Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Semua kejahatan nya terbongkar


__ADS_3

Saat Aina dan Avantika sadar mereka menemukan seperti ruang rahasia yg terdapat banyak wanita mau pun gadis ada juga pria yg sudah sakit-sakitan dan mereka di kurung mirip penjara tentu Aina dan Avantika kaget tempat apa ini


"Aina apa kamu baik baik saja"tanya Avantika


"Iya hanya ada beberapa goresan ini tempat apa"ucap Aina binggun


"Di sini la tempat budak"ucap mereka menatap Aina dan Avantika


"Budak"ucap Aina dan Avantika


"Ya kalian kenapa di tangkap"tanya nya


"Karna kami ketahuan ingin mencari bukti kejahatan mereka"ujar Aina


"Kalian harus cepat pergi dari sini atau kalian akan terkurang selama nya di sini"ucap nya


"Lalu kalian"ucap Avantika


"Kami hanya menunggu kematian orang tua di sana organ nya di ambil dan di jual dan kami sama dan anak gadis dan wanita di sana adalah pabrik pembuat anak atau mereka akan menjual hanya di jadikan hawa nafsu "jelas nya


"Astaghfirullah kejam sekali mereka "ucap Aina


"Kita susun rencana "ucap Avantika mencari celah lalu dia tersenyum dan merogoh saku celananya mengeluarkan kotak kecil itu


"Itu apa"tanya Aina


"Ssstt, ingat ini alat medis "ucap Avantika lalu mengambil alat yg sangat runcing dan berusaha membuka nya ,lama bergelut akhirnya kunci itu hancur Avantika bisa keluar dan Avantika berusaha mengeluarkan Aina dan akhirnya bebas


"Bagus"ucap Aina keluar


"Biar aku selamatkan mereka kamu pantau di luar"ujar Aina dan Avantika keluar Aina berusaha memotong kunci


"Aina mereka datang"teriak Avantika lalu dia lari menghindar


"Hei mau apa kamu"ucap seseorang menangkap Aina lagi karna terlalu pokus Aina lupa dengan peringatan Avantika akhirnya dia ketangkap lagi


"Alhamdulillah akhirnya bebas dari mereka"ucap Avantika ngos ngosan


"Ehh tunggu Aina Aina"ucap Avantika melihat sekeliling hanya ada dirinya


"Aduh anak itu kenapa ngak kabur sih"ucap Avantika menepuk jidatnya


"Aku harus kembali tidak mungkin aku meninggalkan Aina seperti ini"ucap Avantika lalu dia kembali ke tempat dia di sekap tadi


"Ya Allah selamatkan hamba"doa Aina dia sangat khawatir sekarang ini penjaga nya semakin ketat


"Ketat banget penjaga nya"gumam Avantika mengintip


"Otak ku selalu encer"gumam Avantika melihat ada sarang tawon lalu Avantika melempar sarang itu dengan batu beberapa kali sehingga tawon itu mengejar para penjaga di luar setelah aman Avantika menyelinap melihat lagi di dalam sangat ektat


"Ya Allah aku kan dokter tugas ku menyelamatkan tapi ya Allah mereka jahat izinkan aku membunuh mereka ya ya pleas"ucap Avantika dengan konyol nya


"Iya boleh"ucap Avantika


"Ahh terimakasih ya Allah"ucap Avantika cekikikan dengan tingkah nya lalu Avantika mengeluarkan pisau di kotak kecil yg selalu dia bawa


"Pergi sialan"teriak Avantika sembarangan mengibaskan pisau itu


"Heh gadis bodoh emang kami mati dengan pisau mati kamu hah "ucap nya tertawa


"Gawat Avantika bisa mati dengan konyol "ucap Aina panik mendorong pintu besi itu


"Lepaskan teman ku"ucap Avantika mengancam


123


"Tendang"teriak mereka semua dan pintu semua tahanan lepas ternyata Aina meminjamkan benda tajam untuk menghancurkan pintu itu sehingga mereka semua lepas dan mulai menyerang para penjaga


"Sialan kalian"teriak nya


"Ayo kita kabur"teriak Aina mengajak smeua kabur


Dor dor dor


tembakan terdengar sehingga orang di sana terjatuh karna di tembak Aina panik saat satu persatu mereka mati dengan mengenaskan


"Kita harus segera pergi Aina"ucap Avantika


"Kalian ngak akan lolos dari sini kecuali kalian mati"ucap nya tertawa


Dor


"Aghh"kini Aina yg terjatuh


"Aina"ucap Avantika dan melihat lengan Aina tertembak


"Ayo"Avantika memampa Aina


"Hei kalian mau kemana"ucap nya


"Avantika hentikan"ucap Aina


"Kamu lihat darah ku terus keluar mereka akan segera menangkap kita kamu harus tinggal kan aku lalu laporkan ini semua"ucap Aina menahan sakit


"Terus apa yg akan ku katakan pada mama mu Aina mengatakan aku meninggalkan mu gitu"kesal Avantika


"Kita akan sama sama berjuang keluar dari sini bersama"ucap Avantika kembali memampa Aina


Dor


Agkkk


Keduanya terjatuh lagi dari jurang karna menghindar tembakan itu mereka terjatuh cukup jauh menggelinding dan kembali pingsan


###

__ADS_1


"Ya Allah lindungilah anak hamba"doa Zenap sangat gelisah


"Zenap tenang lah Aina akan datang"ucap syifa


"Aku ngak tenang Syifa perasaan ini sama seperti ketika Aina mati suri aku ngak bisa tenang"ucap Zenap sangat gelisah


"Gini aja tan aku ajak Adam dan juga Ragil biar gimanapun Ragil yg mengantar Aina saat itu"ucap Arysif


"Iya ajak Aina pulang segera tante sangat cemas"ucap Zenap


"Iya tan aku pamit "ucap Arysif lalu berlalu pergi tidak lupa menghubungi Ragil dan Adam meminta bantuan


Adam, Arysif serta Ragil datang ke desa di mana Avantika tugas Ragik juga beberapa kali berkunjung ke tempat itu menjenguk Avantika dan Aina


"Bu mau tanya dokter Avantika dan teman nya apa sudah pulang"tanya Ragil pada ibu ibu yg lewat


"Ya betul"ucap nya


"Ehh tidak saat itu mereka melihat soal penebang pohon yg ilegal kemungkinan mereka ke sana"jelas nya


"Apa"ucap Ragil kaget karna dia melihat mereka dan sangat menakutkan


"Kita lihat dulu mungkin mereka ada di sana"ucap Arysif


"Makasih bu"ucap Ragil lalu mereka pergi


"Kenapa kita berjalan dari tadi sepi"ucap Arysif heran


"Tempat ini sangat berbahaya"ucap Arysif


"Ada orang"ucap Adam lalu mereka mendekat dan memeriksa orang itu sudah meninggal dengan tembakan di dada


"Kita harus cepat menemukan Aina dan Avantika aku jadi cemas"ucap Ragil


"Ayo kita lakukan pencarian "ucap Arysif lagi dan mereka berlalu


Avantika perlahan membuka mata melihat sekeliling dia menoleh tidak ada kehadiran Aina di sana membuat Avantika segera berdiri dengan kepalanya berdarah


"Aina"teriak Avantika panik dia lari


"Aina"panggil Avantika


"Aina kamu di mana"teriak Avantika panik terus lari


"Avantika"lirih Aina memberi kode dengan mengerakkan pohon itu


"Aina"ucap Avantika


"Aghh tangan ku"lirih Aina tidak bisa mengerakkan nya


"Kita harus mengeluarkan peluru nya nanti infeksi"ujar Avantika


"Bagaimana caranya"lirih Aina pelan karna dari tadi tangannya terus berdarah


"Aina maaf kamu harus menahan rasa sakit ini tapi aku harus segera membeda tangan mu tanpa bius jika tidak ini sangat berbahaya untuk keselamatan mu"ucap Avantika


"Tahan , bismilah "Avantika menyayat arah luka Aina membuat Aina merasakan amat sakit


Aghhhh


Aina berteriak begitu keras menggelegar di hutan itu Avantika menguatkan hati nya mendengar teriakan Aina yg begitu kesaktian


"Astaghfirullah ya Allah"Aina berkeringat dengan wajah pucat nya


"Sedikit lagi Aina"ucap Avantika semakin dalam menyayat nya


"Aghhhh"Aina berteriak keras dan Avantika berhasil mengambil peluru itu Aina terkulai lemas tidak berdaya lalu Avantika merogoh saku celana Aina mengambil sapu tangan


"Buat apa"lirih Aina


"Membalut luka mu la mau hijab mu yg aku balut"ujar Avantika membuat Aina mengeleng


"Aku ingin melupakan nya kenapa kamu membalut kan luka ku dengan sapu tangan Alif"lirih Aina


"Salah sendiri ngapain masih menyimpan nya"kekeh Avantika


"Aku berharap bisa menghapus semua tentang Alif"ucap Aina tersenyum


"Udah paling setelah ini kalian rujuk"goda Avantika


"Ihh suka sekali menggoda ku ngak tau apa aku menahan sakit"ucap Aina kesal dan Avantika hanya tertawa geli


"Kalian tidak akan selamat kali ini"ucap nya menyergap Avantika dan Aina replek berdiri


"Kalian mau apa"ucap Avantika panik


"Bos gimana apa dia orang nya"ucap nya menyerah kan ponsel di wajah Aina


"Benar habisi dia"ucap nya menyeringai Avantika dan Aina terpaku melihat itu


"Aina kali ini kamu tidak akan selamat sekarang aku pemenang nya hahaha"ucap nya tertawa iblis Avantika dan Aina masih syok


Dor


Avantika terpaku saat pria itu menembak kepala Aina seketika Aina terjatuh menatap Avantika lama lama mata Aina tertutup sempurna


"Aina"triak Avantika memeluk Aina erat


"Apa yg terjadi"ucap Ragil lari mereka tadi berusaha mencari suara teriakan Aina


"Kurang ajar kalian"ucap Arysif lalu menyerang


"Aina bangun apa yg harus aku katakan pada mama mu nanti "ucap Avantika sangat panik, sedangkan Adam dan Arysif terus melawan


"Arysif "ucap Adam

__ADS_1


Dor


"Sialan kalian"ucap Adam merasakan perut nya tertembak demi menyelamatkan Arysif lalu kedua nya kembali menyerang Adam tidak gentar meski tertembak


Dor Dor


"Adam"ucap Arysif melihat Adam terjatuh


"Aghhh"Avantika berdiri mengambil pistol


Dor dor dor dor dor


Avant menembak semua nya tanpa sisa dia berteriak menangis memeluk Ragil sesegukan


"Ayo kita bawa Aina dan Adam"ucap Ragil mengedong Aina lalu Arysif berusaha memampa Adam mereka segera pergi


###


Tubuh Ragil penuh oleh darah Aina yg sudah sangat kritis Avantika berharap Aina selamat karna detak jantung Aina masih berdetak hanya itu harapannya, Avantika tidak ingin ikut operasi dia serahkan pada Leon serta dokter yg lain sekalian menangani keadaan Adam


"Ya Allah apa yg engkau berikan pada nya tidak cukup kah atas penderita nya"ucap Avantika terisak menagis sesenggukan


"Arysif"semua keluarga datang


"Apa yg terjadi "ucap Zenap


"Aina kemana"kini giliran Alif yg bertanya Avantika yg mendengar suara Alif berdiri


Plak


"Wanita iblis"teriak Avantika menampar Olif dan mengcengkram baju Olif penuh amarah


"Kamu ngak usah bermuka dua"tajam Avantika


"Jika kamu mau mengetahui kemarahan dokter sini biar aku tunjuk kan"triak Avantika merogoh saku celananya lalu menusuk kan pisau kecil itu di dada Olif


"Mati saja kamu"bentak Avantika


"Avantika hentikan"ucap Ragil menarik Avantika yg mengamuk


"Apa yg kamu lakukan"ujar Alif menahan darah yg keluar di dada Olif


"Apa tante mau tau"ucap Avantika menangkup wajah Zenap


"Aina kepala nya di tembak dan tante mau tau atas perbuatan siapa karna wanita itu tan dia bos dari para penjahat itu"triak Avantika


"Kamu mulai gila kendalikan diri mu kamu menganggu operasi Aina dan Adam"ucap Ragil


"Aku memang gila tapi aku tidak buta"ucap Avantika frutasi


"Aku akan membalas mu iblis "teriak Avantika semua hanya diam tidak bisa mencerna ucapan Avantika


"Alif kamu percaya kan sama aku ngak mungkin aku melukai Aina"ucap Olif menangis


"Kamu jangan menangis ya"ucap Alif


"Heh"Avantika menarik baju Alif


"Jika aku salah maka aku akan menembak kepala di depan kalian"ucap Avantika tajam


"Cukup dokter Avantika"ucap Alif


"Kamu yg cukup kamu sangat egois dan bodoh hah aku berharap Aina cepat mati biar kamu tau arti penyesalan"teriak Avantika di wajah Alif


"Avantika kamu jangan sembarang bicara jangan kamu pikir kamu bisa berani bicara hal itu hanya sekedar kamu berteman dengan Aina"ucap Zenap marah


"Aghhh hiks hiks,"Avantika berlutut menangis di depan Zenap menangis mengingat kebersamaan nya dengan Aina terlintas di benak nya dari sejak dia bertemu dengan Aina sampai penembakan itu


"Bagus kalian semua ada di sini"ucap Abi datang bersama polisi


"Pak wanita ini bernama Olif"ucap Abi


"Anda kami tangkap nona"ucap polisi memborgol Olif


"Apa lagi ini"ucap Alif


"Yg kamu nikahi ini iblis Alif"ucap Abi


"Dia pernah menikah setelah di menikah dan melihat kamu dan Aina dia membunuh suaminya biar bisa bersama mu setelah bisa merayu mu dia menjebak aku dan Aina saat di kamar hotel itu takut rencana nya gagal dia membunuh resepsionis di hotel itu lalu tadi kamu menerima kebenaran lagi jika kecelakaan Aina dan Adam itu bos nya adalah istri mu yg menguasai lahan ilegal itu dia adalah adik dari seorang mafia"tegas Abi geram menatap Olif


"Apa "ucap semua


"Itu hanya fitna"ucap Olif menyangkal


"Fitnah, kami punya semua bukti nya Olif"ucap Abi sinis lalu menunjuk kan ponsel nya banyak sekali kejahatan Olif


"Kenapa kamu sangat tega pada ku kamu merenggut Aina dari ku kenapa"lirih Alif


"Karna hidup mu hanya ada Aina Aina Aina kamu bilang mencintai ku namun apa kamu terus memikirkan nya memang semua aku yg rencana kan aku benci Aina dan kemarin anak buah ku mengatakan jika ada penyusup setelah dia mengirim kan foto yg ternyata Aina aku langsung menyuruh mereka membunuh nya"ucap Olif santai


Plak


"Aku tidak akan memaafkan mu"ucap Alif tajam


"Bawa dia pak"ucap Abi lalu polisi membawa Olif pergi


"Aina"ucap Alif lirih


Plak


"Ini semua karna kamu anak saya menderita karna kamu Alif kamu tidak puas menghancurkan kehidupan nya"ucap Zenap menampar Alif


"Maaf "ucap Alif menangis memeluk kaki Zenap lalu Zenap manarik baju Alif


"Please jangan ganggu Aina lagi jangan sakiti Aina lagi jika kamu sayang sama Aina jangan lukai dia kamu hanya memberi penderitaan"ucap Zenap

__ADS_1


"Tidak Tidak "ucap Alif mengeleng melangkah menjauh dia benar syok dengan kejadian hari ini tidak mampu menerima kenyataan dan dia tidak tau apa yg akan terjadi pada Aina nanti nya


__ADS_2