Jodoh Dokter Cantik

Jodoh Dokter Cantik
Eps 36.


__ADS_3

"Heh... dia tidak tau saja minuman yang akan aku buatkan ini minuman terenak yang terakhir akan dia nikmati! sebentar lagi, kau akan mendekam di penjara Nenek sihir! dasar wanita gila! ish... amit-amit deh kalau aku punya jodoh seperti itu! psikopat!" Batin Rei.


Sejurus kemudian, Rei pun menghilang di balik pintu ruangan Viky. Kesempatan itu kembali di manfaatkan oleh Siren untuk memikat pria idamannya. Tanpa tau malu, Siren membuka dua kancing atas kemejanya. Tujuannya tak lain agar Viky melihat kembali kedua buah dadanya itu. kaki ini dia juga sudah menyemprotkan parfum perangsang di seluruh tubuhnya.


Plok...plok...


Suara high heels yang di gunakan Siren terdengar nyaring menghentak lantai. Berjalan gemulai ke arah kursi keberadaan Viky. Namun secepat kilat, Viky segera menyiram sisa minumannya tanpa ampun ke arah Siren.


Byur...


"Aaaaaa! Viky! apa yang kau lakukan?! kenapa kau menyiram ku?!" Gerutu Siren seraya mengusap-usap pakaiannya yang basah.


"Oops! sorry! aku tidak sengaja, Ren! sepertinya aku reflek menyiram mu karena bau parfum yang kau gunakan itu! benar-benar sangat tidak enak di cium!" Tutur Viky seraya mencapit hidungnya sendiri dengan kedua jari tangannya.


"Arrhhg! kau sengaja, kan?! pokoknya aku tidak terima, Vik! pakaian dan riasan wajah ku jadi koyak karena ulah mu!" Protes Siren hendak mencoba menghampiri Viky lagi. Namun malangnya, Siren malah terjatuh di atas lantai yang licin akibat ceceran minuman yang Viky suram tadi.


Bruk...


"Aawwww..." Pekik Siren.


Gelak tawa dari mulut pria tampan blasteran itu pun akhirnya meluncur juga. Viky benar-benar sudah tidak bisa menahan lagi tawanya saat melihat penampilan Siren yang sudah begitu berantakan.


"Ahahaha... makannya jangan banyak gaya! kau harus tau diri, Ren! masih mending aku tidak membuat mu jatuh di depan banyak orang!" Ucap Viky.


"Sial*an! dasar brengsek! awas saja ya! aku akan membuat perhitungan untukmu!" Rutuk Siren dengan amarah yang menggebu-gebu.


Sejurus kemudian dia berdiri dan siap menghantam Viky dengan gelas yang sudah dia pecahkan ujungnya, sehingga gelas itu menjadi tajam dan membahayakan.


"Hei! kau mau apa?! kau pikir kau bisa mencelakai ku juga ya?!" Ucap Viky seraya beranjak dan berjalan mundur.


"Hm... jika kau tidak bisa aku miliki, maka kau harus mati di tangan ku! hahaha..." Tutur Siren seraya terus mendekat ke arah Viky dengan gelas tajam di salah satu tangannya.


Drap...


Drap...

__ADS_1


Drap...


Langkah kaki tergesa terdengar menghampiri ruangan Viky. Sejurus kemudian pintu ruangan Viky pun terbuka dan menampilkan beberapa pria gagah berseragam kan kepolisian. Menerobos masuk dan siap meringkus Siren yang masih memegang gelas tajam.


"Jangan bergerak! anda sudah kami kepung Nona Sirena! silahkan letakkan gelas tajam itu di atas lantai!" Tegur salah satu Polisi.


"Heh! kalian pikir aku takut, dengan ancaman pistol kalian itu?!" Gumam Sirena yang malah menunjukkan senyum mengerikan di bibirnya.


Sepertinya Sirena benar-benar wanita psikopat akut. Terbukti dari raut wajahnya yang tak menunjukkan penyesalan atau pun ketakutan sedikit pun saat melakukan sebuah kesalahan. Dia malah terus menantang lawan bicaranya dan terus berusaha melawan.


"Coba saja kalian tangkap aku kalau bisa!" Ucap Siren seraya menghampiri Viky secepat kilat dan menancapkan gelas tajam yang masih dia genggam tepat di sebelah kanan atas dada Viky. Membuat pria tampan blasteran tersebut mengerang kesakitan bukan main. Darah segar pun segera merembes dari kemeja yang Viky gunakan saat itu.


"Arrrgh!! astaga, dia benar-benar wanita gila!" Ucap Viky tersendat akibat menahan sakit atas luka yang Siren buat di dada kanannya.


Sejurus kemudian, dua anggota kepolisian meringkus paksa Siren, dan memborgol kedua tangannya. Wanita psikopat itu masih saja tertawa lepas setelah melihat Viky bersimbah darah.


Erfan yang baru saja tiba di ruangan Viky, segera menghampiri sepupu sahabatnya itu. Di temani rekan kerjanya, Erfan segera memboyong Viky ke mobilnya dan menuju Rumah Sakit terdekat.


"Kenapa kalian bisa kecolongan seperti ini?! astaga! darahnya mengalir begitu banyak!" Gerutu Erfan yang saat ini duduk di bangku tengah mendampingi Viky yang semakin kehilangan kesadarannya.


...****************...


"Viky!" Jerit Lusi di sela tidurnya.


Mimpi mengerikan yang dialami Dokter cantik itu membuatnya terbangun hingga membasahi keningnya dengan peluh.


"Ada apa, sayang?! apa kau bermimpi buruk?!" Cecar Mamih Alina.


"Mih, Ana ingin pulang sekarang juga! Ana punya firasat tidak enak terhadap Viky!" Ucap Lusi yang di barengi derai air mata.


"Tenanglah, sayang! kau hanya bermimpi, semoga Viky baik-baik saja di sana!" Tutur Mamih Alina berusaha menenangkan putrinya.


Tiba-tiba, foto pernikahan Lusi yang selalu dia bawa kemana-mana pun terjatuh begitu saja di atas nakas samping tempat tidurnya bersama sang Mamih.


Bruk....

__ADS_1


"Astaga! kenapa frame nya bisa terjatuh?!" Pekik Mamih Alina terkejut.


"Mih, Viky pasti sedang tidak baik-baik saja saat ini! Ana ingin pulang saat ini juga! Ana ingin memastikan keadaan Viky, Mih!" Racau Lusi.


Sepertinya ikatan batin Dokter cantik itu sangat kuat dengan sang suami tercinta. Di saat dirinya terlelap tidur pun, Lusi bisa merasakan sesuatu yang buruk menimpa suaminya. Akhirnya malam itu juga, Mamih Alina meminta bantuan para anak buah Papih Kevin untuk memesankan tiket penerbangan menuju Tanah Air mereka malam itu juga.


Kembali ke Rumah Sakit dimana Viky sedang di tangani petugas medis.


"Tuan, sebaiknya anda hubungi keluarga pasien, sekarang! saat ini pasien membutuhkan transfusi darah yang cocok secepatnya! kebetulan stoknya sedang kosong di Bank darah Rumah Sakit ini, kami harap pihak keluarga bisa bekerja sama untuk kelancaran Operasinya!" Tutur Dokter yang menangani Viky saat ini.


"Baiklah! saya akan coba menghubungi keluarganya, Dok!" Sahut Erfan yang siaga berjaga di depan ruangan Operasi.


Jemari tangannya kini lincah menggulir layar ponsel untuk mencari kontak yang akan dia hubungi. Setelah menemukannya, Erfan segera menghubungi nomor tersebut dan memberikan kabar terkini tentang Viky.


"Halo Om, apa Om ada waktu, sekarang?!" Tanya Erfan via telepon.


"Ada apa, Fan? tidak biasanya kau menghubungi Om seperti ini?!" Ucap Papih Kevin balik bertanya.


"Sebenarnya Efan ingin memberi kabar tentang Viky, Om! dia saat ini sedang di Rumah Sakit, Dia baru saja mendapatkan serangan hujaman benda tajam di dada kanan nya, dan saat ini dia sedang membutuhkan banyak darah! apa Om bisa membantu?!" Tutur Eran panjang lebar.


"Tentu saja bisa! kebetulan darah Om dan Viky sama! Om akan ke Rumah Sakit sekarang juga, kau kirimkan alamat nya sekarang juga, ya!" Seru Papih Kevin bergegas meninggalkan perusahaannya.


Semenjak Viky menikah, kedua orangtua Viky juga memutuskan tinggal di Negara yang sama dengan putranya. Tanpa membuang waktu, Papih Kevin berangkat ke Rumah Sakit dan mendonorkan darahnya untuk sang putra.


.


.


.


.


.


See you next episode guys... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2