Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Kembali


__ADS_3

Leon sudah meyakinkan diri nya jika dia sudah siap membangun rumah tangga dan serius menikahi Kanaya selain karna umur Leon juga cinta dengan Kanaya,Asma juga mengatakan jika Leon segera nikahi Kanaya takut nanti malah ada hal buruk apa lagi mereka sering bertemu di kantor.Leon memutus kan mengatakan pada Bara jadi dia mengumpulkan keluarga nya


"Huh hari ini kumpul keluarga Adirata aku harus tuntas kan hari ini"gumam Kanaya lalu keluar dari mobil


"Ayo"ucap Leon mengandeng tangan Kanaya mereka masuk ke rumah Adirata


"Lho Leon kenapa bawa asisten mu"ucap Bara heran


"Om selain Kanaya asisten ku dia akan menjadi asisten hidup ku aku akan menikahi nya dia lah calon istri ku"ucap Leon


"Apaan kamu Leon "ucap Sunanda


"Apa yg kalian perdebatan kan terserah pada Leon memilih calon istri yg akan menjalani nya itu Leon sendiri"ucap Asma jadi jengkel


"Kamu diam kamu tidak punya hak bicara di rumah ini"ucap Shopi


"Tidak punya hak kamu bilang memang benar aku tidak punya hak bicara di rumah ini tapi jika menyangkut kebahagiaan anak ku maka aku tidak diam begitu saja"tegas Asma


" Kenapa Leon memangil tuan Adirata itu om bukan nya papa kandung nya"batin Kanaya


"Semua aku kalian restui atau tidak tetap menikahi Kanaya"ucap Leon


"Kamu jangan takut Leon mama akan selalu bersama mu"ucap Asma


"Benar Leon jangan menyerah demi kebahagiaan mu"ucap Gio menyemangati


"Dan kamu Bara kamu ingat sampai kehilangan Asma kamu menikahi nya bentuk pelampiasan kamu menyiksa nya sampai kalian berpisah dan setelah dia hilang kamu malah mengejar nya hanya sekedar dia wanita miskin "ucap Gio


"Jika Leon tetap menikah perempuan itu saya akan menarik aset nya"ucap Sunanda


"Ehh nenek sihir kamu kira anak ku itu gila harta aku mendidik nya dengan kejujuran jadi kalian tidak bisa mengancam nya hanya sekedar harta"ucap Asma jengkel


"Cukup cukup"ucap Bara


"Oke papa akan restui kamu menikahi nya"ucap Bara


"Bara kamu apaan"ucap Sunanda


"Ma Leon itu anak kandung ku jika dia pergi mau bagaimana nasip keluarga kita Leon itu seperti nyawa untuk perusahaan kita dan keluarga ini"ucap Bara


"Mau mengharapkan Bobi dia bukan anak kandung ku ma hanya Leon yg berhak atas perusahaan Adirata"ucap Bara


"Kamu boleh nikah sama dia Leon tapi kamu harus menerima harta Adirata dan menerima sepenuh nya keluarga Adirata "ucap Bara


"Tidak masalah "ucap Leon tersenyum


"Sudah ku duga jika Bobi itu bukan anak kandung tuan Adirata "batin Kanaya


"Jadi Kanaya gimana soal lamaran "ucap Asma


"Iya Kanaya "ucap Leon tersenyum menatap Kanaya


"Aku akan menunjukkan kejutan "ucap Kanaya berdiri dia memejam kan mata lalu merogoh tas nya dan mengambil pistol nya menodongkan di dada Leon menatap Leon


"Ini yg aku lakukan pada mu"ucap Kanaya wajah nya berubah jadi penuh amarah


"Apa maksud mu"ucap Leon serius


"Aku menunggu saat saat ini apa kamu tau sejak aku jadi asisten mu aku mengincar nyawa mu dari kecelakaan aku yg ingin menusuk mu aku ingin membunuh mu"ucap Kanaya serius


"Dan soal cinta itu rencana ku kamu akan lebih menderita mati di tangan orang yg kamu cintai "ucap Kanaya serius


"Kanaya"ucap Asma


"Jangan bergerak atau aku benar membunuh nya"tajam Kanaya

__ADS_1


"Dasar wanita tidak tau terimakasih"ucap Bara marah


"Kenapa kamu lakukan aku tidak pernah menyakiti mu"ucap Leon sendu menatap Kanaya


"Itu memang rencana ku membuat kamu jatuh cinta pada ku"ucap Kanaya membuat Leon tertawa getir


"Aku mencintaimu itu karna kamu apa ada nya tidak lebih aku tulus mencintai mu kamu kenapa kamu lakukan"lirih Leon


"Karna kamu anak dari Adirata mereka membunuh orang tua ku tampa ampun kamu mau tau itu rasa nya bagaimana"ucap Kanaya


"Mereka membunuh orang tua ku di saat umur ku 15 tahun di depan mata ku"ucap Kanaya penuh amarah


"Jangan lakukan"ucap Leon memeluk Kanaya erat


"Lepaskan aku"ucap Kanaya mendorong Leon


"Pergi kamu"ucap Bara mengusir Kanaya


"Aku tidak akan pergi sebelum membunuh nya"ucap Kanaya penuh rasa benci


"Kanaya "ucap Leon


"Selamat tinggal "ucap Kanaya menarik pelatuk nya tapi tidak terjadi sesuatu Kanaya ingat dia belum mengisi peluru nya


"Sial"umpat Kanaya lalu mengcengkram baju Leon


"Aku sangat membenci mu bajingan mati saja pada rasa cinta mu itu"ucap Kanaya mendorong Leon lalu dia berlalu


"Kanaya tunggu"triak Leon lalu mengejar Kanaya


"Jangan tinggalkan aku"ucap Leon memeluk Kanaya


"Lepas cinta ku hanya palsu aku hanya ingin menjebak mu"ucap Kanaya


"Karna kamu bagian dari keluarga Adirata aku tidak mungkin menikah pada anak yg membunuh orang tua ku mengambil kebahagiaan ku"ujar Kanaya


"Anggap kita tidak pernah bertemu "ucap Kanaya berlalu pegi Leon hanya terdiam


"Kenapa ma darah ku harus mengalir darah Adirata "ucap Leon masuk


"Pertama Nur dan sekarang Kanaya mereka tidak mau karna aku dari keluarga Adirata kenapa "ucap Leon sendu Asma memahami anak nya dia memeluk Leon semua keluarga hanya diam


###


Zenap menatap Aina yg masih terbaring Aina sudah mengalami 2 kali operasi kepala yg di lakukan oleh ahli sarap dan bedah meski begitu Aina belum sadar.Yg membuat hati Zenap pilu 30 persen otak Aina mengalami gangguan membuat dia terpukul oleh keadaan anak semata wayang nya ini tapi Zenap tidak bisa menyalahkan yg lain karna ini takdir.Aina sudah mengalami koma selama 2 tahun terbaring di rumah sakit kini Aina menunjuk kan kesadaran nya Zenap dan Arkan serta dokter menatap Aina yg bola mata nya bergerak dan perlahan terbuka Zenap sampai meneteskan air mata memeluk Arkan


"Nona"ucap dokter melambaikan tangannya Aina mengerjabkan matanya beberapa kali


"Nona apa anda merespon kami"tanya dokter Aina ingin terucap tapi kaku karna selang di mulut nya perlahan dokter melepas kan nya


"Sayang kata kan"ucap Zenap menghapus air matanya haru


"K...k...kalian siapa"lirih Aina pelan Zenap memejamkan matanya


"Tuan seperti yg kamu katakan jika otak nona Aina mengalami kerusakan dan dia juga amnesia permanen dia tidak akan mengingat apa apa bahkan diri sendiri pun"jelas dokter pada Arkan


"Kami paham dok kami banyak bersyukur pada Allah masih memberi anak saya hidup"ucap Arkan menatap Aina sendu anak nya selalu menderita


####


Tidak terasa Aina pergi 4 tahun dari keluarga besar nya 2 tahun masa koma serta 2 tahun dalam pengobatan karna itu juga Arkan tidak pernah memberi informasi kecuali keluarga sendiri yg datang,kini mereka akan pulang ke rumah yg sesungguhnya


"Sayang ingat ya nanti setelah sampai di rumah tante Syifa jangan kemana mana"ucap Zenap menatap Aina yg menatap keluar jendela mobil ,Aina menoleh menatap Zenap


"Kenapa"tanya Aina setelah lama berfikir karna itu juga otak Aina sedikit lama merespon perkataan kadang juga Aina mengalami lupa dengan kejadian

__ADS_1


"Ngak apa sayang"ucap Zenap tersenyum memeluk Aina lalu mereka sampai dan turun


"Assalamualaikum"ucap Zenap pada keluarga nya


"Waalaikum salam"ucap mereka semua Syifa memeluk Aina mengusap punggung Aina


"Tante senang lihat kamu lagi"ujar Syifa tersenyum Aina hanya mengerjab kan mata nya lalu tersenyum


"Aku juga senang lihat tante"ucap Aina mengangguk dengan tersenyum


"Udah ayo kita masuk"ucap Zenap mengajak semua masuk


"Halo Aliza"ucap Aina duduk di sofa bersama Aliza anak Nur dan Abi yg sudah berusia 4 tahun


"Halo aunty Aina"ucap Aliza lalu duduk di pangkuan Aina


"Aunty ayo lihat film nya bagus lho"ujar Aliza tersenyum di angguki Aina


"Tidak ada lagi Aina yg ceria tidak ada lagi Aina yg menghangatkan kita semua"lirih Zenap


"Kamu jangan berputus asa Allah pasti memberi Aina jalan yg terbaik"ucap Syifa


###


Keluarga Karten mengundang keluarga Margaretha merayakan kepulangan Aina mereka lakukan bentuk tanda syukur, Asma yg juga tau jika Zenap pulang mengajak Aina tentu dia tidak bisa menahan diri dia ikut serta dalam acara itu bersama Gio meski Gio mengatakan jika nanti Zenap tidak nyaman namun tetap saja Asma ingin banget ketemu dengan Aina


Mata Asma berkaca kaca menatap Aina yg lagi duduk di tangga main game bersama Aliza lalu Asma mendekat


"Aina"panggil Asma memeluk Aina lalu menyentuh wajah Aina dengan haru memeluk Aina erat


"Tante siapa"tanya Aina binggun


"Asma kamu apaan "ucap Zenap menarik tangan Asma


"Aku mau ketemu sama Aina"ucap Asma


"Boleh kamu ketemu sama Aina tapi ingat satu hal kamu jangan mengungkit nama Alif di depan Aina dan juga jangan mempertemukan mereka"ucap Zenap serius


"Kenapa Zenap kamu memisahkan mereka 4 tahun lama nya tidak cukup menyiksa Alif"ucap asma


"4 tahun kamu mengeluh anak mu menderita lihat apa dampak nya dari kejadian itu seumur hidup Asma anak ku kehilangan hidup nya selama nya"ucap Zenap menguncang tubuh Asma


"Udah Zenap"ucap Syifa


"Kalian tidak perlu ribut seperti yg terjadi takdir Allah kita harus bersyukur untuk sekian kali nya allah tetap memberi Aian hidup"ucap Syifa lalu Zenap berlalu karna Arkan sudah mengajak Aian pergi


"Aunty makanan aunty Renata enak tau coba deh"ucap Aliza antusias


"Iya enak banget makasih ya"ucap Aina tersenyum pada Nur


"Aunty yg aunty Renata ini"ucap Aliza menunjuk Renata yg duduk di sebelah Adam


"Aliza jadi binggun aku, yg mana "ucap Aina


"Iya cantik itu aunty Renata dan yg sangat cantik mama ku"ujar Aliza tertawa


"Mau makan aja deh kan makanan nya enak"ucap Aina tersenyum meminum air putih itu


"Makan nya yg benar"ucap Arkan memegang kedua tangan Aina lalu meletakkan pada makanannya Aina diam menatap makanan itu


"Kenapa di tatap aja"tanya Renata


"Makanannya mana"tanya Aina binggun


"Biar mama aja ya suapin kamu"ucap Zenap duduk mengambil piring nya mulai menyuapi Aina penuh kasih sayang semua hanya diam dampak dari kejadian itu sangat memilukan hati semua melihat keadaan Aina

__ADS_1


__ADS_2