semalam dia lupakan.
"Ha... wanita itu lagi ya?! aku sendiri tidak tau namanya sayang! dia dan aku pernah bertemu sekali sebelumnya, itu pun karena dia ceroboh, dia menumpahkan minuman di bajuku saat makan siang kemarin!" Tutur Viky menjelaskan.
"Kau tidak sedang berbohong, kan?!" Tanya Lusi menyelidik seraya membalik badan demi melihat kesungguhan yang ada di mata suaminya.
"Aku begitu mencintaimu, sayang! aku tidak mungkin dan tidak akan pernah mengkhianati mu!" Ucap Viky penuh keseriusan.
Lusi melihat kejujuran di mata suaminya, perasaannya berangsur lega setelah tau kebenarannya langsung dari mulut sang suami. Perlahan dia menghadiri kecupan di bibir Viky. Mungkin tepatnya sebagai hadiah ucapan permintaan maaf juga. Karena ternyata, Lusi telah salah paham pada suaminya.
"Kau masih ingin melanjutkan yang semalam ya?!" Goda Viky seraya meraup tubuh sang istri kembali dalam kungkungan nya. Melanjutkan jejak semalam yang terasa tak pernah puas. Membuatnya selalu candu dan tak bisa lepas dari sang istri.
...****************...
"Selamat pagi! aku sudah membuatkan sarapan untukmu, Tuan! kau gosok gigi lah dulu, baru makan sarapannya!" Seru Sandra yang saat ini tengah mencuci peralatan dapur yang sudah dia gunakan membuat sarapan untuk Daniel dan dirinya sendiri.
Daniel yang baru saja keluar dari kamarnya langsung menghampiri meja makan dan duduk di kursinya.Tanpa menghiraukan seruan Sandra, Daniel malah melahap langsung sarapannya.
"Aih... dasar jorok! setidaknya, kau berkumur dulu sebelum melahap makanan!" Cegah Sandra seraya merebut sandwich yang hampir mendarat di mulut Daniel. Membuat pria itu memberengut kesal dan geram.
Baru kali ini ada yang berani menyelanya makan, dan itu di lakukan oleh orang asing yang baru dua kali ini dia temui. Saat pertemuan pertamanya di Restoran yang sama dengan Viky makan siang waktu itu. Sandra tak sengaja menabrak tubuhnya persis seperti yang dia lakukan di Restoran tadi malam.
Tak menyala jika gadis yang berhasil membuat detak jantungnya berpacu tidak karuan ini seberani sekarang. Awalnya, Daniel ingin protes dan memberikan hukuman pada Sandra. Namun detik berikutnya kejadian tak terkira pun membuat niatnya urung.
"Berani-beraninya dia merebut makanan ku!" Batin Daniel.
__ADS_1
Sandra yang di tatap tajam ternyata tak melihatnya. Dia malah asik sibuk kembali melanjutkan pekerjaannya mencuci piring. Sayangnya, saat dia menuang sabun ke dalam botol yang habis. Sandra tak sengaja menjatuhkan pack Refill sabun cuci itu kelantai. Dan alhasil dia harus meraihnya terlebih dahulu sebelum kembali menuangnya ke dalam botol. Disaat itulah Daniel juga berencana memberi hukuman pada Sandra, Namun...
"Astagaaaa!!!" Jerit Sandra yang tanpa sengaja menginjak lantai yang licin akibat sabun cuci yang tertumpah sedikit di lantai.
Greppp...
Tepat sasaran dan tepat waktu tentunya. Daniel menangkap tubuh Sandra, Namun tubuhnya ikut oleh dan terjatuh bersamaan Sandra yang menindih tubuhnya dengan kedua ceri mereka yang saling beradu.
"Manis! bolehkah aku melu*matanya?!" Batin Daniel.
"Ya Tuhan, apa kami sedang ciuman, sekarang?!" Batin Sandra.
Keduanya terhanyut dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga tanpa sadar keduanya menyelami nikmatnya pagutan kedua benda kenyal itu. Perlahan namun pasti, ceri mereka semakin di hisap dalam. Menuntut keinginan yang lain dari diri keduanya.
Hingga tiba-tiba, suara bel apartemen Daniel berbunyi. Menyudahi aktivitas kedua sejoli yang belum jelas statusnya itu.
Teng...tong...
Teng...tong...
"A...aku akan membuka pintu!" Ucap Sandra terbata seraya bangkit dari tubuh Daniel dan beranjak mendekati pintu masuk.
Ceklek....
"A...aku!" Sahut Sandra terbata, dia masih terngiang adegannya tadi dengan Daniel.
Detak jantungnya pun masih berpacu tak karuan. Entah apa yang dia rasakan tadi, jika saja tamu itu tidak menekan bel, mungkin Sandra sudah terhanyut menyelami aksi lebih berbahaya lagi.
"Siapa?! hm... kau ya! ada apa lagi?!" Seru Daniel menghampiri dengan nada yang ketus.
"Dan, kita harus menghadiri jumpa pers siang ini! kau mau ya mengkonfirmasi bayi kita ini!" Tutur Sunny yang tak lain si tamu wanita yang berkunjung lagu itu.
"Bayi kita kau bilang?! maaf, aku tidak pernah merasa membuatnya dengan mu!" Sahut Daniel.
"Tapi kita sudah sangat sering menghabiskan malam bersama, Dan! ku mohon! ini demi reputasi ku!" Bujuk Sunny.
"Aku tidak mau, lagi pula aku harus menghadiri meeting siang ini!" Tolak Daniel tanpa mau melihat wajah Sunny sedikit pun.
"Sepertinya wanita ini kekasih Tuan Daniel, sebaiknya aku tinggalkan mereka saja deh!" Batin Sandra seraya mencoba berlalu dari hadapan kedua orang yang berdebat itu.
__ADS_1
"Aku bisa meminta mengundur waktunya, Dan! kita bisa melakukannya setelah kau meeting nanti!" Bujuk Sunny yang terus berusaha.
Grepp...
"Eh!!" Gumam Sandra seraya menoleh ke arah pergelangan tangannya yang di cekal dan di tarik oleh Daniel.
"Aku tidak bisa, dan tak akan pernah bisa Sun! aku sudah memiliki penggantimu yang harus aku jaga perasaannya!" Tutur Daniel seraya mendaratkan satu kecupan di kening Sandra. Dan hal itu berhasil menghipnotis Sandra, membuat gadis itu memejamkan kedua mata indahnya, menikmati momen tersebut.
"Heh! sejak kapan selera mu sejelek ini? aku tau, kau pasti hanya sedang bersandiwara, Dan! kau tidak mungkin melupakan ku secepat ini!" Rutuk Sunny tak terima.
"Aku tidak peduli dengan tanggapan mu! ayo sayang! sebaiknya kita lanjutkan sarapan kita ya!" Sahut Daniel seraya merangkul bahu Sandra dan menggiringnya ke arah meja makan.
Sunny yang melihat kedekatan merak berdua di buat naik darah. Di hentakannya kedua kaki, sebelum akhirnya dia melenggang pergi dan menutup pintu apartemen Daniel dengan di banting sangat kencang.
Brakkk....
"Astaga!" Pekik Sandra yang terkejut.
"Huuuftt!" Daniel menghela kasar nafasnya.
"Tu...Tuan! apa kau baik-baik saja?!" Tanya Sandra seraya menatap lekat wajah Daniel yang masih merangkul bahunya.
Seketika kedua netra mereka saling beradu. Menelisik setiap rasa yang ada di dalamnya. Kembali, Daniel mendekatkan wajahnya di wajah Sandra. Namun kali ini, Sandra tak ingin terlihat seperti wanita gampangan. Dia segera memalingkan wajahnya saat Daniel berusaha untuk menciumnya lagi.
"Kenapa? bukannya kau menikmatinya ya tadi?!" Tanya Daniel sedikit kecewa.
"A...aku, aku... belum selesai mencuci piring, Tuan! iya, benar! aku akan menyelesaikannya sekarang juga!" Ucap Sandra seraya meloloskan diri.
"Kenapa dia mendadak menggemaskan?!" Gumam Daniel.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Yuhu... Mommy kasih bab baru di pagi hari nih, mumpung sempet 😁✌🏻 jangan lupa berikan dukungan terbaiknya ya guys, cukup dengan cara like, komen, gift, vote, dan rate...
Mommy tunggu ya guys, see you next episode 😘😘😘