
Renata sudah satu bulan berkerja di rumah Margaretha dia sangat disiplin dan bertanggung jawab Zahra sangat puas kerja nya Renata yg cekatan bahkan Renata juga sering memasak kan makanan kesukaan Adam karna Zahra yg minta dan Zahra mengatakan menu menu yg sering Adam makan apa lagi Adam yg berkerja jadi harus di jaga pola makan Adam ,Renata paham dia melakukan sebaik mungkin
"Renata ini gaji mu "ujar Zahra meletakkan amplop putih itu
"Terimakasih nyonya ini sangat kebanyakan"ucap Renata tersenyum senang
"Itu pantas kamu dapat kan saya suka kerja mu"ujar Zahra meneguk teh nya
"Renata saya mau mengatakan hal serius pada mu"ujar Zahra serius lalu menyerah kan kotak merah itu
"Saya ingin melamar kamu menjadi kamu istri nya Adam"ujar Zahra hati hati Renata sangat terkejut dengan perkataan Zahra
"Saya tidak memaksa kamu tapi saya harap kamu mau"ujar Zahra
"Ya Allah aku harus bagaimana ini"batin Renata binggun
"S...s..saya butuh waktu nyonya"ucap Renata menunduk
"Iya tentu hari ini juga kamu boleh cuti besok baru kembali"ujar Zahra tersenyum
"Terimakasih nyonya saya permisi"ujar Renata berdiri dia melihat Adam baru turun dari tangga dan menatap nya tajam seperti mengintimidasi nya dengan cepat Renata menunduk dan pergi
"Takdir apa lagi yg Allah berikan pada ku jujur aku takut sama Adam dia sangat menakut kan beda banget seperti dulu hanya omongan nya yg kasar mengingat dia menamparku kemarin aku sangat takut"gumam Renata berjalan menuju kontrakan nya
###
Karna ada tetangga nya yg mau melahirkan jadi Renata ikut mengantar kan setelah ada suami ibu itu Renata permisi pulang saat mau pulang Renata ketemu dengan Leon yg memanggil nya
"Kamu kenapa ada di sini sakit"tanya Leon
"Tidak aku ikut mengantar tetangga ku yg mau melahirkan"ucap Renata
"Kerja nya lancar Adam tidak mempersulit mu"ujar Leon
"Tidak tapi"ucap Renata binggun
"Ada apa duduk dulu"ujar Leon mengajak Renata duduk
"Entahlah aku binggun meminta saran pada siapa"ujar Renata
"Jika kamu percaya kamu bisa cerita sama aku "ujar Leon menatap Renata
"Nyonya Zahra melamar ku untuk Adam aku binggun mau jawab apa"ucap Renata
"Binggun kenapa terima dong Renata dulu aja kamu mengejar Adam seperti mau selesai kuliah saja"kekeh Leon
"Aku sendiri sekarang Leon aku mau mempunyai pendamping yg memang mencintai ku sedangkan Adam sangat membenci ku kemarin aja dia menampar mu aku jadi takut pada nya "ujar Renata mengungkap kan keraguan nya
"Renata perlu kamu tau Adam sangat menyayangi mama nya dia juga sedikit mempunyai trauma pada mama nya yg masuk rumah sakit dulu saat kecil mama nya pernah operasi mempertaruhkan nyawanya dan Adam sangat takut itu"jelas Leon
"Dan soal perasaan Adam aku juga tidak tau Adam tidak pernah menunjuk kan ekspresi nya selain datar"ucap Leon
"Hah aku juga binggun"ujar Renata kebingungan
"Bukan aku mau menghasut mu ya saran aku kamu terima saja karna kamu hijrah itu butuh seseorang yg membimbing mu ke jalan Allah jika kamu menikah dengan Adam insyaallah kamu semakin dekat pada Allah karna apa tante Zahra cukup dalam menyangkut agama"jelas Leon
"Bismillah aja ya"ujar Renata tersenyum dia berdiri
"Aku duluan ya Leon"ujar Renata lalu berlalu pergi
###
Renata setelah berfikir matang akhirnya dia memutuskan menerima lamaran Zahra karna yg di bilang Leon ada benar nya juga Zahra seperti nya dalam agamanya itu memudahkan Renata nanti nya.Adam menatap Renata tajam seperti biasa Renata jadi takut dia menunduk takut
"Jadi istri ku harus kuat tegas cerdas tentu nya cantik ngak kayak kamu yg jelek"ujar Adam
"Bukan kah kita harus apa ada nya"ujar Renata
"Hei belum jadi istri saja kamu sudah membantah ku"kesal Adam
"Jangan seperti itu Adam"ucap Zahra mendekat
"Adam karna kalian akan menikah mama minta kamu temui keluarga Renata secara baik baik"ucap Zahra serius
"Papa juga setuju Adam meski nanti ada penolakan tapi kamu harus ungkapan niat baik mu"ucap Devil ikut menasehati
"Iya ma pa"ujar Adam
"Aku akan ikuti semua perkataan mama dan papa"ujar Adam paham
__ADS_1
"Pergi lah jaga Renata baik baik ingat jaga baik baik karna apa di saat penolakan ada emosi kadang kita lupa siapa yg ada di depan kita mama tidak mau melihat Renata terluka karna keluarga nya nanti "ujar Zahra menatap mata Adam menepuk dada Adam
"Udah pergi sana"ujar Devil tersenyum merangkul Zahra
"Iya pa"ujar Adam
"Ayo kita pergi sekarang"ucap Adam
"Secepat itu dia menyiapkan apa ini rencananya buat aku astaghfirullah aku ngak boleh seperti itu mungkin ini sudah takdir"batin Renata
🚄🚄🚄
"Jadi istri ku harus sempurna ingat itu "ucap Adam
"Kenapa dia sangat menjengkelkan dari tadi ngomong itu terus emang dia hebat apa ingin istri sempurna ngak tau ngak ada yg sempurna"batin Renata dia tidak tau seberapa kaya Adam ini bahkan lebih kaya dari keluarga nya
Sesampai di kota itu Adam sengaja memakai baju kaos dan celana pendek batas lutut karna Zahra mengatakan lebih baik keluarga Renata menerima Adam dengan kekurangan Zahra tidak ingin Adam menunjukkan siapa diri nya.Adam dan Renata berdiri di depan rumah yg di bilang mewah tapi Renata engan mengetuk pintu
"Ayo kenapa hanya diam"ucap Adam melirik Renata
"Aku belum siap "ucap Renata mundur Adam menarik tangan Renata membuat Renata jatuh ke pelukan nya
"Kamu jangan macam macam pada ku"ancam Adam serius
"Aku takut "ucap Renata mata nya berkaca kaca
Ting nung
"Cari siapa"ucap pelayan itu Renata menatap nya itu pelayan baru
"Tuan rumah nya ada saya ingin ketemu"ucap Adam
"Silahkan masuk"ucap nya Adam dan Renata masuk lalu duduk di sofa
"Saya panggil tuan dulu"ujar nya berlalu Adam menatap sekeliling mata nya lekat di satu foto yg disandarkan dan di depan foto ada dhuafa yg menandakan orang itu meninggal dan itu foto Renata ,sama hal dengan Adam kini mata Renata terpaku menatap foto nya
"Siapa"ucap paru baya itu turun Renata replek berdiri
"Dedy"ucap Renata mencium tangan pria itu
"Masih berani kamu menampakkan diri"ucap nya sinis
"jalan yg aku tempuh jalan yg benar jangan membenci ku"ucap Renata
"Jangan memanggil ku Dedy bagi ku anak ku Renata Candra sudah meninggal semenjak dia pindah agama"tegas nya
"Dedy maafkan aku"Renata memeluk kaki pria itu dengan erat
"Aku minta maaf"ucap Renata lagi
"Pergi kamu"ujar nya
"Kamu sudah mengecewakan keluarga ini jangan lagi kembali "ucap nya
"Dedy maafkan aku tapi kali ini restui aku ingin menikah dengan Adam"ucap Renata menangis
"Kamu jangan lagi kembali ke rumah ini kamu mau mati mau mendekat atau apa lah kami tidak peduli lagi"ujar momy Renata turun
"Momy jangan mengatakan itu"lirih Renata memeluk kaki wanita itu
"Kamu buat malu bagi kami kamu sudah mati"ucap nya
"Jika kamu terus berada di sini kami benar benar berbuat nekat pada mu pergi dari sini"bentak Dedy nya
"Om tante tidak peduli kalian restui atau tidak aku akan tetap menikahi Renata kalian jangan menyakiti nya"ujar Adam membantu Renata berdiri
"Kami tidak peduli"ucap momy nya
"Dedy momy aku mohon maafkan aku"ucap Renata memeluk Dedy nya
Plak
"Jangan memeluk ku"bentak Dedy nya menampar Renata dengan kuat membuat Renata terdiam
"Heh kamu berani menamparnya aku bunuh kamu ya"teriak Adam mengcengkram baju pria itu Renata menarik Adam
"Maaf kan aku Dedy momy aku terakhir kali datang tapi aku mohon izinkan aku memeluk kalian"ujar Renata sesegukan
"Kami tidak peduli mending kamu pergi dari sini kami sudah menganggap mu meninggal"ucap Dedy nya tegas
__ADS_1
"Kita pergi saja"ujar Renata menarik tangan Adam keluar
"Ya Allah maafkan aku sudah durhaka pada orang tua ku"batin Renata menangis di mobil pipi nya merah karna tamparan itu Adam hanya diam dia kaku harus bagaimana Adam berinisiatif meletakkan kepala Renata di dadanya membuat Renata semakin menagis dia memeluk Adam dengan erat menangis di dada Adam dengan gemetar hebat Adam memeluk kepala Renata pelan
"Kenapa kamu jadi baik pada ku apa kamu kasihan pada ku"ucap Renata sesegukan menatap Adam
"Aku hanya memenuhi tanggung jawab ku sesuai yg mama ku katakan jangan besar kepala"ucap Adam tajam lalu menyentuh pipi Renata
"Kompres dulu nanti aku di marahi mama karna ngak bisa jagain kamu"ujar Adam datar
"Tidak usah aku mau segera pulang saja"ujar Renata menyenderkan kepala nya di jendela mobil
###
Karna memang orang tua Renata engan menerima Renata jadi Renata sendiri memutuskan pulang karna dulu setelah di usir Renata melakukan satu bulan membujuk orang tua nya tiada henti sampai di pukul bahkan ada yg ingin membunuh Renata itu karna itu Renata pindah negara
Adam menjelaskan semua yg terjadi pada orang tua nya Zahra merasa kasihan dengan nasib Renata sekarang ini dia di buang oleh keluarga nya sendiri itu pasti sangat menyakitkan untuk Renata tapi itu tidak menghentikan niat baik Zahra dia tetap mengatur pernikahan itu
"Akhirnya anak kita menikah juga mas"ujar Zahra tersenyum
"Benar sayang akhirnya kamu bebas dari bujang tua itu"kekeh Devil tersenyum bahagia
"Coba mau lihat calon nya Adam aku mau lihat wanita seperti apa yg allah beri kan untuk Adam"ujar Arka tertawa geli
"Renata kenalkan ini keluar besar kami"ujar Zahra menjelaskan semuanya
"Hallo Renata semoga kamu baik baik saja ya"ujar Leon tertawa geli
"Kami juga mau mengatakan kabar gembira jika Nur sekarang telah hamil"ujar Syifa
"Alhamdulillah kami turut bahagia mendengar nya"ujar Zhara tersenyum
"Yang kuat Allah selalu memberi jalan terbaik untuk hamba nya"bisik Asma pada Leon yg hanya tersenyum ikhlas
"Renata Adam Ardiardo Margaretha aduh panjang banget nama nya"ucap Leon terkekeh
"Singkat aja lah nyonya Margaretha"ucap Devil santai
"Renata setelah menikah ganti ya sendal nya kayak aku dulu pakai sendal jepit sekarang ngak lagi di marahi sama mama mertua"kekeh Humairoh melihat sendal Renata
"Kenapa marah"tanya Renata penasaran
"Ya kata nya sekarang semua orang akan menatap ku "ucap Humairoh
"Memang nya kamu siapa"tanya Renata heran
"Kamu tidak tau"ujar Zahra menunjuk Arysif dan Renata menggeleng
"Tentu tidak kenal aku pasti dia kenal"ujar Arka dan Renata menggeleng
"Mereka keluarga Karten keluarga terkaya no 1 di negara ini"jelas Zahra karna gabungan keluarga Karten dan Sandoso membuat Karten Grub sangat kuat
"Ohh"ucap Renata
"Iya Renata benar kamu pun harus pahami keluarga suami kamu ini"ujar Leon
"Sejauh ini perusahaan Margaretha Grub menyamai perusahaan Adirata perusahaan terkaya no 2 jadi aku dan Adam bersaing menerima kedudukan itu tapi aku yakin kalah sih sama Adam karna Adam jauh lebih unggul dari aku"ujar Leon
"Dia tidak hanya pewaris tunggal Margaretha dalam bidang properti tapi dia juga mendirikan serum mobil yg sudah ada 2 cabang itu lah kehebatan Adam"ujar Leon
"Jangan memuji nya seperti itu Leon nanti Adam nya besar kepala"ujar Zahra
"Ya jika lebih harus angkuh"ucap Arka
"Arka"ucap Devil dan Zahra
"Itu kamu ya anak ku jangan dong"ujar Zahra
"Iya aku juga heran kenapa Arysif dan Nur ngak sama seperti kak Arka angkuh dan sombong atau jangan jangan mereka bukan anak nya kak Arka"ujar Arkan
"Iya anak nya Bara"ketus Arka kesal
"Mas kok gitu sih kamu pikir Nur ngak sama"ujar Syifa mengeleng
"Aku ngak angkuh dan sombong kok ma"ujar Nur membela diri
"Kata siapa "ujar Abi tersenyum mengelus kepala Nur
"Iya hanya sedikit hehe"ujar Nur memeluk pinggang Abi malu
__ADS_1