
"Ha... ya sudah! tapi Mamih jangan lupa makan obatnya ya! aku akan berbenah dulu sebentar!" Ucap Lusi seraya beranjak dari kamar Mamih Alina untuk mengemas barang-barangnya.
Sesampainya di rumah, Lusi segera melenggang ke kamarnya. Lusi memilih membersihkan diri terlebih dahulu sebelum beristirahat.
"Sayang, setelah mandi kita makan malam di luar ya!" Seru Viky yang sama sekali tak mendapat jawaban dari sang istri.
"Sebenarnya dia kenapa sih? apa aku melakukan kesalahan ya?!" Gumam Viky setelah Lusi masuk ke dalam. kamar mandi.
Usai membersihkan diri, Lusi kini merias diri untuk mengiyakan ajakan suaminya tadi. Meski hatinya masih kesal namun Lusi tetap memilih menuruti kemauan suaminya.
Grepp...
Pria tampan blasteran itu segera memeluk Lusi dari belakang dengan erat. Menghirup aroma yang selalu menjadi candunya.
"Kenapa malam ini kau cantik sekali? aku semakin mencintaimu, sayang!" Ucap Viky seraya mengendus ceruk leher istrinya.
"Ky, cepat pakai baju mu! aku sudah lapar!" Seru Lusi seraya melepaskan pelukan Viky.
"Hm... baiklah! tunggu sebentar ya!" Sahut Viky seraya melenggang ke arah walk in closet.
Tak butuh waktu yang lama, Viky akhirnya selesai dengan urusan pakaiannya. Di kait nya lengan sang istri menuju mobil. Setelahnya, Viky membukakan pintu mobilnya untuk Lusi bak putri kerajaan yang akan bepergian dengan kereta kudanya.
"Silahkan masuk Tuan Putri!" Ucap Viky seraya setengah membungkukkan tubuhnya.
Perhatian dan perlakuan kecil ini ternyata mampu membuat hati Lusi sedikit menghangat. Meski Lusi masih tak angkat bicara, namun senyum manisnya mulai dia tunjukkan lagi untuk sang suami.
Mobil yang keduanya tumpangi pun tiba di sebuah halaman parkir Restoran mewah yang sudah Viky reservasi sebelumnya. Tentunya dengan jasa Rei. Tepat setelah mengakhiri pertemuannya dengan Daniel tadi, Viky meminta Rei untuk menyiapkan makan malam spesialnya bersama sang istri di salah satu Restoran mewah di Kota itu.
"Hati-hati, sayang!" Ucap Viky membantu Lusi turun dari mobil setelah membukakan pintu mobilnya.
Lusi menyambutnya dengan suka cita. Kali ini sikapnya sudah cukup menghangat lagi. Dengan percaya diri, Lusi melingkarkan tangannya di lengan sang suami sebelum melangkah masuk ke dalam Restoran.
Di pintu masuk Restoran, Lusi dan Viky di sambut oleh kedua pelayan Restoran yang memang di tugaskan untuk menyambut tamu VVIP Restoran mereka. Tanpa Viky dan Lusi kira, ternyata salah satu pelayan yang menyambut mereka adalah orang yang mereka kenal.
"Apa itu Tuan Viky?! Ya Tuhan, kenapa kita sering bertemu kebetulan seperti ini, apa kita memang berjodoh ya?! tapi... siapa wanita di sampingnya?! apa wanita itu pacarnya, ya?!" Monolog Sandra dalam hatinya. Ya! Sandra lah pelayan yang akan menyambut pasangan pasutri itu malam ini.
"San! cepat buka pintunya!" Tegur sang rekan kerja Sandra yang bernama Mili.
"O...ok, Mil!" Sahut Sandra seraya membukakan pintu Restoran.
"Selamat datang! mari saya antar ke ruangan anda Tuan, Nyonya!" Sapa Mili ramah.
"Terimakasih!" Ucap Lusi seraya terus memperhatikan Sandra yang berdiri di samping Mili.
"Kenapa wanita ini selalu muncul dimana-mana?!" Batin Viky.
__ADS_1
Tiba di ruangan yang di pesan, Mili segera berpamitan untuk mengambil hidangan yang sudah Viky pesan saat reservasi. Tak Lupa Sandra yang memang bertugas menemani Mili mengekor di belakang rekan kerjanya itu untuk menyiapkan hidangan.
"Jadi, cincin yang di sembunyikan di dalam makanan tadi untuk Nona itu ya?! hm... beruntung sekali! tapi... kenapa dia terus memandangku begitu ya?!" Batin Sandra.
Flash back start.
"Tolong sembunyikan cincin ini di dalam makanan nanti, Tuan Viky ingin memberikan kejutan untuk..." Tutur Rei tercekat kala sebuah nampan makanan tiba-tiba saja terjatuh di belakangnya.
Prankkk...
"Astaga! kau mengejutkan kami, tau! cepat bereskan nampannya!" Ucap Mili.
"Ba...baik, Mil!" Sahut Sandra.
"Maafkan teman saya, Tuan! kalau begitu saya akan menaruh cincin ini di dalam hidangan Tuan Viky nanti!" Tutur Mili.
Setelah Rei pergi, Miki segera menyiapkan hidangan yang akan di sajikan di meja Viky nanti. Tak lupa wanita lebih tuan 3 tahun dari Sandra itu meminta bantuan rekan kerjanya untuk menyiapkan hidangan tersebut.
"San! ayo bantu aku!" Seru Mili.
"Apa ini hidangan untuk Tuan Viky?!" Tanya Sandra.
"Benar! dia itu orang nomor satu di Negeri ini, jadi kita tidak boleh membuat kesalahan sedikit pun!" Tutur Mili seraya membawa kotak cincin.
"Astaga! cantik sekali cincinnya?!" Ucap Sandra terpukau.
"Jelas cantik lah! dan yang pasti, cincin ini pasti harganya sangat mahal!" Tutur Mili seraya mengatur hidangan dan menyimpan cincin tersebut di tumpukan makanan yang akan di sajikan nanti.
"Apa Tuan Viky akan melamar seorang wanita ya?! ha... andai aku bisa jadi cantik dan kaya juga! pasti, aku bisa bersanding dengan percaya diri dengan Tuan tampan ku!" Batin Sandra berangan-angan.
"Hei! kenapa kau malah melamun! cepat bantu aku!" Tegur Mili.
"Ah... baiklah!" Sahut Sandra.
Flash back done.
Setelah membantu sang istri duduk di kursinya, Viky segera meminta Mili untuk mengantar hidangan mereka.
"Ayo San! kau jangan sampai membuat kesalahan, ya!" Peringat Mili.
Jika kalian bertanya mengapa Sandra bisa bekerja di Restoran mewah ini. Jawabannya adalah karena dia sudah di pecat dari Restoran sebelumnya. Dan alasan kenapa dia dikeluarkan dari tempat kerja pertamanya itu tidak lain karena insiden tumpahnya minuman yang mengenai Viky tempo hari.
"Huuu... baiklah, Mil! ayo!" Sahut Sandra bergegas menyiapkan hidangan yanga kan di sajikan di ruangan pesanan Viky.
Kedua pelayan Restoran yang tak lain Mili dan juga Sandra itu kembali memasuki ruangan VVIP. Kali ini, Sandra benar-benar sangat berhati-hati dalam melakukan pekerjaannya. Dia tidak ingin di pecat lagi untuk kedua kalinya. Apa lagi, saat ini dia sangat membutuhkan banyak uang untuk membayar hutang-hutang orangtuanya.
__ADS_1
"Silahkan menikmati hidangannya, Tuan, Nyonya!" Ucap Mili setelah semua hidangan di sajikan di meja Viky.
"Terimakasih!" Sahut Viky.
Disaat yang menikmati makanannya, Lusi merasa seperti mengigit sesuatu yang keras di mulutnya. Tanpa permisi, dia pun mengeluarkan apa yang dia gigit itu dari dalam mulutnya.
"Em... apa ini?!" Gumam Lusi seraya mengeluarkan benda keras dari mulutnya.
"Kejutan...apa kau menyukainya sayang?!" Seru Viky.
Lusi masih tidak mengerti dengan ucapan Viky, hingga akhirnya Viky meraih cincin tersebut dan mengelapnya terlebih dahulu sebelum dia memasangkannya di jari manis Lusi.
"Pas dan sangat cantik di jari indah mu ini, sayang!" Ucap Viky setelah melingkarkan cincinnya.
"Apa ini yang akan kau tunjukan padaku itu?!" Tanya Lusi seraya mengamati cincin yang baru saja di pasangkan suaminya.
"Hm... apa kau menyukainya?!" Sahut Viky balik bertanya.
"Ya! terimakasih! aku akan menyimpannya dengan baik!" Sahut Lusi seraya melepas kembali cincin tersebut.
"Hei! kenapa kau lepas lagi, sayang! pakai lah! aku ingin melihatmu memakainya setiap hari!" Cegah Viky seraya melingkarkan kembali cincinnya.
"Tapi ini belum di cuci, Ky! masa iya aku memakai cincin kotor begini?!" Protes Lusi.
"Astaga! kau benar sayang! haha... aku sampai lupa jika cincin itu hampir tertelan oleh mu tadi!" Kekeh Viky.
"Haist! dasar pikun!" Gumam Lusi.
Entah bagaimana, lambat laun kedekatan mereka kembali berangsur membaik seperti biasanya. Di kain tempat, tepatnya di luar ruangan Viky dan Lusi menikmati makan malamnya. Sandra terus memperhatikan interaksi keduanya. Dia benar-benar patah hati. Ternyata pria tampannya telah memiliki tambatan hati yang jauh lebih baik segala-galanya dari dirinya.
"Ha... aku cukup tau diri, ko! mana ada pria tampan dan kaya, yang mau pada gadis miskin dan kumel sepertiku!" Keluh Sandra dalam hatinya seraya menghela kasar nafasnya.
.
.
.
.
.
Marhaban Ya Ramadan guys...
Mommy mengucapkan selamat menunaikan ibadah bulan suci Ramadan bagi kalian yang menjalankan ya... Mohon maaf lahir dan batin... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1