Jodoh Dokter Cantik

Jodoh Dokter Cantik
Eps 50.


__ADS_3

Ada segudang penyesalan di hati Daniel. Karena dirinya telah mengkhianati cinta mereka dengan memilih mempercayai Sunny yang jelas-jelas hanya memanfaatkannya saja. Tak terasa, bulir kristal pun luruh dari kedua pelupuk matanya. Menangisi setiap kenangan manis yang pernah dia lalu bersama sang Dokter cantik, namun tak kan pernah bisa dia ulang kembali.


"Tuan, apa kau baik-baik saja?! Tanya Sandra menghampiri. melihat kondisi Daniel seperti itu, entah mengapa hatinya menjadi ikut sesak. Sandra seakan ikut merasakan kesedihan yang Daniel rasakan.


"Kenapa aku juga sedih saat melihatnya meneteskan air mata?! aku tidak mungkin jatuh cinta pada majikan ku sendiri, kan?! lagi pula ini sangat mustahil terbalas jika benar pun! ayolah Sandra! sadarlah! kau hanya seorang asisten rumah tangga, tapi kenapa aku tidak bisa diam saja melihatnya menangis!" Batin Sandra bermonolog.


Sapaan Sandra tadi, ternyata membuat Lusi terganggu juga, dengan penasaran, Dokter cantik itu membuka kedua netra indahnya dan memindai siapa yang telah berbicara tdi.


"Wanita ini lagi! apa dia kenal dekat dengan Daniel?!" Batin Lusi.


"Astaga! kenapa kau suka sekali mengejutkan ku?!" Tegur Daniel seraya mengelus dadanya.


"Ma... maaf Tuan, aku hanya... " Ucap Sandra tercekat.


"Aku tidak mungkin bilang cemas kan! lagi pula, apa hak ku mencemaskan nya?! pacar saja, bukan?!" Batin Sandra.


"Hei! Astaga! sepertinya melamun sudah menjadi penyakitnya! sebaiknya kau bersiap saja! aku sudah meminta salah satu pegawai untuk me make over mu!" Tutur Daniel yang tak luput dari perhatian Lusi.


"Make over? apa mereka akan menghadiri pesta ya?! tapi sepertinya tidak ada acara perayaan apa pun deh hari ini?! kalau ada, Viky pasti akan mengajak ku juga kan?!" Batin Lusi bermonolog.


"Make over? tidak...tidak... aku tidak mau Tuan!" Tolak Sandra cepat.


"Kenapa kau tidak mau?! cepatlah! aku tidak memiliki banyak waktu sekarang!" Seru Daniel.


"Tidak Tuan! aku punya trauma, jadi ku mohon jangan paksa aku! apa lagi Tuan bilang tidak punya banyak waktu, sebaiknya kita langsung pergi saja ya!" Sahut Sandra.


"Trauma? haist! dasar gadis aneh! sepertinya cuman kau yang menolak untuk masuk salon sebagus di sini. Kebanyakan perempuan, biasanya akan suka jika di bawa untuk perawatan, lah... kau malah tidak mau?!" Tutur Daniel tak habis pikir.


"A...aku, itu... itu karena..." Ucap Sandra terbata.


"Haduh... masa aku harus bilang yang sebenarnya sih! tapi... aku juga memang masih takut jika kejadian mengerikan itu terulang lagi. Aku tidak mau di tinggal lagi setelah perawatan dan di suruh membayar sendiri! apa lagi saat ini aku belum punya banyak uang," Batin Sandra.

__ADS_1


"Hei, karena apa? cepat katakan!" Tegur Daniel mulai tak sabar.


"Aku tidak punya uang untuk membayar perawatannya!" Seru Sandra seraya menundukkan kepalanya karena terlampau malu. Meski dia gadis miskin, tapi Sandra paling pantang jika harus di kasihani. Lebih baik berusaha dengan gigih dan menuai hasil dari jerih payah sendiri dari pada harus meminta dengan cara yang memalukan.


"Hah! kau meremehkan isi dompet ku ya?! asal kau tau ya! aku sudah membayar semu perawatan khusus untukmu di Salon ini dari semalam. Karena aku sudah memesan layanannya melalui aplikasi!" Tutur Daniel meraup kasar wajahnya.


"Ja...jadi, Tu...Tuan sudah membayarnya ya?!" Ucap Sandra terbata.


Dia bahkan tak berani melihat tatapan mata Daniel yang masih menyorot kesal padanya.


"Sudahlah! pelayan! cepat, tolong ubah gadis kucel ini sekarang juga!" Seru Daniel memerintah.


"Dan! apa kalian akan menghadiri sebuah pesta?!" Pertanyaan Lusi itu berhasil membuat hati Daniel berdesir kembali. Di baliknya tubuh tegaknya itu ke arah sumber suara yang bertanya.


"Aku hanya akan membawa dia untuk menemui Nenek! kau tau sendiri kan! sejak pertunangan kita batal, Nenek terus berusaha menjodohkan aku dengan cucu-cucu sahabatnya! Meski waktu itu aku sudah membawa Sunny sebagai calon istriku, Nenek benar-benar tetap pada pendiriannya! terlebih, Mamah dan Papah tak menyukai Sunny!" Lirih Daniel di akhir perkataannya.


"Tentang Sunny... apa kau benar-benar Ayah dari bayinya? maaf jika aku lancang!" Tanya Lusi.


"Aku sudah menebaknya, tapi aku hanya ingin mendengarnya langsung dari mulutmu!" Ucap Lusi.


"Apa kau percaya padaku?" Tanya Daniel berbinar.


Lusi menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Daniel memang bersalah padanya di masa lalu, tapi bukan berarti Lusi bisa percaya begitu saja dengan berita hoax yang di buat Sunny.


"Lalu, apa hubungan mu dengan gadis itu? dia gadis pelayang di Restoran itu, kan?!" Tanya Lusi.


"Benar! dia sekarang sudah bekerja padaku, dan aku akan memintanya bersandiwara menjadi calon istriku untuk menemui Nenek. Aku belum siap menikah saat ini! apa lagi, aku masih harus menyelesaikan berita hoax itu!" Ucap Daniel.


"Hm... tapi apa kau tidak terlalu keterlaluan ya membohongi Nenek dengan cara seperti ini?!" Lusi menyayangkan niat Daniel membawa gadis pelayan itu untuk menemui Neneknya.


Pasalnya, Lusi sangat mengenal Nenek Daniel, dia selalu menyempatkan menemani wanita tua itu saat masih berhubungan dengan Daniel dulu. Beliau adalah sosok yang sangat baik dan penyayang. Sehingga Lusi merasa sedikit tidak terima saat tau Daniel akan membohonginya.

__ADS_1


"Aku terpaksa, An! kau tau sendiri! saat ini, aku tengah di ujung kebangkrutan. Aku tidak cukup percaya diri menikahi cucu sahabat Nenek!" Lirih Daniel.


Saat keduanya asik berbincang, salah satu pegawai Salon yang membawa Sandra tadi menghampiri dan memberitahu Daniel jika Sandra sudah selesai di make over.


"Maaf mengganggu, Tuan! Nona Sandra sudah selesai kami make over, apa anda ingin melihat hasilnya sekarang?!" Seru pegawai Salon.


"Hm... cepat juga! bawa dia kemari langsung saja! aku harus segera pergi sekarang!" Ucap Daniel seraya melihat waktu yang di tunjukan dari jam yang melingkari di pergelangan tangan Kanannya.


"Baiklah Tuan, permisi!" Sahut pegawai Salon undur diri dan menghampiri Sandra agar segera menemui Daniel yang sudah menunggunya.


Daniel dan Lusi kembali berbincang ringan. Kali ini antara keduanya benar-benar sudah tak ada lagi kata canggung seperti sebelum-sebelumnya. Baik Lusi mau pun Daniel. Mereka sepakat dengan hubungan baru mereka saat ini, yaitu sahabat.


Ya, Lusi sudah bertekad tidak akan mengungkit masa lalunya lagi dengan pria di depannya itu. Kali ini dia hanya ingin menata masa depan dan hidup bahagia bersama sang suami tercinta. Kembali terulang, saat mereka tengah asik berbincang, sebuah suara yang begitu Daniel terdengar memanggilnya dari arah belakang pria itu.


"Tuan..." Seru Sandra yang sudah di sulap menjadi cantik dan menawan. Bahkan jejak wajah pelayan yang sebelumnya melekat di diri gadis itu, kini terlihat lenyap entah kemana. Tergantikan dengan Sandra yang baru, yang sangat cantik dan juga modis.


.


.


.


.


.


Kira-kira Babang Daniel makin kesemsem gak ya sama Sandra... Mau tau ekspresi bang Daniel setelah lihat perubahan Sandra???


Jangan lupa kasih dukungan terbaiknya buat Mommy ya, biar Mommy tambah semangat up nya, see you next episode 😘😘😘


Makasih sudah berkenan mampir 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2