
Karna perilaku Nara semasa hidup membuat nama baik Adirata tercemar jelek di masyarakat mereka membandingkan keluarga Adirata dan Karten membandingkan didikan Sunanda membuat Bara dan Nara seperti itu dan didikan Asma menjadi kan Leon sangat berbeda dari keluarga Adirata yg lain
"Apa kamu ngak usah ikut sayang"ucap Leon pada Kanaya karna Bara memohon untuk ketemu dengan Leon dan Kanaya
"Ngak biasa lho papa kamu mau ketemu jadi aku mau ikut"ucap Kanaya memeluk lengan Leon
"Benar itu Leon siapa tau ada hal penting ingin di sampaikan oleh papa Bara ajak lah Kanaya jaga aja dia"ucap Adam
"Iya ma"ucap Leon segera mengajak Kanaya ke rumah Adirata
"Ada apa om"ucap Leon mencium tangan Leon dan Shopi lalu mereka duduk
"Istri mu udah hamil besar"tanya Bara melihat perut buncit Kanaya
"Iya om"ujar Leon tersenyum
"Om Bara aku juga mau minta maaf atas apa yg aku lakukan dulu"ucap Kanaya menyesal
"Tidak apa papa udah maafin"ucap Bara tersenyum
"Leon papa memanggil mu mau membicarakan kasus tante Nara"ucap Bara
"Atas yg terjadi kayak nya papa dan mama mau pindah ngak lagi tinggal di kota ini "ucap Bara serius
"Memang nya om Bara mau kemana"tanya Leon
"Papa mau menghabiskan masa tua saja nanti kamu bisa berkunjung bersama anak mu nanti papa tunggu"ucap Bara tersenyum
"Jika itu sudah keputusan om Bara aku juga tidak bisa memaksa"ucap Leon
"Jaga keluarga mu ya"ucap Bara memeluk Leon dengan erat setelah itu dia memeluk Kanaya menerima Kanaya sebagai menantu Adirata
####
Zenap dan Arkan mengunjugi makam Alif dan Aina mengajak Ali yg di gendong oleh Zenap mereka duduk dan mendoakan kedua nya.Arkan menyentuh nisan Aina ada perih di hati nya kehilangan anak semata wayangnya kehidupan Aina tidak luput dari rasa sakit Zenap yg melihat itu mengusap bahu Arkan
"Mas kita doakan Aina di sana kita sama sama harus ikhlas kita harus mendidik dan menjaga Ali"ucap Zenap
"Iya aku paham"ucap Arkan
"Sayang jangan khawatir kami akan menjaga buah cinta kalian dengan baik"ucap Arkan air mata nya jatuh lalu mencium nisan itu
"Ali baik baik saja Alif Aina dia akan selalu kami rawat dengan baik tidak akan merasakan kehilangan orang tua"ucap Zenap menyeka air matanya lalu mencium kan Ali ke nisan Alif dan Aina setelah itu mereka pulang
"Maafkan Nara mas di udah meninggal"ucap Zenap di dalam mobil
"Iya aku akan berusaha ikhlas"ucap Arkan tersenyum mencium kening Zenap
####
"Mama kenapa paman Alif ngak pernah lagi menjenguk Nata"tanya Nata menatap mama nya yg lagi berbaring
"Nata paman Alif sudah di panggil sama Allah dia sudah bahagia di sisi Allah Nata harus doakan terus ya paman Alif nya"ucap Renata
"Di panggil sama Allah itu kemana ma"tanya Nata
"Nata jangan banyak tanya ya kamu tidur kamar sendiri sana papa mau main sama mama udah kangen "ujar Adam kesal anak nya dari tadi banyak pertanyaan
"Adam"bisik Renata mencubit lengan Adam
"Main,Nata juga mau ikut main pa biasanya paman Alif ajak Nata main"celetuk Nata
"Ayo pa kita main apa"ucap Nata antusias
"Nata papa sama mama mau bikin adik Nata cepat tidur ya"ucap Adam tersenyum
"Gimana Nata bantuin aja biar adik nya sesuai keinginan Nata"ujar Nata
"Aduh Nata kamu mana bisa bikin nya"ucap Adam membuat Renata cekikikan
"Nata sekarang bobok ya"ucap Renata menyelimuti Nata
"Ngak mau ma Nata mau bantuin papa sama Mama bikin adik"ucap Nata menolak
"Tuh mas jelasin sana"ucap Renata menggeleng
__ADS_1
"Ya udah Nata ngobrol sama mama papa mau kerja dulu ya"ucap Adam mencium kening anak nya dia pusing anak nya selalu banyak tanya
"Mama kok papa ngak mau bikin adik"tanya Nata sedih
"Ngak kok sayang papa lagi kerja cari uang untuk kita sekarang Nata tidur ya udah malam besok kita mau ke rumah Karten"ucap Renata mencium pipi Nata lalu mengelus kepala Nata yg memeluk nya lama lama Nata benar tertidur Renata tersenyum mencium kening anak nya dan menyelimuti anak nya setelah itu Renata menuju ruangan Adam
"Belum tidur"tanya Adam melihat Renata masuk
"Mana mau aku melihat kamu jajan di luar"ujar Renata memeluk leher Adam dari belakang
"Rasa wanita di luar ngak seenak kamu "ujar Adam santai membuat Renata kesal menarik rambut Adam
"Memang nya kamu sering tidur dengan wanita lain"kesal Renata
"Iya"jawab Adam santai
"Ighhh Adam nyebelin "kesal Renata membuat Adam tersenyum menarik tangan Renata untuk duduk di pangkuan nya
"Tidak ada wanita yg bisa mengalihkan pandangan ku dari wajah mu"ujar Adam membelai wajah Renata
"Masak"cibir Renata
"Iya hati ku di penuhi oleh mu"ujar Adam tersenyum Renata tersenyum senang memegang wajah Adam mencium kedua mata Adam
."Jika begitu aku bantuin kerja nya"ucap Renata menghadap ke depan
"Ngak di puter juga nakal"ujar Adam memeluk perut Renata meletakkan dagu di bahu Renata
"Suami ju ini makin lama makin pinter cari uang"kekeh Renata melihat laporan Adam
"Iya semangat karna ada kamu"kekeh Adam
"Ya harus dong semangat cari uang kebutuhan punya banyak anak itu banyak jadi harus tetap semangat cari uang"ujar Renata cekikikan
"Memang nya mau punya anak berapa sih"tanya Adam
"Aku sih mau nya lewat 5 deh kayak 8"ucap Renata lalu tertawa
"Banyak amat nanti aku ngak kebagian kamu nya"ucap Adam melotot
"Ya ngak juga di hari tua hanya ada kita berdua saja nanti anak anak sibuk dengan urusan nya"ucap Adam
"Ngak mau banget punya anak banyak"ucap Renata menutup laptop lalu menghadap Adam
"Ngak juga sih aku mana kamu bahagia"ujar Adam serius Renata mengalungkan tangan nya di leher Adam mengelus rahang tegas Adam lalu mencium bibir Adam dengan lembut Adam memegang pinggang Renata membalas ciuman Renata
####
☀️☀️☀️☀️
Renata memeluk Adam mereka tidur di atas sofa ruangan Adam mereka memang sering melakukan di ruangan itu karna Nata jika mau tidur dengan orang tua nya tidak bisa di ganggu
Brak brak brak
"Papa mama"triak Nata menggedor pintu itu sangat keras
"Eghhh Adam lihat anak kamu aku masih ngantuk karna semalam"ujar Renata semakin nyaman di dada Adam
Eghhh
Huamm
Adam menguap mengucek matanya dia membuka mata melihat pakaian mereka berserakan hanya selimut tipis menutupi tubuh mereka yg polos Adam tersenyum membelai wajah Renata yg semakin cantik
Brak brak
"Papa mama"teriak Nata dengan jengkel
"Sayang"bisik Adam mengerat kan pelukannya Renata membuka mata sempurna baru sadar di mana mereka dia tersenyum malu mengeratkan pelukan nya
"Adam aku nakal ya"ujar Renata malu malu
"Meski begitu aku suka"ujar Adam tersenyum
"Ighh nyebelin"ucap Renata memukul dada Adam pelan
__ADS_1
Brak brak
"Mama"triak Nata dengan keras
"Anak kamu bisa mendobrak pintu itu"ujar Renata duduk mengambil baju nya
"Renata"ucap Adam memeluk Renata dengan manja
"Nanti aja anak kamu bisa marah"kekeh Renata mencium sudut bibir Adam lalu berlalu setelah pakaian nya sudah lengkap
"Ahh Renata "ucap Adam tersenyum menurun kan kaki nya memakai baju nya
"Sayang maaf ya mama ketiduran nemani papa kerja"ucap Renata berlutut
"Mama selalu kayak gitu jika Nata mau tidur sama mama pasti saat Nata bangun mama ada di ruangan kerja papa dan selalu ketiduran nemani papa kerja"ujar Nata melipat tangannya
"Iya maaf sayang"ucap Renata menyesal
"Gendong"ucap Nata manyun Renata tersenyum lalu mengendong Nata
"Renata"bisik Adam mencium pipi Renata lalu memeluk pinggang Renata
"Lagi ya"bisik nya
"Ighh Adam"bisik Renata dengan mata ke arah Nata
"Adam kasihan Renata nya entar malam aja ayo kita mau ke rumah Karten"ucap Zahrah baru keluar kamar
"Mama kayak ngak pernah aja"ujar Adam cemberut
"Tepat sekali kamu merasakan gimana jika mau manja sama istri tapi anak selalu ganggu"sindir Devil
"Pokoknya Renata hanya milik ku"tegas Adam dengan kesal
"Gila nya kumat lagi anak sama papa ini"ujar Zahra mengaruk kepala
"Nata ayo oma mandiin kita mau cepat ke rumah Karten mama sama papa mandi dulu entar lama kita telat lagi "ujar Zahra
"Iya Oma"ucap Nata menurut memeluk Zahra lalu berlalu
####
Keluarga Kerten membuat acara syukuran untuk Ali hanya acara kecil mengundang pihak keluarga saja.Semua keluarga sudah datang memulai acara nya
"Aku dengar Darmo sudah ada di kota ini mulai meresahkan masyarakat"ujar Arka
"Darmo jangan macam macam sedikit saja dia menyentuh keluarga ku tidak ada ampun untuk nya langsung di ku kirim ke neraka"ucap Adam datar
"Anak itu sama saja kayak papa nya"ucap Syifa menggeleng
"Kanaya kehamilan nya udah berapa bulan"tanya Zahra yg mengendong Nata
"6 bulan tan"jawab Kanaya dengan tersenyum
"Jaga baik baik kandungan nya"ucap Zhara
"Pasti tan aku menjaga dengan sangat baik"ujar Leon
"Kalian kapan menyusul"ucap Zahra pada Humairoh dan Nur
"Ya Allah tan anak aku aja masih kecil masam mau hamil lagi"ujar Humairoh melotot
"Ngak salah jika mau hamil lagi"ucap Arysif tersenyum
"Jika aku mau pokus pada Aliza tan "ucap Nur tersenyum
"Kayak nya punya lagi seru deh sayang"ucap Abi
"Enak aja enak nya hanya di kamu"ucap Nur cemberut membuat Abi terkekeh geli
"Dari kisah Alif dan Aina kita harus banyak belajar meski sakit kehilangan kedua nya kehidupan kita harus tetap jalan"ucap Asma mencium kepala Ali
"Benar kita harus tetap banyak bersyukur dengan Allah atas nikmat yg di berikan pada kita"ucap Zenap berusaha ikhlas
"Yg terjadi itu yg terbaik untuk kita"ucap Syifa tersenyum menatap semua keluarga yg lengkap tentu bahagia menemukan takdir mereka
__ADS_1