
Setelah persiapan yg sangat sempurna Adam dan Renata segera menikah Zahra tidak ingin menunda hal itu .Kini mereka sah jadi suami istri Renata sudah menganti nama tidak lagi Renata Candra tapi sekarang nama nya Renata Ardiardo Margaretha nama yg sangat di segani kadang juga nama Ardiardo itu yg sering di takuti jika orang mengetahui nya Renata menjadi istri Adam harus bisa tahan hati sesuai yg di bilang Adam harus kuat karna Adam pun tau jika suatu saat masa lalu dari papa nya sebagai mafia akan menganggu kehidupan Adam dan keluarga tapi Devil selalu menyakinkan Adam jika bentuk kekuatan itu kepercayaan Devil selalu percaya Adam bisa melindungi keluarga nya
"Adam ganti baju dulu mau resepsi"ujar Zahra meletakkan pakaian yg akan mereka ganti
"Mama tinggal dulu udah banyak tamu"ujar Zahra lalu keluar Adam melepaskan baju nya Renata menatap ke arah lain
"Heh apa kamu jijik melihat tubuh ku kamu yg menyukai nya bukan cih sok malu malu lagi"ucap Adam
"Tubuh mu tidak enak untuk di pakai"lirih Renata jengkel Adam selalu marah
"Apa kamu bilang"geram Adam
"Berani sekali kamu mengejek ku ayo cepat ganti baju nya ngak usah lambat seperti itu cewek lemah"geram Adam
"Marah terus kerajaan nya lama lama jengkel aku"gumam Renata mengambil gaun nya
"Wah pesta nya sangat mewah ya bang"ucap Humairoh takjub melihat dekorasi itu
"Kamu mau acara seperti ini"ujar Arysif
"Tidak bang udah malu udah lama kita nikah"ujar Humairoh tersenyum
"Emang Adam itu sangat kaya ya bang"ujar Humairoh jadi penasaran
"Lumayan sih jika tidak karna perusahaan Sandoso jatuh pada perusahaan Karten mungkin Adam sudah menyamai kami dan sekarang perusahaan Adam dan Leon itu seimbang seperti yg di bilang Leon kemarin jika Leon tidak bisa menandingi Adam dalam kesuksesan "ujar Arysif
"Iya Leon jago dalam kesehatan"ucap Humairoh tersenyum
"Benar itu"ujar Arysif tersenyum
"Bang Arysif "ucap Alif mendekat Arysif melihat Alif meninggalkan istri nya jauh dari tempat nya
"Apa Aina tidak pulang "tanya Alif penuh harap
"Tidak sangat susah menghubungi Aina karna di tempat dia tidak ada jaringan "jelas Arysif
"Ohh"ucap Alif kecewa dia berlalu pergi
"Alif ini bagaimana sih Aina pergi di cari Aina ada di sakiti"ujar Humairoh jadi jengkel dengan Alif
"Apa Aina pulang"tanya Olif memeluk lengan Alif
"Tidak seperti nya aku harus benar mengikhlaskan kepergian Aina"lirih Alif sedih
"Iya tidak baik mengingat Aina aku akan mengisi kekosongan mu"ujar Olif tersenyum memeluk lengan Alif dengan erat
Adam dan Renata berdiri di pelaminan Syifa dan Arka yg mendampingi Renata takut nanti orang bertanya tanya tapi karna kedua nya jadi mereka bertanya keluarga nya Renata tidak berani bertanya langsung
"Banyak awak media ya"tanya Renata
"Iya pasti kamu sangat senang secara kamera seperti jiwa mu"ujar Adam santai
"Tidak juga"ujar Renata pelan banyak yg memberi selamat dan memberi kado.Saat Ada yg memotret cahaya itu memasuki mata Renata yg sangat menyilaukan
"Aghh"Renata seketika menjerit menutupi matanya Adam menoleh sebentar memberi isyarat
"Hei ada apa"ujar Adam tapi para media tidak berani menyorot membuat mata Renata semakin sakit dan pada akhirnya dia pingsan
"Ya Allah Renata"ucap Zahra berdiri
"Bawa ke kamar "ucap Devil,Adam dengan cepat mengendong Renata
"Kenapa bisa pingsan "ujar Arka
"Mas tenang kan para tamu bersama kak Devil biar aku dan Zahra melihat Renata"ujar Syifa
"Iya sayang"ucap Arka,Syifa dan Zahra segera pergi
"Leon dia kenapa"tanya Adam pada Leon yg memeriksa
"Jika ngak salah dugaan mata Renata mengalami traumatik di mana ada kejadian yg menyangkut penglihatan Renata membuat dia pingsan"jelas Leon
"Apa dia akan baik bak saja"ujar Zahra
"Belum pasti tante"ujar Leon,Renata membuka mata dia mulai panik meraih sembarang arah
"Ya Allah"Renata meraba segala arah
"Renata tenang"ucap Leon
__ADS_1
"Kata kan apa kamu bisa melihat"ujar Leon
"Aku ngak bisa melihat apa apa"ujar Renata meraba udara
"Tante sementara waktu mungkin Renata ngak akan bisa melihat tapi seiring waktu jika nanti ketegangan dari saraf mata nya sudah membaik mata Renata bisa melihat lagi"ujar Leon menjelaskan
"Ya Allah Nata kenapa bisa seperti ini"ujar Zahra semakin iba dia memeluk Renata erat terasa hangat itu yg Renata rasakan pelukan seorang ibu sangat terasa Renata belum merasa pelukan sehangat ini bahkan dengan ibu nya saja tidak seperti ini
"Renata kenapa bisa seperti ini pasti ada kejadian kan"ujar Stifa
"Iya benar tante"ujar Renata
"Aku pernah kecelakaan mobil karna sebuah lampu yg menyilaukan mataku akibat itu ada serpihan kaca yg masuk di mata ku tapi yg aku lihat bukan lah gelap namun cahaya putih ada tulisan arab nama Allah dan 3 bulan aku mengalami itu akhir nya aku sembuh melalui aku jatuh dari tangga dan kepala ku kebentur aku bisa melihat begitu saja itu kenapa aku bisa pindah agama karna itu aku mencari soal yg aku lihat itu"jelas Renata
"Tapi setiap aku terkena cahaya memasuki mata ku aku tidak akan bisa melihat apa apa"jelas Renata
"Allah itu selalu memberi jalan terbaik untuk hamba nya apa lagi melalui hidayah nya kamu sangat beruntung Renata Allah menunjuk kan hidayah pada kamu"ucap Syifa mengelus kepala Renata
"Jadi harus bagaimana "ucap Zahra
"Lanjut aja lah acara nya nanti biar Adam menuntun Renata"ucap Syifa
"Ngak papa kan Leon Renata nya"ujar Syifa
"Iya tan insyaallah Renata aman"ucap Leon tersenyum
"Renata kamu siap lagi kan melanjutkan acaranya"tanya Zahra
"Insyaallah ma"ucap Renata menurunkan kaki nya
"Adam kenapa diam ayo"ucap Zhara
"Ahh iya ma"ucap Adam meraih tangan Renata
"Sambil di rangkul Adam jika Renata nya kesandung bagaimana "ujar Zahra
"Iya ma"ucap Adam merangkul Renata, mereka kembali pada resepsi nya
Renata diam saja karna dia binggun pandangan nya menjadi gelap tidak bisa melihat apa apa ini juga pernah terjadi beberapa kali saat Renata bekerja saat mata nya kaget oleh cahaya.Adam saat ada yg memotret mereka hanya merangkul Renata
"Renata apa kamu butuh istirahat kamu bisa beristirahat"ujar Zahra mendekat
"Boleh ma "ucap Renata
"Iya ma"ucap Adam,Zahra dan Renata segera pergi
"Tuan Adam seperti apa sosok istri tuan Adam apa sama hal nya dengan tuan Arysif memilih istri dari kalangan tidak punya"tanya wartawan itu
"Memang nya ada masalah buat kalian jika kami memilih orang tidak punya kami tidak peduli siapa yg akan menjadi istri kami yg kami inginkan kami sama sama menginginkan pernikahan dan menginginkan hidup bersama"ucap Adam tegas membuat Arysif tersenyum puas akan jawaban Adam
"Dengar kan sayang aku menikahi mu itu tulus dari hati ku jadi aku ngak akan selingkuh meski i kekurangan mu seburuk apa pun"ujar Arysif tersenyum
"Terimakasih bang "ucap Humairoh memeluk lengan Arysif
"Jika mengenai kesuksesan anda sekarang ini tuan Adam apa kunci nya"ujar nya
"Nomor satu kan orang tua terutama ibu karna jika kita mengutamakan mama kita maka rezeki kita bisa mengalir dengan deras"ucap Adam serius
"Dan juga"ujar Adam terdiam
"Yg sudah mempunyai istri bahagia kan selalu istri nya karna dari doa istri rezeki kita makin bertambah sering sering membuat istri bahagia "ujar Adam, Arysif sampai bertepuk tangan puas dengan jawaban Adam ini meski dia orang yg dingin dan datar tapi Arysif suka prinsip Adam
"Luar biasa prinsip Adam ini aku sangat menyukainya"ucap Arysif bahagia
"Abang ini antusias banget"ucap Humairoh tersenyum
"Adam kirim perincian soal serum mobil mu aku ingin jadi rekan kerja nya menjadi rekan kerja mu adalah hal terbaik untuk ku apa lagi orang yg memiliki prinsip seperti mu aku suka itu"ujar Arysif saat mereka berjalan menuju kamar hotel
"Oke kamu investor pertama ku ya meski tampa bantuan siapa siapa aku bisa tapi aku butuh serum ku itu lebih luas"ujar Adam
"Aku tunggu kerja sama nya"ujar Arysif menjabat tangan Adam lalu pergi
Adam masuk ke kamarnya karna pesta nya telah usai Adam melihat Renata sudah tertidur dengan nyaman Adam menatap wajah Renata dia tau saat malam itu Adam lah yg merenggut kehormatan Renata hanya Adam yg pertama mengambil kesucian Renata hanya saja Adam tidak suka akan status beda agama yg membuat jarah mereka terbentang sangat jauh
"Hanya aku yg tau"ujar Adam menatap Renata tajam lalu Adam berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
###
Renata membuka mata nya pelan dia tersenyum bahagia saat bisa melihat lagi mata nya sudah kembali normal Renata melirik ke samping dia terkejut saat melihat Adam malah memeluk nya
__ADS_1
"Adam tidak pernah berubah selain tampan dia sangat menawan dan tubuh nya ini nyaman untuk di buat sandaran makin atletis aja badan nya nama nya juga petinju tapi aku hanya bertanya meski aku pernah merasakan tubuh Adam aku masih penasaran dengan perasaan Adam apa iya dia benar tidak menyukai ku ya paling tidak dikit aja tapi ya aku emang sangat buruk wajar sih"batin Renata tersenyum menatap Adam yg tidur,Renata segera ke kamar mandi
Saat Adam bangun Renata sudah menyiapkan sarapan untuk nya menunggu Adam bangun.Adam juga tidak langsung bangun dia meraih ponselnya
"Kamu siap kan berkas perusahaan serum kita nanti saya akan ke sana mengambil nya"ucap Adam di telpon
"Tapi tuan bukan nya anda cuti beberapa hari"ucap nya
"Siapa mengatakan saya cuti"bentak Adam
"T...tuan Devil tuan"ujar nya takut
"Saya akan bekerja kalian jangan bisa harap bisa lolos dari pantauan saya"geram Devil
"Baik tuan"ujar nya Adam memutuskan sambungan teleponnya melempar nya sembarang arah lalu ke ke kamar mandi Renata merapikan tempat tidur nya membereskan barang barang dan baju mereka memasukan ke dalam koper
Adam mengosok rambut nya dengan handuk lalu duduk di depan makanan Adam melempar handuk ke wajah Renata membuat Renata kaget meski begitu dia melipat handuknya
"Kenapa belum makan"ujar Adam tajam menatap Renata
"Tungguin kamu "ujar Renata
"Apa kamu bilang"ucap Adam meninggikan suaranya
"Tungguin kamu"lirih Renata
"Apa kamu bilang"geram Adam
"Tungg9 kamu"ucap Renata dia baru menyadari ucapan nya salah
"Maaf, aku harus memanggil mu apa"ucap Renata pelan
"Terserah kamu saja"ketus Adam mulai menyiapkan makan nya
"Ambil lah"ucap Adam menyerahkan piring nya ke Renata lalu Adam mengambil untuk nya mulai sarapan
"Sekarang kamu tau kan aku ini siapa dan mengerti kedudukan aku"ujar Adam di sela makan nya
"Iya aku mengerti dan sadar diri"ucap Renata pelan
"Apa kamu terlalu rendah sehingga tidak sebanding dengan ku"ucap Adam pokus pada makanan nya Renata menatap Adam serius
"Keluarga mu sudah membuang mu semenjak aku resmi jadi suami mu kamu bagian hidup ku bagian keluarga Margaretha tidak perlu aku jelaskan kamu pernah hidup mewah apa saja yg perlu kamu lakukan"ujar Adam datar lalu menatap ke arah Renata membuat mata mereka bertemu dengan cepat Adam memalingkan wajahnya
"Terus apa yg ha8 aku lakukan"ucap Renata binggun
"Bodoh lama lama aku jengkel bicara pada nya "batin Adam
"Lakukan saja sesuka hati mu"ujar Adam
"Ayo makan dengan cepat mau aku tinggal kamu di sini"ujar Adam dan renata makan dengan cepat
###
"Lho Adam kok udah pulang "ucap Zahra binggun saat Adam dan Renata pulang
"Mau kerja ma banyak pekerjaan"ucap Adam
"Kok gitu mama ngak mau ya kalah satu langkah lagi sama tante Syifa masak dia udah mau jadi nenek mama belum"ujar Zahra melipat tangan nya
"Nanti aku buat kan buat mama"ujar Adam
"Kok nanti sekarang dong"ujar Zahra tersenyum lebar Adam menatap Zahra
"Apa perlu aku memaksa menantu mama ini tanpa belas kasih"ujar Adam serius
"Mas anak kamu nih"panggil Zhara jengkel
"Biarin aja sayang kamu dulu aja sering aku paksa jika Adam mau paksa biarkan saja"teriak Devil
"Mas Devil mah sama aja kayak Adam"ucap Zahra
"Nanti coba nya ma yg penting aku udah kasih mama anak perempuan mama baik baik ya biar Rena maksud ku biar Renata yg temani mama kemana pun mama mau pergi"ucap Adam memegang bahu Zahra
"Kan mama di jagain sama papa justru Renata akan jagain kamu dan kamu pun harus seperti itu"ucap Zahra tersenyum menepuk dada Adam
"Renata harus siap ya jadi istri nya Adam"ujar Zhara tersenyum
"Insyaallah ma"ucap Renata tersenyum
__ADS_1
"Aku mau kerja dulu ma Arysif udah nungguin aku"ucap Adam lalu pamit pergi
"Renata ayo ikut mama sebentar"ujar Zahra mengajak Renata pergi menuju ruang belajar nya Renata mengikuti Zahra saja untuk mengisi waktu kosong nya