Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Keajaiban


__ADS_3

"Aina tidak mati pa"teriak Alif


"Aku boleh kehilangan semua nya tapi tidak Aina dia itu teman hidup ku sudah cukup aku sepi tanpa dia aku ngak mau kehilangan nya aku tidak bisa apa apa tanpa dia aku ngak mau hidup tanpa dia pa"teriak Alif lagi naik ke tubuh Aina tapi Gio menarik nya


plak


"Kamu masih ngak mau menerima kenyataan jika Aina sudah meninggal"ucap Gio memukul Alif


"Aina belum meninggal kita belum berusaha"teriak Alif


"Papa ngak ngerti yg aku rasa aku ngak bisa kehilangan dia"teriak Alif frustasi


"Aku ngak mau kehilangan nya"teriak Alif menendang brnadar kosong itu mengamuk di sana semua hanya diam sama mereka bersedih kematian Aina mereka tidak bisa apa apa


"Aina bangun aku mohon"ucap Alif menyentuh wajah Aina memeluk nya erat


"Jangan tinggalkan aku"ujar Alif


"Alif aku udah katakan kamu harus menghargai kebersamaan Aina"ucap Leon


"Diam ini semua karna kamu"bentak Alif


"Gimana kita mau mengurus Aina di sini apa di rumah"tanya Arka pada Arkan


"Aku belum tau kak"ucap Arkan


"Sebaiknya kita melakukan proses di rumah aja biar aku yg urus kamu urus aja Zenap"ujar Arka lalu mendekat


"Abi Arysif bantu kita bawa Aina pulang untuk memandikan nya dan menguburkannya "ucap Arka


"Iya ayah"ucap Arysif


"Kalian ngak boleh membawa Aina"ujar Alif menarik lagi brnadar itu


"Sudah Alif kamu harus terima kenyataan nya"ucap Gio menahan Alif di bantu Leon


"Lepaskan aku"teriak Alif mengamuk membuat Gio dan Leon terjatuh


"Om jangan membawa Aina dia belum mati om"ucap Alif menarik lagi brandar itu


"Alif Aina sudah meninggal "ucap Arysif


"Kamu tidak boleh menunda nya"ucap Arysif


"Dia belum meninggal lepas"ucap Alif mendorong Arysif


"Aku akan buktikan Aina tidak akan meninggalkan aku"ujar Alif lalu naik lagi ke tubuh Aina menekan dada Aina lagi


"Anak ini ngotot banget"ucap Arka


"Biarkan nanti Alif capek sendiri membangun kan Aina karna dia tidak akan bangun"ucap Arkan sedih


"Kamu harus kuat"ucap Arka menguatkan adik nya


"Ayo Aina kamu harus bangun "ucap Alif terus menekan dada Aina tidak berhenti


"Hiks hiks jangan tinggalkan aku Aina"ujar Alif menangis lagi

__ADS_1


"Siapa yg bisa memahami sikap ke kenakan aku jika tidak kamu bangun aku kesepian tanpa kamu "ucap Alif


"Please aku mohon bangun "ucap Alif menyatukan kening mereka sampai air matanya membasahi wajah Aina


"Please aku mohon bangun"triak Alif menekan dada Aina terus berusaha menekan dengan kuat memompa jantung Aina


Huuk


"Aina"ucap Alif jadi kaget Aina terbatuk mengeluarkan darah dadanya mulai naik turun semua hanya terpaku melihat itu


"Aina"ucap Alif menyeka air matanya memeriksa denyut jantung Aina melihat itu Gio lari untuk mengambil oksigen Alif turun dari tubuh Aina melihat papa nya kembali membawa oksigen Alif memasang kan nya lalu Alifa mengambil Stetoskop di leher papa nya memasang kan di telinganya menempel di dada Aina lagi


"Seberapa parah penyakit yg di derita Aina"tanya Alif pada Leon


"Menurut dokter Avantika, Aina harus membutuhkan nya transplantasi hati setelah itu baru bisa menstabilkan hati nya bisa mencerna organ yg lain"jelas Leon


"Darah siapa yg cocok om apa tante Zenap"tanya Alif


"Om"ucap Arkan


"Lakukan segera operasi panggil juga doker Avantika"ucap Alif lalu mendorong brandar Aina ke ruang operasi


Rumah sakit itu jadi heboh dengan kembali nya Aina mereka semua sibuk Leon memeriksa Arkan yg akan mendonor kan hati nya tapi mereka takut nanti Aina pendarahan jadi Arka mendonorkan darah nya untuk operasi


"Siap"ucap Leon melirik Arkan yg berbaring


"Tunggu"ucap Alif serius


"Aku akan melamar Aina"ucap Alif memasang kan cincin di jari Aina membuat Leon dan Gio hanya menganga sangat gila Alif ini


"Dok jangan menunda waktu"ucap Avantika


"Alif kamu seorang dokter untuk menyelematkan pasien mu bukan seorang sahabat menyelamatkan sahabat mu"ujar Alif menyakinkan diri nya mulai menyayat dada Aina


"Syifa "ucap Zenap berlari mendekati Syifa yg duduk di depan ruang operasi lalu memeluk Syifa


"Alhamdulillah Allah masih memberi Aina umur yg panjang dia masih di operasi bersama Arkan"jelas Syifa


"Alhamdulillah ya Allah Terimakasih"ucap Zenap terharu bersujud syukur dia terisak dengan kuasa Allah yg mengembalikan anak nya


"Kita harus banyak berdoa "ujar Syifa tersenyum dia teringat kejadian masa lalu saat dia di nyatakan meninggal dunia karna Arka menusuk nya tapi setelah itu dia kembali apa Aina akan sama seperti nya mati suri


Zenap sangat gelisah menatap lampu operasi itu bagaimana tidak anak dan suaminya lagi menjalankan operasi sudah 3 jam tapi belum juga selesai, sedangkan Humairoh dan yg lain di suruh pulang hanya Zenap Syifa dan Arka.Zenap melantunkan zikir nya saat lampu operasi mati Zenap mendekat dan dokter Avantika keluar


"Gimana dok"tanya Zenap was was Avantika melebarkan pintu itu Gio dan Leon mendorong brandar Arkan yg tidak sadarkan diri


"Pindah kan di kamar inap VVIP"ucap Gio


"Baik dok"ucap suster mendorong brandar Arkan lalu Gio masuk lagi membantu Leon dan Alif mendorong brandar Aina


"Kita pantau dulu keadaan Aina kita lihat perkembangan nya"ucap Gio


"Iya"ucap yg lain


"Aina"ucap Zenap mengengam tangan Aina dua meneteskan air mata haru mendengar detak jantung Aina


####

__ADS_1


Setelah Aina di pindahkan di ruang inap Syifa dan Arka izin pulang untuk mengurus permasalahan Abi atas apa yg Abi kata kan sebelumnya.Arka mengumpul kan anak anak nya termasuk Abi juga


"Abi bisa kamu jelas kan maksud kamu "ucap Arka serius


"Aku menerima pernikahan ini bukan karna Nur tapi Aina aku mencintai nya namun dia susah untuk di dekati dia wanita tertutup jadi dengan aku menikahi Nur aku bisa dekat dengan nya aku akan menceraikan Nur dan menikah dengan Aina"ucap Abi serius


"Abi aku benar kecewa pada mu harus nya kamu mengatakan nya biar tidak serumit ini"kesal Arysif


"Aku minta maaf aku tidak bermaksud seperti itu aku tidak pernah menyukai Nur yg cerewet sombong angkuh sok cantik sok pintar aku lebih menyukai Aina"ucap Abi


"Nur bagaimana ayah serahkan semua nya jika kamu mau cerai dengan Abi tidak masalah tapi tetap Nur kamu dan Leon tidak bisa bersama"ucap Arka


"Ayah seperti Leon aku pun berusaha melupakan Leon kejadian malam itu aku lebih ingin memperbaiki diri aku baru menerima pernikahan ini terserah pada Abi mau bagaimana"ucap Nur serius


"Oke"ucap Arka serius tapi Syifa menahan tangan Arka


"Bunda punya solusinya Abi udah jadi menantu ini jika pun kamu mau menikahi Aina yakin Aina jatuh cinta pada mu dan mau menikah dengan mu"ucap Syifa


"Aku yakin karna dulu dan sekarang Aina beda memperlakukan aku"ujar Abi yakin


"Tapi Aina kan cinta sama Alif"ujar Humairoh berfikir


"Hus ngawur mereka itu sahabat sejak kecil"ujar Arysif


"Benar bang waktu Aina ngajak aku ke salon dia cerita kata nya sangat mencintai Alif tidak bisa meluapkan nya karna Alif juga hati nya sampai rusak karna Alif mencintai Nur"ujar Humairoh


"Susah sekali memahami hubungan mereka Abi cinta sama Aina tapi Aina cinta sama Alif tapi juga Alif cinta sama Nur pusing jadi nya"ujar Humairoh


"Jika Aina menerima cibta mu dan mau menikah dengan mu kami akan cerai kan kalian tapi jika tidak kamu harus menerima hubungan dengan Nur dan menerima Nur melupakan Aina"ujar Syifa serius sejenak Abi ragu dengan Aina tapi dia sudah menyakinkan diri


"Aku setuju"ucap Abi serius dia yakin Aina menerima nya secara respon Aina sangat baik jika Abi mengajak nya ngobrol


###


2 hari Arkan baru sadar dari operasi nya Leon dan Gio meninjak lanjut perawatan nya dan Alif khusus memantau Aina dia tidak mau terjadi sesuatu pada Aina.Gio dan Leon melihat scan tubuh Arkan tidak ada yg serius


"Semua baik lihat"ucap Gio menunjuk kan scan nya Leon memperhatikan semua


"Papa benar om Arkan menunggu pemulihan saja"ujar Leon tersenyum dia senang keadaan Arkan baik baik saja


Arkan di antar oleh Leon untuk melihat keadaan Aina yg di rawat mereka masuk melihat Alif duduk di sofa menatap Aina dan Zenap menyender kan kepala di monitor Aina takut banget jika suara monitor itu hilang dan tangannya berada di perut Aina takut banget jika Zenao tidak bisa merasa perut Aina turun naik sedangkan Aina dia juga membutuhkan donor darah mengingat dia kurang darah dan di oksigen


"Sayang"ucap Arkan menyentuh bahu Zenap yg tertidur


"Eghh,mas"ucap Zenap memeluk Arkan dengan erat


"Mas ngak papa"ujar Zenap menangkup wajah Arkan


"Aku baik baik saja"ujar Arkan menghapus air mata Zenap


"Jangan menangis Aina akan segera sadar"ucap Arkan memeluk istri nya Alif berdiri berjalan mendekat


"Om setelah Aina sadar aku mau menikahinya"ucap Alif serius


"Kenapa tiba-tiba baru sadar ya jika cinta sama Aina"ucap Leon


"Tidak Aina tetap sahabatku aku hanya memikirkan sesuatu apa lagi soal perkataan Abi aku yakin setelah Aina sadar dia mau menikahi Aina padahal dia sendiri suami nya Nur aku ngak mau Abi memisah kan aku dan Aina"jelas Alif

__ADS_1


"Nanti kita akan pikirkan kita tanya Aina"ujar Arkan menatap Alif sama hal dengan Leon kenapa Arkan bisa menebak jika Alif ini cinta sama Aina apa lagi soal di ruang mayat


__ADS_2