
Leon menyelidiki penyerangan nya siapa dalang nya setelah mengetahui semuanya Leon hanya bisa menghembuskan nafas kasar saat mengetahui penyebab nya Shopi,Leon sudah menduga itu Shopi sangat membenci Leon apa lagi saat Bara menyatakan jika Leon adalah pemilih warisan Adirata tentu Shopi tidak terima anak nya mendapatkan sedikit nyatanya Leon memang anak tunggal Bara sedangkan Bobi bukan lah anak kandung Bara tentu kebanyakan Leon mewarisi harta Adirata
"Huh aku harus lebih hati hati terkadang rasa benci itu akan mempersulit ku sebaiknya aku ngak usah cerita sama om Bara ini akan menjadi perdebatan nanti nya"gumam Bara kembali pokus memeriksa laporan Kanaya kemarin
"Kanaya suruh beberapa orang ke ruangan saya"ucap Leon lalu mematikan telpon nya
Tok tok
"Masuk"teriak Leon lalu masuk lah beberapa orang dan Kanaya
"Saya mau membicara kan laporan soal penurun penjualan kita bulan ini"ucap Leon
"Iya tuan kami mengerti kesalahan kami maka kami sudah menganti rugi dan kami akan lembur "ucap nya menunduk Leon memijit pangkal hidung nya
"Dengar tidak ada yg nama nya ganti rugi dan soal akan lembur pekerjaan seperti biasa saja penurunan penjualan tidak perlu melakukan hal seperti itu yg harus kita lakukan ada kerja keras lagi lebih harus berusaha "jelas Leon
"Tapi tuan itu peraturan perusahaan "ucap nya
"Di sini saya tidak berpatokan pada peraturan perusahaan kalian mengerti "ucap Leon
"Iya tuan kami mengerti "ucap nya
"Silahkan pergi nanti saya kembalikan uang kalian yg kalian beri kan pada saya"ucap Leon
"Terimakasih tuan"ucap nya lalu mereka pergi
"Tuan Leon itu sangat baik ya"ucap mereka saat keluar
"Aku juga sedikit aneh"ucap Kanaya berusaha menggali informasi
"Kenapa dia sebaik itu apa dia melakukan trik"ujar Kanaya
"Ngak sih"ucap yg lain
"Itu pasti ajaran nyonya Asma"ucap nya lagi
"Tunggu nyonya Asma bukan nya nyonya Adirata itu nyonya Shopi"ucap Kanaya penasaran
"Ngak jadi dulu tuan Bara itu menikah dengan nyonya Asma dan mempunyai tuan Leon entah karna apa mereka pisah dan tuan Bara menikah lagi sama nyonya Shopi wajar sih tuan Leon baik nyonya Asma aja baik banget "jelas nya
"Sekarang nyonya Asma itu di mana"tanya Kanaya
"Dia udah nikah sama tuan Altaf pemilik rumah sakit terbesar di kota ini"jelas nya dan Kanaya manggut-manggut
###
Kanaya menggali informasi soal Asma serta Leon dia baru mengetahui jika Leon adalah seorang dokter membuat Kanaya ragu rencana nya akan berhasil secara Leon tau nanti cara penanganan terhadap luka nya
"Jika aku beri racun semua akan curiga soal kematian nya"gumam Kanaya
"Eghmm terkadang perasaan dan hati itu bisa membunuh dengan perlahan"ucap Kanaya tersenyum mematikan
"Akan ku buat tuan kejam itu jatuh cinta pada ku sampai dia tidak bisa hidup tanpa ku"ucap Kanaya tersenyum licik
"Kanaya apa luka mu sudah membaik "tanya Leon saat makan siang di kantin kantor
"Iya pak"ucap Kanaya tersenyum Leon duduk di dekat Kanaya
"Syukur jika sudah baikan luka mu itu tidak begitu dalam tusukan tapi kamu terluka tetap harus di jaga"ucap Leon
"Iya pak terimakasih pertolongan nya"ucap Kanaya
"Tidak harus nya aku yg minta maaf karna aku kamu jadi terluka "ucap Leon menatap dalam Kanaya
"Tidak masalah pak"ucap Kanaya
"Padahal aku terluka ya karna aku sendiri"batin Kanaya
"Aku duluan"ucap Leon berdiri
"Pak Leon"ucap Kanaya memegang tangan Leon
"Iya"ucap Leon
"Emm ahh tidak tidak "ucap Kanaya tersenyum
"Baik lah aku pergi"ujar Leon dan berlalu pergi
"Bisa bisanya aku salah tingkah oleh tatapan nya"gumam Kanaya mengusap dadanya
"Kanaya di tatap terus cantik juga"gumam Leon tersenyum
####
"Adam kenapa aneh terus"gumam Renata melihat tingkah Adam yg aneh terus menempel pada Renata yg tidak biasanya
"Heh Renata "ucap Adam yg berbaring di pangkuan Renata
__ADS_1
"Aku ini sakit kenapa malah bengong ngak mau merawat aku"kesal Adam
"Ngak"ucap Renata
"Renata ngak enak banget"ucap Adam duduk bergelayut di leher Renata
"Tidur nya sambil peluk ya aku mau memeluk mu"ujar Adam memeluk Renata
"Lama lama aku jengkel dia semakin aneh saja"batin Renata
"Iya tapi nggak seperti ini"ucap Renata jadi jengkel
"Aku sangat pusing "ucap Adam memegang kepalanya
"Makan nya udah tau masih sakit terus aja tiap malam minta jatah mungkin kecapekan"ucap Renata mengelus kepala Adam yg sangat manja
"Kamu kok malah ngomelin aku sih"ucap Adam cemberut
"Ya Allah"batin Renata mengelus perut nya
"Ahh tidak mungkin tapi aduh masak iya aku hamil "batin Renata
"Kita ke dokter aja jika ngak enak badan"ucap Renata
"Ngak ahh apa lagi jika dokter nya Leon menjengkelkan sekali dia terus menatap mu"ujar Adam
"Gimana nanti kamu makin sakit"ujar Renata
"Mau ya"ucap Renata mengelus wajah Adam
"Iya udah ayo"ujar Adam berdiri Renata beranjak dan bersiap
###
"Jadi gimana dok suami saya sakit apa"tanya Renata saat mereka sudah periksa di dokter
"Tidak ada yg perlu di khawatir kan"ucap dokter tersenyum
"Lalu kenapa dok"ucap Adam
"Karna istri tuan Adam sedang hamil"ucap nya tersenyum
"Hamil"ucap Renata dan Adam
"Siapa yg menghamili mu"ucap Adam
"Ohh iya ya"ucap Adam mengaruk kepalanya
"Tapi dok kok malah suami saya yg sakit"ucap Renata
"Ini tidak perlu dikhawatirkan nona kehamilan nona itu tuan Adam yg akan mengalami nya "ucap dokter
"Kok bisa"ucap Renata terkekeh
"Itu karna ikatan antara bayi dan ayah nya"ucap dokter membuat Renata tersenyum memeluk Adam
"Mama dan papa pasti sangat bahagia"ucap Renata tersenyum senang
"Tapi aku ngak senang"ucap Adam sedih
"Kenapa"ucap Renata
"Ya pasti kamu sibuk pada anak kita"ucap Adam
"Mana bisa aku mengabaikan suami ku yg menawan ini"ujar Renata tersenyum
"Ahh bisa aja"ujar Adam senyum senyum Renata hanya tersenyum
"Jika begitu terimakasih dok"ucap Renata lalu permisi pergi . Mereka segera pulang untuk memberi kabar bahagia ini
"Ma pa"panggil Renata
"Kalian dari mana"tanya Zahra berdiri lalu mendekati Renata
"Dari rumah sakit ma ini"ucap Renata menyerah kan surat dari rumah sakit
"Kamu sakit"ucap Zahra membuka nya dan membaca Zahra melirik Renata
"Kamu hamil"ucap Zaha tersenyum lebar
"Iya ma Alhamdulillah "ucap Renata tersenyum
"Ahh terimakasih sayang"ucap Zahra tersenyum lebar memeluk Renata menciumi wajah Renata
"Pa lihat menantu kita hamil"ujar Zahra antusias
"Ya ela aku pun bisa buat kamu hamil"ujar Devil
__ADS_1
"Ighh papa"ucap Zahra cemberut
"Tapi ma yg akan merasakan kehamilan itu mas Adam"ucap Renata
"Dulu saat mama mengandung Adam papa mu yg merasa kan"ucap Zahra
"Ohh pantas aku sempat cemas ma"ucap Renata
"Banyak bersabar ya"kekeh Zahra
"Adam jaga istri mu dengan baik ya"ujar Zahra
"Iya ma "ucap Adam tersenyum merangkul Renata
###
Leon jadi semakin tertarik dengan Kanaya yg memang menarik perhatian Leon kini Leon benar terjebak oleh permainan balas dendam Kanaya yg sangat membenci keluarga Adirata
"Kanaya aku ingin mengatakan hal serius pada mu"ucap Leon makan siang bersama Kanaya
"Iya kata kan saja pak"ucap Kanaya
"Aku suka pada mu mengingat umur ku tidak lagi muda aku ingin mengajak mu menikah ya jika kamu masih ingin mengenal aku lebih jauh nanti aku pertemukan dengan mama ku"ujar Leon meraih tangan Kanaya
"Apa kamu mau menikah dengan ku"ucap Leon serius menatap mata Kanaya
"Kenapa aku berdebar seperti ini tidak Kanaya tujuan mu balas dendam"batin Kanaya
"Iya pak aku juga suka sama bapak"ujar Kanaya serius memegang bahu Leon mendekat kan wajah
"Mau apa kamu mau mencium ku lagi jangan pernah"kekeh Leon mendorong kepala Kanaya dengan telunjuknya
"Ahh tidak"ucap Kanaya
"Sekarang aku tanya seberapa dalam cinta sama aku"ujar Kanaya menatap Leon
"Jika kamu bertanya sedalam apa cinta ku kamu selam lautan maka kamu akan tau sedalam itu cinta ku pada mu"ujar Leon tersenyum
"Dasar lebay kamu benar terjebak tuan kejam"batin Kanaya tersenyum senang
"Pak aku kan orang miskin apa keluarga bapak mau menerima ku"ucap Kanaya mulai merayu Leon
"Jangan khawatir mama ku akan menerima mu dia akan senang"ucap Leon tersenyum
"Seandainya mereka menolak ku bagaimana"ucap Kanaya
"Kanaya aku akan memperjuangkan mu kamu jangan cemas"ucap Leon
"Jika aku mencintai seseorang aku akan mendapat nya"ucap Leon
"Itu yg aku mau kamu melawan keluarga mu sendiri untuk ku dan saat kamu meninggal kan keluarga mu maka aku akan meninggalkan mu"batin Kanaya
"Itu mama ku"ucap Leon tersenyum melihat Asma mendekat
"Mama mu"ucap Kanaya kaget
"Ma ini Kanaya perempuan yg aku ceritakan"ucap Leon lalu Asma duduk
"Ya jika rasa udah cocok tunggu apa lagi ajak dia menikah"ucap Asma tersenyum
"Iya kapan kamu memperkenalkan aku pada keluarga mu"ujar Leon
"Sebenarnya aku sudah tidak memiliki keluarga"ucap Kanaya sedih
"Jangan sedih setelah kamu nikah sama Leon tante akan memperlakukan kamu seperti anak tante sendiri membuat kamu lupa jika tidak memiliki keluarga"ucap Asma tersenyum mengelus tangan Kanaya
"Tan aku juga takut pak Leon nanti menyiksa ku"ucap Kanaya sedih
"Jika dia menyiksa mu tante akan menghukum nya"kekeh Asma
"Dia tidak akan menyiksa mu sayang"ucap Asma mengelus kepala Kanaya
"Iss wanita ini bagaimana dia harus membenci ku melarang hubungan kami apa aku harus terlihat wanita murahan"batin Kanaya sebal
"Iya udah nanti temani aku ke makan orang tua ku ya"ujar Kanaya memeluk Leon menyenderkan kepalanya di dada Leon
"Iya"ucap Leon tersenyum mengelus kepala Kanaya
"Kalian terlihat serasi mama senang melihat nya"ucap Asma tersenyum
"Menjengkelkan"batin Kanaya
"Mama pergi dulu ya mau ketemu sama Alif"ucap asma lalu berlalu pergi
"Mama mu kok ngak marah aku terlihat menggoda"ucap Kanaya heran
"Mama ku itu sangat baik kamu tidak akan bisa membuat dia membenci mu tapi aku senang kami seperti ini"ujar Leon tersenyum lebar
__ADS_1
"Tidak apa itu aku harus tetap pada rencana ku"batin Kanaya tersenyum lebar