Jodoh Dokter Cantik

Jodoh Dokter Cantik
Eps 30.


__ADS_3

"Aaaaaa... kenapa junior mu cepat sekali on begitu?!" Jerit Lusi saat melihat penampakan barang pusaka suaminya yang sudah kokoh.


"Itu karena ulah mu, sayang! kau harus bertanggung jawab sekarang!" Seringai Viky seraya mendekatkan kembali wajahnya ke wajah Lusi.


"Ja...jangan, Ky! k...kau tidak boleh menyentuhku!" Seru Lusi yang membuat Viky berhasil menghentikan aksinya seraya mengerutkan kening.


"Kenapa aku tidak boleh menyentuh istriku sendiri?! atau... kau memang sudah bosan ya dengan ku?!" Tanya Viky skeptis.


"Bu... bukan! tapi aku benar-benar tidak bisa kau sentuh saat ini!" Ucap Lusi seraya mendorong dada suaminya dan bergegas menghindar.


"Lusi! apa kau benar sudah tidak mencintaiku?!" Tanya Viky tanpa mau melihat ke arah sang istri yang sama-sama memunggunginya.


"Ha... apa cinta sangat berarti bagimu? lalu bagaimana dengan pengorbanan ku selama ini?! apa kau pikir, semua itu tidak di dasari cinta?!" Tutur Lusi.


Untuk kesekian kalinya Dokter cantik itu menghela kasar nafasnya. Mencoba menetralkan perasaan kesal serta kekecewaan pada suaminya.


"Tapi kenapa kau seakan sangat membenciku? bahkan hanya berdekatan seperti barusan saja kau terlihat sangat risih!" Ucap Viky seraya membalikkan tubuhnya menatap punggung sang istri.


Di raihnya terlebih dahulu handuk yang sempat terjatuh. Viky menghampiri sang istri dan berniat meminta penjelasan padanya. Namun baru saja dua langkah Viky melenggang, Lusi sudah mengudarakan sebelah telapak tangannya pertanda agar Viky tak mendekat lagi.


"Aku mohon, jangan seperti ini, Ky! aku juga sangat tersiksa nantinya!" Gumam Lusi.


"Kenapa kau tersiksa? biasanya juga kau menikmatinya, kan?!".


"Ky! aku masih nifas!" Ucap Lusi ketus seraya melenggang pergi meninggalkan Viky yang di dera syok.


"Astaga! jadi ini alasannya selalu menghindari aku?!" Gumam Viky dengan kedua sudut bibir yang terangkat.


...****************...


Di Bandara.


"Jaga diri baik-baik ya, Mih! Viky titip Lusi!" Ucap Viky yang saat ini tengah mengantar keberangkatan sang istri bersama mertua nya.


"Kami pasti baik-baik saja, sayang! kau juga jaga diri baik-baik, ya! jaga kesehatan! Semoga saja kami bisa kembali secepatnya!" Seru Mamih Alina.

__ADS_1


Viky pun merangkul sang mertua sebagai salam perpisahannya. Setelahnya, dia pun beralih pada sang istri yang sangat dia cintai.


"Sayang, bersenang-senang lah! semoga kau bisa kembali secepatnya! jaga diri baik-baik, ya!" Ucap Viky seraya menarik tubuh ramping istrinya ke dalam pelukan.


"Kau juga, Ky! jagalah kesehatan! semoga saja kau bisa segera menangkap pelakunya! mungkin itu bisa membuat rasa kesal dan kecewaku berkurang padamu!" Sahut Lusi yang hanya dapat dia ungkapkan dalam hati saja.


"Hubungi aku setelah tiba di sana, ya! aku akan sangat merindukan mu, sayang!" Ucap Viky melerai pelukan dan beralih mencium kening sang istri.


10 menit kemudian, pesawat yang di tumpangi Lusi dan Mamih Alina pun terlihat menembus awan. Viky benar-benar sangat ingin menemani istrinya, namun keadaan belum mengijinkannya. Dia masih mempunyai teka-teki yang harus segera dia selesaikan.


"Sebaiknya aku mulai penyelidikannya sekarang!" Gumam Viky seraya melenggang pergi dari tempat terakhirnya mengantar sang istri dan mertuanya.


Di perusahaan.


Viky nampak kecewa setelah mengetahui kerusakan yang terjadi pada CCTV yang terpasang di Rumah Sakit. Awalnya, dia sangat yakin jika dia bisa menemukan satu bukti yang bisa memberitahunya tentang siapa pelaku teror yang menimpa istrinya. Namun sayangnya, CCTV di Rumah Sakit itu sudah lama rusak dan belum sempat di perbaiki.


"Kenapa Rumah Sakit sebesar itu bisa mengabaikan kerusakan seperti ini?! aku benar-benar tidak percaya! mereka benar-benar tidak becus mengelola Rumah Sakit!" Rutuk Viky.


Tok...tok...tok...


"Masuk!" Seru Viky dari dalam ruangannya.


"Ha... aku benar-benar sedang pusing, Ken! apa yang membawamu kemari? tidak biasanya kau datang di jam seperti ini?!" Tutur Viky.


"Haist! kau tidak suka ya aku mengunjungimu?! aku hanya ingin mengundangmu makan malam bersama, Vik! kau ajaklah istrimu juga! Jenny pasti sangat senang jika kau bawa istri mu itu!" Sahut Kenny.


"Dia tidak akan bisa pergi, Kenn! tadi pagi dia dan Mamih Alina baru saja berangkat ke luar Negri!" Ucap Viky sendu.


"Luar Negeri? untuk apa?! apa mertua mu sakit?!" Tanya Kenny.


"Tidak! mereka hanya ingin healing! mungkin Lusi memang sangat membutuhkannya saat ini!" Lirih Viky seraya beranjak dari duduknya dan berdiri di depan cermin besar yang mempertontonkan beberapa bangunan pencakar langit di sekitarnya.


Pria tampan blasteran tersebut sangat merasa kesepian. Baru saja beberapa jam yang lalu di tinggal sang istri, rasa rindunya sudah kian membuncah. Apa lagi akhir-akhir ini kebersamaannya bersama Lusi tidak terlalu baik seperti sebelum kejadian naas itu menimpa istri dan calon bayi mereka.


"Hei! ayolah, Vik! kenapa kau jadi melow begini?! istrimu hanya healing! kau biarkanlah dia bersenang-senang!" Seru Kenny.

__ADS_1


"Oh iya! aku ingin menanyakan sesuatu lagi padamu, Vik!" Ucap Kenny lagi.


"Tentang apa?!" Sahut Viky bertanya seraya membalikkan tubuhnya ke hadapan Kenny.


"Apa kau tau perusahaan Sirena?!" Tanya Kenny.


"Sirena? maksudmu perusahaan teman kuliah ku itu?!" Sahut Viky memastikan.


"Benar! kemarin, dia datang ke perusahaan ku dan menawarkan bekerja sama! dia menjanjikan keuntungan yang sangat fantastis jika aku mau bergabung dengan perusahaannya!" Tutur Kenny.


"Tapi apa yang akan dia tawarkan padamu? setau ku, kau hanya bergerak di bidang properti dan restoran, kan?! sedangkan Siren hanya di bidang bahan-bahan dasar kosmetik!" Sahut Viky.


"Ini memang bukan ranah ku, Vik! tapi istriku yang menginginkan usaha baru! Jenny berniat membuka perusahaan kosmetik miliknya sendiri!" Ucap Kenny.


"Oh... pantas saja! tapi kenapa Jenny malah memilih bekerja sama dengan Siren? kenapa kalian tidak berunding dulu denganku?! aku kan punya bisinis kosmetik juga?!" Cecar Viky.


"Haist! niatku kemari hari ini pun untuk itu, Vik! aku ingin kau menanamkan modal juga di bisnis pertama istriku ini!" Ucap Kenny.


"Hm... begitu ya, kau bawa proposal nya?" Tanya Viky berubah mode serius.


"Tidak hari ini, Vik! proposal nya akan di bawa istriku langsung, besok! aku hanya minta kau setujui saja apa yang dia mau! sebenarnya dia sangat tidak ingin aku membantunya, tapi aku benar-benar tidak tega! jadi kau rahasiakan kedatanganku ini ya!" Seru Kenny.


"Jadi Jenny tidak tau ya kau datang menemui ku hari ini?! hm... baiklah, akan aku usahakan untuk sepupu ku yang cantik itu!" Gumam Viky bernada menggoda Kenny.


"Haist! kau sudah punya Dokter Lusi! sebaiknya kau fokus untuk mengejar maafnya saja! jangan berani-berani menganggu wanitaku, mengerti!" Tegas Kenny yang sangat mudah terpancing jika sudah menyinggung masalah istri tercintanya.


Viky pun terkekeh, dia benar-benar puas telah berhasil membuat sepupunya itu naik darah. Namun meski begitu, sebenarnya mereka itu saling menyayangi satu sama lain.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Maaf kemarin gak sempat up, Mom benar-benar gak sempat banget 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2