Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Saling mengisi kekosongan


__ADS_3

Keadaan Bobi belum sadar kan dia di rawat di rumah sakit dokter bilang jika otak Bobi mengalami gangguan atas kejadian itu dia akan mengalami sulit untuk mengingat atau akan mengalami gegar otak bisa jadi saraf di kepala nya rusak karna itu mengandung kemarahan untuk keluarga Adirata mereka akan mengusut masalah ini menuntut semuanya


"Tante ngak bisa melaporkan Adam atau Arysif"ucap Leon


"Kenapa tidak bisa kamu tidak usah ikut campur ini semua "geram Shopi


"Tante selain Boni melakukan penculikan tante bisa terkena kasus pencemaran nama baik"ujar Leon


"Benar itu Shopi lagian semuanya salah Bobi ngapain dia ngejar istri orang"ujar Bara


"Ohh kayak kamu tidak pernah saja"sindir Shopi


"Tapi aku beda saat aku mengejar Syifa tidak pernah melewati batas meski dia istri orang kamu jangan mengungkit masa lalu seperti itu"kesal Bara


"Bela terus anak kandung mu tidak sama sekali kamu peduli pada Bobi hanya aku mama nya aku tau yg terbaik untuk Bobi"ujar Shopi marah dan per


"Maafkan mama mu ya"ujar Bara menepuk bahu Leon


"Iya om"ujar Leon


###


Alif tidak tau dengan menahan Aina itu lebih menyakiti Aina meski itu untuk kebahagiaan Alif tapi Aina mau merela kan Alif tapi dia tidak mau melihat Alif nyata nya Alif tidak ingin sama sekali mencerai nya itu sangat menyakiti Aina dengan perlahan


"Jika aku menelpon dan mengirim pesan jangan di abaikan "ujar Aina menyerah kan seragam Alif


"Kamu kenapa dingin sekali sama aku"kesal Alif


"Kamu masih bertanya kamu itu egois Lif lepaskan aku silahkan menikah dengan wanita itu biarkan aku menikmati rasa sakit ini sendiri"ujar Aina dia benar tidak bisa menahan diri


"Aku tidak mau menceraikan mu tidak ada yg baik menjaga mu selain aku Aina kamu harus paham itu"ujar Alif


"Kamu yg harus paham kamu mengikat ku namun hati mu milik wanita lain parah nya lagi kamu berubah semenjak bersama nya kamu menyiksa ku"ujar Aina menghembuskan nafasnya kasar


"Cukup terserah kamu Lif "ujar Aina mengakat tangannya menyerah


"Aku tidak mengerti lagi cara berfikir mu aku seakan tidak mengenal mu"ujar Aina berlalu pergi


Alif melamun memikirkan Aina dari pulang sampai dia akan berangkat selalu berdebat dan bertengkar saja yg tercipta Alif sadar kesalahan nya namun dia tidak bisa kehilangan Aina


"Kamu mikirin apa sih sayang"ujar Olif mengelus rahang Alif


"Aku memikirkan Aina"ujar Alif berdiri menatap foto Aina di dinding ruangan nya


"Lagian kamu kenapa tidak mau menceraikan nya padahal Aina sendiri ingin berpisah dengan mu"ujar Olif memeluk lengan Alif


"Aku tidak bisa melepaskan Aina dia segalanya untuk ku aku tidak mau dia jauh dari pandangan ku"ujar Alif


"Apa kamu benaran ingin menikahi ku"ujar Olif mengalungkan tangannya di leher Alif


"Nanti aku bicara pada orang tua ku "ujar Alif lalu berlalu pergi


###


Nur masuk ke ruangan Abi yg ternyata Abi tertidur di sofa karna semalam dia bergadang menyelesaikan presentasi nya untuk meeting.Nur melirik jam dan melihat ponsel Abi di dada nya Nur mengambil nya Abi memasnag alarm di hp nya .Nur menatap Abi yg nampak lelah Abi cukup bertanggung jawab tangan Nur terulur menyentuh alis Abi berdebatan mereka terasa menyenangkan


"Opss mau sampai kapan menatap ku"ujar Abi menarik tangan Nur


"Apaan sih"ujar Nur memukul dada Abi


"Insting ku ini tajam saat kamu membuka pintu aku sudah bangun"ujar Abi memeluk pinggang Nur yg berada di atas nya


"Lepas kamu enakan nikmati tubuh ku"ujar Nur duduk Abi duduk merenggangkan otot tubuhnya


"Mau temani aku makan siang ya"ujar Abi menoleh ke arah Nur


"Iya Aina malas keluar jadi bosan aku nya"ujar Nur


"Aku akan temani tapi setelah aku selesai meeting sebentar lagi ada jadwal meeting"ujar Abi

__ADS_1


"Aku tunggu di sini"ujar Nur tersenyum lalu Abi berdiri menyiapkan berkas nya


"Semangati dong suami nya kerja"ujar Abi menunjuk pipi nya


"Enak ya "ujar Nur tapi tetap mencium pipi Abi mata mereka bertemu dengan Abi mencondongkan tubuhnya menatap mata Nur


Cup


"Abi"kesal Nur saat Abi mencium mata nya tapi Abi hanya berjalan dengan santai keluar


"Ahh menyenangkan "kekeh Nur dia tersipu mengeleng pelan


###


Setelah lama menunggu akhirnya Abi selesai dan segera mengajak Nur jalan jalan dia mengajak Nur ke danau dengan beberapa makanan dan minuman dingin mereka duduk di sana menikmati angin menghabiskan waktu bersama


"Mau coba sate nya"tawar Abi


"Boleh"ujar Nur mengambil satu tusuk sate memakan nya


"Lumayan enak"ujar Nur meneguk minumannya


"Kita honeymoon yuk"ajak Abi


"Gaya nya mah honeymoon kerjaan mu banyak"ujar Nur


"Aku serius di apartemen ku saja"ujar Abi serius mengap Nur


"Kamu masih nafsu sama aku"ujar Nur serius


"Kenapa kamu mengatakan itu"ujar Abi


"Ya wajar sih"ujar Nur menunduk


"Jangan berfikir seperti itu"ujar Abi memegang dagu Nur mata mereka bertemu tatapan Abi sangat berbeda memikat membuat jantung Nur berdegup kencang


"Kamu pandai merayu wanita saat kuliah entah berapa perempuan tidur bersama mu"ujar Nur nyaman di dada Abi


"Baru 3 sama wanita malam di saat aku kerja aku mana ada uang membayar wanita itu"ujar Abi jujur


"Bajingan ternyata kamu ngak bohong pernah tidur dengan wanita lain"kesal Nur menatap Abi jengkel


"Kenaka cemburu ya"ujar Abi lirikan menggoda


"Ngak sama sekali"ujar Nur mencubit pipi Abi lalu Nur bersender di tubuh Abi yg bersender di pohon


"Mas Abi terimakasih mengisi waktu ku"ujar Nur tersenyum memeluk tubuh Abi dengan hangat


"Kita sama sama mengisi kekosongan "ujar Abi tersenyum mengelus punggung Nur lalu Nur berbalik tetap bersender di tubuh Abi


"Ponselnya "ujar Nur dan Abi menyerahkan Nur membuka kamera memotret diri nya dan Abi


"Mau apa"tanya Abi


"Buat wallpaper "ujar Nur tersenyum


"Ngak aku mau pose yg lain"ujar Abi


"Kayak mana sih"ujar Nur lalu Abi meletakkan dagu nya di bahu Nur mencium pipi itu seketika Nur menoleh Abi memegang tangan Nur yg memegang ponsel nya


ckrek


"Lihat bagus ehh lihat mata mu menatap ku penuh cinta"goda Abi


"Iss Abi berhenti meledak aku"kesal Nur cemberut Abi mengambil ponselnya mengatur foto mereka jadi wallpaper


"Giliran ponsel mu"ujar Abi dan Nur menyerah kan nya dia teringat sesuatu menahan ponsel itu di genggaman nya


"Kenapa apa ada rahasia atau kamu masih selingkuh "ujar Abi serius

__ADS_1


"Sebenarnya"ujar Nur mengigit bibir nya Abi semakin penasaran lalu Nur menyalahkan layar depan nya seketika foto Abi yg memakai bando warna pink serta make up mirip seperti wanita sangat menawan


"Nur"ujar Abi melotot


"Aku hanya menjadi kan keseruan"pekik Nur kabur


"Tunggu ini tidak adil sejak kapan kamu mengambil foto itu"triak Abi mengejar nya


"Saat kamu teler pertama kali kita menikah"teriak Nur tetap lari Abi terus mengejar Nur yg lari


"Sini ponsel nya hapus ngak"ujar Abi


"Ngak mau biar semua orang tau siapa diri mu Abi asisten Karten Grub ternyata transgender "ujar Nur tertawa


"Hei berani nya kamu mengatakan itu aku ngak transgender "kesal Abi


"Bodoh amat Abi transgender "ejek Nur lari


"Nur kemari "geram Abi dengan langkah lebar mengejar Nur lalu Abi menarik tangan Nur dengan kuat membuat Nur terkesiap ke belakang


"Mau kemana hah"ujar Abi dengan nafas memburu Nur tersenyum


"Mas Abi aku hanya suka melihat itu ngak mau apa melihat istri nya senang"ujar Nur menarik pelan kerah baju Abi


"Apa"Abi melongo atas godaan Nur dan Nur kabur lagi dengan tertawa puas


"Dia suah pandai menggoda"kekeh Abi menyusul Nur ke mobil


"Abi haus"ujar Nur menyeka keringatnya


"Makan nya jangan berani sama suami"ujar Abi menyerah kan botol Air nya Nur meneguk nya Abi mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap wajah Nur yg berkeringat Nur menatap Abi begitu pun Abi wajah Nur semakin cantik saja Abi tanpa sadar mengusap wajah Nur


Dret dret


Abi kaget dia replek merogoh saku jas nya ternyata Arysif menelpon nya Abi segera menjawab telponnya


"Investor sudah sampai masak iya bos ngingetin asisten nya"ujar Arysif dia tau Abi bersama Nur


"Iya tuan saya segera ke kantor "ujar Abi memutuskan telponnya


"Aku harus kembali ke kantor kamu mau aku antar pulang "ujar Abi


"Tidak usah kita langsung aja ke kantor nanti aku naik mobil yg tadi aku bawa"ujar Nur


"Baik lah"ujar Abi segera melaju kan mobil nya


Nur pulang dia sudah segar dia duduk di meja makan dengan jus dan buah buahan memainkan ponselnya sesekali menggigit buah nya


"Dari kantor"tanya Syifa duduk mengambil buah apal


"Iya bun "ujar Nur tersenyum kembali pokos pada ponsel nya


"Kamu larang Abi untuk menyentuh mu"ujar Syifa memakan Apal nya


"Maksud bunda"ujar Nur serius apa Abi bicara pada bunda nya demi nafsu nya itu


"Nur ayah sama Abi itu beda dulu meski bunda bilang sama ayah jangan menggauli bunda tanpa ada nya perasaan tapi ayah kamu ngeyel beda sama Abi jika dia tidak memaksa mu berarti dia menghargai mu bunda ngerti apa yg kamu rasa tapi tidak baik tidak melayani suami saat di kasur kasihan Abi nya menahan hasrat nya dia tersiksa kamu bisa dosa"ujar Syifa


"Bunda kok ngomong kayak gitu"lirih Nur


"Bunda hanya menasehati kamu memang tidak mudah bagi kalian tapi percayalah akan takdir Allah"ujar Syifa tersenyum


"Bun aku sama Abi baik baik saja biar kan kami menjalani kehidupan dengan damai kami sudah saling mengisi waktu biar kan perasaan itu tumbuh dengan sendirinya"ucap Nur


"Allah sangat mudah membalik kan hati seseorang"ujar Syifa tersenyum membuat Nur terdiam tiba tiba dia jadi gugup takut bunda nya tau jika Nur pernah berdebar saat menatap Abi atas apa yg Abi lakukan


"Nikmati pacaran setelah halal"ujar Syifa tersenyum mengecup puncak kepala Nur lalu berlalu


"Bunda apaan sih"ujar Nur mengeleng pelan dia fokus melihat ponselnya tapi dia malah kepikiran Abi,Nur mengeleng pelan tersenyum kecil dia tersenyum saat melihat foto Abi di wallpaper nya terasa ada yg menggelitik hati nya

__ADS_1


__ADS_2