
"Coba saja kalau berani!" Sahut Sandra yang malah menantang. Benar-benar di luar dugaan Daniel. Biasanya wanita yang dia goda begitu akan memasang sikap jaim terlebih dahulu. Tapi nyatanya hal itu tak berlaku untuk istrinya.
Dengan lantang Sandra malah membuat adrenalin nya tertantang berkali kali lipat. Sampai akhirnya, Daniel memboyong Sandra di pertengahan pesta pernikahannya yang masih berlangsung. (bang Daniel mau tancap gas kayanya guys 😁✌🏻).
Sementara itu, di gedung acara pernikahan Daniel dan Sandra. Sepasang suami istri yang baru saja datang karena mengalami drama sebelum berangkat, terlihat melangkah menuju singgasana kedua mempelai.
Flash back beberapa waktu lalu.
"Sayang, masa aku harus pakai baju ini sih?! bisa-bisa , aku jadi bahan tertawaan nanti!" Rengek Viky ketika Lusi memaksanya memakai Jas berwarna pink baby.
"Tidak akan, warna ini tuh sangat cocok dengan kulit putih mu, Ky! apa lagi gaun ku juga berwarna senada, jadi sangat cocok untuk kau kenakan malam ini!" Sahut Lusi seraya memasangkan jas berwarna pink tersebut di tubuh suaminya.
"Tapi ini warna yang benar-benar membuat ku malu, sayang!" Elak Viky berusaha bernegosiasi.
"Jadi kau malu ya datang bersamaku?!" Rajuk Lusi, setetes air mata pun ikut meluncur dari kedua bola matanya. Membuat Viky kembali tak bisa menolak keinginan sang istri.
"Haist! ya sudah, ya sudah! aku akan memakainya!" Ucap Viky mengalah. Akhirnya senyum pun terbit kembali di wajah Lusi. setelah semuanya siap, mereka pun berangkat menghadiri pesta pernikahan Daniel dan Sandra.
Flash back done.
"Kemana pengantinnya?!" Tanya Lusi setelah tiba di podium pengantin.
"Ana, kau cantik sekali sayang! apa kabarmu?!" Sapa Mamih Daniel.
"Tante, Ana baik, Tan! Tante sendiri apa kabar?! oh iya, kemana kedua pengantinnya? sedang ganti pakaian kah?!" Sahut Lusi bertanya.
"Mereka bilang sudah sangat lelah, An! jadi mereka berdua memutuskan beristirahat lebih dulu!" Jawab Mamih Daniel yang di iringi senyum penuh arti.
"Astaga! mereka benar-benar tak sabaran ternyata!" Gumam Viky pelan, sampai hanya bisa di dengar oleh Lusi saja yang berdiri di sampingnya.
"Begitu ya, Tan?! ya sudah kalau begitu Ana temani Viky mencicipi makanan dulu ya!" Pamit Lusi dari pelaminan.
Setelah sampai di area hidangan. Lusi segera melebarkan langkahnya untuk menuju makanan yang dia sukai. Namun, saat dirinya hendak mencium aroma makanannya. Dia malah terlihat jijik dan hampir muntah.
Hoek...
__ADS_1
"Sayang, apa kau baik-baik saja?!" Tanya Viky.
"Aku mau ke toilet!" Ucap Lusi cepat bergegas menuju toilet terdekat.
Karena cemas sekaligus khawatir, akhirnya Viky membuntuti sang istri hingga di depan toilet. Tak berselang lama, Lusi keluar dengan wajah yang sudah pucat.
"Sayang, kau baik-baik saja, kan?!" Tanya Viky memboyong sang istri untuk duduk di salah satu kursi yang tak jauh dari toilet.
"Ky, kau tau tidak kapan aku terakhir datang bulan?!" Ucap Lusi balik bertanya.
"Kenapa? apa kau sedang datang bulan lagi, sekarang?!" Sahut Viky menjawab pertanyaan Lusi dengan pertanyaan lagi.
"Bukan, tapi..." Lusi menggantungkan ucapannya.
"Tapi apa, Yang?! kamu ada yang sakit, kah?!" Viky nampak cemas, karena Lusi terlihat begitu kuat dan juga dingin di kedua telapak tangannya yang dia genggam.
"Tidak! sepertinya... aku sedang hamil, Ky!" Tutur Lusi menduga pertanda yang dia rasakan saat ini.
"Hamil?! maksudmu, kau sedang mengandung?!" Ucap Viky masih tak percaya dengan apa yang dia dengar.
Pria tampan blasteran itu memacu kendaraannya dengan kecepatan sedang dan penuh kehati-hatian. Dia benar-benar sangat bahagia meski baru mengetahui dugaan kehamilan sang istri.
"Semoga kali ini benar-benar berhasil!" Gumamnya saat menunggu Lusi keluar dari kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Lusi sendiri tengah tersenyum merekah. Akhirnya dia di percaya kembali mengandung benih dari suaminya. Namun, Lusi memiliki rencana membuat kejutan untuk suaminya. Dia menunjukkan wajah sedihnya di muka pintu kamar mandi.
Sejurus kemudian, dia pun menenggelamkan dirinya ke dalam dada bidang sang suami. Menghirup aroma yang selalu dia sukai sedalam-dalamnya, sebelum dia memberikan kejutannya pada Viky.
"Sayang! apa hasilnya?! kenapa kau malah terlihat sedih begini?! jika hasilnya negatif, tidak apa-apa! kita masih bisa mencobanya, sayang! aku akan berusaha lebih giat lagi kedepannya!" Tutur Viky seraya membalas pelukan Lusi.
Lusi menggelengkan kepalanya setelah melerai pelukan. Di tatapnya mata sayu sang suami, yang menyiratkan kekecewaan dan kesedihan. Hal itu membuat Lusi tak tega menahan diri untuk memberikan kejutannya.
Perlahan, Lusi merogoh saku piyama yang dia kenakan untuk mengambil benda pengecek kehamilan tersebut. Setelah dapat tergenggam, Lusi menerbitkan senyum di bibirnya. Membuat Viky mengernyit tak paham.
"Kenapa kau malah tersenyum? aku tau, kau juga pasti kecewa, kan?! kau tidak perlu menghiburku begini sayang!" Tutur Viky yang menyalah artikan senyuman sang istri.
__ADS_1
Lusi kembali menggelengkan kepalanya. Selanjutnya, Lusi meraih telapak tangan suaminya dan menengadahkan nya agar Lusi bisa menyimpan tespek tadi dengan baik di atasnya. Seketika kedua netra Viky mengarah pada benda tersebut. Menelisik garis samar yang terlihat muncul dua garis.
"Sa...sayang! ini... ini bu... bukan mimpi, kan?!" Gugup Viky seraya terus memperhatikan benda pemeriksa kehamilan tersebut.
Kali ini, Lusi menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar. Dua bulir bening lolos begitu saja dari kedua ujung netra nya. Baik Viky mau pun Lusi sama-sama menghamburkan diri mereka untuk saling memeluk, mencurahkan rasa syukur atas kebahagian yang mereka dapatkan setelah badai prahara di dalam rumah tangga mereka.
Keesokkan harinya, Viky segera membawa Lusi untuk memeriksa kehamilannya lebih lanjut lagi. Tak ketinggalan, dia juga memberikan kabar bahagia itu kepada Mamih Alina dan juga kedua orangtuanya. Ke lima anak adam itu akhirnya pergi bersama demi melihat langsung perkembangan janin yang tengah Lusi kandung.
"Wah... selamat ya, Tuan, Nyonya! Nona Lusi benar-benar hamil! saat ini usia kandungannya baru menginjak 3 Minggu. Jadi, harap di jaga baik-baik ya! sebab di trimester pertama ini sangat rentan dengan keguguran, jadi selalu jaga asupan makanan dan jangan terlalu lelah beraktivitas ya!" Saran Dokter kandungan yang mereka datangi.
"Terimakasih Dok, saya pasti akan melaksanakan semua yang Dokter ucapkan!" Seru Viky bersemangat.
"Hais! kau terlalu alay, Ky! kau lupa lagi ya kalau aku ini juga Dokter kandungan?! sudah pasti, aku sendiri tau asupan yang baik untuk bayiku!" Ucap Lusi yang membuat semua orang tergelak tertawa di ruangan itu.
...-The End-...
.
.
.
.
.
Terimakasih untuk para pembaca setia novel receh ketiga Mommy. Tanpa kalian, Karya Mom ini tak akan berkesan guys...
Terimakasih untuk semua dukungannya juga, semoga suka dengan alur cerita yang amburadul ini ya guys... salam sayang kalian semua dari, Viky dan Lusi si Dokter cantik. 😘
Next, ikuti juga karya Mommy yang lainnya yuk!
__ADS_1