Jodoh Dokter Cantik

Jodoh Dokter Cantik
Eps 40.


__ADS_3

"Perusahaan XXX?! sepertinya aku pernah mendengar nama perusahaan itu, tapi dimana ya?!" Gumam Viky seraya mengingat nama perusahaan yang nampak tak asing baginya.


"Ini perusahaan mantan tunangan Nyonya, Tuan! sekarang perusahaannya sedang di ambang kebangkrutan! jadi pimpinan perusahaan itu sedang mencari suntikan dana untuk mempertahankan eksistensi perusahannya!" Tutur Rei membantu mengingatkan.


"Pantas saja! ternyata pria bodoh itu ya?! hm.... sepertinya ini bisa aku jadikan mainan baru!" Batin Viky.


"Kau atur kan saja pertemuannya!" Seru Viky dengan seringai di bibirnya.


"Tuan Viky masih waras, kan?! kenapa dia tersenyum seperti itu?! sepertinya sejak tadi tidak ada hal yang lucu, deh!" Batin Rei.


Sementara itu, di kediaman Mamih Alina. Lusi terlihat sedang menyuapi sang Mamih sarapan pagi nya yang sudah cukup terlambat, karena jam menunjukkan pukul 10 lewat 5 menit saat ini. Awalnya Mamih Alina tetap kekeh tak mau sarapan. Alasannya, lidah dan tenggorokannya sangat tidak nyaman jika di pakai makan.


"Satu suap lagi, Mih! setelah itu makan obatnya!" Seru Lusi seraya mendekatkan sendok pada mulut sang Mamih yang sedang dia suapi.


"Mamih sudah kenyang, An! sudah, ya!" Tutur Mamih Alina seraya menjauhkan wajahnya dari ukuran tangan Lusi yang memegang sendok.


"Hm... ya sudah, tunggu sebentar ya! Ana ambilkan obatnya dulu!" Seru Lusi mengalah seraya beranjak dari duduknya sambil membawa nampan bekas sarapan Mamih Alina ke dapur rumahnya.


Setelah dari dapur, Lusi beranjak ke ruang penyimpanan obat di rumahnya. Di carinya obat pereda nyeri dan demam. Karena dari keluhannya, Mamih Alina mengalami nyeri di setiap persendiannya dan suhu badan yang cukup tinggi.


"Untung expired nya masih lama, hm... sepertinya Mamih hanya masuk angin!" Gumam Lusi seraya menyimpan kembali kita obat pada tempatnya.


Langkahnya dia ayunkan kembali ke kamar sang Ibunda tercinta. Setelah sebelumnya mengambil air minum di dapur. Lusi segera membantu kembali Mamih Alina untuk duduk dan meminum obat yang sudah dia sediakan.


"Muh, minum obatnya, ya!" Seru Lusi seraya membantu sang Mamih duduk bersandar di kepala tempat tidur.


Di lahapnya obat yang Lusi berikan, kemudian di susul oleh air minum yang Lusi juga sediakan untuk Mamih Alina. Setelah selesai memberi obat, Lusi merebahkan kembali Mamih Alina dan membiarkannya beristirahat.


Waktu masih menunjukkan pukul 10 lewat 25 menit. Lusi memilih kembali ke dapur dan melihat persediaan makanan yang ada di sana. Tak butuh waktu lama bagi Lusi untuk mengolah masakan rumahan simpel buatannya. Setelah selesai, Lusi segera menghubungi suaminya agar pulang dan makan siang di rumah Mamih Alina.


"Halo sayang, bagaimana keadaan Mamih?! apa dia baik-baik saja?!" Cecar Viky saat sambungan teleponnya sudah terhubung.


"Sepertinya Mamih hanya masuk angin biasa, Ky! apa kau sudah senggang sekarang?! aku memasak makanan untukmu makan siang di rumah Mamih, kau cepat kemari ya!" Seru Lusi.

__ADS_1


"Benarkah?! wah... aku akan segera ke sana sekarang juga sayang! tunggu aku ya!" Sahut Viky antusias.


Viky segera menghubungi Rei setelah sambungan telepon istrinya berakhir. Pria tampan blasteran itu segera meminta Rei mengosongkan jadwalnya siang itu, Viky tidak ingin waktu kebersamaannya bersama sang istri tercinta terganggu sedikit pun.


"Baik Tuan, saya akan menghandle jadwal siang ini! selamat bersenang-senang!" Ucap Rei setelah menerima perintah dari Viky.


Di laju kan nya mobil mewah milik Viky ke arah rumah sang mertua. Kali ini, Viky memilih mengendarai mobilnya sendiri. Jalanan yang padat sedikit menghambatnya untuk sampai dengan cepat di rumah Mamih Alina. Karena jam ini jamnya makan siang, jadi banyak para pekerja kantoran lainnya yang ikut terjun ke jalan demi mencari santapan siang mereka.


"Ha... sepertinya Lusi akan menungguku lama!" Rutuk Viky yang masih terjebak macet.


Tiba-tiba, saat laju kendaraan mulai merayap, seorang wanita memasuki mobil Viky begitu saja.


Ckatt...


Drop...


"Tolong cepat laju kan, mobilnya!" Seru wanita tersebut dengan nada penuh intimidasi.


"Hei! aku bukan supir taksi, ya! cepat turun dari mobilku!" Gerutu Viky tak terima.


"Tidak bisa, aku juga sedang buru-buru saat ini, kau cari orang lain saja untuk menolong mu!" Sahut Viky masih di kode ketus.


"Tuan, tolonglah! aku benar-benar tidak tau harus meminta bantuan pada siapa lagi!" Ucap Wanita itu memelas.


Secara bersamaan, tiga orang pria berbadan kekar terlihat menghampiri di sekitaran mobil Viky. Wajahnya yang sangar melukiskan jika mereka adalah orang yang tidak baik. Apa lagi di kedua sisi lengan mereka terdapat beberapa tato menyeramkan seperti gambar tengkorak.


"Tuan, itu mereka! aku mohon cepat laju kan mobilnya!" Mau tak mau Viky pun melajukan mobilnya, kebetulan kemacetan pun sudah mulai terurai merayap.


"Haist! benar-benar merepotkan!" Gerutu Viky seraya melaju kan mobilnya.


Setelah cukup jauh mengemudi, Viky segera menurunkan wanita tadi di jalanan yang cukup sepi. Dua tidak ingin berlama-lama membuat Lusi menunggu di rumah mertuanya.


"Cepat turun! mereka tidak mungkin mencari mu sampai kemari, kan?!" Ucap Viky.

__ADS_1


"Baiklah, Tuan! aku benar-benar sangat berterimakasih pada anda! jika saja anda tidak menolong ku tadi, mungkin aku sudah di nikahkan dengan bos preman tadi!" Tutur wanita itu.


Viky tak melihat pakaian yang di pakai wanita itu sejak tadi, namun setelah wanita itu mengatakan jika dia tidak ingin di nikahi bos preman. Seketika membuat Viky penasaran untuk melihat penampilannya. Ternyata, wanita itu cukup cantik dengan gaun pernikahan yang dikenakannya.


"Hm... ya sudah, turunlah cepat! aku harus pergi sekarang!" Titah Viky.


"Baik Tuan, sekali lagi terimakasih sudah mau membantu saya, kalau boleh saya tau siapa nama Tuan?!" Sahut wanita itu mencoba berkenalan sebelum meninggalkan mobil Viky.


"Kau benar-benar tidak mengenalku ya?! padahal aku ini pengusaha sukses yang terkenal melebihi arti Negeri ini, loh! astaga! kau tidak pernah menonton berita di televisi, ya?!" Tutur Viky.


"Ma...maaf Tuan, tapi aku benar-benar tidak mengenalmu! jadi siapa nama Tuan?!" Sahut wanita itu kembali bertanya.


"Hm... itu tidak penting, sebaiknya kau cepat turun saja sekarang!" Perintah Viky.


"Tapi! siapa tau saja kita bisa bertemu lagi nanti, Tuan!".


"Astaga! wanita ini benar-benar pemaksa! jika aku tidak menjawabnya, pasti dia tidak akan turun-turun dari mobilku!" Batin Viky bermonolog.


"Viky! sudah, kan! sekarang cepat kau turun!" Ucap Viky seraya membuka kunci pintu mobilnya secara otomatis.


"Nama yang bagus untuk pria setampan anda Tuan, perkenalkan, aku Sandra! senang bisa berjumpa dan di tolong oleh anda!" Tutur Sandra yang tak lain nama wanita tadi.


"Hm... sudahlah, aku sudah sangat terlambat sekarang, kau cepatlah turun!" Seru Viky mulai kesal.


"Baiklah, Tuan! sampai berjumpa lagi!" Ucap Sandra seraya beranjak turun dari mobil Viky.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Hayooo... siapa ya Sandra??? yang penasaran harap tunggu besok ya 😁😁✌🏻✌🏻 cus kasih dukungan dulu buat Mommy... buat yang udah mampir makasih banget ya guys, see you next episode... 😘😘😘


__ADS_2