
Tidak ada yg bisa menghentikan Kanaya dia mendengar kan ucapan teman nya tidak ada guna nya balas dendam pada Leon itu akan sia sia jadi Kanaya akan balas dendam pada keluarga Adirata secara langsung, pertama Kanaya mencari dulu mengenai keluarga Adirata keseharian nya serta hal lain nya Kanaya mencari informasi memulai balas dendam nya
"Rencana apa yg harus aku jalan kan"gumam Kanaya menatap laptopnya
Karna binggun harus berbuat apa jadi Kanaya menyebarkan berita mengenai Nara yg sampai saat ini tidak ada kabar mengenai nya Kanaya menyebarkan berita jika keluarga membuang Nara tidak tau di mana karna berita tidak sedap itu saham hilang 5 persen
"Penyebabnya berita ini merugikan perusahaan"gumam Leon menatap laptop nya Leon berfikir siapa yg berusaha menjatuhkan nya ,Bobi tidak mungkin dia tidak akan membuat kerugian pada perusahaan Leon tersenyum kecil saat mengingat Kanaya seperti nya dia tau pelaku nya siapa
"Calon istri ku jangan membuat aku rugi"kekeh Leon dia mengetik di laptopnya
"Kamu ngapain aja perusahaan sampai hilang 5 persen"ucap Bobi masuk dengan kesal
"Aku kerja ya kamu jangan tidak sopan terhadap ku aku ini bos kamu"ucap Leon datar menatap Bobi
"Lihat Oma"ucap Bobi lalu masuk Sunanda
"Leon kenapa perusahaan sampai rugi seperti itu"ucap Sunanda
"Ya karna berita yg tidak sedap itu"ujar Leon
"Harusnya kamu tekan Leon berita nya bukan diam saja"ucap Sunanda
"Kenapa kalian malah ribut "ucap Bara masuk
"Anak kamu memang tidak berguna Bara kamu malah menyuruhnya memimpin perusahaan ini dia tidak menghargai keluarga ini kamu malah memberi nya yg enak"ucap Sunanda marah
"Tidak berguna apa usaha ku selama ini sia sia"jengkel Leon dia kesal jika tidak ada yg bisa menghargai usaha nya
"Usaha apa yg kamu dapatkan tidak ada sama sekali kamu 4 tahun tidak kembali pada keluarga mu kamu pikir kamu siapa kamu sama mama mu itu sama saja sama sama menginginkan harta ini"ucap Sunanda
"Aku sudah berusaha menghargai keluarga Adirata yg menghancurkan kehidupan ku dan soal mama ku itu tidak ada sangkutan nya aku memperlakukan kalian seperti ini karna rasa sakit mama ku masih membekas kalian tidak pernah meminta maaf pada mama secara benar ya aku tidak menghargai kalian itu benar ada nya dari dalam kandungan saja aku tidak pernah di anggap ada apa lagi sekarang kalian pikir aku senang menjadi direktur ini malah aku merasa tersiksa"ucap Leon
"Ohh kamu berani bicara seperti itu sekarang pergi dari sini"ucap Sunanda
"Ma udah ma"ucap Bara
"Tidak Bara kali ini mama tetap mengusir Leon yg tidak sopan"ucap Sunanda
"Aku lebih senang aku ngak akan menginjakkan kaki ku di sini lagi "ucap Leon melepaskan jas nya dan melempar ke meja kerja nya lalu berlalu pergi dengan kesal
"Usaha ku selama ini hanya di anggap hampa oleh mereka"ucap Leon
"Sial sial sial"ucap Leon menendang ban mobilnya dia mengusap wajah kasar dia tidak akan menoleh pada keluarga Adirata,Leon akan kembali menjadi dokter seperti jadi diri nya sendiri dan kecintaan nya
Setelah seharian membuka kado dan banyak nya hadia akhirnya mereka menyelesaikan acara buka kado,Aina sangat antusias menyusun kado nya dan Alif hanya berbaring karna mereka habis makan malam
"Alif banyak hadia nya"ucap Aina meletakkan barang barang di lemari kecil
"Kamu suka nanti aku ajak belanja mau"ucap Alif melirik Aina
"Ngak mau aku suka pada hadia "ucap Aina tersenyum
__ADS_1
"Alif kita pergi ke taman yuk cari udara segar"ucap Aina mendekat
"Udah malam besok aja"ucap Alif
"Mau nya sekarang "ucap Aina naik ke tubuh Alif tentu Alif kaget Aina duduk di area pusar nya
"Ya ampun"ucap Alif kaget sampai dia menjatuhkan ponselnya
"Alif ayo"rengek Aina semakin dekat pada Alif
"Aku tidak niat "Alif jadi gugup saat Aina menarik baju dada nya
"Alif ayo"rengek Aina lagi Alif meneguk ludahnya menatap Aina dan seketika Aina terdiam saat mata mereka saling menatap Alif semakin gugup saat tatapan Aina tidak biasa seperti tatapan dulu saat Aina jadi istri nya , wajah mereka dekat dekat dekat lalu bibir mereka menyatu Alif membaringkan Aina
"Aku sangat mencintaimu"bisik Alif di telinga Aina
"Aku juga sangat cinta sama Alif"ucap Aina tersenyum lebar Alif mencium bibir Aina lagi tapi Aina malah mengalungkan tangannya di leher Alif mereka menikmati ciuman pertama milik mereka
☀️☀️☀️
Zenap mengetuk pintu karna tidak terkunci Zenap masuk ke kamar Aina melihat baju baju mereka berserakan Aina masih tertidur dengan selimut tebal nya lalu Zenap menoleh saat melihat Alif mengosok rambutnya dengan baju kaos dan celana di atas lututnya
"Ma kenapa"tanya Alif
"Tidak mama mau melihat Aina seperti nya dia masih tidur "ucap Zenap menatap Alif
"Mama jangan khawatir nanti aku yg bantuin Aina"ucap Alif
"Ya sudah kami tunggu sarapan "ucap Zenap berlalu Alif meletakkan handuknya lalu menyingkirkan rambut Aina
"Alif kenapa senyum senyum "lirih Aina
"Ngak boleh apa senyum"ucap Alif terkekeh
"Malu aku nya"ucap Aina malu malu Alif mencium sudut bibir Aina dengan lembut
"Ayo mandi aku bantu"ucap Alif tersenyum mengengam tangan Aina
"Ahh malu"ujar Aina menutup wajahnya Alif mengeleng Aina yg masih terbalut selimut
"Alif sangat senang deh"Aian tersenyum malu mencium pipi Alif
"Aku sangat bahagia "Alif mendaratkan kecupan manis nya di kening Aina mereka sama sama tersenyum malu
Semua menatap Alif dan Aina yg baru turun Aina memeluk pinggang Alif berjalan pelan semua menatap nya karna merasa canggung Alif berdehem beberapa kali menghilang kan kecurigaan mereka
"Mas kira kira Alif melakukan nya tidak"bisik Zenap
"Biarin aja mereka suami istri"bisik Arkan
"Nyonya Sunanda mengubah lagi direktur perusahaan Adirata malah memberi jabatan itu pada Bobi"ucap Abi
__ADS_1
"Itu awal kehancuran nya biarkan saja"ucap Arka seperti menebak apa yg apa terjadi
"Ohh ya kami dapat kabar jika Humairoh lahiran jadi kami akan menjenguknya "ucap Syifa
"Ma ikut nenek ya"ucap Aliza semangat
"Ya nanti Aliza ikut ya"ucap Syifa tersenyum
"Ye Aliza punya teman main"ucap Aliza kegirangan Nur tersenyum anak nya ini mudah banget bergaul dan senang terhadap orang yg di temui nya
####
Kanaya membuat rencana yg sempurna dia hanya memprovokasi korban yg pernah di tindas dan di rengut kebahagiaan karna Sunanda jadi Kanaya hanya menunggu hasil nya saja
Sunanda masuk ke mobil untuk menemui Nara yg sudah lama tidak terlihat dengan memainkan ponselnya lalu supir pribadi nya masuk segera melaju mulai masuk ke jalan raya
"Nyonya saya jadi ngantuk apa boleh yg mengantikan saya nyonya saja"ucap nya melirik Sunanda
"lancang sekali kamu memerintah saya kamu itu di gaji"ucap Sunanda tanpa memperdulikan supir itu yg mulai mengantuk Sunanda tidak tau bencana untuk nya segera di mulai karna ada seseorang yg memberi supir itu obat tidur dengan dosis rendah biar terjadi nya kecelakaan
Brak
Kecelakaan di jalan tol itu benar terjadi ada nya mobil yg di tumpangi Sunanda menabrak kendara yg lain karna jalan rame jadi mobil belakang menabrak mobil Sunanda sampai sedikit mental dan menabrak pembatas jalan, orang orang mulai keluar dari mobil melihat mobil dan orang di dalam melihat kondisi supir dan Sunanda mereka segera melarikan ke rumah sakit
Karna tau yg kecelakaan itu Sunanda jadi mereka membawa nya ke rumah sakit Altaf dulu Alif benar menolak jika ada keluarga Adirata di rawat tapi Asma menegur nya jadi Alif bisa memaafkan Sunanda.Mereka tidak tau kini giliran Kanaya yg bertindak untuk menculik Sunanda sebelum nya Kanaya sudah mencari titik rekaman cctv jadi dia akan menghindari rekaman cctv,Kanaya masuk lift yg ternyata ada Alif dan Leon yg juga ada di sana
"Jika ngak mama yg nyuruh aku malas banget merawat sinar bolong itu"kesal Alif
"Udah lah ngak usah kekanakan bukan kah kamu udah memaafkan nya"ucap Leon
"Tetap aja dia menjengkelkan semoga dia mati dengan keangkuhan nya"ucap Alif membuat Leon mengeleng pelan lalu lift terbuka mereka keluar
"Suster tunggu"ucap Alif mencegah Kanaya yg ingin berlawan arah dengan mereka
"Ruangan Sunanda di sebelah sini ayo"ucap Alif ,Kanaya mengangguk pelan mengikuti Alif dan Leon
"Lihat suster ini ogah merawat nya"ujar Alif
"Apa perlu aku panggil Aina untuk meredam kan emosi mu itu"ujar Leon karna semenjak Alif tau Sunanda di rawat dia terus mengomel mengeluarkan kejengkelan nya
"Jangan bawa istri ku dong"ujar Alif tersenyum lalu mereka masuk ke ruangan itu terlihat Sunanda sudah di rawat Alif dan Leon serta Kanaya mendekat Alif mulai memeriksa Sunanda bersama Leon
"Bagaimana aku menculik nya jika seperti ini"batin Kanaya mencatat yg di bilang Alif dan Leon
"Kamu ambil laporan dokter yg menangani pasien tadi lalu cocok kan dengan pemeriksaan kamu setelah itu bawa ke ruangan saya"ucap Alif
"Baik dok"ucap Kanaya sangat mendalami drama nya Leon menoleh ke arah nya menatap Kanaya
"Aku seperti mengenali suara mu dan mata mu"ujar Leon serius
"Siapa jangan jangan kamu ingin mengatakan ini Kanaya dasar pria bucin"ejek Alif
__ADS_1
"Ya memang begitu aku menebak"ucap Leon menggaruk kepala nya
"Ayo kita masih punya operasi"ajak Alif keluar lalu Leon keluar bersama Leon setelah aman Kanaya membawa Sunanda dengan brandar yg sudah menunggu dari tadi lalu Kanaya membawa Suanda membuat seakan dia mendorong mayat ada juga yg membantu nya karna cctv sangat ketat jadi Kanaya menyamarkan nya seakan Sunanda meninggal dunia membawa nya dengan ambulan Biar tidak ada yg curiga