
Aliza sangat memaksa Aina untuk menemani nya jalan jalan karna Nur membantu di perusahaan karna Arysif dan Humairoh lagi ada di luar negri.Tapi Aina tidak ingin keluar karna Zenap tidak ada di rumah bersama Arkan mereka mengurus sesuatu,karna Aliza terus merengek tentu Aina tidak tega karna cuman otak nya yg rusak hati nya tetap Aina yg dulu
"Tapi janji Aliza harus pegang terus tangan aunty"ucap Aina tidak tega
"Iya aunty janji"ucap Aliza kegirangan mereka segera pergi naik mobil pribadi mereka bersenang senang menuju mall Aina menemani Aliza mereka sesekali tertawa karna main bersama
"Aunty ayo kita main perosotan"ucap Aliza menarik tangan Aina mereka segera menuruni perosotan nya
"Aliza kita udah lama main nya ayo pulang"ucap Aina
"Terlalu asik aunty ayo deh"ucap Aliza tertawa lalu mengengam tangan Aina mereka keluar dari mall itu,Aina diam dengan mengengam tangan Aliza ,Aina ingin melangkah ke kiri tapi ragu kembali ke kanan
"Kenapa Aunty"tanya Aliza
"Aunty lupa di mana kendaraan kita tadi" ucap Aina mengaruk pelipis nya
"Aunty mobil kita ada di parkiran tapi aku juga lupa di mana parkiran nya gimana kita arah jalan ke kanan bukan kah kanan membawa berkah"ucap Aliza tersenyum
"Ayo"ucap Aina tersenyum mereka terus berjalan tapi semakin jauh berjalan dari bangunan besar itu tapi tetap saja kedua nya berjalan
"Aunty aku kenal sama paman itu kita minta bantuan nya saja"ujar Aliza senang merasa mereka tersesat pria itu berdiri menatap Aina yg di tarik terus oleh Aliza
"Paman bantuin kami tersesat ngak bisa pulang "ucap Aliza
"Wah Aliza apa kamu tau paman sangat lama menunggu nya ingat kan"ucap nya tersenyum berlutut di depan Aliza
"Hehe iya paman sebenar nya Aliza tau di mana auty Aina tapi kata mama Aliza ngak boleh cerita"ucap Aliza
"Aliza paman Ini siapa"ucap Aina membuat pria itu menatap nya sendu lalu pria ini menangkup wajah Aina
"Ini aku Alif"ucap Alif gemetar tapi Aina nampak binggun
"Alif siapa"ucap Aina binggun
"Aku sangat merindukanmu"ucap Alif memeluk Aina begitu erat
"Ngak usah peluk"ucap Aina
"Iya paman kata mama ngak boleh perempuan dan laki-laki asing saling bersentuhan dosa"ucap Aliza
"Iya paman tau tapi kan aunty Aina itu istri nya paman"ucap Alif tersenyum
"Suami nya Aina mana"tanya Aina menatap Aliza
"Iya paman maksud paman aunty Aina ini istri nya paman"ucap Aliza binggun
"Benar itu"ucap Alif tersenyum lalu mengajak kedua nya duduk
"Aku senang ketemu dengan mu lagi"ucap Alif mengengam tangan Aina lalu mengecup kening Aina dan menyandarkan kepala Aina di dada Alif tanpa di duga Aina melingkarkan tangannya di pinggang Alif dia malah memejam kan mata merasakan kenyamanan itu
"Tapi aku ngak kenal sama kamu gimana bisa aku jadi istri kamu"ucap Aina menunduk
"Ya karna aku melakukan kesalahan maafkan aku ya aku janji akan selalu ada untuk mu"ucap Alif mengecup pipi Aina lalu Alif memasang kan cincin di tangan Aina
"Paman kami harus pulang"ujar Aliza
"Ayo paman antar"ucap Alif tersenyum mengendong Aliza lalu Alif mengengam tangan Aina,Alif pernah mendapatkan informasi dari Avantika soal keadaan Aina tentu Alif sudah belajar mengenai apa yg Aina alami jadi Alif pahan sudah
"Ya Allah Aina kalian dari mana saja mama cemas"ucap Zenap memeluk Aina sedangkan dari jauh Alif merasa lega Aina pulang dengan selamat
"Kami tadi ketemu sama pria nek dia cium dan peluk aunty"ucap Aliza
"Aina kamu ngak boleh sembarang di peluk seper itu"ucap Zenap
"Dia suami aku kok"ucap Aina
"Suami"ucap Zenap
"Memang nya siapa sayang"ucap Nur dia panik tadi saat Zenap menelepon makan nya Nur pulang cepat
__ADS_1
"Itu lho ma paman yg sering nanyain aunty Aina yg sering kasih aku eskrim"ucap Aliza
"Paman ganteng itu ma siapa ya nama nya"ucap Aliza berfikir
"Alif"ucap Aina menatap Aliza
"Ya ya nama paman itu Alif"ucap Aliza mengingat
"Bisa bisa nya Alif mengatakan suami Aina dia memanfaatkan Aina"gumam Zenap jadi jengkel
"Memang nya kalian ketemu di mana sama paman Alif"tanya Nur
"Tadi kan aunty lupa di mana parkir mobil nya sama Aliza juga lupa jadi kami jalan aja malah ketemu paman Alif di taman ya udah minta di anterin Aliza kan kenal sama paman Alif jadi ngak mungkin mau culik Aliza dan Aunty"jelas Aliza
"Anak mama pinter"ucap Nur tersenyum
"Jika Aliza pinter berarti boleh dong jalan lagi sama aunty kan Aliza pinter jagain aunty "ucap Aliza
"Iya boleh tapi jangan hilang ya"ucap Nur
"Iya ma ayo aunty "ucap Aliza menarik tangan Aina dan Aina melambai kan tangan pada Zenap
"Huh Alif ini dia kenapa mengakui Aina istri nya"jengkel Zenap
"Tanya dulu tan apa alasan Alif"ucap Nur
"Apa pun alasannya Aku ngak boleh bertemu lagi sama Aina"ucap Zenap lalu berlalu
"Hah kenapa nasip Aina malah jadi kayak gini"ucap Nur menghembuskan nafasnya kasar
###
"Dari mana"tanya Leon melihat Alif baru pulang Leon sudah 4 tahun ini tidak ketemu dengan keluarga Adirata tapi dia tetap bekerja di perusahaan
"Ketemu sama Aina "jawab Alif santai duduk dan makan
"Iya serius lah saat mama mengatakan Aina kembali aku tidak memaksa menemui nya biarkan takdir menyatukan kami dan dia sendiri menemui ku tapi"ucap Alif membayangkan Aina
"Aku tidak menemukan Aina yg dulu dia sangat beda"ucap Alif sedih melihat Aina seperti itu
"Alif demi menjaga hubungan kita dengan keluarga Karten kamu jauhi Aina karna seperti nya tante Zenap sangat membenci mu karna kejadian itu penyebab nya kamu hidup Aina hancur"ucap Asma
"Aku akan menjaga Aina dan aku tidak akan memaksa , biar takdir yg menyatukan kami"ucap Alif
"Dasar bucin "ujar Leon
"Ini bukan bucin tapi keyakinan cinta*ucap Alif membuat Leon tertawa
"Cinta sahabat kale"ucap Leon menggoda
"Menyebalkan"ujar Alif kesal menatap Leon yg hanya tertawa
###
"Mama kok kayak gitu"ucap Aina binggun melihat Zenap mondar mandir
"Aina Aina kamu ngak boleh lagi ya ketemu sama Alif"ujar Zenap duduk di sebelah Aina yg duduk
"Tapi aku suka dekat Alif hangat saat dia memeluk ku"lirih Aina menunduk
"Pokoknya ngak boleh ya please demi mama"ucap Zenap di angguki Aina tanda mengerti Zenap mencium kening Aina dan memeluk Aina
###
Kedatangan Aina dengan cepat menyebar karna dia jalan dengan Aliza kemarin, mereka terus mempertanyakan Aina namun tidak ada komentar dari keluarga Karten seakan menutupi berita mengenai Aina mereka bukan malu dengan keadaan Aian namun menjaga Aina biar tidak di manfaatkan oleh orang yg tidak bertanggung jawab
"Papa tau ngak kemarin itu aunty Aina kan di cium sama paman ganteng wajah nya sama kayak wajah mama saat papa cium merah ngak kayak Aliza cium"ucap Aliza mereka perjalanan ke tempat hiburan taman anak anak
"Anak ini"ucap Nur tersenyum malu
__ADS_1
"Paman ganteng siapa sayang"ucap Abi pokus menyetir
"Paman ganteng tuh kan Aliza lupa nama nya siapa aunty nama paman ganteng itu"tanya Aliza
"Paman Alif"ucap Aina
"Nah itu ya paman Alif tapi kok aunty ingat ya kan aunty pelupa nama paman siapa tadi nama nya "tanya Aliza lagi lupa
"Paman Alif"ucap Aina lagi
"Iya kok nama paman Alif aunty ingat terus aku aja lupa terus"ujar Aliza
"Ingat kok paman Alif enak kan mengucapkan nya"ucap Aina tersenyum menghadap Aliza
"Cukup hentikan kalian mengucapkan paman Alif"kesal Zenap
"Iya ma"ucap Aina menunduk dia menatap ke luar jendela mobil Nur mengusap kepala Aina lembut dia kadang ingin menangis melihat kondisi Aina
"Ye ayo aunty kita main"ucap Aliza menarik tangan Aina saat mereka sampai dan taman bermain Zenap Abi dan Nur hanya menatap mereka
"Bunda mu telepon bentar ya"ucap Zenap sedikit menjauh
"Aliza mau kemana"kejar Aina lari mengejar Aliza yg terus berlari di sekitar taman
"Ayo aunty kejar Aliza"teriak Aliza kegirangan
"Mereka sangat dekat"kekeh Nur
"Itu pelakor nya"ucap seseorang menunjuk Aina mereka mulai mendekat membuat Aliza terjatuh
"Ya Allah Aliza"ucap Nur berdiri lalu lari Abi lari melindungi anak nya
"Dasar tidak tau malu"ucap ibu itu melempar Aina dengan batu Aina hanya meringkuk lalu sebuah tubuh memeluk nya memasang badan
"Berhenti kalian"ucap nya berdiri Aina bersembunyi di punggung nya memeluk pinggang itu
"Dokter Alif ngak usah bantuin pelakor ini dia ini pengkhianat besar"ucap nya geram
"Kalian tidak berhak menghakimi nya"ucap Alif
"Maksud kalian apa"ucap Nur mengendong anak nya yg ketakutan
"Nona Nur ngak tau ya berita pak Abi udah selingkuh sama nona Aina mereka menginap di hotel menjijikan dasar menjijikan "ucap nya geram
"Maksud nya"ucap Nur binggun menatap Ani yg juga kebingungan
"Ada yg menyebarkan kan video saat di hotel itu"ucap Alif
"Astaghfirullah siapa melakukan ini semua"ucap Nur
"Aina"ucap Zenap lari Aina masih memeluk punggung Alif takut
"Ayo kita pulang"ucap Zenap dan Aina menggeleng pelan
"Kalian pergi sebelum saya lapor polisi"ujar Abi
"Dasar munafik menjijikkan "ucap mereka lalu pergi
"Aina ayo kita pulang aja Aliza biar mama dan papa nya yg menemani nya"ujar Zenap,Aina mendongak menatap Alif lalu Aina menyentuh wajah Alif menyeka darah yg ngalir di kening Alif
"Ngak apa apa hanya luka dikit ini ngak sakit"ucap Aina mengelap nya dengan jilbab nya Alif menahan rasa pilu nya
"Iya ini ngak sakit aku akan selalu melindungi mu jadi aku kuat untuk mu"ucap Alif tersenyum Aina tersenyum dan berbalik
"Mau pulang ucap Aina melambai kan tangan pada Alif wajah nya tersenyum berseri saat Zenap menarik tangan Aina untuk pulang
"Alif kamu beneran ngak papa"ucap Nur bertanya
"Iya kak soal video yg tersebar kalian jangan pusing aku yg akan menyelidiki siapa yg merusak nama baik Aina"ucap Alif dia tau siapa pelaku nya Alif akan kasih dia pelajaran membahayakan nyawa Aina
__ADS_1